Indonesia Diproyeksikan Jadi Negara dengan Pertumbuhan UHNWI Tercepat hingga 2031

oleh -46 Dilihat
oleh
Indonesia Diproyeksikan Menjadi Negara dengan Pertumbuhan UHNWI Tercepat hingga 2031

Jakarta | Populasi individu dengan kekayaan sangat tinggi di dunia terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Dalam definisi yang digunakan Knight Frank, ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) adalah orang dengan kekayaan bersih lebih dari 30 juta dolar AS. Kelompok ini mencakup aset yang dimiliki seseorang setelah dikurangi kewajiban, sehingga menjadi salah satu indikator penting untuk membaca perkembangan kekayaan global, perubahan pusat ekonomi, serta potensi permintaan terhadap layanan pengelolaan aset.

Berdasarkan Wealth Sizing Model terbaru dari Knight Frank, jumlah UHNWI di seluruh dunia diproyeksikan mencapai 713.626 orang pada 2026. Angka tersebut meningkat 162.191 orang dibandingkan jumlah 551.435 orang pada 2021. Dengan demikian, selama periode lima tahun, rata-rata sekitar 89 orang per hari berhasil menembus ambang kekayaan lebih dari 30 juta dolar AS. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa akumulasi kekayaan tingkat atas tetap berlangsung, meskipun perekonomian global menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan suku bunga, ketidakpastian geopolitik, dan volatilitas pasar.

Angka tersebut berasal dari edisi ke-20 Wealth Report Knight Frank, yang menggunakan Wealth Sizing Model yang telah direvisi dan diperluas. Pembaruan metodologi ini dirancang untuk menggambarkan perubahan distribusi kekayaan global secara lebih menyeluruh, termasuk pergeseran lokasi para pemilik modal besar dan perkembangan jumlah individu kaya di berbagai negara. Revisi tersebut juga memberikan konteks yang lebih kuat untuk memahami bagaimana pertumbuhan ekonomi, kenaikan nilai aset, aktivitas kewirausahaan, dan perubahan pasar investasi berkontribusi terhadap bertambahnya populasi UHNWI. Oleh karena itu, peningkatan jumlah orang superkaya tidak hanya mencerminkan pertumbuhan nominal kekayaan, tetapi juga menandai perubahan struktur ekonomi dunia dan persebaran pusat kemakmuran.

Amerika Serikat menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan populasi ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) dalam beberapa tahun terakhir. Sekitar 41 persen UHNWI baru yang tercipta selama lima tahun terakhir berasal dari negara tersebut. Dominasi ini mencerminkan kekuatan ekonomi Amerika Serikat, perkembangan sektor teknologi, pasar modal yang luas, serta kemampuan perusahaan lokal dalam menghasilkan kekayaan berskala besar.

Porsi Amerika Serikat terhadap total UHNWI dunia juga terus meningkat. Pada 2021, negara ini menyumbang sekitar 33 persen dari keseluruhan populasi UHNWI global. Angka tersebut naik menjadi 35 persen pada 2026 dan diproyeksikan mencapai 41 persen pada 2031. Proyeksi ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak hanya mempertahankan posisinya sebagai pusat kekayaan utama, tetapi juga memperlebar jarak dengan negara-negara lain.

China tetap berada di urutan kedua sebagai pusat penciptaan kekayaan terbesar. Namun, kontribusinya terhadap total UHNWI global diperkirakan mengalami penurunan secara proporsional, dari 18 persen pada 2021 menjadi 17 persen pada 2026, lalu sekitar 15 persen pada 2031. Penurunan porsi tersebut tidak selalu menunjukkan berkurangnya jumlah individu kaya, melainkan menandakan pertumbuhan di negara lain berlangsung lebih cepat.

India justru memperlihatkan arah yang semakin positif. Porsinya meningkat dari sedikit di atas 2 persen menjadi 2,8 persen pada 2026. Jumlah UHNWI di negara ini diperkirakan bertambah dari 19.877 orang menjadi 25.217 orang pada 2031. Pertumbuhan tersebut didukung ekspansi ekonomi, perkembangan perusahaan rintisan, dan bertambahnya kelompok pengusaha dengan kekayaan signifikan.

Timur Tengah juga memperkuat perannya dalam peta kekayaan global. Porsi kawasan ini naik dari 2,4 persen menjadi 3,1 persen dalam lima tahun terakhir dan diperkirakan bertahan pada tingkat tersebut hingga 2031. Pada tahun itu, jumlah UHNWI di Timur Tengah diproyeksikan mencapai 28.956 orang, sejalan dengan meningkatnya investasi, diversifikasi ekonomi, dan pengembangan pusat bisnis regional.

Indonesia diproyeksikan menempati posisi teratas dalam pertumbuhan populasi ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) selama lima tahun ke depan hingga 2031. Berdasarkan proyeksi tersebut, jumlah individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi di Indonesia diperkirakan meningkat sebesar 82 persen. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan populasi UHNWI tertinggi di negara-negara yang tercantum dalam proyeksi.

Posisi Indonesia terlihat menonjol dibandingkan negara lain. Setelah Indonesia, Arab Saudi dan Polandia diproyeksikan mencatat pertumbuhan populasi UHNWI lebih dari 60 persen hingga 2031. Sementara itu, Vietnam diperkirakan membukukan pertumbuhan yang hampir mencapai 60 persen. Perbedaan angka tersebut menempatkan Indonesia dengan jarak yang jelas di posisi pertama dalam daftar pertumbuhan populasi individu kaya tersebut.

Proyeksi ini menunjukkan bahwa negara-negara dengan perekonomian yang berkembang pesat diperkirakan menjadi wilayah dengan kenaikan populasi UHNWI paling tinggi dalam periode lima tahun mendatang. Namun, daftar tersebut tidak hanya mencakup negara-negara di luar Eropa. Sejumlah negara Eropa juga diperkirakan mengalami pertumbuhan populasi UHNWI yang cukup tinggi hingga 2031.

Swedia, Rumania, dan Yunani termasuk dalam kelompok negara Eropa yang masuk dalam daftar dengan proyeksi pertumbuhan UHNWI yang signifikan. Kendati demikian, ketiganya masih berada di bawah Indonesia dalam urutan proyeksi pertumbuhan. Dengan estimasi kenaikan sebesar 82 persen, Indonesia menjadi sorotan utama dalam perkembangan populasi UHNWI global hingga 2031. Posisi ini menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan prospek pertumbuhan populasi individu ultra-kaya paling tinggi dalam proyeksi lima tahun tersebut.

Angka pertumbuhan populasi ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) dalam artikel ini perlu dibaca sesuai ruang lingkup data yang tersedia. Proyeksi tersebut bersumber dari model Knight Frank, sehingga angka yang disampaikan merupakan hasil perhitungan berbasis model dan bukan catatan aktual mengenai jumlah individu pada masa mendatang. Periode proyeksi yang dibahas berlangsung hingga 2031, dengan titik pembanding populasi UHNWI pada 2026.

Daftar negara yang dibandingkan juga memiliki batasan tertentu. Perbandingan hanya mencakup negara-negara yang diproyeksikan memiliki lebih dari 500 UHNWI pada 2026. Karena itu, hasil tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai pemeringkatan seluruh negara di dunia. Negara yang berada di bawah ambang jumlah tersebut tidak termasuk dalam cakupan perbandingan, meskipun mungkin memiliki perubahan populasi UHNWI selama periode yang sama.

Bahan sumber merujuk pada proyeksi populasi UHNWI di 20 negara. Namun, materi yang tersedia tidak memuat seluruh rincian nama negara beserta angka populasi dan persentase pertumbuhannya secara lengkap. Oleh sebab itu, artikel ini tidak mengisi kekosongan informasi dengan perkiraan tambahan atau data yang tidak tercantum dalam sumber. Penyajian hanya dibatasi pada keterangan yang dapat didukung oleh bahan rujukan tersebut. Dalam cakupan model Knight Frank dan kelompok negara yang dibandingkan, Indonesia menjadi negara dengan proyeksi pertumbuhan populasi UHNWI tertinggi hingga 2031.