Kecelakaan Lima Kendaraan di Pringsewu, Dua Pelajar Meninggal Dunia

oleh -82 Dilihat
oleh
Kecelakaan Lima Kendaraan di Pringsewu, Dua Pelajar Meninggal Dunia

Kabupaten Pringsewu | Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Raya Pekon Podosari, sekitar Jembatan Way Sekampung, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, setelah sebuah truk Fuso bermuatan pasir diduga mengalami kegagalan sistem pengereman saat melaju di jalan tersebut.

Truk Fuso itu kemudian menabrak kendaraan-kendaraan yang berada di depannya. Benturan beruntun tersebut melibatkan total lima kendaraan dan menyebabkan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi terganggu. Kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan berbeda akibat kuatnya rangkaian tabrakan.

Dampak paling serius dari kecelakaan ini adalah meninggalnya dua pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di lokasi kejadian. Selain itu, seorang remaja lainnya mengalami luka parah dan harus mendapatkan penanganan medis. Petugas bersama warga kemudian melakukan evakuasi terhadap para korban dari lokasi kecelakaan.

Kasat Lantas Polres Pringsewu Iptu Adi Wibowo membenarkan bahwa insiden tersebut melibatkan lima kendaraan. Keterangan itu disampaikan pada Senin, 12 Oktober 2026. Polisi masih menangani proses pemeriksaan untuk memastikan rangkaian kejadian, termasuk dugaan gangguan pada sistem pengereman truk bermuatan pasir tersebut.

Lokasi kecelakaan berada di jalur yang menjadi akses perlintasan masyarakat, sehingga peristiwa itu segera menarik perhatian warga. Aparat kepolisian melakukan penanganan di sekitar Jembatan Way Sekampung sekaligus mengatur arus kendaraan agar proses evakuasi dan pemeriksaan dapat berlangsung. Kecelakaan ini kembali menunjukkan pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan, terutama terhadap kendaraan angkutan berat sebelum beroperasi di jalan raya.

Peristiwa kecelakaan yang melibatkan lima kendaraan di Pringsewu bermula ketika truk Fuso bernomor polisi BE 8412 AUH melaju dari arah Kecamatan Sukoharjo menuju Kecamatan Pringsewu. Kendaraan berat tersebut sedang melewati ruas jalan yang menurun di sekitar Jembatan Way Sekampung. Jalur dengan kondisi menurun membuat kendaraan harus dikendalikan secara hati-hati, terutama ketika membawa beban dan melaju mendekati kendaraan lain di depannya.

Saat berada di ruas jalan tersebut, truk Fuso itu diduga mengalami rem blong. Informasi mengenai dugaan gangguan pada sistem pengereman tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian awal kejadian, tetapi belum dapat disebut sebagai penyebab pasti sebelum proses pemeriksaan dan penyelidikan selesai. Gangguan itu diduga membuat pengemudi kesulitan mengurangi kecepatan truk ketika kendaraan melintas di jalan menurun.

Dalam situasi tersebut, pengemudi diduga tidak mampu mengendalikan laju kendaraan berat yang terus bergerak mengikuti kemiringan jalan. Truk kemudian kehilangan kendali dan melaju ke arah deretan kendaraan yang berada di depannya. Benturan selanjutnya melibatkan sejumlah kendaraan dalam rangkaian kecelakaan, hingga peristiwa itu tercatat sebagai kecelakaan lima kendaraan di kawasan Pringsewu.

Urutan kejadian tersebut menggambarkan bahwa insiden bermula dari pergerakan truk Fuso di jalur menurun, diikuti dugaan kegagalan pengereman dan hilangnya kendali kendaraan. Detail mengenai kecepatan truk, jarak antarkendaraan, serta kondisi teknis sistem pengereman masih memerlukan pendalaman oleh pihak berwenang. Pemeriksaan di lokasi dan keterangan para saksi diperlukan untuk menjelaskan secara lebih lengkap bagaimana tabrakan terjadi di dekat Jembatan Way Sekampung.

Empat kendaraan menjadi objek benturan setelah truk kehilangan kendali di lokasi kecelakaan. Kendaraan tersebut terdiri atas dua mobil minibus dan dua sepeda motor. Dua minibus yang ditabrak ialah Toyota Innova bernomor polisi BE 1810 UW serta Mitsubishi Pajero bernomor polisi BE 1459 UC. Kedua kendaraan roda empat itu berada di kendaraan yang terdampak dalam insiden tersebut, dengan kerusakan yang berkaitan langsung dengan kuatnya energi tabrakan truk.

Selain dua minibus, benturan juga melibatkan sepeda motor Yamaha Mio dan Honda PCX bernomor polisi BE 2938 UAJ. Honda PCX tersebut merupakan salah satu kendaraan yang ditabrak ketika truk tidak lagi dapat dikendalikan. Sementara itu, Yamaha Mio membawa tiga pelajar saat mengalami benturan. Posisi sepeda motor yang lebih ringan membuat dampak tabrakan terhadap kendaraan tersebut sangat besar dibandingkan kendaraan berukuran lebih besar.

Yamaha Mio itu bahkan terseret hingga puluhan meter akibat kerasnya tabrakan. Jarak seretan tersebut menunjukkan besarnya dorongan yang timbul saat truk menghantam kendaraan di depannya. Peristiwa itu juga memperlihatkan bahwa empat kendaraan yang terlibat memiliki karakter berbeda, mulai dari minibus dengan bodi lebih besar hingga sepeda motor yang memberikan perlindungan sangat terbatas bagi pengendaranya maupun penumpangnya. Identitas kendaraan yang tercatat, termasuk nomor polisi Toyota Innova, Mitsubishi Pajero, dan Honda PCX, menjadi bagian penting dalam pendataan kecelakaan. Adapun Yamaha Mio dikenali sebagai sepeda motor yang membawa tiga pelajar dan mengalami dampak paling berat karena terseret jauh setelah benturan.

Dua pelajar yang menjadi penumpang sepeda motor Yamaha Mio meninggal dunia di tempat kejadian setelah mengalami luka berat dalam kecelakaan lima kendaraan di Pringsewu. Kedua korban tersebut adalah Maher Zain, berusia 13 tahun, warga Pekon Bandung Baru, serta Rayhan Bintang, berusia 14 tahun, warga Kalirejo. Keduanya tercatat sebagai korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Maher Zain dan Rayhan Bintang berada di dalam kendaraan Yamaha Mio ketika kecelakaan terjadi. Berdasarkan informasi yang tersedia, luka berat yang dialami keduanya menyebabkan kedua pelajar tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian. Identitas dan domisili korban telah disampaikan sesuai dengan keterangan mengenai peristiwa kecelakaan di Pringsewu.

Sementara itu, pengendara Yamaha Mio, M Rayhan, yang juga berusia 14 tahun, mengalami luka parah. Kondisi tersebut membuat M Rayhan memerlukan penanganan medis. Ia kemudian dibawa bersama korban lainnya ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu untuk mendapatkan perawatan sesuai kondisi luka yang dialaminya.

Dengan demikian, kecelakaan ini mengakibatkan dua penumpang Yamaha Mio, yaitu Maher Zain dan Rayhan Bintang, meninggal dunia di tempat kejadian. Satu orang lainnya, yakni M Rayhan selaku pengendara sepeda motor, mengalami luka parah dan dibawa ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Informasi mengenai korban tersebut disampaikan berdasarkan data yang tersedia tentang kecelakaan lima kendaraan di wilayah Pringsewu.

Baca juga: Bahlil Sebut Terjun ke Politik sebagai Kecelakaan di Hadapan Pengusaha Pribumi | Truk Bermuatan Elpiji Bertabrakan di Kubu Raya, Satu Orang Meninggal | Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal, IDAI Jelaskan Risiko Telur Mentah dan Aturan MPASI