Kabupaten Kubu Raya | Kecelakaan yang melibatkan dua truk terjadi di Jalan Transkalimantan Kilometer 71, Desa Lintang Batang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Peristiwa tersebut melibatkan sebuah truk bermuatan gas elpiji dan truk boks yang bertabrakan di kawasan turunan Gereja Pasionis. Benturan kedua kendaraan itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Insiden tersebut berlangsung ketika kedua truk berada di ruas Jalan Transkalimantan yang berada di wilayah Desa Lintang Batang. Lokasi kecelakaan disebut berada di kawasan turunan Gereja Pasionis, Kecamatan Sungai Ambawang. Tabrakan itu kemudian menimbulkan dampak terhadap orang-orang yang terlibat, dengan satu korban dinyatakan meninggal dunia, sementara dua orang lain mengalami luka-luka.
Kecelakaan dua truk ini menjadi peristiwa yang terjadi di jalur Transkalimantan Kilometer 71, Kabupaten Kubu Raya. Kendaraan yang terlibat terdiri atas truk pengangkut gas elpiji dan truk boks. Keduanya bertabrakan di kawasan turunan Gereja Pasionis, sehingga kecelakaan tersebut menyebabkan jatuhnya korban. Satu orang meninggal dunia akibat peristiwa itu, sedangkan dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Tabrakan yang melibatkan truk bermuatan gas elpiji dan truk boks tersebut menyebabkan tiga orang menjadi korban. Para korban berada di dua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan. Berdasarkan kendaraan yang mereka tumpangi, satu korban meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya mengalami luka-luka.
Yufret Musa, berusia 30 tahun, merupakan pengemudi truk bermuatan gas elpiji. Ia meninggal dunia setelah kendaraan yang dikemudikannya bertabrakan dengan truk boks. Identitas Yufret disebutkan sebagai korban yang meninggal dalam peristiwa tersebut. Keterangan ini menempatkannya sebagai pengemudi kendaraan bermuatan elpiji, bukan sebagai penumpang.
Dua korban lainnya berada dalam kendaraan yang berbeda. Akhmad Syamudin, 32 tahun, merupakan sopir truk boks yang terlibat dalam tabrakan. Setelah kejadian, ia mengalami luka-luka. Sementara itu, Dedi Supriadi, 43 tahun, berada di truk bermuatan gas elpiji sebagai penumpang. Ia juga mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Dengan demikian, korban dalam kecelakaan ini terdiri atas pengemudi truk elpiji, sopir truk boks, dan penumpang truk elpiji. Yufret Musa menjadi korban yang meninggal dunia, sedangkan Akhmad Syamudin dan Dedi Supriadi tercatat mengalami luka-luka. Perbedaan posisi mereka di dalam kendaraan membantu memperjelas identitas serta kondisi masing-masing korban setelah tabrakan, tanpa mengubah fakta bahwa ketiganya merupakan bagian dari peristiwa yang melibatkan dua truk tersebut.
Hujan yang turun saat perjalanan diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kecelakaan truk bermuatan elpiji di Kubu Raya. Air hujan dapat membuat permukaan jalan menjadi licin sehingga daya cengkeram ban terhadap aspal berkurang. Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan pengemudi dalam mengendalikan kendaraan, terutama ketika harus merespons situasi lalu lintas yang berlangsung di depannya. Meski demikian, faktor jalan yang licin masih berupa dugaan dan belum dapat disebut sebagai penyebab tunggal sebelum terdapat keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kronologi awal bermula ketika truk bermuatan gas elpiji yang dikemudikan Yufret melakukan perjalanan dari arah Tayan menuju Pontianak. Dalam perjalanan tersebut, Yufret membawa Dedi Supriadi sebagai penumpang. Kendaraan itu kemudian terlibat dalam kecelakaan di wilayah Kubu Raya. Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa peristiwa tersebut melibatkan truk bermuatan elpiji dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Rangkaian kejadian setelah perjalanan tersebut belum dapat dijelaskan secara lebih terperinci berdasarkan informasi yang tersedia. Belum ada keterangan yang dapat memastikan arah perjalanan truk boks, kecepatan kendaraan, titik benturan, maupun manuver yang dilakukan masing-masing kendaraan sebelum tabrakan. Karena itu, uraian kronologi perlu dibatasi pada informasi yang telah diketahui, sementara penyebab pasti dan detail kecelakaan masih menunggu pemeriksaan serta keterangan resmi dari petugas yang menangani peristiwa tersebut. Penyelidikan diharapkan dapat menjelaskan hubungan kondisi cuaca, keadaan permukaan jalan, dan faktor lain yang mungkin berperan dalam kecelakaan tersebut.
Kasat Lantas Polres Kubu Raya Iptu Judi Effendhy melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade membenarkan terjadinya kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan elpiji di wilayah Kubu Raya. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis lalu dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Keterangan itu disampaikan Aiptu Ade saat dikutip pada Senin, 12 Oktober 2026.
Aiptu Ade menjelaskan bahwa perkara kecelakaan tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Proses penanganan dilakukan oleh tim penegakan hukum atau Gakkum Satlantas Polres Kubu Raya. Tim tersebut bertugas menangani perkara lalu lintas sesuai prosedur, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap berbagai informasi dan pihak yang berkaitan dengan kejadian.
Penanganan oleh Gakkum Satlantas Polres Kubu Raya masih berlangsung. Kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan maupun pihak yang dinilai bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Setiap keterangan yang diperoleh masih menjadi bagian dari proses penanganan perkara dan pemeriksaan lebih lanjut.
Keterangan kepolisian tersebut menegaskan bahwa insiden truk bermuatan elpiji bertabrakan di Kubu Raya telah tercatat dan sedang ditangani melalui mekanisme hukum yang berlaku. Masyarakat diminta menunggu informasi resmi dari kepolisian selama proses penanganan berjalan. Perkembangan perkara akan disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan informasi yang telah diverifikasi oleh pihak berwenang.
Baca juga: Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal, IDAI Jelaskan Risiko Telur Mentah dan Aturan MPASI | Bayi Alena Meninggal Setelah Diduga Diberi Telur Mentah, Dokter Jelaskan Risikonya | Bayi Alena Meninggal Setelah Dirawat Intensif, Dugaan Pemberian Telur Mentah Jadi Sorotan







