Serang | Situasi di persimpangan Jalan Sulanjana dan Jalan Ir. H. Juanda, kawasan Dago, Kota Bandung, dilaporkan kembali kondusif setelah polisi diserang massa pada Selasa malam, 20 Oktober 2026. Kondisi di sekitar lokasi berangsur terkendali setelah insiden yang melibatkan truk Dalmas tersebut. Warga dan pengguna jalan dapat kembali melintas tanpa menghadapi penutupan arus akibat kejadian itu.
Truk Dalmas yang menjadi sasaran serangan dan dibakar telah dievakuasi dari persimpangan. Dengan kendaraan tersebut tidak lagi berada di badan jalan, ruang lalu lintas dapat digunakan kembali. Arus kendaraan di kedua arah pun dilaporkan telah normal dan dapat dilalui, baik dari Jalan Sulanjana maupun Jalan Ir. H. Juanda. Pemulihan ini memungkinkan mobilitas di salah satu simpang penting di kawasan Dago berlangsung kembali.
Meski arus lalu lintas telah pulih, polisi masih berjaga di sekitar lokasi. Kehadiran petugas ditujukan untuk menjaga situasi tetap aman dan memastikan kondisi tidak kembali memanas. Pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut tetap diharapkan memperhatikan arahan petugas, terutama apabila terdapat pengaturan lalu lintas atau perubahan situasi di lapangan.
Peristiwa penyerangan terhadap polisi dan pembakaran kendaraan dinas sempat mengganggu keadaan di persimpangan. Namun, setelah truk dievakuasi dan situasi dinyatakan kondusif, akses jalan dari kedua arah kembali terbuka. Kondisi ini menjadi perkembangan penting bagi warga, pengendara, serta aktivitas di sekitar Dago yang terdampak gangguan arus pada malam kejadian.
Pengendara yang melintas dapat kembali menggunakan rute tersebut, sembari tetap berhati-hati di sekitar area penjagaan. Keberadaan polisi menunjukkan bahwa pengamanan masih dilakukan meskipun lalu lintas telah normal. Masyarakat juga dapat mengikuti informasi resmi mengenai situasi setempat untuk mengetahui apabila ada pembaruan terkait pengamanan maupun kelancaran perjalanan. Hingga kondisi dinyatakan kondusif, arus di Simpang Dago telah kembali berjalan dari dua arah.
Kapolrestabes Bandung Kombes Dedi Supriyadi menyampaikan bahwa kondisi di Simpang Dago telah kondusif setelah insiden pembakaran truk Dalmas. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa keadaan di lokasi kejadian sudah kembali terkendali. Meski situasi dinilai aman, kepolisian tetap melakukan pemantauan untuk menjaga ketertiban dan memastikan kondisi tidak kembali berkembang menjadi gangguan keamanan.
Personel kepolisian masih berpatroli mengelilingi Kota Bandung, termasuk di titik-titik yang berkaitan dengan kejadian. Patroli tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap terkendali setelah insiden, sekaligus memastikan keberadaan petugas di sejumlah lokasi yang memerlukan perhatian. Langkah ini dilakukan agar perkembangan keadaan dapat dipantau dan respons kepolisian tetap berjalan apabila dibutuhkan.
Kehadiran personel di lapangan juga ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dengan patroli yang tetap berlangsung, kepolisian berupaya mencegah munculnya keresahan dan menjaga agar aktivitas warga tidak terganggu oleh kekhawatiran terhadap situasi keamanan. Pemantauan di titik-titik terkait membantu petugas memastikan keadaan tetap tertib, tanpa mengabaikan kondisi di wilayah kota lainnya.
Pernyataan bahwa kondisi telah kondusif menjadi informasi penting bagi warga, namun patroli yang berlanjut memperlihatkan bahwa pengawasan masih dilakukan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti informasi yang disampaikan melalui sumber resmi. Kepolisian, melalui personel yang bertugas, terus menjaga keamanan di Kota Bandung agar situasi pascakejadian tetap terkendali dan tidak menimbulkan keresahan. Tidak ada rincian rute maupun durasi patroli yang disampaikan dalam keterangan tersebut; yang ditegaskan adalah kegiatan patroli berlangsung di sekeliling kota dan mencakup titik-titik terkait kejadian.
Peristiwa penyerangan terhadap truk Dalmas bermula ketika sejumlah anggota polisi baru menyelesaikan patroli. Mereka menggunakan kendaraan tersebut untuk menjalankan tugas, lalu hendak menuju lokasi pergantian sif dengan anggota lain. Dalam perjalanan, rombongan melintasi kawasan simpang Jalan Sulanjana dan Jalan Dago. Situasi di sekitar persimpangan itu kemudian berubah ketika sekelompok orang menyerang kendaraan yang mereka tumpangi. Berdasarkan kronologi yang disampaikan, serangan terjadi saat para anggota sedang berada dalam perjalanan, sebelum proses pergantian sif berlangsung. Dengan demikian, truk Dalmas yang sebelumnya digunakan untuk patroli menjadi sasaran di tengah perjalanan menuju titik pergantian tugas.
Kelompok tersebut melempari truk dengan batu, petasan, dan bom molotov. Berbagai benda itu diarahkan kepada kendaraan ketika berada di simpang kedua jalan tersebut. Serangan yang menggunakan benda keras serta bahan pembakar itu membuat kondisi di lokasi menjadi berbahaya bagi para anggota di dalam kendaraan. Rangkaian kejadian berlangsung ketika rombongan polisi belum sempat bergantian sif, sehingga mereka menghadapi serangan saat masih berada dalam perjalanan. Informasi mengenai urutan kejadian menempatkan pelemparan batu, petasan, dan bom molotov sebagai bagian dari serangan yang dialami truk Dalmas di kawasan simpang.
Akibat serangan tersebut, truk Dalmas diserang dan kemudian dibakar. Peristiwa pembakaran itu menjadi bagian utama dari insiden yang terjadi di simpang Jalan Sulanjana dan Jalan Dago. Kendaraan yang digunakan para anggota setelah patroli itu mengalami serangan langsung dari sekelompok orang, sebelum akhirnya terbakar. Kronologi ini menggambarkan perubahan situasi dari perjalanan untuk pergantian sif menjadi insiden kekerasan terhadap kendaraan polisi. Penjelasan mengenai kejadian berfokus pada urutan dasar yang diketahui: anggota selesai berpatroli, bergerak untuk berganti sif, melintasi persimpangan, lalu menghadapi lemparan berbagai benda hingga truk Dalmas diserang dan dibakar.
Tiga anggota kepolisian mengalami luka dalam peristiwa yang berkaitan dengan pembakaran truk Dalmas di kawasan Simpang Dago. Setelah terluka, ketiganya dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis. Informasi yang tersedia menyebutkan adanya korban dari pihak kepolisian dan langkah membawa mereka ke fasilitas kesehatan, tetapi tidak menjelaskan secara terperinci bagaimana luka tersebut terjadi. Karena itu, rincian mengenai bagian tubuh yang terdampak maupun bentuk penanganan yang diberikan belum dapat dipastikan dari keterangan yang ada.
Kondisi luka para anggota tersebut juga tidak diuraikan lebih lanjut. Tidak tersedia informasi mengenai tingkat keparahan luka, hasil pemeriksaan medis, ataupun keadaan mereka setelah tiba di rumah sakit. Dengan demikian, tidak tepat untuk menyimpulkan apakah luka yang dialami tergolong ringan atau berat, maupun menyampaikan perkembangan kesehatan yang belum dikonfirmasi. Fakta yang dapat disampaikan sejauh ini terbatas pada jumlah polisi yang terluka, yakni tiga orang, serta bahwa mereka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Informasi lain tentang korban belum dirinci.
Sementara itu, kepolisian memburu para pelaku penyerangan. Upaya tersebut disebut sebagai langkah yang sedang dilakukan setelah insiden, namun keterangan yang tersedia tidak memuat identitas orang yang dicari ataupun jumlah mereka. Belum ada pula rincian mengenai motif penyerangan, dugaan keterlibatan pihak tertentu, atau perkembangan penyelidikan yang dapat dipastikan. Oleh sebab itu, informasi mengenai pengejaran perlu dibatasi pada pernyataan bahwa polisi tengah memburu para pelaku. Perkembangan berikutnya, termasuk hasil pencarian dan informasi resmi tentang para korban, masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Baca juga: Tiga Polisi Terluka dalam Serangan Batu dan Molotov di Simpang Dago | ICP Tembus US$100 per Barel, Pemerintah Paparkan Kondisi Cadangan BBM | BI Paparkan Kondisi Inflasi dan Rupiah kepada Prabowo



































