Surabaya | Presiden Komisaris Samator Group, Heyzer Harsono, meninggal dunia pada Jumat, 30 Oktober. Kabar duka tersebut disampaikan oleh BPD HIPMI Jawa Timur melalui akun Instagram @bpdhipmijatim. Dalam unggahannya, organisasi itu mengutarakan belasungkawa atas kepergian Heyzer. Informasi yang dibagikan tersebut menjadi pemberitahuan utama mengenai wafatnya tokoh yang dikenal melalui kiprahnya di Samator Group dan lingkungan organisasi.
Penyampaian kabar oleh BPD HIPMI Jawa Timur menegaskan adanya ungkapan duka dari organisasi tersebut kepada keluarga dan pihak-pihak yang ditinggalkan. Unggahan melalui akun resmi menjadi saluran yang digunakan untuk menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat. Dalam pemberitahuan itu, hal yang dipastikan adalah kabar meninggalnya Heyzer pada Jumat, 30 Oktober, serta ungkapan simpati dari BPD HIPMI Jawa Timur. Tidak ada keterangan lain yang perlu ditambahkan di luar informasi tersebut.
Kepergian Heyzer Harsono menjadi kabar duka bagi pihak yang mengenalnya melalui peran sebagai Presiden Komisaris Samator Group maupun kiprah organisasinya. Namun, pemberitahuan BPD HIPMI Jawa Timur tidak memuat rincian tentang penyebab ataupun lokasi meninggalnya. Karena itu, kedua hal tersebut tidak dapat dipastikan dari informasi yang tersedia dan tidak sepatutnya disimpulkan. Penyebutan tanggal juga mengikuti keterangan yang telah dibagikan, tanpa menambahkan tahun yang tidak tercantum.
Dengan demikian, inti kabar yang dapat disampaikan adalah wafatnya Heyzer Harsono pada Jumat, 30 Oktober, dan belasungkawa yang diutarakan BPD HIPMI Jawa Timur melalui akun @bpdhipmijatim. Informasi tersebut menjadi dasar pemberitaan awal mengenai kepergiannya. Rincian lebih lanjut hanya dapat disampaikan apabila tersedia keterangan yang jelas dan dapat diverifikasi. Untuk saat ini, penghormatan terhadap kabar duka dapat diwujudkan dengan menyampaikan informasi secara cermat, menjaga batas fakta dan dugaan, serta tidak mengedarkan rincian yang belum dikonfirmasi.Perjalanan Heyzer Harsono di jajaran pimpinan Samator Group mencakup sejumlah posisi penting yang dijalankan secara berurutan. Ia menjabat sebagai Presiden Direktur perseroan pada periode 2006–2018. Rentang tersebut menempatkannya sebagai pemimpin eksekutif selama lebih dari satu dekade, sebelum kemudian beralih ke jajaran komisaris. Pergantian peran ini menandai perubahan tanggung jawab Heyzer, dari memimpin pengelolaan perusahaan secara langsung menjadi menjalankan fungsi pengawasan pada tingkat dewan komisaris.
Setelah masa tugasnya sebagai Presiden Direktur berakhir pada 2018, Heyzer diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama. Ia menduduki jabatan tersebut selama periode 2018–2021. Dalam posisi ini, ia berada di jajaran pengawasan perusahaan, melanjutkan keterlibatannya dalam kepemimpinan Samator dengan kapasitas yang berbeda. Urutan jabatan tersebut memperlihatkan kesinambungan kiprahnya di dalam kelompok usaha, sekaligus menunjukkan peralihan dari tanggung jawab eksekutif ke peran komisaris.
Sejak 2021, Heyzer menjabat sebagai Komisaris Utama. Jabatan itu menjadi posisi berikutnya dalam perjalanan kariernya di Samator Group setelah ia menyelesaikan masa tugas sebagai Wakil Komisaris Utama. Pengangkatannya kembali pada 2025 menegaskan bahwa ia tetap dipercaya menduduki posisi tersebut. Dengan demikian, rangkaian jabatannya di perseroan meliputi Presiden Direktur pada 2006–2018, Wakil Komisaris Utama pada 2018–2021, dan Komisaris Utama sejak 2021, dengan pengangkatan kembali pada 2025.
Selain perannya di tingkat kelompok usaha, Heyzer juga memiliki pengalaman memimpin PT Krakatau Samator. Ia menjabat sebagai Presiden Direktur perusahaan tersebut pada 2013–2021. Masa jabatan ini berlangsung ketika ia masih menjadi Presiden Direktur perseroan Samator hingga 2018, lalu berlanjut pada periode ketika ia telah menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama. Pengalaman di PT Krakatau Samator melengkapi rekam jejak kepemimpinannya, dengan jabatan dan periode yang tercatat secara terpisah dari posisinya di Samator Group.
Heyzer Harsono lahir pada 1958. Dalam perjalanan pendidikannya, ia menempuh pendidikan sekolah menengah atas di Petra 2 Surabaya. Keterangan mengenai masa sekolah tersebut menjadi bagian dari latar pendidikan yang tercatat dalam perjalanan hidupnya. Pendidikan SMA merupakan salah satu tahap awal dalam riwayat pendidikan Heyzer sebelum ia menjalani berbagai kegiatan profesional dan organisasi yang kemudian dikenal dalam perjalanan kariernya. Informasi yang tersedia mengenai latar pendidikan ini mencakup tempat ia bersekolah, tanpa rincian tambahan mengenai jurusan, tahun kelulusan, atau pendidikan formal lain yang pernah ditempuhnya.
Pengembangan diri Heyzer juga tercatat melalui keikutsertaannya dalam program pengembangan eksekutif. Pada 2015, ia mengikuti Strategic Action Program di P2EB Universitas Gadjah Mada. Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengembangan eksekutif yang diikutinya pada tahun itu. Penyebutan program dan lembaga penyelenggara memberikan gambaran spesifik mengenai salah satu kegiatan pendidikan lanjutan dalam riwayatnya. Tanpa keterangan lebih lanjut mengenai materi, durasi, atau hasil program, informasi ini dapat dipahami sebagai catatan partisipasi Heyzer dalam kegiatan pengembangan profesional, bukan sebagai dasar untuk menyimpulkan kompetensi atau pencapaian tertentu.
Selain mengikuti program tersebut, Heyzer aktif berpartisipasi dalam konferensi nasional dan internasional. Bidang konferensi yang disebutkan meliputi manajemen, gas industri, dan gas medis. Ragam topik ini menunjukkan ruang lingkup forum yang diikutinya, baik di tingkat nasional maupun internasional, namun tidak dengan sendirinya menjelaskan peran khususnya dalam setiap acara. Catatan partisipasi konferensi melengkapi informasi mengenai latar pendidikan dan pengembangan dirinya. Dengan demikian, pendidikan di Petra 2 Surabaya, program eksekutif pada 2015, serta kehadiran dalam forum terkait manajemen dan gas menggambarkan beberapa unsur dalam perjalanan pembelajaran Heyzer Harsono, sebagaimana tercatat dalam riwayatnya.
Selain dikenal melalui perjalanan kariernya di Samator, Heyzer Harsono juga tercatat memiliki keterlibatan dalam organisasi olahraga dan industri. Peran tersebut mencakup jabatan ketua Persatuan Bola Voli Indonesia (PBVSI), keanggotaan dalam Konfederasi Bola Voli Asia, serta posisi sebagai anggota dewan pembina Asosiasi Gas Industri Indonesia. Rangkaian peran ini memperlihatkan bahwa ruang kiprahnya tidak hanya berada di lingkungan perusahaan, tetapi juga bersentuhan dengan organisasi yang menaungi bidang olahraga dan industri gas.
Dalam konteks olahraga, jabatan ketua PBVSI menempatkan Heyzer pada salah satu organisasi nasional yang berkaitan dengan bola voli. Ia juga tercatat sebagai anggota Konfederasi Bola Voli Asia, organisasi pada lingkup Asia. Kedua keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa namanya hadir dalam struktur organisasi bola voli pada tingkat nasional dan regional. Informasi yang tersedia tidak merinci masa jabatan, kegiatan tertentu, ataupun bentuk kontribusinya dalam masing-masing posisi. Karena itu, catatan mengenai peran tersebut dapat disampaikan sebagai bagian dari rekam organisasi, tanpa menambahkan rincian yang tidak didukung oleh sumber.
Di luar olahraga, Heyzer menjabat sebagai anggota dewan pembina Asosiasi Gas Industri Indonesia. Posisi ini melengkapi gambaran keterlibatannya dalam organisasi yang berkaitan dengan sektor industri. Jika disandingkan dengan perannya di PBVSI dan Konfederasi Bola Voli Asia, keanggotaan tersebut menunjukkan cakupan organisasi yang beragam: dari bola voli nasional dan regional hingga asosiasi industri di Indonesia. Namun, rincian mengenai tanggung jawab, agenda, atau hasil kerja dalam dewan pembina tidak tersedia dalam bahan yang digunakan. Oleh sebab itu, uraian yang paling tepat adalah mencatat jabatan tersebut secara faktual dan membedakannya dari karier perusahaan yang menjadi bagian lain dari perjalanan hidupnya.
Ketiga posisi ini memberi konteks tentang luasnya ranah organisasi yang pernah terkait dengan Heyzer Harsono, tanpa perlu menyimpulkan dampak atau capaian tertentu. Catatan tersebut melengkapi pengenangan atas perjalanan kariernya dengan menunjukkan keterlibatan di luar jabatan perusahaan.
Baca juga: Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Berikut Perjalanan Pendidikan dan Kariernya | Ungu Tandai Tiga Dekade Perjalanan Musik Lewat Konser di Senayan



































