Pakar Minta Agen Perjalanan Menjamin Kebutuhan Muslim di Setiap Tahap Wisata

oleh -44 Dilihat
oleh
Pakar Minta Agen Perjalanan Menjamin Kebutuhan Muslim di Setiap Tahap Wisata

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Pakar pariwisata Universitas Andalas, Sari Lenggogeni, mendorong agen perjalanan atau travel agent (TA) dan operator tur atau tour operator (TO) untuk menyusun paket wisata yang benar-benar ramah muslim. Menurutnya, kebutuhan wisatawan muslim perlu menjadi bagian dari perencanaan utama dalam setiap produk perjalanan, bukan sekadar tambahan untuk memperluas sasaran pasar.

Sari menekankan bahwa perhatian terhadap wisatawan muslim harus dirancang sejak tahap awal hingga akhir perjalanan. Hal tersebut mencakup penyusunan rencana perjalanan, pemilihan destinasi, akomodasi, tempat makan, transportasi, aktivitas wisata, hingga layanan pendukung selama wisatawan berada di lokasi tujuan. Dengan pendekatan menyeluruh, kebutuhan pengunjung dapat dipastikan secara lebih konsisten dan tidak bergantung pada informasi singkat yang tercantum dalam materi promosi.

Gagasan utama yang disampaikan Sari adalah pentingnya halal assurance through the visitor journey, atau jaminan halal sepanjang perjalanan wisata. Konsep ini mengharuskan pelaku usaha pariwisata melihat pengalaman wisatawan secara utuh, mulai dari keberangkatan, saat berada di destinasi, hingga perjalanan kembali. Jaminan tersebut perlu diwujudkan melalui layanan dan fasilitas yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk akses terhadap makanan halal, tempat ibadah, serta informasi yang jelas dan akurat.

Karena itu, label halal tour dalam brosur tidak seharusnya menjadi satu-satunya penanda bahwa sebuah paket telah memenuhi kebutuhan wisatawan muslim. Travel agent dan tour operator perlu memastikan bahwa klaim tersebut tercermin dalam seluruh rangkaian layanan yang ditawarkan. Langkah ini juga dapat membangun kepercayaan wisatawan dan mendorong pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, aman, serta sesuai dengan nilai yang mereka pegang. Pernyataan tersebut disampaikan Sari saat dihubungi di Jakarta pada Kamis.

Pemetaan kebutuhan wisatawan muslim perlu menjadi bagian awal dalam penyusunan setiap rencana perjalanan. Agen perjalanan tidak cukup hanya mencantumkan label “ramah muslim” pada brosur atau paket wisata. Informasi tersebut harus diterjemahkan ke dalam itinerary yang menunjukkan bagaimana kebutuhan peserta dipenuhi sejak keberangkatan hingga kembali ke tempat asal. Dengan pemetaan yang terukur, agen dapat menyesuaikan pilihan destinasi, jadwal kegiatan, sarana transportasi, dan layanan pendukung berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Salah satu unsur penting adalah pemilihan tempat makan. Itinerary sebaiknya mencantumkan restoran yang memiliki status halal atau keterangan bahan dan proses pengolahan yang dapat diverifikasi. Jika sertifikasi halal belum tersedia, agen perlu menjelaskan dasar penilaiannya serta menyediakan alternatif yang lebih meyakinkan. Jadwal makan juga harus disusun secara realistis agar wisatawan tidak terpaksa memilih makanan tanpa informasi yang memadai ketika berada di tengah perjalanan. Keterangan mengenai lokasi restoran, jarak dari objek wisata, dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya akan membantu peserta membuat keputusan dengan tenang.

Perencanaan juga harus mengakomodasi pelaksanaan salat. Waktu ibadah perlu diperhitungkan dalam jadwal, bukan ditempatkan sebagai kegiatan tambahan apabila terdapat waktu luang. Agen perlu mengidentifikasi lokasi masjid, musala, atau ruang ibadah yang layak di sekitar hotel, bandara, pusat perbelanjaan, dan destinasi wisata. Rencana perjalanan dapat memuat perkiraan waktu singgah, akses menuju tempat ibadah, serta informasi fasilitas wudu. Apabila akses tersebut terbatas, agen perlu menyiapkan pilihan praktis yang tetap menghormati kebutuhan peserta. Pendekatan ini menunjukkan bahwa wisata ramah muslim dibangun melalui koordinasi operasional yang jelas, bukan sekadar istilah promosi.

Dalam menyusun perjalanan ramah muslim, agen perjalanan (TA) dan operator tur (TO) perlu memperhatikan unsur layanan yang mendukung kenyamanan wisatawan secara menyeluruh. Kebutuhan wisatawan muslim tidak hanya berkaitan dengan ibadah dan kepastian informasi halal, tetapi juga dengan kondisi fasilitas yang digunakan selama perjalanan. Karena itu, kebersihan harus menjadi bagian penting dalam perencanaan. Fasilitas yang bersih memberikan rasa nyaman, menjaga kesehatan, dan membantu wisatawan menjalani rangkaian kegiatan tanpa kekhawatiran yang seharusnya dapat dihindari. Aspek ini perlu dipertimbangkan sejak penyusunan rencana perjalanan, bukan hanya ketika wisatawan telah berada di lokasi.

Pemilihan akomodasi juga perlu dilakukan secara cermat oleh TA dan TO. Akomodasi merupakan bagian dari pengalaman wisata, sehingga kualitas dan kebersihannya dapat memengaruhi penilaian wisatawan terhadap keseluruhan perjalanan. Penyedia perjalanan perlu memastikan bahwa pilihan akomodasi selaras dengan kebutuhan wisatawan muslim dan informasi yang disampaikan sebelumnya. Kejelasan mengenai akomodasi membantu wisatawan memahami layanan yang akan diterima serta membuat keputusan dengan pertimbangan yang memadai. Dengan demikian, pemilihan tempat menginap tidak diperlakukan sebagai unsur terpisah, melainkan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan wisatawan sepanjang perjalanan.

Selain kebersihan dan akomodasi, TA dan TO perlu memperhatikan penyediaan layanan yang ramah terhadap wisatawan muslim. Keramahan tersebut harus tercermin dalam pengelolaan perjalanan dan cara kebutuhan wisatawan diperhatikan pada setiap tahap. Seluruh unsur layanan perlu disusun secara terpadu bersama kebutuhan ibadah dan kepastian informasi halal agar pengalaman wisata menjadi lebih konsisten. Informasi yang jelas, layanan yang mendukung, fasilitas yang bersih, serta akomodasi yang dipilih dengan tepat akan membantu membangun kepercayaan wisatawan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa perjalanan ramah muslim bukan sekadar penambahan layanan tertentu, melainkan perhatian terhadap keseluruhan pengalaman wisata sejak perencanaan hingga perjalanan selesai.

Sertifikasi halal memiliki peran penting dalam menumbuhkan kepercayaan wisatawan muslim terhadap layanan perjalanan. Keberadaan sertifikasi memberikan penanda bahwa kebutuhan halal diperhatikan melalui standar yang dapat dikenali dan dijadikan rujukan. Bagi wisatawan, kepastian tersebut membantu mengurangi keraguan ketika memilih agen, akomodasi, tempat makan, maupun aktivitas selama perjalanan. Kepercayaan tidak hanya dibangun melalui pernyataan promosi, tetapi juga melalui penerapan standar layanan yang konsisten sejak persiapan hingga perjalanan selesai.

Penguatan standar layanan menjadi bagian penting dalam mengembangkan wisata halal. Agen perjalanan perlu memastikan bahwa informasi mengenai kebutuhan muslim disampaikan secara jelas dan diterapkan pada setiap tahap penyelenggaraan wisata. Standar tersebut dapat mencakup penyediaan informasi halal, pengaturan waktu yang mempertimbangkan jadwal salat, serta pemilihan lokasi yang mendukung kenyamanan wisatawan muslim. Dengan layanan yang lebih terukur, agen perjalanan dapat memberikan pengalaman yang sesuai dengan harapan sekaligus memperkuat keandalan produk wisata halal.

Paket perjalanan juga perlu memuat informasi yang membantu wisatawan mengambil keputusan dan menjalani perjalanan dengan lebih tenang. Jadwal salat, keterangan mengenai makanan dan minuman halal, serta pemberhentian yang menyediakan pilihan konsumsi sesuai kebutuhan perlu dijelaskan sejak awal. Informasi tersebut menjadi bagian dari jaminan halal sepanjang perjalanan karena menghubungkan sertifikasi dengan praktik layanan yang dirasakan langsung oleh wisatawan. Ketika kepastian halal didukung informasi yang lengkap dan standar yang diterapkan secara konsisten, kepercayaan wisatawan muslim dapat tumbuh melalui pengalaman perjalanan yang lebih jelas, aman, dan sesuai kebutuhan.