Jakarta | Polisi menetapkan ADPI sebagai tersangka dalam kecelakaan lalu lintas yang menewaskan ATM, seorang pelajar berusia 14 tahun. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Minggu dini hari, 18 Oktober 2026. Polda Metro Jaya menyampaikan penetapan tersangka itu pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kabar tersebut menandai perkembangan penting dalam penanganan perkara, sekaligus membawa perhatian kembali pada kecelakaan fatal yang merenggut nyawa seorang remaja di jalan raya.
Penetapan status tersangka merupakan bagian dari proses penyidikan kepolisian untuk mendalami dugaan keterlibatan seseorang dalam peristiwa pidana. Status tersebut tidak dengan sendirinya menjadi putusan bersalah; perkara masih harus ditangani melalui tahapan hukum yang berlaku. Penyidik bertugas mengumpulkan dan menguji keterangan serta bukti yang relevan sebelum proses selanjutnya ditentukan. Dalam perkara ini, informasi yang telah disampaikan kepada publik mencakup identitas tersangka, usia korban, lokasi kejadian, waktu kecelakaan, dan tanggal pengumuman dari kepolisian. Rincian lain mengenai konstruksi peristiwa dan hasil penyidikan perlu merujuk pada keterangan resmi yang tersedia.
Adapun mengenai penahanan ADPI, keterangan yang ada belum memperjelas apakah langkah tersebut telah dilakukan. Karena itu, belum tepat untuk menyebut tersangka telah ditahan. Status penahanan perlu dipastikan melalui pernyataan penyidik atau pihak kepolisian yang berwenang, termasuk penjelasan mengenai keputusan dan dasar hukumnya apabila informasi itu diumumkan. Perkembangan tersebut penting dibedakan dari penetapan tersangka agar pemberitaan tidak mencampuradukkan dua tahapan proses hukum. Keluarga korban dan masyarakat dapat menantikan pembaruan resmi mengenai penanganan kasus, sementara penyidik melanjutkan pemeriksaan sesuai prosedur. Informasi yang terverifikasi akan membantu publik memahami jalannya perkara tanpa mendahului proses hukum atau menyimpulkan hal-hal yang belum diumumkan secara resmi.
Polisi telah melakukan pemeriksaan urine terhadap ADPI, pengemudi Pajero yang menjadi tersangka dalam kecelakaan maut di Mampang. Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa ADPI negatif narkotika. Hasil tes ini merupakan salah satu informasi yang disampaikan dalam proses penanganan perkara, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan bagaimana kecelakaan terjadi. Karena itu, hasil pemeriksaan urine perlu dipahami sesuai ruang lingkupnya, yakni sebagai keterangan mengenai ada atau tidaknya temuan narkotika pada pemeriksaan yang telah dilakukan.
Di sisi lain, penyidik masih mendalami latar belakang kecelakaan. Pendalaman tersebut dilakukan untuk mengumpulkan dan menelaah informasi yang berkaitan dengan peristiwa, tanpa menetapkan penyebab insiden sebelum pemeriksaan perkara selesai. Keterangan yang tersedia belum menyebutkan penyebab kecelakaan, sehingga tidak tepat untuk menarik kesimpulan mengenai faktor yang memicu kejadian. Proses penyelidikan dan penyidikan masih berjalan, dan perkembangan mengenai perkara akan mengikuti hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya juga menyampaikan bahwa ADPI dan kendaraan yang menjadi barang bukti masih diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan. Dengan demikian, tersangka maupun kendaraan tetap berada dalam penguasaan kepolisian selama penanganan perkara berlangsung. Pengamanan barang bukti merupakan bagian dari proses penyidikan, sementara keterangan lebih lanjut mengenai hasil pendalaman belum dapat disimpulkan dari informasi yang telah disampaikan. Publik sebaiknya merujuk pada keterangan resmi kepolisian dan menunggu perkembangan berikutnya, terutama terkait pemeriksaan yang masih berlangsung. Untuk saat ini, informasi yang dapat dipastikan adalah hasil tes urine ADPI negatif narkotika, penyidik masih mendalami latar belakang kecelakaan, dan ADPI beserta kendaraannya masih diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan.
Sadianti, warga yang tinggal di sekitar Jalan Mampang Prapatan, mengaku mendengar suara benturan keras pada Minggu dini hari. Suara itu terdengar ketika suasana lingkungan relatif sepi dan sebagian besar warga telah beristirahat. Menurut kesaksiannya, bunyi tersebut cukup mengejutkan sehingga ia terbangun dan berusaha memahami apa yang sedang terjadi. Pada awalnya, Sadianti mengira suara keras itu berkaitan dengan tawuran. Dugaan tersebut muncul karena bunyinya terdengar mendadak dan cukup kuat di tengah malam. Namun, ia belum mengetahui sumbernya dan tidak langsung melihat kejadian di luar rumah. Ia hanya mendengar suara dari arah jalan, sementara kondisi sekitar masih gelap dan banyak warga berada di dalam rumah.
Setelah benturan pertama, Sadianti mendengar bunyi lain yang ia gambarkan seperti benda jatuh, disusul suara pecahan kaca. Rangkaian suara itu membuatnya semakin curiga bahwa telah terjadi sesuatu di jalan, bukan sekadar keributan antarkelompok seperti yang semula ia bayangkan. Meski begitu, sebagian besar warga di lingkungan tersebut, menurut Sadianti, sedang tidur saat suara-suara itu terdengar. Karena itu, suasana tidak serta-merta dipenuhi orang yang keluar untuk melihat keadaan. Sadianti tetap berada di rumah, sedangkan suami dan anaknya memutuskan keluar untuk mencari tahu asal bunyi tersebut. Mereka berusaha memastikan apakah ada kejadian yang membutuhkan pertolongan atau perhatian warga sekitar. Dari dalam rumah, Sadianti menunggu kabar setelah keluarganya menuju lokasi yang dianggap menjadi sumber suara.
Suami dan anak Sadianti kemudian mendapati seorang korban tergeletak di dekat mobil yang terlibat dalam kecelakaan. Temuan itu memperlihatkan bahwa suara benturan dan pecahan kaca yang mereka dengar berkaitan dengan insiden di jalan tersebut. Keterangan Sadianti menggambarkan bagaimana warga pertama kali menyadari kejadian itu melalui suara, sebelum mengetahui keadaan di lokasi secara langsung. Ia tidak menyebut dirinya melihat detik-detik kecelakaan, sehingga kesaksiannya berfokus pada bunyi yang terdengar dan apa yang ditemukan keluarganya setelah memeriksa sumber suara. Peristiwa tersebut berlangsung pada dini hari, ketika sebagian besar warga masih tidur. Kesaksian ini menjadi salah satu gambaran awal mengenai suasana setelah kecelakaan di Jalan Mampang Prapatan, termasuk adanya korban di dekat kendaraan yang terlibat. Penanganan dan penyelidikan atas kecelakaan itu selanjutnya menjadi kewenangan pihak berwenang.Setelah kejadian tersebut, warga kemudian mengetahui bahwa seorang anak tertabrak mobil Pajero. Informasi mengenai korban itu diketahui warga setelah insiden terjadi dan menjadi perhatian orang-orang di sekitar lokasi. Sadianti, salah seorang warga, bersama suaminya membantu membawa anak itu ke RSUD Mampang. Keterangan ini menggambarkan bantuan warga kepada korban, tanpa menambahkan rincian mengenai bagaimana tabrakan berlangsung atau apa yang terjadi sebelum mereka mengetahui keadaan anak tersebut. Upaya membawa korban ke rumah sakit dilakukan oleh Sadianti dan suaminya, sebagaimana disampaikan dalam kesaksiannya. Keterangan itu menjadi bagian dari cerita warga tentang penanganan awal setelah insiden maut tersebut.
Menurut kesaksian Sadianti, korban sempat merespons setelah tertabrak. Ia bahkan sempat bangun dan duduk sebelum dibawa ke rumah sakit. Sadianti menyampaikan hal tersebut sebagai pengalaman yang ia ketahui saat membantu korban bersama suaminya. Kesaksian itu memberikan gambaran terbatas mengenai keadaan korban pada saat tersebut, yakni bahwa anak itu masih sempat menunjukkan respons dan duduk sebelum perjalanan menuju RSUD Mampang. Tidak ada keterangan tambahan dalam informasi yang tersedia mengenai durasi respons tersebut maupun keadaan korban secara lebih terperinci. Karena itu, uraian tentang kondisi korban tetap mengacu pada apa yang disaksikan dan disampaikan Sadianti, tanpa menyimpulkan hal lain di luar kesaksiannya.
Meski sempat merespons, bangun, dan duduk, nyawa korban tidak tertolong setelah dibawa ke rumah sakit. Keterangan Sadianti menyebutkan bahwa ia dan suaminya membantu membawa anak tersebut ke RSUD Mampang, tetapi korban akhirnya meninggal dunia. Peristiwa ini meninggalkan duka, sementara kesaksian warga menjadi salah satu keterangan mengenai bantuan yang diberikan kepada korban setelah diketahui tertabrak mobil Pajero.
Baca juga: Pramono Minta Pengemudi Truk Tertib demi Cegah Kecelakaan dan Kemacetan | Lima Orang Jadi Tersangka dalam Kasus Pemadaman Listrik Batam–Bintan | Kecelakaan di Ujung Flyover Bukittinggi: Xpander Berbelok dan Bertabrakan dengan Truk



































