Persiapan Penilaian IGA 2026 Memasuki Tahap Pemantapan

oleh -71 Dilihat
oleh
Persiapan Penilaian IGA 2026 Memasuki Tahap Pemantapan

Jakarta | Kementerian Dalam Negeri mulai mematangkan proses penilaian inovasi unggulan daerah untuk Innovative Government Award (IGA) 2026. Tahap ini menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai inovasi yang diajukan pemerintah daerah dapat dinilai secara lebih mendalam dan terarah. Pemantapan mencakup persiapan pelaksanaan penilaian, termasuk penyampaian paparan secara langsung oleh kepala daerah di hadapan tim penilai. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah memperoleh kesempatan untuk menjelaskan inovasi yang dikembangkan, sementara tim penilai dapat menggali informasi yang relevan mengenai pelaksanaan dan manfaatnya.

Presentasi kepala daerah dijadwalkan berlangsung pada 3–5 November 2026 di Command Center Kemendagri. Jadwal dan lokasi tersebut menjadi acuan bagi daerah yang mengikuti tahapan ini untuk menyiapkan materi serta memastikan pihak yang akan menyampaikan paparan dapat hadir. Penyampaian secara langsung memberi ruang bagi kepala daerah untuk memaparkan latar belakang, tujuan, dan proses pengembangan inovasi unggulan di wilayah masing-masing. Penjelasan juga dapat membantu memperlihatkan bagaimana inovasi dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan atau tantangan pelayanan dan tata kelola pemerintahan daerah.

Dalam rangkaian IGA 2026, presentasi bukan satu-satunya unsur penilaian, melainkan salah satu tahapan untuk melihat inovasi unggulan yang dikembangkan pemerintah daerah. Paparan kepala daerah menjadi kesempatan untuk menguraikan konteks inovasi dan menjelaskan upaya penerapannya. Tim penilai dapat menggunakan sesi tersebut untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai inisiatif yang disampaikan, termasuk pendekatan yang dipilih oleh pemerintah daerah. Dengan demikian, proses penilaian tidak hanya berfokus pada nama atau konsep inovasi, tetapi juga memberi perhatian pada penjelasan tentang pengembangan dan pelaksanaannya.

Pemantapan tahapan ini menandai berlanjutnya proses evaluasi terhadap inovasi daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pemerintah daerah perlu menyiapkan paparan yang jelas dan didukung informasi yang sesuai dengan inovasi yang diajukan. Sementara itu, penyelenggaraan presentasi di lingkungan Kemendagri memungkinkan proses berlangsung dalam forum penilaian yang terjadwal. Melalui tahapan tersebut, penilaian IGA 2026 diharapkan dapat menggambarkan secara lebih baik inovasi unggulan yang dikembangkan oleh daerah serta menjadi bagian dari upaya mengenali praktik pemerintahan yang inovatif.

Persiapan Penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 dibahas dalam rapat pada Rabu, 28 Oktober 2026, di Command Center Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), Jakarta. Rapat dipimpin Sekretaris BSKDN Matheos Tan dan menjadi forum untuk memantapkan kebutuhan teknis serta pembagian tugas menjelang rangkaian penilaian. Pembahasan diarahkan pada hal-hal yang perlu disepakati bersama agar setiap tahapan dapat terlaksana dengan tertib dan sesuai jadwal. Dengan koordinasi sejak awal, panitia dan pihak terkait dapat memiliki pemahaman yang sama mengenai peran, alur kegiatan, serta kebutuhan informasi yang harus disiapkan.

Salah satu pokok yang dibicarakan ialah pembagian tim penilai. Pengaturan tersebut diperlukan agar pelaksanaan penilaian berjalan terkoordinasi, dengan tanggung jawab yang jelas pada setiap bagian. Rapat juga membahas jadwal presentasi, termasuk pengaturan agenda bagi daerah yang akan memaparkan inovasi unggulannya. Kepastian jadwal menjadi unsur penting dalam persiapan, sehingga daerah memiliki acuan untuk menyiapkan bahan dan menyesuaikan kehadiran. Pembahasan mengenai kedua hal tersebut membantu memastikan proses berjalan terencana, sekaligus mendukung kelancaran komunikasi penyelenggara, tim penilai, dan pemerintah daerah.

Kelengkapan profil inovasi unggulan dari masing-masing daerah turut menjadi perhatian. Profil yang disiapkan perlu memuat informasi yang dibutuhkan untuk mendukung pemahaman terhadap inovasi yang dipresentasikan. Karena itu, pemenuhan dokumen dan informasi terkait menjadi bagian dari kesiapan yang perlu ditindaklanjuti oleh daerah. BSKDN juga memastikan perangkat penilaian dan kesiapan teknis dibahas dalam rapat, agar kebutuhan pelaksanaan dapat diidentifikasi sebelum agenda berlangsung. Persiapan ini mencakup dukungan yang diperlukan untuk mendukung proses presentasi dan penilaian. Melalui pemantapan pembagian tim, jadwal, profil inovasi, serta aspek teknis, penyelenggara berupaya menjaga agar agenda Penilaian IGA 2026 berjalan sesuai rencana dan jadwal yang telah disusun.

Menjelang tahap pemantapan penilaian IGA 2026, kelengkapan dokumen menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib dan terarah. Panitia menyiapkan pedoman teknis sebagai acuan pelaksanaan, termasuk informasi mengenai alur penilaian dan kebutuhan kegiatan. Dokumen ini membantu pihak yang terlibat memahami tahapan yang harus diikuti serta memastikan proses berjalan dengan rujukan yang sama. Dengan persiapan sejak awal, potensi perbedaan pemahaman mengenai mekanisme dapat dikurangi sebelum sesi penilaian dimulai.

Selain pedoman, administrasi yang berkaitan dengan tim penilai turut dipersiapkan, termasuk surat kesediaan para penilai. Jadwal presentasi disusun agar setiap kepala daerah memperoleh waktu dan urutan pemaparan yang jelas. Pembagian tugas tim juga perlu ditetapkan, sehingga tanggung jawab dalam mendukung jalannya kegiatan dapat diketahui oleh masing-masing anggota. Koordinasi atas jadwal dan peran tersebut membantu panitia mengelola transisi antarsesi, menyiapkan kebutuhan peserta, dan menjaga pelaksanaan tetap sesuai rencana.

Formulir penilaian disiapkan untuk digunakan dalam proses secara daring maupun luring. Kesiapan pada kedua cara ini penting agar pencatatan penilaian tetap dapat dilakukan sesuai kebutuhan pelaksanaan. Di samping formulir, profil inovasi daerah disediakan sebagai bahan pertimbangan bagi tim penilai. Informasi dalam profil tersebut memberi konteks mengenai inovasi yang akan dipaparkan, sehingga penilai dapat menelaah bahan secara lebih terarah. Kelengkapan dokumen pendukung juga memudahkan tim mencocokkan informasi sebelum dan selama presentasi, tanpa mengabaikan alur penilaian yang telah ditetapkan.

Perhatian khusus juga diberikan pada fasilitas pendukung sebelum kepala daerah menyampaikan paparan inovasi. Matheos menekankan perlunya pemeriksaan sarana yang akan digunakan, termasuk kesiapan perangkat dan dukungan teknis di lokasi kegiatan. Pemeriksaan lebih awal memberi kesempatan kepada panitia untuk mengetahui kebutuhan atau kendala yang mungkin muncul, lalu menanganinya sebelum sesi berlangsung. Langkah ini membantu mengurangi risiko gangguan teknis saat presentasi, baik ketika materi ditampilkan maupun ketika kegiatan memerlukan dukungan koneksi atau perangkat lainnya. Dengan dokumen yang tertata dan fasilitas yang diperiksa, tahap pemantapan dapat berlangsung lebih lancar serta memberi ruang bagi kepala daerah untuk memaparkan inovasi dengan baik.Menjelang agenda penilaian IGA 2026, Matheos meminta seluruh pihak yang terlibat segera menuntaskan kebutuhan yang masih belum terpenuhi. Permintaan tersebut menjadi perhatian dalam tahap pemantapan, ketika berbagai persiapan perlu dipastikan siap sebelum kegiatan berlangsung. Ia mendorong setiap unsur terkait meninjau kembali hal-hal yang masih memerlukan penyelesaian, lalu melakukan tindak lanjut sesuai tanggung jawab masing-masing. Dengan demikian, kebutuhan yang belum terpenuhi tidak dibiarkan hingga mendekati waktu pelaksanaan. Penekanan ini menempatkan kesiapan bersama sebagai bagian penting dari persiapan, bukan hanya urusan satu pihak atau satu unit. Pihak-pihak terkait diharapkan memastikan kebutuhan teknis dan koordinatif yang menjadi bagian tugasnya ditangani secara tepat waktu.

Matheos juga menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi untuk mendukung kelancaran presentasi kepala daerah. Persiapan presentasi melibatkan pihak-pihak dengan tugas yang saling berkaitan, sehingga komunikasi yang teratur diperlukan agar setiap kebutuhan dapat diketahui dan ditindaklanjuti. Koordinasi membantu para pihak menyamakan pemahaman mengenai hal yang perlu disiapkan, termasuk pembagian tanggung jawab dan penyelesaian kebutuhan yang masih terbuka. Dalam konteks ini, kerja sama bukan sekadar pendamping persiapan, melainkan bagian dari upaya memastikan rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib. Setiap pihak perlu berkontribusi sesuai perannya dan menjaga komunikasi dengan pihak lain. Dengan perhatian pada koordinasi, proses menuju agenda dapat dijalankan secara lebih terarah.

Pesan Matheos menggarisbawahi bahwa kelancaran kegiatan membutuhkan kerja sama semua pihak.

Baca juga: Polemik Stevia Beeru: Menkes Serahkan Penilaian Produk Kemasan kepada BPOM