Petugas Kehutanan Padayya Meninggal Saat Penanganan Karhutla di Toraja Utara

oleh -1013 Dilihat
oleh
Petugas Kehutanan Padayya Meninggal Saat Penanganan Karhutla di Toraja Utara

Kabupaten Toraja Utara. Kepala Dinas Kehutanan Sulsel | Padayya, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) berusia 45 tahun yang bertugas di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang II, Kabupaten Toraja Utara, meninggal dunia saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Ia tertimpa pohon ketika berada di kawasan hutan lindung Kecamatan Nanggala. Peristiwa tersebut terjadi di tengah upaya petugas menangani kebakaran yang mengancam kawasan hutan. Kejadian ini menjadi duka bagi rekan kerja dan lingkungan instansi tempat Padayya bertugas.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan berlangsung di medan yang dapat berubah serta memiliki beragam risiko. Di kawasan berhutan, petugas tidak hanya menghadapi api dan asap, tetapi juga kondisi sekitar yang perlu diamati dengan cermat selama pemadaman. Dalam tugas tersebut, Padayya berada di lokasi kebakaran sebelum tertimpa pohon. Informasi mengenai peristiwa ini menegaskan bahwa pekerjaan pemadaman memerlukan kewaspadaan terhadap bahaya di sekeliling petugas, termasuk potensi pohon tumbang di area hutan lindung.

Padayya bertugas di KPH Saddang II, yang menjalankan pengelolaan kawasan hutan di wilayah Toraja Utara. Kepergiannya saat bertugas menyoroti besarnya tanggung jawab para petugas kehutanan dalam merespons kebakaran di lapangan. Mereka bekerja untuk menangani api sekaligus menjaga keselamatan diri ketika menghadapi keadaan yang berisiko. Bagi rekan-rekannya, peristiwa di Kecamatan Nanggala merupakan kehilangan seorang anggota tim yang tengah menjalankan tugas. Padayya meninggal setelah tertimpa pohon dalam upaya pemadaman karhutla, dan peristiwa tersebut berlangsung di hutan lindung, bukan di kawasan permukiman. Informasi yang tersedia menyebut usia dan penugasannya, serta lokasi kejadian, tanpa perlu menambahkan tahun pada tanggal peristiwa.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Selatan, Andi Kasman, kebakaran di kawasan hutan lindung Nanggala diketahui pada Rabu, 28 Oktober. Informasi tersebut menjelaskan waktu saat kebakaran itu diketahui, sekaligus menjadi titik awal penanganan oleh personel kehutanan. Kawasan yang dimaksud berada di Nanggala, Toraja Utara, dan merupakan hutan lindung. Keterangan mengenai peristiwa ini disampaikan oleh Andi Kasman dalam kapasitasnya sebagai kepala dinas, sehingga urutan kejadian dapat dipahami berdasarkan penjelasan dari pihak kehutanan daerah.

Setelah melihat kebakaran, personel Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang II bergerak untuk melakukan pemadaman. Langkah tersebut menunjukkan bahwa petugas merespons keadaan di kawasan hutan setelah api terlihat. Dalam keterangan yang tersedia, pergerakan personel itu disebut sebagai upaya untuk memadamkan api, tanpa penjelasan lebih jauh mengenai rincian teknis penanganan di lapangan. Informasi utama yang dapat dipastikan adalah bahwa personel KPH Saddang II terlibat dalam respons terhadap kebakaran yang diketahui pada hari tersebut.

Padayya turut serta dalam upaya pemadaman itu bersama personel yang bergerak menangani kebakaran. Keterlibatannya menjadi bagian dari rangkaian kejadian di hutan lindung Nanggala sebelum ia dilaporkan meninggal dalam penanganan karhutla. Dengan demikian, keterangan Andi Kasman menempatkan Padayya sebagai salah satu petugas yang ikut dalam respons terhadap kebakaran, bukan sekadar pihak yang menerima informasi setelah kejadian. Penjelasan ini mencatat waktu kebakaran diketahui, respons personel KPH Saddang II, serta keikutsertaan Padayya secara berurutan. Tidak ada keterangan dalam informasi tersebut mengenai penyebab munculnya api ataupun seberapa luas kawasan yang terdampak, sehingga hal-hal itu tidak dapat dipastikan dari uraian ini. Rangkaian yang diketahui terbatas pada kebakaran yang terlihat, pengerahan personel untuk pemadaman, dan partisipasi Padayya di dalam upaya tersebut.

Kasman menyampaikan bahwa sebelum insiden terjadi, Padayya bersama petugas kehutanan sedang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Toraja Utara. Penanganan api berlangsung di kawasan yang menjadi lokasi tugas mereka. Setelah melakukan upaya pemadaman, Padayya kemudian beristirahat di sekitar poros Karre. Keterangan tersebut menggambarkan urutan kejadian yang disampaikan Kasman, mulai dari kegiatan pemadaman hingga Padayya berada di sekitar lokasi itu untuk beristirahat.

Saat Padayya berada di sekitar poros Karre, sebuah pohon yang berada tidak jauh darinya tumbang. Pohon tersebut kemudian menimpa Padayya. Peristiwa itu terjadi ketika ia sedang beristirahat setelah berjibaku dalam penanganan karhutla. Berdasarkan penjelasan Kasman, tumbangnya pohon di dekat lokasi istirahat tersebut menjadi bagian dari kronologi yang berujung pada meninggalnya petugas kehutanan itu. Tidak ada keterangan tambahan dalam informasi yang disampaikan mengenai penyebab pohon tumbang ataupun kondisi di sekitarnya pada saat kejadian.

Kasman juga menyebut bahwa sebelum insiden, Padayya sempat mengirimkan sebuah video yang memperlihatkan kondisi hutan ketika petugas sedang melakukan pemadaman. Video itu menunjukkan suasana penanganan kebakaran sebagaimana disebutkan dalam keterangannya. Informasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kabar mengenai aktivitas Padayya dan para petugas sebelum kejadian di sekitar poros Karre. Namun, keterangan tentang video itu tidak menyatakan bahwa rekaman tersebut memperlihatkan pohon tumbang atau insiden yang menimpa Padayya. Kronologi yang disampaikan tetap membedakan dokumentasi kondisi hutan saat pemadaman dari peristiwa setelah Padayya beristirahat. Dengan demikian, urutan yang diketahui dari keterangan Kasman adalah Padayya ikut berjibaku memadamkan api, beristirahat di sekitar poros Karre, lalu tertimpa pohon yang tumbang di dekatnya. Sebelumnya, ia sempat mengirimkan video mengenai kondisi hutan dalam masa pemadaman. Rincian ini menyajikan informasi yang disampaikan tanpa menambahkan gambaran yang tidak dijelaskan mengenai isi video maupun bagaimana pohon tersebut tumbang.

Padayya sempat mendapatkan perawatan awal di Puskesmas Nanggala setelah mengalami cedera dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Toraja Utara. Kondisinya disebut parah setelah ia tertimpa pohon ketika petugas berupaya menangani karhutla. Penanganan medis di puskesmas menjadi langkah pertama sebelum ia dirujuk ke fasilitas yang lebih memadai. Dari Nanggala, Padayya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Elim Rantepao untuk memperoleh perawatan lanjutan sesuai dengan keadaan yang dialaminya. Rujukan tersebut dilakukan karena kondisinya dinilai serius.

Meski telah mendapat perawatan di rumah sakit, nyawa Padayya tidak tertolong. Ia meninggal dunia saat berada di Rumah Sakit Elim Rantepao. Informasi mengenai perawatan dan kabar duka tersebut disampaikan oleh Kasman. Peristiwa ini terjadi setelah Padayya tertimpa pohon saat menjalankan tugas dalam upaya menangani kebakaran di kawasan hutan Nanggala. Cedera yang dialaminya membuat ia harus segera memperoleh penanganan medis, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit di Rantepao.

Kasman menyampaikan bahwa Padayya meninggal dunia ketika berada di rumah sakit. Ia juga menyatakan bahwa dinas kehilangan seorang petugas kehutanan dalam kejadian tersebut. Pernyataan itu menggambarkan duka atas meninggalnya anggota yang sedang menjalankan tugas penanganan kebakaran. Padayya merupakan petugas kehutanan yang terlibat dalam upaya menghadapi karhutla di wilayah tersebut. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi pihak dinas, sementara penanganan kebakaran di hutan Nanggala masih harus dilanjutkan oleh petugas yang bertugas di lapangan.

Pada saat keterangan diberikan, kebakaran belum sepenuhnya terkendali. Api masih belum padam di sejumlah titik di hutan Nanggala, sehingga ancaman kebakaran di kawasan itu tetap memerlukan perhatian. Petugas masih berupaya menangani titik-titik api yang tersisa dan melanjutkan pekerjaan pemadaman. Situasi tersebut membuat upaya penanganan karhutla terus berlangsung meskipun salah seorang petugas telah meninggal dunia. Informasi bahwa api masih menyala menunjukkan bahwa pekerjaan di lapangan belum selesai. Petugas tetap berusaha memadamkan api dan mengendalikan kebakaran di sejumlah lokasi hutan Nanggala.

Baca juga: Percepat Penanganan Karhutla, TNI Kirimkan 20 Ton NaCl ke Banjarmasin dan Palembang | Penanggulangan Karhutla di Palembang, Satgas Udara Semai 7,2 Ton Bahan Operasi Modifikasi Cuaca | TNI Semai 11 Ton Bahan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla di Kalimantan