Ayu Ting Ting Memilih Bungkam soal Pengakuan Mantan Asisten tentang Dana Endorsement

oleh -71 Dilihat
oleh

Jakarta | Ayu Ting Ting memilih tidak memberikan tanggapan ketika ditanya wartawan mengenai pengakuan mantan penata rambut sekaligus asistennya, Krizna Fahrezi, terkait penggunaan uang endorsement. Pertanyaan itu disampaikan saat Ayu ditemui di Studio Brownis Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/10/2026). Situasi yang semula berlangsung santai berubah ketika nama Krizna disebut dalam sesi tanya jawab tersebut.

Sebelum pertanyaan mengenai pengakuan itu muncul, Ayu tampak ceria menjawab pertanyaan ringan dari awak media. Ia sempat membahas kebiasaannya makan sebelum bernyanyi. Ayu merespons percakapan tersebut dengan suasana ramah, sehingga interaksi di lokasi berjalan ringan pada awalnya. Namun, saat wartawan mengarahkan pembicaraan kepada isu dana endorsement dan meminta tanggapannya, Ayu tidak melanjutkan jawaban mengenai topik tersebut.

Alih-alih mengomentari pengakuan Krizna, Ayu berpamitan kepada para wartawan. Ia menyampaikan permintaan maaf karena tidak dapat memberikan komentar, lalu melambaikan tangan sebelum bergegas menuju mobil. Sikap itu menjadi satu-satunya respons Ayu terhadap pertanyaan yang diajukan saat ditemui di area studio. Ia tidak menyampaikan penjelasan lebih lanjut mengenai penggunaan uang endorsement ataupun isi pengakuan mantan asistennya.

Dalam momen tersebut, Ayu terdengar mengucapkan, “dah sayang, thank you. dadah, baba ican,” saat meninggalkan awak media. Salah seorang asistennya juga memberikan jawaban singkat, “maaf ya,” ketika wartawan meminta tanggapan. Setelah itu, Ayu melanjutkan langkah menuju mobil tanpa berhenti untuk membahas persoalan tersebut. Dengan demikian, pertemuan di Studio Brownis itu tidak menghasilkan komentar langsung dari Ayu mengenai pengakuan Krizna. Ia tetap memilih mengakhiri sesi tanya jawab secara singkat dan meninggalkan lokasi, sementara pertanyaan tentang dana endorsement belum dijawab dalam kesempatan tersebut.

Latar belakang pertanyaan wartawan kepada Ayu Ting Ting bermula dari pernyataan Krizna Fahrezi, yang sebelumnya membahas persoalan dana kerja sama dalam sebuah siniar di kanal YouTube Ratu Meta. Dalam tayangan tersebut, Krizna mengaku pernah mengambil uang pembayaran dari sebuah brand yang berniat mengadakan kerja sama endorsement dengan Ayu. Pengakuan itu kemudian menjadi perhatian karena menyangkut dana yang berkaitan dengan pekerjaan sang penyanyi.

Krizna menyampaikan bahwa uang tersebut tidak diambil sekaligus, melainkan secara bertahap. Ia juga menyebut jumlah keseluruhan dana yang diambil mencapai Rp150 juta. Menurut pengakuannya, uang pembayaran kerja sama brand itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan menunjang gaya hidupnya. Pernyataan tersebut disampaikan Krizna saat menceritakan tindakan yang ia sesali dalam siniar itu.

Dalam penjelasannya, Krizna mengakui kesalahan tersebut dengan mengatakan, “salahnya itu, khilafnya aku, aku pakai uangnya. gaya hidup, ya gak tahu diri aja aku. totalnya Rp 150 juta.” Kutipan itu menggambarkan pengakuannya mengenai penggunaan uang dan nominal yang ia sebutkan. Namun, jumlah Rp150 juta serta keterangan bahwa dana dipakai untuk kebutuhan pribadi dan gaya hidup merupakan klaim yang disampaikan Krizna sendiri, bukan keterangan yang dapat diperlakukan sebagai fakta terverifikasi hanya berdasarkan pengakuan tersebut.

Pengungkapan itu menjadi konteks ketika wartawan meminta tanggapan Ayu Ting Ting. Pertanyaan tersebut menyoroti dugaan penyalahgunaan uang yang terkait dengan rencana endorsement, sekaligus mengaitkan nama Ayu sebagai pihak yang hendak menerima kerja sama dari brand. Meski demikian, inti informasi yang beredar berasal dari cerita Krizna dalam siniar. Karena itu, penyebutan dana, cara pengambilannya, dan tujuan penggunaannya perlu tetap dilekatkan pada pengakuan Krizna, tanpa menyimpulkan rincian lain yang tidak ia sampaikan atau belum dikonfirmasi secara terpisah.

Dalam keterangannya mengenai persoalan dana endorsement, Krizna menyebut dirinya telah berupaya meminta maaf secara langsung kepada Ayu Ting Ting. Ia mengaku datang menemui Ayu setelah masalah tersebut terjadi, dengan tujuan menyampaikan penyesalan atas tindakannya. Menurut Krizna, pertemuan itu menjadi salah satu langkah yang ia tempuh untuk menghadapi situasi tersebut, bukan sekadar menyampaikan permintaan maaf melalui pihak lain.

Krizna juga mengatakan bahwa dalam pertemuan itu ia sampai bersujud di hadapan Ayu dan keluarganya. Ia menggambarkan tindakan tersebut sebagai bentuk penyesalan dan kesungguhannya meminta maaf. Pengakuan itu disampaikan dari sudut pandangnya sendiri; belum ada keterangan dari Ayu ataupun keluarganya dalam informasi yang tersedia untuk mengonfirmasi bagaimana mereka menanggapi permintaan maaf tersebut. Karena itu, tindakan tersebut perlu dipahami sebagai klaim yang disampaikan Krizna, bukan sebagai peristiwa yang telah dikonfirmasi secara terpisah.

Selain meminta maaf, Krizna mengaku sempat menawarkan diri untuk bekerja selama satu tahun tanpa menerima bayaran. Ia menyebut tawaran tersebut sebagai upaya untuk mengganti kerugian yang menurutnya timbul akibat persoalan dana endorsement. Namun, keterangannya tidak dengan sendirinya menjelaskan apakah tawaran itu diterima, bagaimana bentuk pekerjaan yang dimaksud, atau apakah ada kesepakatan mengenai nilai kerugian dan cara penggantiannya. Informasi tersebut tetap memerlukan penjelasan dari pihak-pihak terkait.

Rangkaian upaya yang diceritakan Krizna memperlihatkan bahwa ia mengklaim telah menempuh cara personal dan menawarkan kompensasi untuk merespons persoalan tersebut. Meski begitu, seluruh uraian mengenai pertemuan, sikap bersujud, dan tawaran bekerja tanpa bayaran bersumber dari pengakuannya. Tanpa tanggapan atau konfirmasi dari Ayu dan keluarganya, belum dapat dipastikan bagaimana permintaan maaf maupun tawaran tersebut diterima. Penyajian yang mengaitkan setiap tindakan itu dengan keterangan Krizna penting agar pembaca dapat membedakan pengakuan salah satu pihak dan fakta yang telah diverifikasi bersama.

Persoalan mengenai pengakuan Krizna tentang dana endorsement berdampak pada hubungan kerja profesionalnya dengan Ayu Ting Ting. Berdasarkan informasi yang tersedia, kekecewaan mendalam yang dirasakan Ayu membuatnya memilih mengakhiri kerja sama dengan mantan asistennya tersebut. Keputusan itu menandai berakhirnya hubungan profesional yang sebelumnya terjalin di keduanya. Perkara yang semula berkaitan dengan pengelolaan dana endorsement kemudian turut memengaruhi kelanjutan kerja sama mereka, meski rincian lain mengenai keputusan tersebut tidak dijelaskan dalam informasi yang ada.

Berakhirnya kerja sama itu menunjukkan bahwa persoalan tersebut memiliki dampak nyata bagi hubungan Ayu dan Krizna sebagai artis dan asisten. Namun, informasi yang tersedia hanya menyebutkan kekecewaan Ayu dan keputusannya untuk tidak lagi bekerja bersama Krizna. Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai proses pengakhiran kerja sama, waktu keputusan itu diambil, maupun hal-hal lain yang mungkin menyertainya. Karena itu, dampaknya dapat dijelaskan sebatas perubahan hubungan profesional mereka, tanpa mengaitkannya dengan perkembangan yang belum disampaikan.

Dengan demikian, hubungan kerja Ayu dan Krizna berakhir setelah kekecewaan mendalam tersebut. Krizna kini disebut sebagai mantan asisten Ayu, sementara kerja sama profesional keduanya tidak berlanjut. Informasi yang disampaikan tidak memuat keterangan mengenai langkah hukum, tanggapan lanjutan dari Ayu, atau perkembangan lain setelah kerja sama itu berakhir. Dampak yang diketahui dari persoalan dana endorsement ini terbatas pada keputusan Ayu untuk mengakhiri hubungan kerja profesional dengan mantan asistennya tersebut.

Baca juga: Pengakuan Krizna Fahrezi soal Honor Endorsement Ayu Ting Ting Rp150 Juta | Presiden Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas, Bonus Bukan Hadiah Tapi Pengakuan Negara