Kabupaten Kendal | Seorang siswa kelas 4 sekolah dasar berusia 11 tahun, berinisial MTA, mengalami luka pada bagian belakang ketiak kanan saat berada di pasar malam di kompleks Mako Brimob Batalyon A Pelopor Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut diberitakan pada Kamis, 5 November 2026. Dugaan awal menyebut luka itu mungkin disebabkan peluru nyasar, tetapi penyebabnya belum dipastikan.
MTA diketahui sedang bermain di area pasar malam ketika mengalami luka. Lokasi kejadian berada di kompleks markas Brimob yang digunakan untuk kegiatan pasar malam. Informasi mengenai insiden ini kemudian menjadi perhatian karena korban merupakan anak sekolah dasar dan dugaan penyebabnya berkaitan dengan proyektil senjata api. Meski demikian, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui penyelidikan.
Hingga laporan awal disampaikan, belum ada kepastian mengenai asal proyektil yang diduga mengenai korban maupun bagaimana benda tersebut bisa berada di area pasar malam. Karena itu, peristiwa ini tidak dapat langsung dinyatakan sebagai akibat peluru nyasar. Pemeriksaan terhadap keadaan di lokasi serta keterangan yang berkaitan dengan kejadian diperlukan untuk membantu menjelaskan rangkaian peristiwa secara lebih terang.
Polisi masih mendalami insiden tersebut. Penyelidikan diharapkan dapat mengungkap penyebab luka, sumber benda yang diduga mengenai MTA, dan kondisi saat kejadian berlangsung. Sampai hasil pemeriksaan tersedia, informasi mengenai pemicu insiden sebaiknya dipahami sebagai dugaan, bukan kesimpulan resmi. Perkembangan penyelidikan menjadi penting untuk memberi kejelasan kepada keluarga korban dan masyarakat, sekaligus memastikan informasi yang beredar tidak melampaui fakta yang telah dikonfirmasi.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan kabar tentang anak yang mengalami cedera. Identitas korban tetap disebut dengan inisial, sementara rincian penyebab kejadian perlu menunggu keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan. Untuk saat ini, fakta yang diketahui adalah MTA mengalami luka di bagian belakang ketiak kanan ketika berada di pasar malam, sedangkan dugaan keterlibatan peluru masih dalam proses pendalaman polisi.
MTA, siswa sekolah dasar yang diduga terkena peluru saat berada di Pasar Malam Kaliwungu, mula-mula merasakan pegal pada bagian ketiaknya. Keluhan tersebut menjadi hal yang diperhatikan keluarga sebelum mereka memutuskan membawa anak itu ke fasilitas kesehatan. Pada tahap awal, keluarga belum mengetahui benda apa yang mungkin menyebabkan rasa tidak nyaman tersebut. Mereka kemudian mencari pertolongan medis agar kondisi MTA dapat diperiksa lebih lanjut.
Menurut keterangan pamannya, Mujiono, MTA dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan. Di sana, tenaga medis melakukan rontgen pada bagian yang dikeluhkan. Hasil pemeriksaan itu, sebagaimana disampaikan Mujiono, memperlihatkan sebuah benda berwarna putih yang tersangkut di ketiak korban. Keterangan mengenai temuan tersebut berasal dari keluarga, sementara dugaan mengenai benda itu dan kaitannya dengan peristiwa di pasar malam masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
Setelah pemeriksaan awal, MTA dirujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Rujukan itu dilakukan agar korban memperoleh tindakan medis lebih lanjut. Keluarga membawa MTA ke rumah sakit tersebut setelah mengetahui hasil rontgen di fasilitas kesehatan terdekat. Rangkaian ini menggambarkan langkah yang ditempuh keluarga sejak MTA mengeluhkan pegal hingga mendapatkan penanganan lanjutan. Keterangan yang disampaikan Mujiono berfokus pada keluhan awal, pemeriksaan rontgen, dan proses rujukan. Belum ada rincian lain mengenai hasil pemeriksaan atau tindakan medis berikutnya dalam informasi keluarga yang tersedia. Karena itu, penjelasan mengenai benda yang terlihat pada rontgen sebaiknya disampaikan sesuai keterangan tersebut, tanpa menyimpulkan jenis benda atau penyebabnya. Dugaan peluru yang menjadi perhatian dalam peristiwa ini masih menjadi bagian dari pendalaman, sedangkan keputusan rujukan menunjukkan bahwa keluarga mengupayakan pemeriksaan lanjutan bagi MTA. Informasi ini memberi gambaran tentang upaya awal keluarga mencari pertolongan setelah korban merasakan pegal di ketiak, sekaligus membedakan keterangan keluarga dari kesimpulan mengenai penyebab kejadian yang belum dipastikan.
Mujiono, paman siswa yang diduga terkena peluru saat berada di pasar malam Kaliwungu, menyatakan bahwa keluarga telah melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi terdekat. Pelaporan itu dilakukan agar peristiwa yang menimpa korban dapat ditangani melalui jalur resmi dan memperoleh perhatian dari aparat berwenang. Keluarga berharap laporan tersebut menjadi dasar bagi polisi untuk mengumpulkan keterangan, memeriksa keadaan di lokasi, serta menelusuri informasi yang berkaitan dengan kejadian. Hingga penyelidikan berjalan, keluarga meminta agar berbagai kemungkinan diperiksa secara cermat, tanpa terburu-buru menetapkan penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab.
Mujiono juga berharap aparat menyelidiki bagaimana insiden itu terjadi dan menelusuri kemungkinan kaitannya dengan aktivitas penggunaan senjata api di lingkungan Brimob Kendal. Harapan tersebut disampaikan sebagai hal yang perlu diperiksa, bukan sebagai kesimpulan tentang sumber peluru atau keterlibatan pihak tertentu. Menurut keluarga, penelusuran yang menyeluruh dapat membantu menjelaskan rangkaian peristiwa, termasuk apakah ada aktivitas yang relevan pada waktu kejadian. Keterangan saksi dan informasi lain, jika tersedia, diharapkan dapat dinilai secara objektif oleh penyidik sesuai prosedur. Dengan demikian, setiap dugaan dapat diuji berdasarkan fakta, bukan hanya perkiraan.
Keluarga meminta proses penanganan perkara berlangsung transparan. Mereka berharap memperoleh informasi mengenai perkembangan laporan dan langkah pemeriksaan yang dilakukan, sembari memberi ruang kepada polisi untuk bekerja. Transparansi, menurut harapan keluarga, penting agar masyarakat memahami bahwa laporan ditindaklanjuti dan semua kemungkinan ditelusuri secara adil. Permintaan itu tidak dimaksudkan untuk mendahului hasil penyelidikan, melainkan agar prosesnya dapat dipantau dan penjelasan diberikan berdasarkan temuan. Keluarga juga mengharapkan perhatian pada kondisi korban selama perkara ditangani. Sampai ada hasil pemeriksaan resmi, penyebab kejadian dan kaitan apa pun dengan penggunaan senjata api tetap perlu dipastikan melalui penyelidikan. Mujiono menegaskan bahwa keluarga ingin aparat mengungkap peristiwa tersebut dengan terang, sekaligus menjaga agar penanganan berjalan hati-hati dan tidak membentuk kesimpulan sebelum bukti diperiksa.Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy menyampaikan bahwa kepolisian masih mendalami dugaan peluru yang mengenai MTA, siswa sekolah dasar yang mengalami luka saat berada di pasar malam Kaliwungu. Hingga pemeriksaan berlangsung, penyebab rangkaian peristiwa tersebut belum dipastikan. Polisi belum menyimpulkan dari mana benda yang diduga peluru itu berasal ataupun bagaimana benda tersebut dapat mengenai korban. Karena itu, keterangan yang beredar mengenai kejadian masih perlu diperiksa dan dicocokkan dengan petunjuk yang tersedia.
Sebagai bagian dari penanganan, Ratna mengatakan telah mendatangi lokasi di Mako Brimob Kaliwungu. Polisi juga meminta keterangan sejumlah anggota Brimob serta para saksi yang dinilai dapat membantu menjelaskan kejadian. Pengumpulan keterangan tersebut menjadi langkah untuk menyusun urutan peristiwa dan menguji informasi yang sudah diterima. Setiap keterangan masih perlu ditelaah bersama petunjuk lainnya, sehingga belum dapat diperlakukan sebagai kepastian mengenai penyebab luka yang dialami MTA.
Selain mendatangi lokasi dan memeriksa saksi, kepolisian berkoordinasi dengan RS Darul Istiqomah. Koordinasi itu dilakukan dalam penanganan perkara yang menyangkut kondisi korban dan penelusuran peristiwa. Polisi menyatakan masih mengumpulkan serta mendalami berbagai petunjuk sebelum mengambil kesimpulan. Langkah tersebut diperlukan agar penyebab kejadian tidak ditentukan hanya berdasarkan dugaan atau keterangan yang belum terverifikasi. Sampai rangkaian pemeriksaan memberikan kejelasan, penyebab MTA terluka tetap belum dipastikan. Kepolisian masih menelusuri informasi yang berkaitan dengan kejadian di pasar malam Kaliwungu, termasuk keterangan dari orang-orang yang berada di sekitar lokasi. Hasil pendalaman diharapkan dapat membantu menjelaskan rangkaian peristiwa secara utuh, tetapi belum ada kesimpulan akhir yang disampaikan.
10 kunjungan


































