Polisi Dalami Perselisihan yang Berujung Dugaan Pencambukan di KPPG Bogor

oleh -631 Dilihat
oleh
Polisi Dalami Perselisihan yang Berujung Dugaan Pencambukan di KPPG Bogor

Bogor | Polisi mengungkap identitas pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa perselisihan yang berujung dugaan pencambukan di KPPG Bogor. Pengungkapan tersebut dilakukan setelah video kejadian beredar luas di masyarakat dan memunculkan perhatian terhadap peristiwa itu. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, terduga pelaku berinisial GD, sementara korban berinisial RAN.

GD disebut sebagai koordinator wilayah Purwakarta. Adapun RAN diketahui merupakan salah satu kepala SPPG di wilayah Purwakarta. Informasi mengenai identitas keduanya disampaikan dalam proses pendalaman yang dilakukan kepolisian setelah video kejadian beredar. Meski identitas para pihak telah disebutkan, status GD dalam keterangan sumber masih sebagai terduga pelaku. Dengan demikian, penyebutan tersebut belum merupakan penetapan bahwa GD terbukti melakukan tindakan yang dilaporkan.

Kasi Humas Polres Bogor, Ipda Imam, menerangkan bahwa polisi memperoleh informasi mengenai kejadian itu setelah mendatangi lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi. Langkah tersebut dilakukan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Keterangan para saksi menjadi bagian dari informasi awal yang dihimpun petugas untuk memahami peristiwa yang terekam dalam video serta mengetahui pihak-pihak yang berkaitan dengannya.

Informasi yang dihimpun di lokasi dan keterangan saksi menjadi dasar bagi polisi untuk mendalami kejadian, termasuk konteks perselisihan yang disebut mendahului dugaan pencambukan. Pengungkapan identitas GD dan RAN membantu menjelaskan posisi masing-masing pihak berdasarkan informasi yang tersedia, tetapi belum dengan sendirinya memastikan rangkaian peristiwa secara menyeluruh. Karena itu, keterangan mengenai dugaan tindakan tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari proses penyelidikan, bukan sebagai kesimpulan akhir.

Polisi masih menempatkan GD sebagai terduga dalam keterangan yang disampaikan. Sementara itu, RAN disebut sebagai korban dalam peristiwa tersebut. Penjelasan lebih lanjut mengenai kronologi, penyebab perselisihan, serta hasil pemeriksaan terhadap para pihak belum dirinci dalam informasi tersebut. Pendalaman oleh kepolisian diperlukan untuk menguji keterangan yang diperoleh dan menyusun gambaran kejadian secara lebih lengkap, dengan tetap membedakan dugaan dan fakta yang telah dipastikan.

Kepala KPPG Bogor, Haidir, menerangkan bahwa perselisihan yang berujung dugaan pencambukan itu berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di halaman luar kantor KPPG Bogor. Keterangan waktu dan lokasi itu menjadi bagian dari informasi awal mengenai kejadian yang kini didalami kepolisian. Haidir menyampaikan bahwa ia berada di dalam kantor bersama sejumlah pimpinan KPPG saat keributan terdengar dari area luar.

Menurut Haidir, dua orang yang terlibat merupakan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) asal Purwakarta. Keduanya diketahui menjabat sebagai kepala dapur. Namun, saat perselisihan berlangsung, mereka tidak sedang bertugas mengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan demikian, kejadian itu berlangsung ketika keduanya berada di lingkungan kantor, bukan dalam kegiatan operasional dapur yang menjadi tanggung jawab mereka.

Haidir mengatakan, ia saat itu sedang berada di kantor bersama sejumlah pimpinan KPPG lainnya. Di yang hadir terdapat Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) serta koordinator wilayah Kota Bogor. Mereka tengah mengurus perencanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aktivitas tersebut berlangsung di dalam kantor ketika perhatian mereka teralih oleh suara dari halaman luar.

Haidir dan rekan-rekannya mendengar teriakan yang berasal dari luar gedung. Setelah memeriksa sumber suara, mereka mengetahui bahwa dua SPPI tersebut sedang berselisih. Penjelasan ini menggambarkan bagaimana pihak kantor mengetahui adanya kejadian, tetapi belum dengan sendirinya menjelaskan pemicu maupun rangkaian lengkap pertikaian. Informasi yang disampaikan Haidir berfokus pada waktu kejadian, identitas umum pihak yang terlibat, serta situasi di kantor sebelum keributan terdengar.

Peristiwa itu kemudian menjadi perhatian aparat setelah muncul dugaan adanya pencambukan dalam perselisihan tersebut. Keterangan Haidir memberi konteks mengenai lokasi dan aktivitas para pimpinan KPPG pada saat kejadian. Adapun kronologi lebih rinci dan dugaan tindakan yang terjadi perlu dipastikan melalui pendalaman kepolisian serta keterangan pihak-pihak terkait. Sampai proses pemeriksaan menghasilkan kejelasan, kejadian tersebut tetap perlu disebut sebagai dugaan, bukan sebagai fakta yang telah dipastikan.

Haidir bersama jajaran KPPG Bogor turun tangan setelah mengetahui adanya perselisihan yang melibatkan dua orang di lingkungan kantor. Mereka berupaya melerai keduanya agar situasi tidak semakin memanas. Setelah berhasil dipisahkan, kedua pihak dibawa masuk ke dalam kantor untuk dimintai keterangan dan diberikan teguran keras. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meredakan kegaduhan sekaligus memastikan persoalan tidak berlanjut menjadi tindakan yang lebih serius. Pihak KPPG juga menegaskan bahwa konflik semestinya diselesaikan tanpa kekerasan, terlebih di lingkungan kerja yang memiliki aturan dan tanggung jawab bersama.

Ipda Imam mengatakan, pihak KPPG sempat menegur terduga pelaku dan mengingatkan bahwa tindakan pencambukan tidak boleh dilakukan di lingkungan kantor. Teguran itu disampaikan agar setiap orang memahami batas perilaku yang dapat diterima serta dampak dari tindakan kekerasan terhadap keamanan dan ketertiban. Haidir menegaskan KPPG Bogor tidak mentoleransi kekerasan dalam bentuk apa pun. Menurutnya, setiap perselisihan perlu ditangani secara tertib dan diselesaikan melalui komunikasi, bukan dengan tindakan yang dapat melukai pihak lain atau mengganggu aktivitas kantor. Penanganan internal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga suasana tetap kondusif.

Haidir menyebut kedua pihak telah berdamai melalui musyawarah. Mereka juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Meski demikian, masing-masing pihak akan dikenai sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan, dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan KPPG. Hingga keterangan disampaikan, penyebab awal perselisihan belum diketahui secara pasti. Haidir menyatakan belum dapat memastikan apakah masalah di keduanya sudah muncul sebelum mereka tiba di kantor atau baru terjadi setelah berada di sana. Karena itu, kronologi awal masih belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Pihak KPPG berfokus pada penyelesaian perselisihan, penegakan aturan, serta pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di lingkungan kantor.

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Enjo Sutarjo, menyampaikan bahwa kepolisian masih menelusuri perselisihan yang berujung dugaan pencambukan di KPPG Bogor. Langkah berikutnya adalah meminta klarifikasi dari kedua orang yang terlibat agar keterangan mengenai peristiwa tersebut dapat diperoleh secara lebih lengkap. Pemanggilan itu direncanakan setelah petugas menghimpun informasi awal di lokasi.

Menurut Enjo, anggota kepolisian telah mendatangi tempat kejadian pada malam sebelumnya. Di lokasi, petugas mengumpulkan keterangan sebagai bagian dari penanganan awal. Informasi yang didapatkan tersebut menjadi bahan untuk memahami kejadian dan menentukan tindak lanjut. Namun, keterangan di lokasi belum menggantikan klarifikasi langsung dari kedua pihak yang terlibat.

Enjo juga menjelaskan bahwa kedua orang tersebut telah kembali ke Purwakarta. Mereka diketahui berasal dari daerah itu. Kondisi tersebut menjadi konteks bagi rencana polisi untuk meminta keterangan lanjutan dari masing-masing pihak. Kepolisian masih perlu memperoleh penjelasan dari keduanya sebelum dapat menyusun gambaran yang lebih utuh mengenai perselisihan dan dugaan tindakan yang dilaporkan.

Permintaan klarifikasi dimaksudkan untuk memberi ruang bagi kedua pihak menyampaikan versi dan informasi masing-masing. Keterangan mereka akan melengkapi informasi awal yang telah dikumpulkan petugas di lokasi. Sampai kedua pihak dimintai penjelasan, belum ada hasil pemeriksaan yang dapat disampaikan sebagai kesimpulan mengenai apa yang terjadi ataupun bagaimana peristiwa tersebut berlangsung.

Dengan demikian, penanganan perkara ini masih berada pada tahap pengumpulan dan pencocokan keterangan. Polisi telah melakukan pengecekan awal di lokasi, sementara langkah lanjutan yang disampaikan Kapolsek adalah meminta klarifikasi dari kedua orang yang terlibat.

Baca juga: Polisi Telusuri Dugaan Pencambukan di Kantor KPPG Bogor | Temuan Bangunan di Lapas Cibinong Berujung Sanksi Tanpa Remisi | Penyidikan Dugaan Penganiayaan Perawat di Cirebon, Polisi Periksa Lima Saksi