JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Gannon Ken Van Dyke, seorang prajurit aktif yang bertugas di Fort Bragg, North Carolina, didakwa terkait dugaan pemanfaatan informasi rahasia mengenai operasi militer Amerika Serikat di Venezuela untuk memperoleh keuntungan pribadi. Perkara ini menempatkan seorang anggota militer aktif dalam sorotan karena informasi yang disebut digunakan dalam transaksi tersebut berkaitan dengan rencana operasi sensitif pemerintah Amerika Serikat.
Dalam dakwaan, Van Dyke disebut terlibat dalam operasi penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro. Jaksa menuduh bahwa ia mengetahui rincian tertentu mengenai operasi itu sebelum informasi tersebut diketahui publik. Alih-alih menjaga kerahasiaan informasi, Van Dyke diduga memanfaatkannya untuk memasang taruhan pada Polymarket, sebuah platform prediksi berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna memperdagangkan posisi berdasarkan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa.
Dokumen dakwaan menyebut keuntungan yang diduga diperoleh Van Dyke dari aktivitas tersebut mencapai lebih dari US$400.000, atau sekitar Rp6,89 miliar. Nilai itu menjadi bagian penting dalam perkara karena menunjukkan besarnya manfaat finansial yang menurut penuntut berkaitan dengan penggunaan informasi sensitif tentang operasi Venezuela.
Meski demikian, dakwaan merupakan tuduhan resmi, bukan bukti bahwa Van Dyke telah terbukti bersalah. Proses hukum masih harus menguji bukti, termasuk asal-usul informasi yang diduga digunakan, bentuk keterlibatan Van Dyke dalam operasi tersebut, serta hubungan informasi militer dan taruhan yang dilakukan di Polymarket. Van Dyke tetap memiliki hak untuk membela diri dan dianggap tidak bersalah sampai pengadilan menjatuhkan putusan yang berkekuatan hukum.
Menurut dokumen dakwaan, pola transaksi yang dikaitkan dengan Van Dyke berlangsung pada periode Desember hingga Januari dan berpusat pada kontrak-kontrak di pasar prediksi mengenai perkembangan politik serta operasi Amerika Serikat di Venezuela. Dalam rentang tersebut, ia diduga memasang sekitar 13 taruhan dengan total nilai sekitar US$33.034. Jumlah itu disebut tersebar pada beberapa posisi, sehingga tidak seluruh dana diarahkan pada satu skenario politik tertentu.
Salah satu posisi yang disorot berkaitan dengan kemungkinan kehadiran pasukan Amerika Serikat di Venezuela. Posisi lainnya berhubungan dengan peluang Nicolás Maduro meninggalkan kekuasaan sebelum 31 Januari. Menurut dakwaan, taruhan-taruhan tersebut menghasilkan keuntungan sekitar US$409.881. Besarnya hasil dibandingkan modal yang dipertaruhkan menjadi salah satu alasan transaksi itu diperiksa, terutama karena dilakukan ketika informasi mengenai situasi Venezuela diduga belum tersedia secara luas bagi publik.
Setelah memperoleh keuntungan, Van Dyke diduga memindahkan sebagian besar dana ke sebuah brankas kripto yang berada di luar negeri. Dana tersebut kemudian disebut dialihkan kembali ke akun broker daring yang baru. Perpindahan berlapis ini diduga digunakan untuk memisahkan hasil taruhan dari rekening awal dan menyulitkan penelusuran aliran dana oleh penyidik. Dakwaan itu belum menjadi putusan pengadilan, sehingga seluruh tuduhan masih harus dibuktikan melalui proses hukum.
Van Dyke juga diduga berusaha menyamarkan identitasnya di pasar prediksi. Dugaan tersebut muncul setelah laporan mengenai aktivitas perdagangan yang tidak biasa pada kontrak-kontrak terkait Maduro memicu perhatian terhadap akun-akun yang melakukan transaksi. Penyidik menilai upaya penggunaan akun atau jalur dana berbeda dapat dimaksudkan untuk mengaburkan hubungan dirinya, posisi taruhan, dan informasi yang diduga diperoleh dari lingkungan operasional militer. Rangkaian transaksi tersebut kini menjadi bagian penting dalam perkara yang menyoroti risiko perdagangan berbasis informasi rahasia.
Van Dyke menghadapi lima dakwaan pidana federal terkait dugaan pemanfaatan informasi rahasia operasi Venezuela. Tiga dakwaan menuduhnya melanggar Commodity Exchange Act, undang-undang yang mengatur integritas dan kejujuran dalam perdagangan komoditas serta instrumen terkait. Selain itu, ia didakwa melakukan satu tindak penipuan melalui komunikasi elektronik atau wire fraud, serta satu dakwaan transaksi moneter ilegal. Rangkaian tuduhan tersebut menggambarkan dugaan penggunaan informasi yang diperoleh melalui tugas resmi untuk memperoleh keuntungan pribadi di pasar prediksi.
Menurut rincian dalam bahan perkara, setiap dakwaan membawa ancaman hukuman maksimum yang berat, yakni 10 hingga 20 tahun penjara. Ancaman tersebut tidak berarti hukuman pasti yang akan dijatuhkan, karena putusan akhir akan bergantung pada proses pembuktian, keputusan pengadilan, serta berbagai faktor hukum yang relevan. Namun, rentang hukuman itu menunjukkan keseriusan pemerintah Amerika Serikat dalam menangani dugaan penyalahgunaan informasi yang berkaitan dengan keamanan nasional dan aktivitas perdagangan.
Pelaksana Tugas Jaksa Agung Amerika Serikat Todd Blanche menegaskan bahwa personel militer dipercaya mengelola informasi rahasia agar misi dapat dijalankan secara aman dan efektif. Karena itu, menurut Blanche, penggunaan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi merupakan pelanggaran serius terhadap kepercayaan yang diberikan negara. Ia juga menyatakan bahwa meskipun akses luas terhadap pasar prediksi merupakan fenomena yang relatif baru, hukum federal yang melindungi informasi keamanan nasional tetap berlaku dan tidak kehilangan kekuatannya hanya karena informasi itu diperdagangkan melalui platform digital.
Jaksa Wilayah New York Selatan Jay Clayton menyampaikan sikap serupa. Ia menekankan bahwa pasar prediksi bukan tempat bagi seseorang untuk mengeksploitasi informasi rahasia demi kepentingan pribadi. Pernyataan tersebut menempatkan perkara Van Dyke dalam konteks penegakan hukum yang lebih luas: perkembangan teknologi dan model perdagangan baru tidak menghapus kewajiban untuk menjaga rahasia resmi. Dengan demikian, penyidik dan jaksa memandang dugaan transaksi itu bukan sekadar pelanggaran aturan pasar, melainkan juga persoalan integritas, tanggung jawab publik, serta perlindungan informasi strategis.
Perkara dugaan perdagangan informasi rahasia terkait operasi Venezuela tersebut semula disidangkan di pengadilan federal di North Carolina. Dalam perkembangan berikutnya, kasus itu dialihkan ke pengadilan federal Manhattan, New York. Perpindahan yurisdiksi ini menandai berlanjutnya proses hukum terhadap pihak yang diduga memanfaatkan informasi pemerintah yang belum tersedia bagi publik untuk melakukan transaksi.
Polymarket menyatakan telah mengidentifikasi pengguna yang berdagang berdasarkan informasi pemerintah yang bersifat rahasia. Platform prediksi tersebut juga mengatakan bahwa temuan itu telah dilaporkan kepada Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Menurut pernyataan perusahaan, Polymarket bekerja sama dengan aparat dalam penyelidikan perkara tersebut, termasuk dengan memberikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang. Sikap ini menunjukkan bahwa perusahaan berupaya membantu mengungkap aktivitas perdagangan yang diduga memanfaatkan pengetahuan internal mengenai operasi pemerintah.
Hingga perkembangan terakhir yang dilaporkan, Van Dyke belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar mengenai tuduhan dan proses hukum yang dihadapinya. Belum diketahui pula siapa penasihat hukum yang mewakilinya. Pentagon mengarahkan pertanyaan mengenai perkara tersebut kepada Angkatan Darat Amerika Serikat. Namun, Angkatan Darat juga belum memberikan tanggapan terkait dugaan keterlibatan maupun status penyelidikan terhadap pihak-pihak yang disebut dalam kasus ini.
Perkara tersebut berlangsung dalam konteks ketegangan meningkat Amerika Serikat dan Venezuela. Pada Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan di Venezuela dan menangkap Nicolás Maduro bersama istrinya. Keduanya kemudian diterbangkan ke Amerika Serikat dan didakwa atas sejumlah tuduhan, termasuk konspirasi narkoterorisme. Maduro dan istrinya menyatakan tidak bersalah atas dakwaan tersebut. Rangkaian peristiwa itu menjadi latar penting bagi penyelidikan mengenai kemungkinan pemanfaatan informasi rahasia pemerintah dalam aktivitas perdagangan di pasar prediksi.







