PSIM dan Isenmulang Berbagi Poin, Keduanya Masih di Zona Degradasi

oleh -584 Dilihat
oleh
PSIM dan Isenmulang Berbagi Poin, Keduanya Masih di Zona Degradasi

Yogyakarta | PSIM Yogyakarta dan Isenmulang Kalteng FC harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang tanpa gol, 0-0, pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut berlangsung pada Sabtu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Hasil ini membuat kedua tim belum memperoleh perubahan berarti dalam upaya mereka meninggalkan papan bawah klasemen sementara.

PSIM kini menempati peringkat ke-17 dengan koleksi dua poin. Sementara itu, Isenmulang berada satu tingkat di atasnya, yakni posisi ke-16, dengan tiga poin. Selisih satu angka tersebut menunjukkan bahwa kedua klub masih berdekatan dalam persaingan di bagian bawah klasemen. Namun, tambahan poin dari laga ini belum cukup untuk membawa salah satu dari mereka keluar dari zona degradasi.

Bagi PSIM, hasil seri itu memperpanjang catatan tanpa kemenangan pada tujuh pertandingan pertama musim ini. Tambahan satu poin memang lebih baik daripada pulang tanpa hasil, tetapi belum mengubah situasi tim secara signifikan. Dengan hanya dua poin sejauh ini, PSIM masih memiliki pekerjaan besar untuk memperbaiki posisi dan mengumpulkan hasil yang lebih konsisten pada laga-laga berikutnya.

Isenmulang juga belum dapat memanfaatkan pertandingan ini untuk menjauh dari pesaing terdekatnya. Meski mengantongi tiga poin dan berada di atas PSIM, posisi ke-16 tetap menempatkan mereka di kawasan rawan degradasi. Karena itu, hasil 0-0 di Bali menjadi tambahan kecil bagi kedua tim, bukan titik balik yang langsung mengubah persaingan mereka di klasemen.

Perolehan poin yang tipis membuat setiap pertandingan berikutnya penting bagi PSIM maupun Isenmulang. Keduanya perlu berusaha mengubah peluang menjadi kemenangan agar jarak dengan tim-tim di atas zona merah dapat dipangkas. Untuk sementara, mereka masih harus menghadapi kenyataan yang sama: PSIM berada di urutan ke-17 dengan dua poin, Isenmulang di posisi ke-16 dengan tiga poin, dan kedua tim tetap menghuni zona degradasi setelah pekan ketujuh.

PSIM memulai pertandingan dengan tekanan cepat di bawah arahan pelatih sementara Guntur Cahyo Utomo. Baru berjalan 36 detik, Adrian Purzycki melepaskan tendangan jarak jauh yang mengarah ke gawang Isenmulang. Kiper Lucas Frigeri sigap membaca arah bola dan menepisnya, sehingga ancaman awal tersebut belum mengubah kedudukan. Intensitas serangan PSIM berlanjut pada menit ketujuh, kali ini setelah kesalahan umpan Frigeri memberi kesempatan bagi Ezequiel Vidal. Bola yang berhasil dihadang Vidal melaju ke arah gawang kosong, tetapi justru melebar dari sasaran. PSIM kembali memperoleh peluang dua menit kemudian melalui sundulan Franco Ramos Mingo. Frigeri mampu mengamankan bola dan menjaga gawangnya tetap tidak kebobolan.

Isenmulang kemudian merespons dengan membangun serangan ke wilayah pertahanan PSIM. Pada menit ke-15, Firman Ramadhan mencoba peruntungannya lewat tendangan dari luar kotak penalti. Namun, bola melambung di atas mistar dan belum menguji Cahya Supriadi secara langsung. Sepuluh menit berselang, Shafa Abdillah memperoleh kesempatan untuk mengarahkan bola tepat ke gawang. Cahya berada pada posisi yang tepat untuk menangkap tembakan tersebut. Isenmulang terus mencari celah, termasuk melalui kerja sama Kenji Nishioka dan Modou Manneh pada menit ke-27. Umpan Kenji membuka ruang bagi Manneh untuk menyelesaikan serangan, tetapi tendangannya melenceng tipis di sisi kanan gawang PSIM.

Setelah kedua tim saling bertukar peluang, PSIM kembali berusaha menekan menjelang turun minum. Ezequiel Vidal mendapat kesempatan melepaskan tendangan, tetapi Frigeri kembali menunjukkan respons yang baik dengan menangkap bola. Penyelamatan tersebut melengkapi sejumlah intervensi penting kiper Isenmulang sepanjang babak pertama, termasuk saat menghadapi tendangan Purzycki, peluang Vidal, dan sundulan Ramos Mingo. Di sisi lain, Isenmulang juga sempat menciptakan ancaman melalui Firman, Shafa, serta kombinasi Kenji dan Manneh, meski belum mampu memaksimalkannya menjadi gol. Rangkaian peluang dari kedua kubu membuat pertandingan berjalan terbuka, tetapi penyelesaian akhir dan penampilan para penjaga gawang menjaga skor tetap seimbang. Hingga wasit meniup peluit tanda jeda, tidak ada gol yang tercipta; PSIM dan Isenmulang memasuki ruang ganti dengan kedudukan 0-0.

Memasuki babak kedua, PSIM meningkatkan tekanan untuk mencari gol kemenangan. Mereka berusaha membangun serangan dengan lebih intens dan memanfaatkan setiap kesempatan yang muncul di area pertahanan Isenmulang. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk mengubah keadaan. Sejumlah serangan PSIM berakhir sebelum menghasilkan peluang matang, sementara penyelesaian akhir yang dibutuhkan untuk memecah kebuntuan belum kunjung hadir. Isenmulang tetap bertahan menghadapi tekanan dan berusaha menjaga gawangnya dari ancaman. Dengan waktu pertandingan yang terus berjalan, PSIM perlu menemukan cara untuk menuntaskan peluang, sedangkan skor masih bertahan tanpa gol.

Peluang yang cukup berbahaya datang pada menit ke-65. Savio Sheva mencoba mengancam lewat tembakan jarak jauh, berharap bola dapat melewati penjagaan kiper Isenmulang, Frigeri. Bola sempat terlepas dari penguasaan Frigeri dan membuka kesempatan bagi PSIM untuk menyambar bola muntah. Akan tetapi, tidak ada pemain PSIM yang berada di posisi tepat untuk menyambutnya. Kesempatan itu pun berlalu tanpa berujung gol. Beberapa menit kemudian, Savio kembali mencoba peruntungannya dari luar kotak penalti. Pada menit ke-73, ia melepaskan tembakan yang mengarah ke gawang, tetapi kali ini Frigeri berhasil mengamankan bola. Kiper Isenmulang tersebut menjaga hasil imbang dengan menggagalkan ancaman PSIM.

PSIM terus mencari celah hingga menit-menit akhir, tetapi peluang terakhir mereka juga belum menghasilkan gol. Pada menit ke-88, Vidal memenangi duel udara untuk menyambut umpan silang yang dikirim rekannya. Ia berhasil mendapatkan sentuhan dengan sundulan, namun arah bola masih terlalu tinggi dan melambung di atas gawang. Kesempatan itu menjadi salah satu upaya terakhir PSIM untuk mencetak gol kemenangan sebelum pertandingan berakhir. Meski tekanan pada babak kedua menghasilkan beberapa peluang, termasuk tembakan Savio dan sundulan Vidal, tidak ada yang mampu menembus gawang Isenmulang. Kedua tim akhirnya gagal mencetak gol, dan skor tetap 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

Susunan pemain kedua tim dalam pertandingan PSIM Yogyakarta melawan Isenmulang Kalteng FC mencantumkan sebelas nama dari masing-masing kubu. Daftar berikut disajikan sesuai bahan yang tersedia, tanpa penambahan posisi ataupun keterangan individual lainnya. PSIM dan Isenmulang sama-sama berbagi poin, sementara kedua tim masih berada di zona degradasi. Informasi susunan ini memperlihatkan nama-nama yang tercatat untuk pertandingan tersebut dan dapat menjadi rujukan pembaca yang ingin mengetahui pemain dari kedua kesebelasan.

Isenmulang Kalteng FC: Lucas Frigeri; Ardi Ramdani, Rafael Ribeiro, Leo Lelis, Firman Ramadhan, Douglas Cruz, Modou Manneh, Brayen Pondaag, Shafa Abdillah, Kenji Nishioka, dan Vinicius Baiano.

Untuk PSIM Yogyakarta, daftar nama yang tercantum terdiri dari Cahya Supriadi; Raka Cahyana, Franco Ramos Mingo, Jop van den Avert, Yusaku Yamadera, Muhammad Iqbal, Adrian Purzycki, Savio Sheva, Ezequiel Vidal, Mauro Caballero, dan Nermin Haljeta. Nama-nama tersebut dituliskan sebagaimana tercantum dalam bahan sumber, dengan urutan yang dipertahankan. Daftar ini tidak memuat pembagian posisi maupun keterangan tambahan bagi setiap pemain.

PSIM Yogyakarta ditangani oleh Guntur Cahyo Utomo sebagai pelatih sementara. Penyebutan tersebut melengkapi informasi susunan pemain dari kubu PSIM, tanpa mengubah daftar nama yang telah dicantumkan. Dengan demikian, rincian untuk kedua tim mencakup pemain Isenmulang Kalteng FC, pemain PSIM Yogyakarta, serta keterangan mengenai pelatih sementara PSIM.

Baca juga: Isenmulang Kalteng FC dan PSIM Yogyakarta Berebut Momentum pada Pekan Ketujuh | Isenmulang FC Bidik Momentum Saat Menjamu PSIM Yogyakarta di Bali