Rombongan Persib EPA U-18 Diserang di Batang, Manajemen Desak Pelaku Diproses

oleh -394 Dilihat
oleh
Rombongan Persib EPA U-18 Diserang di Batang, Manajemen Desak Pelaku Diproses

Bandung | Bus yang membawa rombongan Persib EPA U-18 diserang sekelompok orang di Rest Area 360 Batang, Jawa Tengah, pada Minggu, 11 Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, ketika kendaraan yang mengangkut pemain dan ofisial itu berada di area peristirahatan dalam perjalanan. Serangan tersebut menjadi perhatian manajemen Persib karena menyasar rombongan tim usia muda yang sedang menjalankan agenda kompetisi.

Berdasarkan keterangan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, penyerangan dilakukan oleh sejumlah orang yang mengenakan atribut yang mudah dikenali. Adhitia menyebut kelompok tersebut diduga merupakan bagian dari rombongan suporter yang menggunakan atribut klub tertentu. Informasi itu disampaikan sebagai gambaran awal mengenai pihak yang berada di lokasi, sementara identitas pelaku dan latar belakang kejadian masih perlu ditangani melalui proses pemeriksaan oleh aparat berwenang.

Serangan terhadap bus rombongan Persib EPA U-18 tersebut menimbulkan keprihatinan karena berlangsung di ruang publik dan melibatkan pemain serta ofisial yang berada dalam satu kendaraan. Keterangan mengenai kejadian di Rest Area 360 Batang diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelusuran lebih lanjut, termasuk mengidentifikasi orang-orang yang terlibat dan memastikan kronologi secara menyeluruh. Manajemen Persib menyampaikan desakan agar pihak yang terbukti melakukan penyerangan diproses sesuai ketentuan hukum, tanpa mengambil kesimpulan mengenai identitas pelaku sebelum seluruh fakta terverifikasi.

Penyerangan terhadap rombongan Persib EPA U-18 di Batang disebut menimbulkan sejumlah dampak langsung pada kendaraan dan barang bawaan tim. Bus yang digunakan rombongan mengalami pecah kaca. Kerusakan tersebut menjadi salah satu akibat yang disebutkan dalam bahan sumber, bersama dengan hilangnya koper milik para pemain. Kondisi ini menunjukkan bahwa insiden tersebut tidak hanya berdampak pada perjalanan rombongan, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sarana transportasi yang digunakan.

Selain kaca bus yang pecah, sebanyak 18 koper pemain dilaporkan hilang setelah kejadian tersebut. Koper-koper itu merupakan bagian dari barang bawaan rombongan, sehingga kehilangan tersebut menambah dampak yang harus dihadapi tim. Informasi mengenai hilangnya 18 koper pemain menjadi bagian penting dari laporan insiden karena memperlihatkan adanya kerugian terhadap perlengkapan yang dibawa rombongan. Namun, bahan sumber tidak memuat keterangan mengenai nilai barang atau rincian isi koper yang hilang.

Dampak lain yang disebutkan adalah adanya sejumlah ofisial Persib EPA yang mengalami luka-luka. Keterangan tersebut disampaikan tanpa rincian mengenai jenis luka maupun jumlah korban secara spesifik. Karena itu, informasi yang dapat ditegaskan ialah bahwa beberapa ofisial turut terdampak secara fisik dalam insiden tersebut. Dengan demikian, akibat yang disebutkan dalam bahan sumber mencakup pecahnya kaca bus, hilangnya 18 koper pemain, serta luka-luka yang dialami sejumlah ofisial Persib EPA. Ketiga dampak tersebut menjadi dasar perhatian manajemen terhadap penanganan perkara dan perlindungan rombongan tim.

Manajemen Bandung Bermartabat atau PT Persib Bandung Bermartabat mengecam keras insiden yang menimpa rombongan Persib EPA U-18 di Batang. Peristiwa tersebut dinilai sebagai tindakan serius yang tidak dapat ditoleransi, terlebih karena melibatkan atlet-atlet muda yang sedang menjalankan agenda pembinaan dan kompetisi. Manajemen menegaskan bahwa keselamatan seluruh pemain, pelatih, ofisial, serta pihak yang mendampingi tim harus menjadi perhatian bersama dalam setiap kegiatan sepak bola.

Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyatakan bahwa kekerasan fisik, perusakan kendaraan, serta dugaan pengambilan barang milik orang lain tanpa hak bukanlah bentuk rivalitas sepak bola. Menurutnya, perbedaan dukungan maupun persaingan antarkelompok tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan yang merugikan dan membahayakan pihak lain. Rivalitas seharusnya tetap berada dalam koridor sportivitas, penghormatan, dan aturan yang berlaku.

Manajemen juga mendesak kepolisian mengusut perkara tersebut secara menyeluruh hingga tuntas. Proses penyelidikan diharapkan dapat mengungkap rangkaian kejadian, mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan penanganan sesuai ketentuan hukum. Langkah tersebut penting untuk memberikan rasa aman kepada rombongan tim dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi dalam perjalanan maupun kegiatan pertandingan.

Pembibitan atlet muda, menurut manajemen, perlu mendapat dukungan demi masa depan olahraga nasional. Dukungan itu tidak hanya diwujudkan melalui program latihan dan kompetisi, tetapi juga dengan memastikan adanya rasa aman, dukungan moral, serta kesempatan bagi pemain untuk berkembang menjadi atlet nasional. Karena itu, sportivitas semestinya diterapkan di dalam maupun di luar lapangan oleh seluruh unsur sepak bola, termasuk pemain, suporter, penyelenggara, dan masyarakat.

Viking Persib Club (VPC) menyampaikan respons terpisah melalui Ketua Umum Tobias Ginanjar pada Senin, 12 Oktober 2026, terkait penyerangan terhadap rombongan bus EPA Persib di Batang. VPC menilai pemain dan ofisial klub junior semestinya mendapatkan rasa aman dalam setiap perjalanan maupun kegiatan pertandingan. Menurut Tobias, para pemain tersebut bukan hanya bagian dari pembinaan Persib, melainkan calon penerus sepak bola nasional yang kelak dapat membela klub mana pun.

Karena itu, keamanan mereka perlu menjadi perhatian bersama, tanpa dipengaruhi oleh rivalitas antarklub. Tobias berpandangan bahwa persaingan dalam pertandingan merupakan hal yang wajar selama berlangsung secara sportif dan tetap berada dalam batas aturan. Namun, rivalitas tersebut seharusnya berakhir ketika peluit panjang dibunyikan. Ketegangan di lapangan tidak semestinya berlanjut menjadi keributan di luar pertandingan, terlebih sampai membahayakan pemain, ofisial, atau rombongan yang sedang melakukan perjalanan.

VPC berharap pihak yang menyerang rombongan bus EPA Persib dapat segera ditindak sesuai ketentuan hukum. Organisasi tersebut juga menyebut cuplikan video dan foto yang beredar diharapkan dapat membantu kepolisian mengambil langkah cepat serta memproses hukum orang-orang yang terlibat. VPC tidak menyebut identitas pelaku yang belum dipastikan, tetapi mendorong agar seluruh informasi yang tersedia diperiksa secara cermat oleh aparat. Penanganan yang tegas dan transparan dinilai penting untuk memberikan perlindungan bagi pemain muda sekaligus mencegah kejadian serupa terulang dalam perjalanan atau agenda pertandingan berikutnya.

Baca juga: Rombongan Persib U18 Diduga Diserang di Rest Area Batang, Bus Rusak dan Barang Tim Dijarah | Kronologi Penyerangan Bus Persib U-18 di Rest Area Tol Batang