SDN Adisutjipto 2 Disiapkan Jadi Model Pembelajaran Koding dan AI

oleh -81 Dilihat
oleh
SDN Adisutjipto 2 Disiapkan Jadi Model Pembelajaran Koding dan AI

Yogyakarta | SD Negeri Adisutjipto 2 Yogyakarta direncanakan untuk dikembangkan sebagai sekolah model yang memperkuat pembelajaran koding, kecerdasan artifisial (AI), dan pembelajaran mendalam atau deep learning. Arah ini menempatkan sekolah dasar sebagai ruang awal bagi siswa untuk mengenal teknologi sekaligus memahami cara menggunakannya secara bijak. Pengembangan tersebut merupakan rencana, bukan penanda bahwa seluruh program telah diterapkan secara menyeluruh. Karena itu, prosesnya dapat mencakup persiapan, penyesuaian kegiatan belajar, serta penguatan kapasitas pendidik dan sarana pendukung, sesuai kebutuhan sekolah.

Pembelajaran koding dapat membantu siswa memahami urutan, pola, dan hubungan sebab-akibat melalui kegiatan yang sesuai usia. Tujuannya bukan semata-mata membuat anak mampu menulis kode, melainkan membiasakan mereka memecah persoalan menjadi langkah yang lebih teratur, mencoba solusi, dan memperbaikinya ketika belum berhasil. Pengenalan AI juga dapat diarahkan pada pemahaman dasar tentang teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan pendampingan guru, siswa dapat belajar mengenali manfaat, keterbatasan, serta pentingnya menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, termasuk memperhatikan keamanan dan etika digital.

Rencana tersebut juga berkaitan dengan pembelajaran mendalam, yang mendorong siswa memahami materi secara bermakna, bukan sekadar menghafal informasi. Kegiatan belajar dapat dirancang agar anak bertanya, berdiskusi, menghubungkan pengetahuan dengan situasi nyata, dan menghasilkan karya. Pendekatan ini diharapkan mendukung kemampuan berpikir kritis dan kreativitas, sekaligus membangun literasi digital sejak sekolah dasar. Agar tujuan itu tercapai, pengembangan sekolah model perlu memperhatikan kesiapan guru, kesesuaian materi dengan tahap perkembangan anak, serta akses terhadap perangkat dan sumber belajar. Evaluasi berkala dapat membantu sekolah melihat kemajuan dan menyesuaikan pelaksanaan. Dengan demikian, SD Negeri Adisutjipto 2 berpotensi menjadi rujukan pengembangan pembelajaran yang mengintegrasikan koding, AI, dan pemahaman mendalam secara bertahap, inklusif, serta tetap berpusat pada kebutuhan siswa.Listyo Sigit Prabowo mengunjungi SDN Adisutjipto 2 pada Minggu (1/11) untuk meninjau pendekatan pembelajaran yang diterapkan di sekolah tersebut. Kunjungan itu memberi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana kegiatan belajar dirancang, termasuk pemanfaatan koding dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pendidikan. Sekolah ini disiapkan menjadi model pembelajaran yang memperkenalkan teknologi sekaligus membangun kemampuan dasar yang dibutuhkan siswa dalam menghadapi perubahan. Perhatian tidak hanya tertuju pada perangkat atau materi digital, tetapi juga pada cara siswa belajar, berinteraksi, dan mengembangkan gagasan.

Pendekatan tersebut tidak membatasi pembelajaran pada pemahaman materi. Siswa juga didorong untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan menggunakan teknologi secara bijak. Dengan demikian, pengenalan koding dan AI diharapkan menjadi bagian dari pengalaman belajar yang lebih luas, bukan sekadar kegiatan mengenal aplikasi atau mengikuti instruksi. Siswa perlu memiliki ruang untuk mengajukan pertanyaan, mencoba berbagai cara, dan berdiskusi dengan teman saat menghadapi tantangan. Keterampilan ini membantu mereka memahami manfaat teknologi sekaligus mempertimbangkan cara menggunakannya secara bertanggung jawab.

Harapannya, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya dengan memanfaatkannya. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa inisiatif pembelajaran tersebut sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Ia berpandangan bahwa pendidikan perlu menghadirkan pengalaman nyata bagi anak, sehingga proses belajar tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan. Melalui pengalaman tersebut, anak diharapkan tumbuh kreatif, mandiri, dan produktif, serta mampu mengenali dan memecahkan persoalan di lingkungan mereka. Karena itu, pembelajaran koding dan AI dapat diarahkan untuk menghubungkan pengetahuan di kelas dengan kebutuhan sehari-hari, sekaligus memberi kesempatan kepada siswa untuk merancang solusi dan menyampaikan hasil karyanya.

Pengembangan SDN Adisutjipto 2 sebagai model pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial didukung oleh sejumlah fasilitas yang menunjang proses belajar. Fasilitas tersebut mencakup ruang broadcasting, perpustakaan, serta papan interaktif digital (PID). Kehadiran sarana ini memperluas pilihan lingkungan belajar siswa dan mendukung pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pendidikan. Setiap fasilitas memiliki peran tersendiri, mulai dari mendukung kegiatan kreatif hingga menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif. Pengembangannya menjadi bagian dari upaya sekolah menyiapkan siswa agar terbiasa menggunakan media dan teknologi secara tepat dalam proses belajar.

Ruang broadcasting dimanfaatkan untuk melatih siswa menyampaikan informasi, berbicara di depan kamera, dan memproduksi konten. Melalui kegiatan di ruang tersebut, siswa dapat berlatih menyusun pesan dan menyampaikannya dengan jelas kepada orang lain. Pengalaman berbicara di depan kamera juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri. Selain keterampilan komunikasi, proses pembuatan konten memberi ruang bagi siswa untuk belajar memilah informasi sebelum menyampaikannya. Kemampuan tersebut penting agar siswa tidak sekadar menggunakan media, tetapi juga memperhatikan informasi yang akan dibagikan. Dengan demikian, ruang broadcasting mendukung pengembangan kreativitas sekaligus kecakapan siswa dalam berkomunikasi dan menghadapi arus informasi.

Perpustakaan turut menjadi fasilitas pendukung dalam lingkungan belajar yang dikembangkan sekolah. Keberadaannya melengkapi sarana lain yang tersedia, tanpa mengubah peran utama perpustakaan sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan belajar. Sementara itu, PID digunakan untuk mendukung pembelajaran interaktif. Papan digital ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan dukungan media interaktif. Penggunaan PID juga sejalan dengan program digitalisasi pembelajaran untuk Indonesia Cerdas. Bersama ruang broadcasting dan perpustakaan, fasilitas tersebut mencerminkan upaya menyediakan beragam sarana yang mendukung pembelajaran dan kegiatan kreatif siswa. Pengembangan fasilitas digital ini menjadi bagian dari persiapan sekolah untuk membangun pengalaman belajar yang relevan dengan pemanfaatan teknologi, sekaligus mendukung tujuan pendidikan yang lebih luas.

Pengembangan lahan produktif di SD Negeri Adisutjipto 2 diarahkan menjadi laboratorium pembelajaran yang menghubungkan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) dengan pengalaman sehari-hari siswa. Melalui kegiatan di lahan tersebut, siswa tidak hanya mempelajari konsep di dalam kelas, tetapi juga mengamati pertumbuhan tanaman, mengenali kebutuhan perawatannya, serta memahami bagaimana pengetahuan dapat diterapkan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Pendekatan ini memberi ruang bagi pembelajaran yang lebih kontekstual dan mendorong rasa ingin tahu, kerja sama, serta keterampilan memecahkan masalah.

Salah satu materi yang dikenalkan ialah tanaman obat keluarga (TOGA), termasuk jenis tanaman yang dapat tumbuh dan dimanfaatkan di lingkungan sekolah. Siswa diajak mengenali tanaman, memahami manfaatnya secara tepat, dan melihat potensi pengolahannya menjadi produk bernilai guna. Pengenalan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membahas proses sederhana, mulai dari memilih bahan, mengamati karakteristiknya, hingga merancang cara pemanfaatan yang sesuai. Dengan demikian, lahan produktif berfungsi bukan sekadar sebagai kebun, melainkan sebagai sumber belajar lintas bidang yang mengaitkan pengamatan ilmiah, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi.

Salah satu kegiatan yang direncanakan adalah mengolah serai menjadi bahan baku pengharum ruangan. Kegiatan ini dapat memperkenalkan tahapan pengolahan secara sederhana sekaligus mengajak siswa mempertimbangkan fungsi, kualitas, dan keamanan produk yang dihasilkan. Pengalaman tersebut berpotensi membantu siswa melihat hubungan tanaman di sekitar, pengetahuan STEM, dan kebutuhan sehari-hari. Pada saat yang sama, praktik langsung dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta pemahaman bahwa sumber daya lokal dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, Sigit menandatangani prasasti peresmian renovasi SD Negeri Adisutjipto 2. Penandatanganan tersebut menjadi penanda peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah, sekaligus mendukung terselenggaranya kegiatan belajar yang lebih baik. Sigit berpandangan bahwa pengembangan sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia.