Target KUR Kalsel Rp5 Triliun, Jumlah UMKM Tumbuh Lebih dari 8.000

oleh -517 Dilihat
oleh
Target KUR Kalsel Rp5 Triliun, Jumlah UMKM Tumbuh Lebih dari 8.000

Kota Banjarmasin | Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah RI Helvi Moraza berharap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Selatan dapat mencapai Rp5 triliun hingga akhir 2026. Target tersebut mencerminkan dorongan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di provinsi itu. KUR menjadi salah satu jalur pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha memperoleh modal untuk menjalankan maupun mengembangkan kegiatan bisnisnya.

Harapan itu disampaikan Helvi saat menghadiri Gelar Kumitra Jambore 2026 di halaman Mahligai Pancasila, Kota Banjarmasin, pada Minggu. Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut penyaluran KUR di Kalimantan Selatan hingga Oktober 2026 telah mencapai Rp3,8 triliun. Dengan capaian itu, masih terdapat selisih Rp1,2 triliun dari target Rp5 triliun yang diharapkan dapat diraih sebelum tahun berakhir.

Angka penyaluran tersebut telah menjangkau 61.251 debitur di tingkat provinsi. Jumlah penerima ini menunjukkan bahwa pembiayaan KUR telah diakses oleh puluhan ribu pelaku usaha di berbagai wilayah Kalimantan Selatan. Pencapaian target akhir tahun akan bergantung pada kelanjutan penyaluran kepada debitur serta pemanfaatan fasilitas pembiayaan oleh usaha yang memenuhi ketentuan.

Target Rp5 triliun juga menjadi tolok ukur bagi upaya memperkuat dukungan pembiayaan UMKM di Kalimantan Selatan. Bagi pelaku usaha, akses modal yang memadai dapat memberi ruang untuk menjaga keberlangsungan usaha dan merencanakan pengembangan secara bertahap. Sementara itu, jumlah debitur dan nilai penyaluran memberikan gambaran mengenai jangkauan program di daerah. Hingga Oktober, capaian Rp3,8 triliun menjadi dasar bagi harapan peningkatan penyaluran dalam sisa waktu menuju akhir 2026. Helvi menyampaikan optimisme agar target tersebut dapat tercapai, seiring dengan terus terbukanya akses KUR bagi para pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan.Di tingkat Kota Banjarmasin, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah menjangkau 7.063 debitur, dengan nilai pinjaman yang melampaui Rp600 miliar. Angka tersebut menggambarkan dukungan pembiayaan yang telah diterima ribuan pelaku usaha di kota itu. Capaian ini perlu dibaca secara khusus sebagai data untuk Banjarmasin, bukan sebagai angka penyaluran KUR seluruh Kalimantan Selatan. Perbedaan cakupan wilayah penting diperhatikan agar informasi mengenai perkembangan pembiayaan bagi UMKM tetap akurat dan tidak mencampuradukkan capaian kota dengan capaian provinsi.

Helvi berharap penyaluran KUR di Banjarmasin dapat terus meningkat hingga setidaknya mencapai Rp1 triliun. Harapan itu disampaikan ketika ia menyapa Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR. Target tersebut mencerminkan aspirasi agar akses pembiayaan bagi pelaku usaha di kota semakin luas. Dengan jumlah pinjaman yang saat ini sudah lebih dari Rp600 miliar, sasaran Rp1 triliun menunjukkan ruang pertumbuhan yang masih dapat diupayakan. Namun, harapan itu tetap merupakan target untuk penyaluran di Banjarmasin, dan tidak mengubah atau mewakili angka yang dicatat pada tingkat Kalimantan Selatan.

Penambahan penyaluran diharapkan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak UMKM untuk memperoleh pembiayaan sesuai kebutuhan usahanya. Bagi pelaku usaha, akses terhadap KUR dapat menjadi salah satu dukungan untuk menjaga kegiatan usaha maupun mengembangkan kapasitasnya. Karena itu, perkembangan jumlah debitur dan nilai pinjaman di Banjarmasin menjadi hal yang perlu terus dicermati. Penyampaian data secara jelas juga membantu masyarakat memahami posisi kota dalam upaya memperluas pembiayaan usaha. Harapan Helvi agar nilainya mencapai Rp1 triliun menegaskan sasaran yang ingin dicapai untuk Banjarmasin, sementara angka 7.063 debitur dan pinjaman lebih dari Rp600 miliar tetap menjadi capaian kota yang disebutkan saat ini.

Helvi mengapresiasi perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan yang dinilainya terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga akhir 2025, jumlah UMKM di provinsi tersebut tercatat lebih dari 518 ribu unit. Angka itu bertambah sekitar 8.000 dibandingkan tahun sebelumnya, menggambarkan semakin banyak masyarakat yang menjalankan atau mengembangkan kegiatan usaha.

Menurut Helvi, pertambahan tersebut patut disambut baik karena UMKM memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi daerah. Perkembangan jumlah pelaku usaha juga menunjukkan adanya peluang bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan melalui beragam jenis usaha. Ia menyampaikan apresiasi atas capaian itu, sekaligus menekankan pentingnya menjaga dukungan agar usaha yang telah tumbuh dapat terus bertahan dan berkembang.

Helvi turut menyoroti dukungan pemerintah terhadap penguatan UMKM. Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kementerian dan lembaga untuk menyukseskan UMKM. Arahan tersebut, menurut Helvi, menjadi dorongan bagi berbagai pihak agar mengambil peran dalam mendukung pelaku usaha, termasuk melalui kebijakan dan program yang dapat membantu kegiatan mereka. Upaya bersama dinilai diperlukan agar pertumbuhan yang tercermin dalam jumlah UMKM dapat disertai dengan dukungan yang memadai.

Salah satu perubahan yang disampaikan Helvi berkaitan dengan bunga pinjaman untuk UMKM. Ia menyebut tingkat bunga yang sebelumnya berada pada kisaran 24–25 persen kini turun menjadi 8 persen. Penurunan itu merupakan perubahan signifikan dibandingkan tingkat sebelumnya dan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha. Dengan biaya pinjaman yang lebih rendah, akses terhadap modal diharapkan lebih terjangkau bagi UMKM yang membutuhkan dana untuk menjalankan atau mengembangkan usaha.

Helvi menyampaikan bahwa pertumbuhan lebih dari 8.000 UMKM serta perubahan bunga pinjaman tersebut merupakan perkembangan yang perlu diperhatikan. Data jumlah usaha menunjukkan skala aktivitas UMKM di Kalimantan Selatan, sementara instruksi pemerintah dan dukungan pembiayaan menjadi bagian dari upaya menyukseskannya. Ia mengapresiasi perkembangan tersebut dan menyatakan bahwa dukungan pemerintah melalui kementerian serta lembaga penting bagi keberlangsungan UMKM di daerah.

Kumitra Jambore 2026 diselenggarakan sebagai ruang pertemuan bagi puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan. Mengusung tema “Bertemu, Bermitra, Bertumbuh”, kegiatan ini menempatkan interaksi dan keterhubungan sebagai bagian penting dalam mendukung perjalanan usaha. Para peserta diharapkan dapat bertemu dengan pihak-pihak yang relevan dengan kebutuhan bisnis mereka, mengenali peluang kerja sama, serta memperoleh informasi mengenai layanan yang dapat menunjang kegiatan usaha.

Tujuan jambore tersebut tidak hanya mempertemukan sesama pengusaha, tetapi juga membuka kesempatan bagi UMKM untuk mengenal layanan pendukung dan calon mitra pembudayaan. Kemitraan dapat menjadi salah satu jalan bagi pelaku usaha untuk memperkuat kemampuan dalam menjalankan bisnis, sementara akses terhadap layanan yang sesuai berpotensi membantu mereka memahami pilihan dukungan yang tersedia. Dalam kegiatan seperti ini, komunikasi langsung memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk menyampaikan kebutuhan dan menjajaki hubungan yang bermanfaat bagi perkembangan usaha.

Akses pasar juga menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Kumitra Jambore. Bagi UMKM, kesempatan untuk mengenalkan produk dan membangun hubungan dengan pihak yang dapat membuka jalur pemasaran merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan bisnis. Karena itu, tema “Bertemu, Bermitra, Bertumbuh” menggambarkan harapan agar perjumpaan dapat menjadi awal dari kemitraan dan peluang yang relevan, tanpa mengabaikan kondisi serta kebutuhan masing-masing usaha.

Menurut Helvi, harapan utama dari kegiatan ini adalah agar pelaku UMKM memperoleh layanan, mitra pembudayaan, dan akses pasar yang dapat membantu usaha mereka berjalan. Dukungan tersebut berkaitan pula dengan kehidupan keluarga yang bergantung pada keberlangsungan usaha. Dengan demikian, jambore ini diarahkan untuk menyediakan ruang dan kesempatan bagi para peserta dalam mencari dukungan yang sesuai, sekaligus memperluas hubungan yang dapat mereka pertimbangkan untuk kebutuhan bisnis.

Baca juga: Sengketa Merek Denza Memanas, Raden Reza Adi Tuntut BYD Rp9,5 Triliun | Kumitra Jambore 2026 Digelar di Banjarmasin, Dorong Kolaborasi untuk UMKM Kalsel | BTPN Syariah Catat Laba Rp1,01 Triliun, Kualitas Pembiayaan Kian Sehat