Usai Diperiksa Sembilan Jam, Betrand Peto Minta Doa dan Jelaskan Video yang Viral

oleh -61 Dilihat
oleh
Usai Diperiksa Sembilan Jam, Betrand Peto Minta Doa dan Jelaskan Video yang Viral

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Betrand Peto menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Kamis, 8 Oktober 2026. Proses pemeriksaan tersebut berlangsung selama sekitar sembilan jam dan berkaitan dengan laporan ANW mengenai dugaan kekerasan seksual. Dalam perkara ini, Betrand masih berstatus sebagai terlapor. Status tersebut menunjukkan bahwa laporan sedang ditangani dan informasi mengenai perkara masih berada dalam tahap pemeriksaan, sehingga belum dapat digunakan untuk menyimpulkan adanya kesalahan atau keterlibatan pihak tertentu.

Selama memenuhi panggilan penyidik, Betrand hadir dengan didampingi kuasa hukumnya, Timothy Ezra. Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan proses pemeriksaan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pemeriksaan dapat mencakup berbagai pertanyaan terkait laporan yang diterima kepolisian, termasuk keterangan mengenai peristiwa dan materi yang dianggap relevan oleh penyidik. Rincian jawaban Betrand maupun langkah lanjutan dalam perkara tersebut belum seluruhnya disampaikan kepada publik.

Usai menjalani pemeriksaan panjang itu, Betrand menyampaikan permintaan doa kepada masyarakat. Ia juga memberikan penjelasan mengenai video yang belakangan menjadi viral dan turut mendapat perhatian di tengah pemberitaan kasus tersebut. Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya meninggalkan lokasi pemeriksaan, sementara penanganan laporan ANW tetap menjadi kewenangan penyidik. Publik perlu menunggu keterangan resmi dari pihak-pihak terkait serta perkembangan proses hukum sebelum menarik kesimpulan mengenai perkara ini. Setiap informasi mengenai dugaan kekerasan seksual perlu dipahami berdasarkan fakta, dokumen, dan hasil pemeriksaan yang telah diverifikasi. Dengan demikian, posisi Betrand sebagai terlapor tetap dibedakan dari status tersangka maupun putusan pengadilan, karena proses hukum masih berlangsung dan belum menghasilkan penetapan bersalah.

Usai menjalani pemeriksaan selama sekitar sembilan jam, Betrand Peto terlihat dalam kondisi lelah. Ia tidak banyak berbicara ketika memberikan keterangan kepada awak media setelah proses tersebut selesai. Sikapnya yang lebih tenang dan singkat dalam menyampaikan pernyataan menunjukkan bahwa pemeriksaan yang berlangsung cukup panjang telah menguras energi.

Dalam kesempatan itu, Betrand meminta masyarakat untuk memberikan doa agar seluruh tahapan yang sedang dijalaninya dapat berlangsung tanpa kendala. Ia juga berharap proses tersebut menghasilkan sesuatu yang baik. “Doain aja semoga semuanya berjalan dengan lancar, dan juga hasilnya baik-baik aja semuanya,” ujar Betrand. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai permohonan agar publik tidak berspekulasi dan tetap memberikan dukungan selama proses pemeriksaan berlangsung.

Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa penyidik mengajukan sekitar 55 pertanyaan kepada Betrand. Pemeriksaan dengan jumlah pertanyaan tersebut menjadi bagian dari proses pendalaman yang dilakukan penyidik. Namun, tidak terdapat rincian mengenai materi pertanyaan maupun jawaban yang disampaikan Betrand selama berada di ruang pemeriksaan.

Setelah memberikan keterangan, Betrand memilih untuk tidak menjelaskan lebih jauh mengenai hal-hal yang ditanyakan kepadanya. Ia hanya menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian proses berjalan lancar dan berakhir dengan hasil yang baik. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa Betrand masih menunggu perkembangan lebih lanjut, sembari meminta dukungan melalui doa dari masyarakat.

Dalam perkara yang tengah menjadi perhatian publik, Betrand Peto masih berstatus sebagai terlapor. Status tersebut menunjukkan bahwa namanya tercantum dalam laporan yang sedang ditangani aparat, tetapi belum berarti bahwa ia telah ditetapkan sebagai tersangka atau dinyatakan bersalah. Setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih sembilan jam, belum terdapat keterangan yang menyebutkan adanya perubahan status hukum Betrand dalam perkara tersebut.

Kuasa hukum Betrand menjelaskan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman terhadap laporan yang diterima. Polisi disebut masih memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa yang dilaporkan. Keterangan dari para saksi menjadi bagian dari proses penyelidikan sebelum penyidik menentukan langkah hukum berikutnya berdasarkan bukti dan informasi yang tersedia.

Proses pemeriksaan terhadap Betrand maupun saksi-saksi tidak serta-merta menunjukkan bahwa perkara telah mencapai tahap akhir. Setiap keterangan masih perlu dicermati dan dicocokkan dengan informasi lain yang dikumpulkan penyidik. Karena itu, perkembangan kasus tersebut masih bersifat dinamis dan proses pendalaman oleh kepolisian tetap berlangsung.

Hingga informasi ini disampaikan, belum ada keterangan dari sumber yang menyatakan bahwa status Betrand telah berubah, baik menjadi tersangka maupun status hukum lainnya. Begitu pula, belum terdapat hasil akhir perkara yang dapat dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan lebih lanjut. Publik masih perlu menunggu penjelasan resmi kepolisian setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dan pendalaman terhadap laporan tersebut dilakukan.

Betrand Peto memberikan penjelasan mengenai video kumpul-kumpul di rumahnya yang belakangan beredar dan menjadi viral. Dalam rekaman tersebut, Betrand terlihat menikmati waktu bersama sejumlah teman. Di sekitar mereka juga tampak minuman beralkohol. Beredarnya video itu kemudian menimbulkan beragam tanggapan dari publik, terutama karena rekaman tersebut tidak pernah ia unggah ke media sosial.

Betrand menduga video itu dapat tersebar setelah ada oknum yang meretas email dan mengambil sejumlah file pribadi. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai fakta. Ia juga tidak menyebutkan identitas pihak yang diduga terlibat. Penjelasan itu disampaikan untuk memberikan konteks mengenai asal video sekaligus meluruskan anggapan bahwa dirinya sengaja mengunggah rekaman tersebut untuk dikonsumsi publik.

Menurut keterangan Betrand, pertemuan itu merupakan kegiatan bersama teman-temannya yang berasal dari daerah timur. Mereka berkumpul untuk menghabiskan waktu, termasuk bermain bola dan makan papeda bersama. Karena itu, suasana dalam video disebut berkaitan dengan aktivitas pertemanan, bukan semata-mata kegiatan yang ditampilkan tanpa konteks.

Ia menjelaskan, foto atau video yang diambil pada saat tersebut pada awalnya dimaksudkan untuk memperlihatkan kegiatan makan papeda. Selain Betrand, terdapat beberapa teman lain yang juga hadir dalam pertemuan itu. Rekaman yang kemudian tersebar hanya menampilkan sebagian momen dari kegiatan bersama tersebut, sehingga konteks lengkapnya tidak selalu terlihat dalam potongan video yang beredar.

Betrand berharap masyarakat dapat memahami penjelasan tersebut secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan rekaman yang viral. Ia juga meminta doa setelah menjalani pemeriksaan selama sembilan jam. Pernyataannya mengenai video itu menjadi bagian dari upayanya menjelaskan situasi yang muncul setelah materi pribadi tersebut beredar luas.