Jakarta | Polisi berupaya membubarkan massa aksi demonstrasi yang masih bertahan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada Rabu (28/10/2026) malam. Upaya tersebut berlangsung sekitar pukul 19.20 WIB, saat hujan deras mengguyur kawasan itu. Peristiwa ini menandai berlangsungnya pembubaran di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat, sementara sebagian massa masih berada di lokasi. Informasi yang tersedia mencatat waktu, tempat, dan keadaan saat polisi melakukan upaya tersebut.
Hujan deras turun bersamaan dengan upaya pembubaran, sehingga suasana di Bundaran HI pada malam itu berlangsung di tengah curah hujan yang tinggi. Polisi berupaya membuat massa yang masih bertahan meninggalkan kawasan tersebut. Namun, keterangan yang tersedia tidak merinci cara yang digunakan dalam upaya pembubaran, respons massa, maupun berapa lama proses itu berlangsung. Karena itu, gambaran peristiwa ini terbatas pada kehadiran polisi, massa yang masih bertahan, waktu kejadian, dan hujan yang mengguyur lokasi.
Bundaran HI menjadi lokasi berlangsungnya peristiwa pada Rabu malam tersebut. Sekitar pukul 19.20 WIB, polisi melakukan upaya pembubaran terhadap massa aksi yang masih bertahan di kawasan itu. Hujan deras yang turun pada waktu bersamaan menjadi kondisi yang menyertai kejadian. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan setelah upaya pembubaran dimulai. Dengan demikian, informasi utama yang dapat dipastikan adalah bahwa polisi berupaya membubarkan massa di lokasi tersebut ketika hujan deras turun.
Peristiwa ini berlangsung di ruang publik Jakarta pada malam hari, dengan hujan deras sebagai latar situasi ketika upaya pembubaran dilakukan. Penyebutan waktu sekitar pukul 19.20 WIB memberi penanda kapan kejadian berlangsung, sedangkan kawasan Bundaran HI menunjukkan lokasi yang menjadi perhatian. Massa aksi demonstrasi masih bertahan di sana saat polisi berupaya membubarkan mereka. Tanpa keterangan tambahan, rincian mengenai jalannya proses ataupun keadaan sesudahnya tidak dapat dipastikan. Catatan tersebut merangkum inti kejadian sebagaimana diketahui.
Sebelum situasi di Bundaran HI memanas, sebagian orang masih berada di kawasan tersebut meski massa lainnya mulai meninggalkan lokasi. Mereka terlihat bertahan di sekitar bundaran dan belum bergerak menjauh. Sejumlah orang tampak membawa potongan kayu ketika berada di area itu. Keberadaan mereka menjadi salah satu hal yang terlihat sebelum pembubaran berlangsung di tengah hujan deras. Pada saat yang sama, petugas kepolisian masih berada di lokasi. Situasi ketika itu belum sepenuhnya berakhir karena sebagian orang tetap bertahan, sementara pergerakan massa di kawasan berlangsung secara bertahap. Gambaran ini menunjukkan kondisi di lapangan pada waktu tersebut, tanpa menyamakan tindakan orang-orang yang bertahan dengan seluruh peserta aksi.
Di tengah kondisi itu, botol-botol terlihat dilemparkan ke arah petugas kepolisian oleh sebagian orang yang berada di kawasan Bundaran HI. Lemparan tersebut terjadi sebelum situasi berkembang lebih jauh. Tindakan ini dapat dicatat secara terpisah dari kehadiran massa lainnya, sebab tidak semua orang yang berada di lokasi terlihat melakukan hal yang sama. Sebagian orang masih bertahan sambil membawa kayu, sedangkan sebagian lainnya mulai meninggalkan area. Informasi mengenai apa yang dilakukan di titik tersebut menggambarkan rangkaian kejadian yang teramati, bukan penilaian terhadap tujuan atau alasan orang-orang yang terlibat. Tidak ada dasar untuk menyimpulkan motif mereka hanya dari tindakan yang terlihat.
Keadaan di kawasan itu kemudian menjadi bagian dari rangkaian pembubaran massa yang berlangsung saat hujan deras. Namun, sebelum pembubaran tersebut, masih ada orang-orang yang belum meninggalkan Bundaran HI dan tetap berada di sekitar lokasi. Beberapa di mereka terlihat membawa kayu, sementara botol dilemparkan ke arah polisi oleh sebagian orang. Uraian ini membedakan tindakan yang tampak dari gambaran umum mengenai seluruh demonstran. Dengan demikian, laporan mengenai kejadian tersebut tetap berfokus pada apa yang terlihat di lapangan: sejumlah orang bertahan, ada yang membawa potongan kayu, dan lemparan botol mengarah kepada petugas. Situasi kemudian berlanjut ketika upaya membubarkan massa dilakukan di bawah guyuran hujan.
Situasi di Bundaran HI semakin memanas setelah polisi menembakkan gas air mata ke arah massa yang masih bertahan. Penggunaan gas air mata menandai perubahan dalam perkembangan keadaan di lokasi, ketika kerumunan belum membubarkan diri. Peristiwa tersebut berlangsung sebelum aparat bergerak untuk memukul mundur para demonstran. Urutan ini menunjukkan bahwa penembakan gas air mata mendahului upaya pembubaran massa yang tersisa, sementara hujan deras mengiringi kejadian di kawasan tersebut.
Setelah gas air mata ditembakkan, aparat kemudian memukul mundur demonstran di tengah hujan deras. Langkah itu dilakukan untuk membubarkan kerumunan yang masih bertahan di Bundaran HI. Dengan demikian, rangkaian kejadian berlangsung dari situasi yang semakin memanas, disusul penembakan gas air mata ke arah massa, lalu pergerakan aparat untuk mendorong demonstran mundur. Hujan deras menjadi bagian dari kondisi saat upaya pembubaran tersebut berlangsung, bukan kejadian yang mendahului penembakan gas air mata dalam urutan ini.
Perhatian pada urutan peristiwa itu penting untuk menggambarkan bagaimana pembubaran berlangsung. Massa disebut masih bertahan ketika polisi menembakkan gas air mata, dan aparat kemudian memukul mundur para demonstran agar kerumunan dapat dibubarkan. Hujan deras terus mengiringi proses tersebut. Gambaran ini terbatas pada perkembangan yang disebutkan di lokasi: keadaan memanas setelah gas air mata ditembakkan, kemudian aparat bergerak menghadapi massa yang belum bubar. Tidak ada rincian lain yang diperlukan untuk menjelaskan urutan kejadian itu. Dengan begitu, laporan tetap berfokus pada tindakan yang disebutkan serta keadaan cuaca yang menyertainya, tanpa menambahkan keterangan mengenai hal-hal di luar rangkaian tersebut.
Petugas kepolisian berulang kali menyampaikan imbauan melalui pengeras suara kepada massa yang masih bertahan di Bundaran HI. Mereka meminta orang-orang yang berada di lokasi untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Imbauan itu disampaikan di tengah hujan deras yang mengiringi pembubaran massa, dengan pesan yang tetap diarahkan pada kepulangan secara tertib.
Dalam salah satu seruan, petugas berkata, “saya imbau teman-teman agar kembali ke rumah masing-masing,”. Kalimat tersebut menjadi bagian dari permintaan agar massa meninggalkan kawasan Bundaran HI. Melalui pengeras suara, polisi mengulangi ajakan pulang, sehingga pesan itu tidak hanya disampaikan sekali kepada orang-orang yang masih berada di lokasi.
Petugas juga mengingatkan bahwa massa telah menyampaikan pendapat melalui aksi unjuk rasa. Pengingat tersebut disampaikan bersamaan dengan permintaan untuk membubarkan diri. Dengan demikian, imbauan polisi berisi dua hal yang saling berkaitan: pengakuan bahwa penyampaian pendapat telah berlangsung melalui demonstrasi, serta ajakan agar peserta mengakhiri keberadaan mereka di kawasan itu dan kembali ke rumah.
Pengulangan imbauan menunjukkan bahwa polisi terus meminta massa untuk pulang, bukan hanya menyampaikan arahan satu kali. Pesan yang terdengar melalui pengeras suara tetap berfokus pada pembubaran dan kepulangan masing-masing. Dalam situasi hujan deras, petugas kembali mengarahkan massa agar meninggalkan lokasi setelah menyampaikan pendapat melalui aksi unjuk rasa.
Isi seruan itu tidak berubah: massa diminta membubarkan diri, kembali ke rumah, dan mengingat bahwa pendapat telah disampaikan lewat aksi. Polisi menyampaikan permintaan tersebut berulang kali kepada orang-orang yang masih bertahan di Bundaran HI. Imbauan melalui pengeras suara menjadi cara petugas menyampaikan arahan itu kepada massa di tengah hujan deras yang menyertai pembubaran.
Baca juga: Hujan Guyur Bundaran HI, Massa Bertahan dan Lalu Lintas Masih Ditutup | Ribuan Massa Bersiap ke Bundaran HI, Mahasiswa UI Bawa Lima Tuntutan | Dukungan Logistik dan Suara Aliansi Ibu Indonesia di Aksi Sumpah Pemuda Bundaran HI



































