Hujan Guyur Bundaran HI, Massa Bertahan dan Lalu Lintas Masih Ditutup

oleh -538 Dilihat
oleh
Hujan Guyur Bundaran HI, Massa Bertahan dan Lalu Lintas Masih Ditutup

Jakarta | Hujan deras mengguyur kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Berdasarkan pengamatan pada pukul 19.00 WIB, sebagian massa aksi yang sebelumnya menyampaikan aspirasi masih berkumpul di sekitar Monumen Selamat Datang. Turunnya hujan terjadi ketika orang-orang tersebut belum meninggalkan kawasan, sehingga suasana di sekitar titik itu berlangsung di tengah cuaca basah. Peristiwa ini menjadi gambaran kondisi Bundaran HI pada waktu pengamatan, tanpa mengubah fakta bahwa sebagian massa masih berada di lokasi.

Keberadaan massa di sekitar Monumen Selamat Datang menjadi perhatian utama dalam situasi tersebut. Hujan deras menyelimuti kawasan ketika sebagian dari mereka tetap berkumpul. Informasi yang tersedia tidak merinci berapa jumlah orang yang bertahan, bagaimana kondisi masing-masing, atau berapa lama mereka berada di sana setelah hujan turun. Karena itu, keterangan mengenai peristiwa ini terbatas pada waktu pengamatan, lokasi, cuaca, dan keadaan bahwa sebagian massa aksi masih berkumpul. Tidak ada rincian yang dapat digunakan untuk menjelaskan kegiatan lebih lanjut di titik tersebut.

Bundaran HI dikenal sebagai kawasan pusat di Jakarta, dan Monumen Selamat Datang menjadi penanda lokasi yang disebut dalam pengamatan. Pada pukul 19.00 WIB itu, hujan deras dan keberadaan massa berlangsung bersamaan di sekitar monumen. Tidak tersedia informasi tambahan mengenai tuntutan yang disampaikan maupun penyebab aksi, sehingga hal-hal tersebut tidak dapat dipastikan dari peristiwa yang dilaporkan. Dengan demikian, inti kejadian pada Rabu malam itu adalah sebagian peserta aksi masih berada di sekitar Monumen Selamat Datang saat hujan deras mengguyur Bundaran HI. Keterangan ini menggambarkan keadaan pada satu waktu pengamatan, bukan perkembangan setelahnya.

Hujan yang mengguyur kawasan Bundaran HI tidak membuat seluruh massa meninggalkan area sekitar monumen. Sebagian peserta tetap berada di lokasi, bertahan di tengah hujan dengan mengenakan jas hujan atau menggunakan payung. Perlengkapan tersebut menjadi pelindung bagi mereka yang memilih tetap berada di sekitar monumen selama hujan berlangsung. Situasi ini menunjukkan bahwa respons peserta terhadap cuaca tidak seragam: ada yang tetap berada di kawasan tersebut, sementara yang lain memilih mencari tempat berteduh.

Di sisi lain, beberapa orang terlihat berteduh di Halte Tosari. Mereka menggunakan area halte sebagai tempat berlindung dari hujan, berbeda dengan peserta yang masih berada di sekitar monumen dengan jas hujan atau payung. Perbedaan lokasi itu tampak sebagai respons langsung terhadap kondisi cuaca di kawasan Bundaran HI. Tidak semua orang mengambil pilihan yang sama, dan sebagian memilih menjauh sementara dari area terbuka untuk berteduh di halte.

Kedua situasi tersebut berlangsung di tengah hujan yang turun di kawasan itu. Sebagian massa tetap berada dekat monumen dengan perlindungan pribadi, sedangkan beberapa orang berada di Halte Tosari untuk menghindari hujan. Gambaran ini mencatat perbedaan tindakan tanpa menyimpulkan alasan lain di balik pilihan masing-masing. Tidak ada perkiraan jumlah orang yang bertahan di sekitar monumen maupun yang berteduh di halte dalam pengamatan tersebut. Dengan demikian, kondisi di lokasi memperlihatkan adanya peserta yang tetap berada di area sekitar monumen serta orang-orang yang mencari perlindungan di Halte Tosari. Hujan menjadi latar situasi, sementara pilihan untuk bertahan atau berteduh terlihat berbeda di mereka yang berada di kawasan Bundaran HI.

Dalam pengamatan berlangsung, kendaraan masih belum dapat melintasi kawasan Bundaran HI. Arus dari arah Semanggi maupun dari arah Monas sama-sama tidak bisa melewati bundaran tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa penutupan lalu lintas di titik itu masih berlaku ketika situasi di sekitar kawasan diamati. Pengendara yang hendak menyeberangi Bundaran HI dari kedua arah tersebut belum dapat melanjutkan perjalanan melalui area yang ditutup.

Belum ada kendaraan yang dapat melintas di kawasan Bundaran HI dari arah Semanggi menuju sisi seberang. Hal serupa terlihat pada kendaraan yang datang dari arah Monas. Kedua arus tersebut belum bisa melewati titik yang sama, sehingga akses melintasi bundaran masih tertutup saat pengamatan dilakukan. Informasi mengenai kondisi ini merujuk pada keadaan di lokasi pada waktu tersebut, bukan gambaran untuk waktu lain.

Dengan demikian, lalu lintas yang menuju Bundaran HI dari Semanggi maupun Monas masih tertahan sebelum melintasi kawasan itu. Pengendara dari kedua arah belum dapat menggunakan jalur yang melewati bundaran selama penutupan berlangsung. Kondisi tersebut tercatat bersamaan dengan situasi massa yang bertahan di lokasi. Meski demikian, pengamatan ini hanya mencatat bahwa kendaraan belum bisa melintas, tanpa merinci jumlah kendaraan ataupun keadaan arus di ruas lain.

Selama pengamatan berlangsung, belum terlihat perubahan pada status akses melintasi Bundaran HI: kendaraan dari Semanggi dan Monas masih tidak dapat melewati kawasan tersebut. Karena itu, informasi utama mengenai lalu lintas di lokasi adalah bahwa penutupan masih berlangsung dan kedua arah belum bisa melintas. Keterangan ini terbatas pada kondisi yang teramati saat itu. Tidak ada rincian lain mengenai penutupan yang dapat dipastikan dari informasi tersebut.

Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto terlihat berada di sekitar Bundaran HI saat hujan mengguyur kawasan tersebut. Wakapolda Metro Jaya Irjen Adex Yudiswan juga tampak di lokasi. Kehadiran kedua pejabat kepolisian itu terlihat ketika massa masih bertahan, sementara lalu lintas di sekitar Bundaran HI masih ditutup.

Dadang bersama rombongan berkeliling menyusuri area sekitar Bundaran HI. Rombongan bergerak dari Jalan Imam Bonjol hingga ke Jalan Jenderal Sudirman. Pergerakan tersebut berlangsung di tengah kondisi kawasan yang diguyur hujan dan masih dipadati aktivitas massa serta personel yang bertugas.

Dalam kesempatan itu, Dadang menyampaikan pesan kepada personel yang berada di lokasi. “Teman-teman bertahan ya,” ujar Dadang kepada mereka. Pesan tersebut disampaikan saat ia berada bersama rombongan di sekitar area Bundaran HI. Personel yang bertugas tetap berada di kawasan tersebut ketika hujan turun.

Rute yang dilalui rombongan mencakup ruas Jalan Imam Bonjol dan Jalan Jenderal Sudirman, dua area yang berada di sekitar Bundaran HI. Dadang dan Adex terlihat di kawasan itu ketika situasi lalu lintas belum kembali dibuka. Penutupan jalan masih berlangsung di tengah bertahannya massa dan turunnya hujan.

Informasi yang terlihat di lokasi mencakup keberadaan Kapolda Metro Jaya dan Wakapolda Metro Jaya, perjalanan Dadang bersama rombongan, serta pesan singkat yang disampaikan kepada personel. Dadang tidak menyampaikan keterangan lain dalam rangkaian informasi tersebut mengenai kehadirannya ataupun maksud dari ucapannya. Karena itu, pesan “Teman-teman bertahan ya” dicatat sebagaimana disampaikan, tanpa menambahkan penjelasan mengenai tujuan atau makna di baliknya. Situasi di sekitar Bundaran HI tetap ditandai oleh hujan, massa yang bertahan, dan arus lalu lintas yang masih ditutup.

Baca juga: Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Picu Pengalihan Lalu Lintas pada 28 Oktober | Ribuan Massa Bersiap ke Bundaran HI, Mahasiswa UI Bawa Lima Tuntutan | Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI: Ketegangan di Depan Gedung UOB dan Lima Tuntutan