Jakarta | Aksi damai mahasiswa Universitas Trisakti di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 16.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 18.30 WIB. Rentang waktu itu menandai jalannya aksi dari awal hingga peserta membubarkan diri pada sore hari.
Setelah aksi berlangsung, para mahasiswa melaksanakan salat Magrib berjemaah di depan barikade polisi. Salat berjemaah tersebut menjadi bagian dari urutan peristiwa sebelum peserta meninggalkan lokasi. Dengan demikian, pembubaran tidak dilakukan tepat pada saat aksi dimulai atau sebelum waktu salat, melainkan setelah kegiatan ibadah bersama itu selesai.
Usai salat Magrib, peserta kemudian membubarkan diri. Mereka meninggalkan lokasi aksi sekitar pukul 18.30 WIB, sehingga kegiatan pada hari itu berakhir secara tertib. Waktu tersebut merupakan perkiraan, sebagaimana keterangan bahwa peserta membubarkan diri sekitar setengah tujuh malam. Tidak ada keterangan mengenai perubahan jadwal atau peristiwa lain di salat berjemaah dan pembubaran.
Kronologi utama aksi ini mencakup tiga waktu penting: kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB, salat Magrib berjemaah dilaksanakan di depan barikade polisi, dan peserta membubarkan diri sekitar pukul 18.30 WIB. Seluruh rangkaian berlangsung di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Berdasarkan urutan tersebut, aksi damai mahasiswa Universitas Trisakti berakhir setelah para peserta menunaikan salat Magrib bersama, lalu membubarkan diri dengan tertib.
Catatan waktu dan lokasi itu memberikan gambaran singkat tentang jalannya kegiatan tanpa menambahkan rincian di luar kronologi yang tersedia. Aksi dimulai pada sore hari, berlanjut hingga waktu Magrib, lalu ditutup dengan pembubaran peserta. Dengan peserta meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.30 WIB, kegiatan yang dimulai dua setengah jam sebelumnya pun selesai pada hari yang sama. Salat berjemaah berlangsung sebelum pembubaran dan dilakukan di depan barikade polisi, sesuai rangkaian peristiwa tersebut.
Dari atas mobil komando, Arief Rizquna, menteri kepresidenan luar negeri Universitas Trisakti, menyampaikan ajakan kepada rekan-rekannya untuk bergerak pulang. Ia meminta para mahasiswa meninggalkan lokasi dengan tetap bersama di jalan. Seruan tersebut menjadi penanda bahwa kegiatan di Merdeka Selatan beralih menuju pembubaran, setelah aspirasi disampaikan melalui aksi damai. Arief menyampaikan arahan itu secara langsung kepada peserta yang berada di lokasi, dengan menekankan kepulangan bersama sebagai pesan utama.
Dalam penyampaiannya, Arief juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta aksi, masyarakat sipil, dan rakyat. Ucapan itu mencakup pihak-pihak yang hadir maupun yang memberikan dukungan terhadap penyampaian aspirasi mahasiswa. Makna seruannya adalah mengapresiasi keterlibatan mereka sekaligus mengajak rekan-rekannya untuk pulang bersama, bukan memisahkan diri saat meninggalkan lokasi. Ajakan untuk tetap bersama di jalan menyertai pesan agar peserta mulai bergerak pulang. Dengan demikian, pesan Arief memuat dua hal: penghargaan kepada berbagai pihak dan arahan kepada mahasiswa untuk mengakhiri kehadiran mereka di lokasi secara bersama-sama.
Setelah ajakan dari atas mobil komando tersebut disampaikan, para mahasiswa membubarkan diri. Urutan itu menegaskan bahwa pembubaran berlangsung setelah seruan pulang dari Arief, yang juga menyampaikan terima kasih kepada peserta, masyarakat sipil, dan rakyat. Aksi mahasiswa Trisakti di Merdeka Selatan pun berakhir dengan peserta meninggalkan lokasi. Tidak diperlukan penambahan gambaran mengenai reaksi peserta ataupun suasana pada saat itu untuk menerangkan jalannya peristiwa: Arief mengajak rekan-rekannya pulang dan tetap bersama di jalan, kemudian mahasiswa membubarkan diri. Pesan tersebut menghubungkan ajakan kepulangan dengan penutup aksi, sambil mempertahankan penghargaan yang ditujukan kepada mereka yang ikut serta dan kepada masyarakat luas.
Dalam demonstrasi di Merdeka Selatan, mahasiswa Trisakti menyampaikan tiga pokok Tri Tuntutan Rakyat (Tritura). Ketiga tuntutan tersebut mencakup pemulihan berbagai sektor nasional, pemberantasan inkompetensi dan rangkap jabatan di kalangan pejabat publik, serta penegakan supremasi sipil. Pokok-pokok itu menjadi isi aspirasi yang dibawa mahasiswa dalam aksi damai tersebut.
Tuntutan pertama adalah pemulihan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional. Mahasiswa menyebut lima bidang tersebut sebagai ruang lingkup pemulihan yang mereka tuntut. Dalam penyampaian tuntutan, aspek ekonomi dan ekologi disandingkan dengan bidang politik, pendidikan, serta kesehatan. Kelima sektor itu menjadi satu pokok Tritura, bukan tuntutan yang berdiri sendiri-sendiri dalam daftar yang disampaikan pada demonstrasi.
Pokok kedua menyoroti inkompetensi pejabat negara dan rangkap jabatan pejabat publik. Mahasiswa menuntut pemberantasan inkompetensi pejabat negara sekaligus penghapusan rangkap jabatan pejabat publik. Dengan demikian, tuntutan ini memuat dua hal yang disebut secara terpisah: kompetensi pejabat negara dan praktik rangkap jabatan di ruang publik. Keduanya termasuk dalam daftar aspirasi yang disuarakan mahasiswa selama aksi.
Pokok ketiga adalah penegakan supremasi sipil. Mahasiswa memasukkan tuntutan tersebut sebagai bagian tersendiri dalam Tritura yang dibawa ke demonstrasi. Bersama pemulihan berbagai sektor nasional serta tuntutan terkait pejabat negara dan jabatan publik, supremasi sipil melengkapi tiga pokok aspirasi mereka. Ketiga poin itu disampaikan oleh mahasiswa dalam demonstrasi di Merdeka Selatan, dan menjadi rangkaian tuntutan yang mereka kemukakan dalam aksi damai tersebut.
Dalam rangkaian aksi damai mahasiswa Trisakti di Merdeka Selatan, Binbin Firman Tresnadi, staf khusus Wakil Menteri Sekretaris Negara, menemui para mahasiswa. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi kedua pihak untuk membicarakan tuntutan yang disampaikan dalam aksi. Binbin menyatakan adanya kesepakatan untuk memenuhi tuntutan Tritura. Pernyataan itu disampaikan langsung kepada mahasiswa, sehingga mereka dapat mendengar penjelasan mengenai komitmen yang disebut telah disepakati. Dialog berlangsung di tengah kegiatan unjuk rasa, dengan perhatian tertuju pada tindak lanjut atas tuntutan mahasiswa dan hal-hal yang menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah.
Salah satu janji yang disampaikan secara spesifik berkaitan dengan kesehatan warga terdampak kebakaran hutan dan lahan. Binbin menyatakan bahwa pengobatan bagi penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat bencana tersebut di sejumlah wilayah akan digratiskan. Dengan demikian, warga yang mengalami gangguan pernapasan karena asap kebakaran hutan dan lahan dijanjikan dapat memperoleh pengobatan tanpa biaya. Komitmen itu menjadi bagian dari kesepakatan untuk memenuhi tuntutan Tritura yang dibicarakan dalam pertemuan. Sebagai penegasan atas janji tersebut, Binbin berjabat tangan dengan mahasiswa. Momen itu menandai kesepakatan yang disampaikan di hadapan para peserta aksi, sekaligus menunjukkan bahwa janji pengobatan gratis menjadi salah satu hal yang secara langsung dikomunikasikan kepada mereka.
Setelah pertemuan, kondisi lokasi dipantau pada pukul 18.45 WIB. Pada saat itu, petugas kebersihan terlihat menyapu sampah yang tersisa di sekitar area aksi. Aktivitas pembersihan tersebut berlangsung ketika suasana di lokasi berangsur tertib, setelah mahasiswa menyampaikan tuntutan dan berdialog dengan perwakilan pihak istana. Barikade besi yang sebelumnya menutup Jalan Merdeka Selatan juga telah dibuka. Pembukaan akses tersebut menandai perubahan kondisi di ruas jalan yang sempat ditutup selama aksi berlangsung. Berdasarkan pantauan pada waktu tersebut, lokasi mulai ditangani dan jalur yang sebelumnya terhalang kembali terbuka, sementara petugas kebersihan merapikan area dari sampah. Tidak disebutkan adanya kericuhan dalam rangkaian pertemuan maupun saat kondisi lokasi tersebut diamati.
Baca juga: Aksi Mahasiswa Trisakti di Patung Kuda Usai Hampir Tiga Jam, Pemerintah Tanggapi Aspirasi | Janji Layanan ISPA Gratis Picu Respons Keras dalam Aksi Mahasiswa Trisakti | Tiga Seruan Mahasiswa Trisakti dalam Aksi di Patung Kuda



































