Kesaksian Internal PT Athena Ungkap Posisi Richard Lee dalam Pengelolaan Perusahaan

oleh -168 Dilihat
oleh
Kesaksian Internal PT Athena Ungkap Posisi Richard Lee dalam Pengelolaan Perusahaan

TANGERANG, BANTEN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Sidang lanjutan perkara dugaan peredaran produk kosmetik ilegal yang menyeret dr. Richard Lee kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, pada Kamis, 8 Oktober 2026. Agenda persidangan kali ini menghadirkan keterangan dari dua saksi fakta yang berasal dari lingkungan internal PT Athena, perusahaan yang berkaitan dengan pengelolaan klinik kecantikan tersebut.

Richard Lee dikenal sebagai dokter kecantikan sekaligus YouTuber yang aktif membahas persoalan kesehatan kulit dan produk perawatan. Dalam perkara ini, keterangannya di persidangan menjadi perhatian karena jaksa mendalami struktur pengelolaan serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam menjalankan aktivitas perusahaan. Kesaksian dari internal PT Athena diharapkan dapat membantu majelis hakim memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai pembagian tugas di dalam perusahaan.

Dua saksi yang dihadirkan adalah Ali Gusman, yang bekerja pada bagian sumber daya manusia atau HRD, dan Edison dari bagian operasional. Keduanya disebut sebagai saksi fakta karena memiliki pengalaman langsung dengan kegiatan dan mekanisme kerja di lingkungan PT Athena. Keterangan mereka diarahkan untuk menjelaskan posisi Richard Lee dalam pengelolaan perusahaan, termasuk sejauh mana keterlibatannya dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, persidangan juga menggali informasi mengenai kewenangan atas kegiatan operasional harian. Hal tersebut mencakup pelaksanaan pekerjaan di klinik, koordinasi antarbagian, serta penerapan kebijakan manajerial. Keterangan Ali dan Edison diharapkan dapat menerangkan apakah Richard Lee terlibat secara langsung dalam pengaturan kegiatan tersebut atau menjalankan peran yang lebih terbatas.

Kesaksian kedua pihak menjadi bagian penting dalam rangkaian pembuktian perkara. Majelis hakim akan menilai relevansi dan konsistensi keterangan mereka dengan bukti lain yang diajukan selama persidangan. Proses pemeriksaan tetap berlangsung sesuai ketentuan hukum, sementara posisi dan tanggung jawab masing-masing pihak akan ditentukan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan.

Dalam kesaksiannya, Ali Gusman menerangkan bahwa Richard Lee tidak memiliki hubungan kerja langsung dengan aktivitas administratif PT Athena. Keterangan tersebut menempatkan Richard Lee di luar rangkaian pekerjaan harian yang berkaitan dengan pencatatan, penyusunan laporan, pengajuan dokumen, maupun pelaksanaan prosedur internal perusahaan. Menurut Ali, aktivitas administratif berlangsung melalui pihak-pihak yang memang menjalankan fungsi operasional, bukan melalui Richard Lee.

Ali juga menyatakan bahwa berbagai laporan perusahaan tidak disampaikan kepada Richard Lee untuk diperiksa atau ditindaklanjuti. Proses persetujuan atas dokumen dan kegiatan administrasi pun, berdasarkan kesaksiannya, tidak melewati Richard Lee. Dengan demikian, tidak terdapat gambaran bahwa Richard Lee menjadi bagian dari alur kerja rutin yang mengatur surat-menyurat, pelaporan, pengarsipan, atau keputusan administratif sehari-hari. Keterangan ini menjadi penting karena membedakan keberadaan seseorang dalam struktur kepemilikan dan keterlibatannya dalam proses kerja perusahaan.

Berdasarkan akta perusahaan, Richard Lee tercatat sebagai penanam modal. Status tersebut menunjukkan adanya posisi sebagai pihak yang menempatkan modal dalam perusahaan, tetapi tidak serta-merta membuktikan bahwa ia memegang kewenangan untuk mengelola operasional. Dokumen perusahaan perlu dibaca sesuai konteksnya: pencantuman nama sebagai pemodal berkaitan dengan kepemilikan atau penyertaan modal, sedangkan pengelolaan harian bergantung pada jabatan, mandat, serta kewenangan yang diberikan secara resmi.

Kesaksian Ali Gusman karena itu menekankan adanya perbedaan status formal sebagai investor dan peran aktif dalam administrasi. Richard Lee dapat tercatat dalam akta sebagai penanam modal tanpa harus terlibat dalam persetujuan laporan, pengelolaan dokumen, atau pelaksanaan pekerjaan internal setiap hari. Penjelasan tersebut tidak menilai lebih jauh tanggung jawab hukum masing-masing pihak, melainkan menggambarkan posisi Richard Lee sebagaimana diterangkan dalam kesaksian dan dokumen perusahaan. Dengan kerangka ini, hubungan kepemilikan tidak otomatis dapat disamakan dengan kewenangan operasional.

Dalam persidangan, saksi internal PT Athena memperlihatkan bagan struktur organisasi perusahaan untuk periode 2022 dan 2024 kepada majelis hakim. Paparan tersebut menjadi bagian penting dari keterangan mengenai pembagian kewenangan serta posisi para pihak dalam pengelolaan operasional perusahaan. Berdasarkan bagan yang ditampilkan, jabatan dengan kewenangan tertinggi dalam kegiatan operasional berada pada David Lee Thomson selaku presiden direktur.

Struktur itu menggambarkan presiden direktur sebagai pusat pengambilan keputusan dalam perusahaan. Posisi tersebut mencakup kewenangan untuk memberikan persetujuan, menetapkan keputusan, serta mengarahkan pelaksanaan kegiatan operasional. Keterangan mengenai struktur organisasi itu disampaikan untuk menjelaskan siapa yang secara formal memiliki tanggung jawab dan otoritas dalam menjalankan perusahaan pada periode yang diperlihatkan.

Dalam kedua bagan organisasi tersebut, nama Richard Lee tidak tercantum dalam struktur kepengurusan maupun jajaran direksi pelaksana PT Athena. Dengan demikian, berdasarkan dokumen organisasi yang diperlihatkan di persidangan, tidak terdapat pencantuman Richard Lee sebagai bagian dari struktur pusat perusahaan. Keterangan ini menjadi salah satu pokok yang diperiksa majelis hakim dalam menilai posisi formal masing-masing pihak.

Ali Gusman juga menerangkan bahwa keputusan, persetujuan, dan wewenang operasional berada di tangan presiden direktur. Penjelasan tersebut sejalan dengan susunan organisasi yang menempatkan David Lee Thomson pada posisi teratas dalam pengelolaan perusahaan. Menurut keterangan Ali, Richard Lee tidak berada dalam struktur pusat perusahaan dan tidak tercantum sebagai pihak yang memegang kewenangan operasional berdasarkan bagan yang dipaparkan.

Paparan saksi tersebut membedakan kemungkinan keterkaitan seseorang dengan perusahaan dan kedudukan formalnya dalam struktur kepengurusan. Dalam konteks persidangan, bagan organisasi digunakan sebagai rujukan untuk melihat posisi resmi serta jalur kewenangan di PT Athena. Karena itu, keterangan mengenai tidak tercantumnya nama Richard Lee dan dominannya kewenangan presiden direktur menjadi bagian penting dari uraian tentang tata kelola perusahaan pada periode 2022 dan 2024.

Keterangan Edison memberikan gambaran mengenai posisi Richard Lee dalam kegiatan operasional PT Athena. Dalam keterangannya, Edison menyebut bahwa Richard Lee tidak memiliki kewenangan kantor dan tidak terlibat dalam pengendalian aktivitas harian perusahaan. Pernyataan tersebut didasarkan pada pengalaman Edison selama bekerja di Athena, termasuk pengamatannya terhadap pembagian tugas dan alur pengambilan keputusan di lingkungan perusahaan.

Edison menerangkan bahwa ia tidak pernah melihat Richard Lee bekerja di kantor dalam kapasitas operasional. Menurut kesaksiannya, kehadiran Richard Lee di lingkungan Athena lebih berkaitan dengan kegiatan pembuatan konten kreatif serta pelatihan teknis bagi para dokter di cabang. Aktivitas tersebut, sebagaimana dijelaskan Edison, berbeda dari fungsi pengelolaan kantor, pengawasan pekerjaan sehari-hari, atau pengambilan keputusan bisnis. Karena itu, Edison tidak menempatkan Richard Lee sebagai pihak yang mengendalikan kegiatan operasional perusahaan.

Keterangan Edison juga mencakup hubungan PT Athena dengan vendor produsen. Ia menyatakan bahwa Richard Lee tidak berhubungan langsung dengan vendor dalam urusan pemesanan barang maupun kerja sama bisnis. Surat pesanan barang disebut ditangani oleh divisi operasional bersama presiden direktur. Pengaturan tersebut menunjukkan adanya jalur administratif dan struktur kewenangan tersendiri dalam proses pengadaan, tanpa keterlibatan langsung Richard Lee sebagai pengelola hubungan vendor.

Selain penanganan surat pesanan, Edison menjelaskan bahwa komunikasi dan negosiasi bisnis dengan vendor merupakan tanggung jawab pimpinan eksekutif. Selama bekerja di Athena, ia menyatakan bertemu dengan vendor bersama David Lee Thomson. Kesaksian ini memperlihatkan bahwa interaksi formal dengan mitra usaha dilakukan oleh pihak yang menjalankan fungsi eksekutif dan operasional perusahaan. Dengan demikian, berdasarkan keterangan Edison, peran Richard Lee di Athena lebih terbatas pada kegiatan kreatif dan pelatihan teknis, bukan pengelolaan harian atau hubungan bisnis dengan vendor.