Dua Siswa SDN Tapos 3 Depok Terluka Setelah Tertimpa Pagar Sekolah yang Ambruk

oleh -108 Dilihat
oleh
Dua Siswa SDN Tapos 3 Depok Terluka Setelah Tertimpa Pagar Sekolah yang Ambruk

DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Dua siswa kelas tiga SDN Tapos 3, Depok, mengalami luka di bagian kepala setelah tertimpa runtuhan tembok pagar pembatas sekolah yang ambruk. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah pada Jumat (9/10/2026), ketika kegiatan belajar mengajar belum dimulai. Runtuhan pagar mengenai kedua siswa yang berada di halaman sekolah.

Saat kejadian, para siswa sedang menunggu persiapan pembelajaran olahraga. Mereka berada di area halaman sekolah sebelum mengikuti kegiatan tersebut. Tiba-tiba, bagian pagar pembatas sekolah ambruk dan menimpa dua siswa kelas tiga. Benturan itu menyebabkan keduanya mengalami luka pada bagian kepala, sehingga peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian dari pihak sekolah dan orang-orang di sekitar lokasi.

Insiden ini menimbulkan keprihatinan karena terjadi di area yang digunakan siswa untuk beraktivitas. Pagar pembatas yang semestinya berfungsi menjaga batas lingkungan sekolah justru runtuh saat para siswa berada di dekatnya. Informasi mengenai kejadian tersebut menyebutkan bahwa korban merupakan dua siswa kelas tiga SDN Tapos 3. Peristiwa pada Jumat tersebut menjadi perhatian karena melibatkan keselamatan siswa ketika mereka sedang menanti dimulainya pelajaran olahraga. Kondisi pagar dan lingkungan sekolah menjadi hal penting untuk diperhatikan agar aktivitas siswa dapat berlangsung secara aman.

Kepala SDN Tapos 3 Depok, Arum Ika Susanti, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika sejumlah siswa berada di area sekolah dan duduk di bangku yang berbatasan langsung dengan tembok pagar pembatas. Tembok itu disebut telah berada dalam kondisi rapuh serta berisiko, sehingga area di sekitarnya menjadi lokasi yang perlu mendapat perhatian. Saat kejadian berlangsung, terdapat lima siswa di lokasi tersebut.

Bagian tembok pagar kemudian runtuh dan menimpa dua dari lima siswa yang berada di dekatnya. Keduanya mengalami luka pada bagian belakang kepala setelah terkena material tembok. Tiga siswa lain yang berada di lokasi tidak dilaporkan mengalami luka akibat kejadian tersebut. Pihak sekolah memastikan kondisi para siswa setelah mengetahui adanya bagian pagar yang ambruk.

Arum menyebut tembok pembatas itu sudah usang. Ia juga menyampaikan bahwa kemungkinan adanya getaran berkaitan dengan kondisi tembok tersebut. Namun, penjelasan itu tidak menjadi kesimpulan mengenai penyebab pasti keruntuhan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kondisi struktur pagar dan faktor yang menyebabkan bagian tembok tersebut jatuh.

Setelah dua siswa terluka, pihak sekolah segera membawa keduanya ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis. Sekolah juga berkomunikasi dengan orang tua masing-masing siswa mengenai kejadian dan kondisi mereka. Setelah diperiksa serta mendapat penanganan dari dokter, kedua siswa tersebut diperbolehkan pulang. Sekolah selanjutnya tetap memantau keadaan siswa dan kondisi area pagar yang mengalami kerusakan.

Setelah dua siswa terluka akibat tertimpa pagar sekolah yang ambruk, pihak SDN Tapos 3 Depok segera mengambil langkah lanjutan dengan berkoordinasi bersama Dinas Pendidikan Kota Depok. Koordinasi tersebut mencakup bidang sarana dan prasarana, mengingat kondisi pagar tembok berkaitan langsung dengan keamanan lingkungan belajar. Sekolah menyampaikan kondisi terkini serta kebutuhan penanganan kepada dinas agar perbaikan dapat dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensi keselamatan siswa.

Kepala SDN Tapos 3 Depok, Arum, menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan sebelumnya telah merencanakan perbaikan atau relokasi pagar tembok pada bulan tersebut. Namun, pihak sekolah belum mengetahui secara pasti tanggal pelaksanaan pekerjaan. Dalam perkembangan berikutnya, pihak Dinas Pendidikan telah datang langsung ke sekolah untuk melihat kondisi tembok yang ambruk. Peninjauan lapangan itu diharapkan dapat menjadi dasar bagi penentuan tindakan yang tepat, termasuk apakah pagar akan diperbaiki di lokasi semula atau dipindahkan ke posisi yang lebih aman.

Arum berharap penanganan tersebut segera direalisasikan agar risiko kecelakaan tidak kembali mengancam siswa dan warga sekolah. Menurutnya, kondisi sejumlah fasilitas bangunan saat ini masih kurang representatif untuk mendukung kegiatan pendidikan yang aman dan nyaman. Perbaikan pagar juga perlu mempertimbangkan prinsip bangunan yang ramah anak, baik dari sisi kekuatan, desain, maupun letaknya di lingkungan sekolah. Harapan itu tidak hanya ditujukan bagi siswa SDN Tapos 3, tetapi juga bagi sekolah lain yang memiliki tembok atau fasilitas serupa. Evaluasi menyeluruh dan perbaikan yang tepat waktu dinilai penting untuk mencegah kejadian sejenis terulang serta memastikan keselamatan menjadi prioritas dalam pengelolaan sarana pendidikan.

Kasi Kelembagaan dan Peserta Didik Dinas Pendidikan Kota Depok, Gunawan, memastikan dua siswa SDN Tapos 3 Depok yang terluka setelah tertimpa pagar sekolah telah mendapat penanganan kesehatan. Melalui pihak sekolah, dinas segera mengarahkan penanganan terhadap kedua siswa tersebut setelah insiden terjadi. Keduanya kemudian dibawa ke puskesmas agar dapat menjalani pemeriksaan dan perawatan sesuai prosedur yang berlaku.

Gunawan menjelaskan, langkah membawa siswa ke fasilitas kesehatan dilakukan untuk memastikan luka yang dialami memperoleh perhatian medis. Berdasarkan penanganan tersebut, kondisi luka kedua siswa dinilai tidak cukup parah untuk mengharuskan mereka tetap menjalani perawatan di puskesmas. Setelah mendapat penanganan, keduanya diperbolehkan pulang untuk memulihkan kondisi masing-masing. Dinas Pendidikan Kota Depok menyampaikan bahwa pihak sekolah telah menjalankan langkah penanganan terhadap siswa sesuai kebutuhan setelah kejadian.

Selain memastikan penanganan bagi siswa, Gunawan menyebut tembok atau pagar yang ambruk tersebut sudah rapuh dan berusia lama. Kondisi itu menjadi perhatian dinas karena bagian bangunan tersebut perlu segera diperbaiki. Perbaikan diperlukan agar area sekolah dapat kembali berada dalam kondisi yang lebih aman bagi siswa dan warga sekolah. Dinas melalui pihak sekolah juga terus memperhatikan penanganan dampak kejadian, khususnya terhadap dua siswa yang mengalami luka, dengan mengacu pada prosedur kesehatan yang telah dilakukan.