Manuel Bihr Soroti Kekalahan Port FC dari Persib dan Dua Hasil Buruk Kontra Indonesia

oleh -154 Dilihat
oleh
Manuel Bihr Soroti Kekalahan Port FC dari Persib dan Dua Hasil Buruk Kontra Indonesia

BANDUNG, JAWA BARAT β€” Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Port FC harus menerima kekalahan menyakitkan saat menjamu Persib Bandung pada pertandingan ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027. Bermain di Stadion Thammasat, Kamis, 8 Oktober, klub Thailand tersebut takluk 1-3 meski sempat berada di posisi menguntungkan. Port FC bahkan lebih dahulu memimpin dan terlihat mampu mengendalikan pertandingan sebelum kehilangan konsentrasi pada menit-menit akhir.

Keunggulan tuan rumah baru tercipta pada menit ke-66 melalui Jude Soonsup-Bell. Penyerang Port FC itu menjalankan tugasnya dengan baik dari titik penalti untuk mengubah skor menjadi 1-0. Gol tersebut membuat pendukung tuan rumah semakin percaya diri, sementara Persib harus meningkatkan tekanan demi mencari gol penyeimbang.

Persib akhirnya menemukan momentum pada penghujung pertandingan. Mariano Peralta mencetak gol pada menit ke-87 dan mengembalikan kedudukan menjadi 1-1. Gol itu mengubah jalannya laga secara drastis karena tim tamu tampil semakin agresif, sedangkan Port FC mulai kesulitan menjaga keunggulannya.

Tekanan Persib berlanjut hingga masa tambahan waktu. Berguinho membawa klub Bandung berbalik unggul pada menit ke-90+4 melalui gol yang mempertegas kebangkitan tim tamu. Hanya dua menit berselang, Luka Menalo kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-90+6. Gol tersebut memastikan Persib menutup pertandingan dengan kemenangan 3-1.

Port FC tidak mampu merespons perubahan situasi tersebut. Setelah memimpin selama sebagian besar pertandingan, mereka justru kehilangan kendali dalam rentang waktu singkat dan harus menerima tiga gol dari Persib. Kekalahan di kandang sendiri menjadi hasil buruk bagi Port FC, terutama karena keunggulan yang sudah berada dalam genggaman terlepas menjelang laga berakhir. Sementara itu, Persib menunjukkan ketahanan mental dan efektivitas serangan untuk membalikkan keadaan secara dramatis.

Kekalahan Port FC dari Persib dengan skor 1-3 menjadi pukulan bagi Manuel Tom Bihr. Bek berusia 33 tahun tersebut harus menerima hasil kurang menguntungkan itu setelah timnya tidak mampu mengakhiri pertandingan dengan hasil yang diharapkan. Meski demikian, Bihr tidak menjadikan kekalahan tersebut sebagai alasan untuk berhenti pada kekecewaan. Ia memilih melihat hal-hal yang masih dapat dipetik Port FC dari pertandingan tersebut, terutama sebagai bahan untuk memperbaiki penampilan pada laga berikutnya.

Bihr menyampaikan bahwa Port FC akan mengambil sisi positif dari pertandingan melawan Persib. Menurutnya, tim perlu belajar dari kesalahan yang terjadi selama pertandingan dan menjadikannya bagian dari proses evaluasi. Sikap tersebut menunjukkan bahwa bek Port FC itu mengarahkan perhatian pada langkah perbaikan, bukan semata-mata pada hasil akhir yang mengecewakan. Kekalahan 1-3 tetap menjadi hasil yang harus diterima, tetapi pengalaman tersebut dapat digunakan untuk memahami bagian permainan yang perlu dibenahi oleh tim.

Kekalahan Port FC dari Persib menjadi hasil buruk kedua yang dialami Manuel Bihr ketika berhadapan dengan wakil Indonesia dalam waktu kurang dari satu pekan. Bek asal Thailand itu sebelumnya memperkuat tim nasional Thailand pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senin, 5 Oktober, Thailand harus mengakui keunggulan timnas Indonesia dan mengakhiri turnamen sebagai pihak yang kalah.

Hasil tersebut memiliki konteks berbeda dari kekalahan Port FC. Bihr membela Thailand di level antarnegara, sedangkan pertandingan melawan Persib berlangsung di level klub dalam ajang ACC. Meski demikian, kedua laga itu mempertemukannya dengan lawan dari Indonesia dan sama-sama berakhir mengecewakan. Kekalahan bersama Thailand menjadi pengalaman buruk pertama yang dialaminya dalam rangkaian pertandingan tersebut.

Jarak kedua pertandingan juga tergolong singkat. Hanya empat hari setelah tampil pada final di GBK, Bihr kembali menghadapi klub Indonesia. Kali ini, ia turun bersama Port FC dalam laga ACC melawan Persib. Port FC kemudian kembali menelan kekalahan, sehingga Bihr dua kali berturut-turut gagal meraih hasil positif saat menghadapi perwakilan Indonesia. Rangkaian ini memperlihatkan padatnya jadwal yang harus dijalani pemain tersebut, sekaligus menempatkan dua kekalahan itu dalam konteks yang berbeda: satu terjadi pada final kompetisi antarnegara bersama Thailand, sementara yang lain berlangsung dalam persaingan klub bersama Port FC.

Kekalahan dari Persib berdampak langsung terhadap posisi Port FC di klasemen Grup B ACC 2026/2027. Setelah pertandingan tersebut, klub asal Thailand itu berada di peringkat keenam. Hasil ini menjadi catatan penting bagi Port FC karena persaingan di grup berlangsung ketat sejak pertandingan pertama. Setiap poin memiliki nilai besar untuk menjaga peluang melangkah ke fase berikutnya, sehingga kekalahan dari Persib membuat tekanan terhadap tim semakin meningkat.

Johor Darul Ta’zim menempati posisi puncak klasemen setelah meraih kemenangan telak 6-0 atas PKR Svay Rieng. Hasil tersebut memberi keunggulan selisih gol yang signifikan bagi klub Malaysia itu. Persib berada di posisi kedua berkat kemenangan atas Port FC, sekaligus memperoleh modal berharga dalam persaingan menuju babak selanjutnya. Kemenangan tersebut juga memperlihatkan bahwa Persib mampu memanfaatkan peluang dan menjaga konsistensi ketika menghadapi lawan yang memiliki pengalaman di kompetisi regional.

Posisi ketiga ditempati klub Vietnam, Cong An Ha Noi. Mereka mengamankan tiga poin setelah menundukkan Lion City Sailors dengan skor 1-0. Susunan klasemen ini menunjukkan bahwa jarak antarklub masih dapat berubah pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Port FC masih memiliki kesempatan memperbaiki peringkat, tetapi mereka perlu segera menghentikan tren hasil buruk dan tampil lebih efektif, baik dalam penyelesaian akhir maupun ketika menjaga keseimbangan permainan.

Pada pertandingan kedua Grup B, Port FC dijadwalkan bertandang ke markas PKR Svay Rieng. Laga tersebut akan berlangsung di Stadion Morodok Techno pada 19 November. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Port FC untuk merespons kekalahan dari Persib sekaligus mengumpulkan poin pertama dalam perjalanan mereka di grup. Persiapan taktik, pemulihan kondisi pemain, dan kemampuan mengendalikan tekanan akan menjadi faktor penting agar Port FC dapat membawa pulang hasil positif dari Kamboja.