Bulog Bengkulu Catat Pengadaan Beras 150,19 Persen di Atas Target 2026

oleh -134 Dilihat
oleh
Bulog Bengkulu Catat Pengadaan Beras 150,19 Persen di Atas Target 2026

BENGKULU, BENGKULU — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Perum Bulog Kantor Wilayah Bengkulu mencatat realisasi pengadaan beras yang melampaui sasaran sepanjang 2026. Hingga periode pelaporan, jumlah beras yang berhasil dihimpun mencapai 4.783.827 kilogram. Angka tersebut setara dengan 150,19 persen dari target pengadaan yang telah ditetapkan, yakni 3.185.136 kilogram.

Pencapaian itu menunjukkan kinerja pengadaan yang berada jauh di atas rencana awal. Jika dibandingkan dengan target, Bulog Bengkulu berhasil mengadakan 1.598.691 kilogram beras lebih banyak. Selisih tersebut mencerminkan kemampuan Bulog dalam mengoptimalkan penyerapan beras selama musim panen, sekaligus menjaga kesinambungan pasokan komoditas pangan strategis di wilayah Bengkulu.

Pengadaan beras tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan target kelembagaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat cadangan pangan nasional. Beras yang diserap dapat menjadi bagian dari persediaan pemerintah untuk mendukung stabilisasi pasokan dan harga, termasuk ketika terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat atau gangguan terhadap distribusi pangan.

Di sisi lain, capaian ini memperlihatkan kontribusi Bulog dalam menyerap hasil panen petani. Penyerapan melalui mekanisme pengadaan memberikan akses pasar bagi produksi beras lokal dan membantu memastikan hasil panen dapat tersalurkan secara terukur. Dengan realisasi yang mencapai lebih dari satu setengah kali target, Bulog Bengkulu turut memperkuat keterhubungan produksi petani, pengelolaan cadangan pangan, dan kebutuhan konsumsi masyarakat.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Bengkulu, Sugeng Hardono, menyampaikan bahwa keberhasilan pengadaan beras secara nasional yang telah melampaui empat juta ton merupakan hasil kerja keras dan sinergi berbagai pihak. Pernyataan tersebut disampaikan di Bengkulu pada Jumat. Menurut dia, pencapaian itu tidak terlepas dari dukungan pemerintah, petani, mitra kerja, penggilingan, serta seluruh unsur yang terlibat dalam menjaga kelancaran penyerapan dan pengelolaan produksi pangan.

Capaian nasional tersebut menjadi dorongan bagi Bulog Bengkulu untuk terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di wilayahnya. Langkah ini penting karena penyerapan yang berjalan baik dapat memberikan kepastian pasar dan harga bagi petani, sekaligus memastikan ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bulog Bengkulu juga mencatat pengadaan beras sebesar 150,19 persen di atas target 2026, sebuah capaian yang menunjukkan adanya peluang untuk memperluas kerja sama dengan sentra produksi dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan di lapangan.

Sugeng menegaskan, penguatan penyerapan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan perkembangan masa panen, kualitas gabah dan beras, serta kebutuhan distribusi. Untuk itu, Bulog Bengkulu akan memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, dinas terkait, kelompok tani, penyuluh, dan mitra pengadaan. Koordinasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi, mengatasi kendala teknis, serta membuka akses yang lebih luas bagi petani untuk menyalurkan hasil produksinya.

Melalui kerja sama yang semakin solid, Bulog Bengkulu berupaya memastikan perannya dalam menjaga ketahanan pangan berjalan maksimal. Optimalisasi pengadaan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi target kelembagaan, tetapi juga mendukung stabilitas pasokan dan harga beras di tingkat masyarakat. Dengan demikian, peningkatan produksi petani dapat terserap secara lebih baik, sementara kebutuhan pangan daerah dan nasional tetap terjaga.

Realisasi pengadaan beras Perum Bulog secara nasional hingga 8 Oktober 2026 mencapai 4.115.014 ton setara beras. Jumlah tersebut setara dengan 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton. Capaian ini memberikan gambaran mengenai kuatnya kinerja pengadaan beras di berbagai wilayah, termasuk kontribusi dari daerah seperti Bengkulu, yang mencatat realisasi jauh di atas target yang ditetapkan.

Angka nasional tersebut menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Bulog. Realisasi 2026 melampaui pencapaian pada 2025 yang berada di level 3.191.969 ton setara beras. Capaian itu juga melewati rekor sebelumnya yang tercatat pada 2012, ketika pengadaan beras Bulog mencapai sekitar 3,65 juta ton. Perbandingan tersebut menunjukkan peningkatan kapasitas penyerapan hasil produksi dan koordinasi pengadaan dari tingkat daerah hingga pusat.

Peningkatan realisasi pengadaan beras memiliki arti penting bagi penguatan cadangan beras pemerintah. Ketersediaan stok yang lebih besar memberikan ruang bagi pemerintah untuk merespons perubahan pasokan, menjaga kesinambungan distribusi, serta mengantisipasi tekanan harga yang dapat muncul akibat gangguan produksi atau meningkatnya permintaan masyarakat.

Cadangan tersebut juga mendukung upaya stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen. Pada sisi produsen, penyerapan gabah dan beras diharapkan membantu menjaga harga tetap menarik sehingga petani memperoleh kepastian pasar. Sementara itu, pada sisi konsumen, stok yang memadai memungkinkan Bulog menjalankan intervensi pasar dan menyalurkan beras secara lebih terukur ketika harga mengalami kenaikan.

Selain fungsi stabilisasi, pengadaan nasional itu memperkuat pelaksanaan berbagai program penyaluran pangan kepada masyarakat. Ketersediaan beras yang terjaga menjadi fondasi bagi bantuan pangan dan distribusi beras pemerintah, terutama bagi kelompok yang membutuhkan. Dengan demikian, capaian nasional Bulog sekaligus mencerminkan peran strategis pengadaan daerah dalam menopang ketahanan pangan Indonesia.

Capaian pengadaan beras yang melampaui target menjadi dorongan bagi Bulog Kanwil Bengkulu untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja hingga akhir 2026. Sugeng menyampaikan bahwa hasil tersebut tidak hanya mencerminkan kerja keras jajaran Bulog, tetapi juga menunjukkan pentingnya kolaborasi yang konsisten dengan petani dan mitra kerja. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memperkuat penyerapan hasil panen, memperluas jangkauan kemitraan, serta memastikan setiap peluang pengadaan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan pangan masyarakat.

Sinergi akan terus dibangun bersama petani, mitra penggilingan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung penyerapan produksi pertanian. Kerja sama tersebut mencakup penguatan komunikasi, pemantauan produksi, penyesuaian kebutuhan pengadaan, dan pengembangan pola kemitraan yang memberikan manfaat bagi setiap pihak. Dengan hubungan yang semakin erat, hasil panen petani diharapkan dapat terserap melalui mekanisme yang tepat, sementara masyarakat memperoleh jaminan ketersediaan beras secara berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.

Kerja bersama dari hulu hingga hilir menegaskan komitmen Bulog Kanwil Bengkulu untuk hadir dalam menjaga ketahanan pangan nasional, memberi manfaat bagi petani, dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan Bulog serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan melampaui target merupakan bukti dedikasi dan kerja bersama dalam menyerap panen petani di berbagai daerah. Apresiasi ini menjadi penguat bagi seluruh jajaran untuk melanjutkan kinerja, mempererat sinergi, dan menjaga kesinambungan pengadaan pangan hingga penghujung 2026.