IHSG Ditutup Menguat 1,04 Persen ke Level 6.093 pada Perdagangan Jumat

oleh -135 Dilihat
oleh
IHSG Ditutup Menguat 1,04 Persen ke Level 6.093 pada Perdagangan Jumat

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026, dengan penguatan di zona hijau. Indeks bertambah 62,48 poin atau naik 1,04 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut, IHSG ditutup pada level 6.093.

Pergerakan indeks pada awal sesi menunjukkan penguatan yang masih terbatas. IHSG dibuka naik tipis di level 6.045, sebelum bergerak lebih tinggi sepanjang perdagangan hingga mencapai posisi penutupan yang lebih kuat. Perubahan tersebut menandai berbaliknya arah indeks dari pembukaan yang relatif rendah menuju penguatan pada akhir sesi.

Posisi penutupan di level 6.093 menempatkan IHSG sepenuhnya di area positif pada perdagangan terakhir pekan tersebut. Selisih level pembukaan dan penutupan tercatat sebesar 48 poin, sementara kenaikan harian berdasarkan penutupan sebelumnya mencapai 62,48 poin. Secara persentase, pergerakan itu setara dengan penguatan 1,04 persen.

Dengan demikian, perdagangan Jumat mencatat perubahan arah yang jelas dalam pergerakan IHSG. Indeks tidak hanya mampu mempertahankan posisi di atas level pembukaan, tetapi juga mengakhiri sesi pada level yang lebih tinggi dan tetap berada di zona hijau. Data penutupan tersebut menjadi gambaran utama kinerja IHSG hingga berakhirnya perdagangan pada hari itu.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Jumat menunjukkan dominasi saham yang bergerak positif. Dari keseluruhan saham yang ditransaksikan, sebanyak 407 saham ditutup menguat, sedangkan 245 saham berakhir melemah dan 311 saham lainnya bergerak stagnan. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan indeks didukung oleh cakupan kenaikan yang cukup luas, meskipun tekanan jual masih terlihat pada sejumlah emiten.

Pergerakan positif juga telah terlihat sejak awal sesi perdagangan. Sebanyak 224 saham tercatat menghijau saat pembukaan, memberikan gambaran awal mengenai sentimen pasar yang cenderung optimistis. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa minat beli telah muncul sejak awal perdagangan, sebelum investor merespons perkembangan ekonomi, kinerja perusahaan, serta faktor eksternal yang memengaruhi bursa.

Dari sisi nilai transaksi, perdagangan saham pada hari itu mencapai sekitar Rp9,8 triliun. Nilai tersebut mencerminkan aktivitas jual beli yang tetap berlangsung aktif di tengah pergerakan indeks yang menguat. Sementara itu, volume transaksi tercatat sebesar 37,4 miliar saham, menunjukkan tingginya jumlah saham yang berpindah tangan sepanjang sesi perdagangan.

Perbedaan jumlah saham yang menguat, melemah, dan stagnan memberikan gambaran mengenai sebaran kinerja emiten di pasar. Kenaikan pada 407 saham menjadi faktor penting yang memperkuat pergerakan IHSG, sedangkan pelemahan pada 245 saham menandakan bahwa penguatan belum terjadi secara merata pada seluruh sektor. Adapun 311 saham yang stagnan menunjukkan sebagian investor masih mengambil sikap menunggu dan mencermati arah pasar berikutnya. Dengan demikian, aktivitas transaksi pada perdagangan Jumat tidak hanya tercermin dari kenaikan IHSG, tetapi juga dari luasnya partisipasi saham dan besarnya volume perdagangan.

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat turut diikuti oleh kenaikan sejumlah indeks utama di Bursa Efek Indonesia. Indeks LQ45 tercatat meningkat 1,35 persen ke level 601. Kinerja positif juga terlihat pada indeks Jakarta Islamic Index (JII), yang naik 1,41 persen hingga mencapai level 364. Sementara itu, indeks IDX30 menguat 1,28 persen ke level 330.

Indeks MNC36 turut mencatat pertumbuhan sebesar 1,38 persen dan berakhir di level 264. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa sentimen positif tidak hanya terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, tetapi juga menjangkau berbagai kelompok saham yang menjadi acuan investor. Penguatan indeks-indeks tersebut berlangsung sejalan dengan kenaikan IHSG sebesar 1,04 persen ke level 6.093.

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor berada di zona hijau pada akhir perdagangan. Kenaikan tercatat pada sektor energi, konsumer non-siklikal, keuangan, bahan baku, teknologi, kesehatan, konsumer siklikal, infrastruktur, transportasi, dan industri. Cakupan penguatan yang luas ini memperlihatkan adanya dukungan beli pada berbagai jenis saham, baik yang berkaitan dengan komoditas, kebutuhan sehari-hari, layanan keuangan, maupun aktivitas ekonomi lainnya. Namun, sektor properti menjadi satu-satunya sektor yang melemah berdasarkan informasi sumber. Perbedaan kinerja tersebut mencerminkan bahwa meskipun pasar secara umum bergerak positif, investor tetap melakukan seleksi terhadap prospek dan risiko masing-masing sektor.

Perdagangan saham pada Jumat mencatat sejumlah emiten dengan perubahan harga paling menonjol. Dalam daftar saham dengan kenaikan terbesar, PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) berada di posisi teratas. Saham STRK meningkat 33,87 persen dan ditutup pada level Rp83 per saham. Kenaikan tersebut menjadikan STRK sebagai salah satu saham yang mencatat penguatan paling tinggi pada perdagangan hari itu.

Posisi berikutnya ditempati PT Alsok Indonesia Services Tbk (SOSS). Harga saham SOSS naik 25 persen hingga mengakhiri perdagangan di level Rp1.209 per saham. Persentase penguatan yang sama juga dicatatkan oleh PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI). Saham TCPI meningkat 25 persen dan ditutup pada level Rp1.625 per saham. Ketiga emiten tersebut menjadi bagian dari daftar top gainers berdasarkan perubahan harga pada sesi perdagangan Jumat.

Di sisi lain, sejumlah saham tercatat mengalami penurunan terbesar atau masuk dalam daftar top losers. PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) mencatat pelemahan paling dalam, dengan harga saham turun 14,95 persen. Pada akhir perdagangan, saham KDTN berada di level Rp472 per saham.

Penurunan berikutnya dialami PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN). Saham TRIN merosot 14,29 persen dan ditutup pada harga Rp204 per saham. Sementara itu, PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mengalami penurunan 12,90 persen. Saham DOOH mengakhiri perdagangan di level Rp270 per saham. Dengan demikian, KDTN, TRIN, dan DOOH menjadi tiga emiten yang mencatat penurunan harga terbesar dalam perdagangan Jumat, sedangkan STRK, SOSS, dan TCPI menempati daftar saham dengan penguatan tertinggi.