Surabaya | Alena, bayi perempuan yang baru berusia 28 hari, dikabarkan meninggal dunia setelah sebelumnya berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo. Kabar tersebut disampaikan melalui akun Threads @calisthaarisha, yang mengaku sebagai tante Alena. Informasi mengenai wafatnya bayi itu kemudian mendapat perhatian publik karena sebelumnya beredar kabar tentang kondisi kesehatannya yang memburuk.
Dalam unggahan yang beredar, Alena disebut sempat mengalami demam sebelum kondisinya menjadi kritis. Terdapat pula informasi bahwa bayi tersebut pernah diberi telur mentah. Tindakan itu disebut diduga dilakukan oleh sang nenek sebagai upaya untuk membantu menurunkan demam yang dialami Alena. Namun, informasi tersebut masih bersumber dari keterangan yang beredar di media sosial dan perlu ditempatkan secara hati-hati.
Pemberian telur mentah itu disebut terjadi sebelum Alena mengalami kondisi kritis. Meski demikian, belum terdapat kepastian medis yang dapat menyimpulkan bahwa tindakan tersebut menjadi penyebab memburuknya kondisi bayi atau berkaitan langsung dengan kematiannya. Hubungan sebab-akibat tidak dapat ditetapkan hanya berdasarkan urutan waktu maupun informasi dari unggahan media sosial.
Kabar ini menempatkan perhatian pada pentingnya penanganan medis terhadap bayi, terutama ketika muncul gejala seperti demam atau perubahan kondisi tubuh. Pada usia yang masih sangat muda, keluarga biasanya perlu segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar memperoleh penilaian dan tindakan yang sesuai. Detail mengenai diagnosis, proses perawatan, serta penyebab kematian Alena masih menunggu keterangan resmi dari pihak keluarga, rumah sakit, atau otoritas terkait.
Untuk saat ini, informasi yang dapat disampaikan adalah Alena telah meninggal setelah sempat berada dalam kondisi kritis. Keterangan mengenai telur mentah dan dugaan tujuan pemberiannya merupakan bagian dari informasi awal yang beredar, bukan kesimpulan medis. Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan spekulasi dan tetap menunggu penjelasan yang terverifikasi.
Dalam unggahan akun @calisthaarisha, Alena disebut masih berusia 28 hari ketika mengalami kondisi kritis dan harus menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo. Keterangan tersebut menggambarkan bahwa bayi itu belum genap berusia satu bulan saat keluarganya menghadapi keadaan yang mengkhawatirkan. Unggahan itu juga menyoroti sebuah tindakan yang dilakukan sebelum Alena dibawa atau menjalani perawatan di rumah sakit, yakni pemberian telur mentah.
Menurut penuturan dalam unggahan tersebut, telur mentah diberikan oleh sang nenek karena ingin membantu meredakan demam yang dialami Alena. Namun, tindakan itu disebut justru membahayakan kondisi bayi. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari cerita keluarga mengenai rangkaian peristiwa yang dialami Alena, bukan sebagai keterangan medis resmi dari rumah sakit. Karena itu, informasi tentang pemberian telur mentah perlu dipahami berdasarkan isi unggahan akun tersebut dan tidak diperlakukan sebagai kesimpulan medis.
Unggahan @calisthaarisha juga menyampaikan bahwa kondisi Alena kemudian menjadi kritis. Meski demikian, keterangan itu tidak menyatakan bahwa telur mentah merupakan penyebab kematian bayi tersebut. Hubungan tindakan pemberian makanan dan kondisi kesehatan Alena tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan unggahan media sosial. Penjelasan mengenai keadaan medis, penyebab memburuknya kondisi, maupun kaitannya dengan meninggalnya Alena harus merujuk pada keterangan pihak yang berwenang, termasuk keluarga dan rumah sakit.
Dengan demikian, inti unggahan tersebut adalah cerita mengenai bayi yang masih sangat kecil, keputusan sang nenek yang disebut dilakukan untuk meredakan demam, serta kondisi Alena yang kemudian dilaporkan kritis. Informasi itu menjadi perhatian publik karena menyangkut pemberian sesuatu kepada bayi yang belum genap berusia satu bulan. Namun, setiap klaim mengenai penyebab kondisi kritis atau kematian tetap perlu dibedakan dari kesaksian keluarga dan menunggu penjelasan resmi agar tidak menimbulkan kesimpulan yang melampaui fakta yang tersedia.
Pihak RSUD Dr Soetomo Surabaya mengonfirmasi bahwa Alena memang sempat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Konfirmasi ini disampaikan setelah kabar mengenai kondisi bayi tersebut menjadi perhatian publik. Alena diketahui sempat berada dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Rumah sakit tidak menyampaikan informasi lebih jauh mengenai kondisi medisnya di luar keterangan yang telah diberikan secara resmi.
Kepala Bagian Umum RSUD Dr Soetomo, Robeth Jabbar, mengatakan bahwa tim medis telah memberikan penanganan maksimal kepada Alena. Penanganan tersebut dilakukan sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku serta kebutuhan pasien. Pernyataan itu menegaskan bahwa perawatan diberikan oleh tenaga medis berdasarkan kondisi dan kebutuhan Alena selama berada di rumah sakit. Namun, pihak rumah sakit tidak merinci tindakan medis yang dilakukan maupun perkembangan kondisi pasien dari waktu ke waktu.
Alena dinyatakan meninggal pada Minggu pagi sekitar pukul 07.10 WIB. Saat meninggal dunia, bayi tersebut berusia 28 hari. Keterangan mengenai waktu meninggal itu menjadi informasi utama yang disampaikan pihak RSUD Dr Soetomo terkait peristiwa tersebut. Sebelumnya, Alena sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan berada dalam kondisi kritis.
RSUD Dr Soetomo memilih untuk tidak membeberkan diagnosis maupun kronologi medis Alena secara terbuka. Sikap tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap keluarga yang sedang menjalani masa berkabung. Karena itu, informasi mengenai penyebab kondisi kritis, proses perawatan secara rinci, serta rangkaian kejadian menjelang meninggalnya Alena belum disampaikan kepada publik. Rumah sakit hanya memberikan keterangan yang diperlukan dengan tetap mempertimbangkan privasi pasien dan keluarganya.
Informasi lanjutan mengenai kondisi Alena disampaikan melalui akun media sosial yang mengaku sebagai tantenya. Dalam unggahan tersebut, akun itu menyampaikan terima kasih kepada warganet yang telah memberikan doa, perhatian, dan dukungan selama Alena menjalani perawatan. Unggahan yang sama kemudian mengabarkan bahwa bayi tersebut telah meninggal dunia setelah sebelumnya sempat berada dalam kondisi kritis di RSUD Dr Soetomo.
Pesan tersebut menjadi informasi terbaru mengenai keadaan Alena setelah kabar tentang perawatannya mendapat perhatian publik. Pihak keluarga, melalui akun yang mengaku sebagai tante korban, tidak merinci waktu maupun keadaan terakhir Alena sebelum meninggal. Karena itu, informasi yang beredar dalam unggahan tersebut dipahami sebagai penyampaian kabar duka dari keluarga, sementara rincian lebih lanjut mengenai peristiwa itu belum disampaikan secara terbuka.
Dalam unggahannya, akun tersebut juga menyinggung adanya persoalan keluarga yang disebut telah ditindaklanjuti. Namun, tidak dijelaskan bentuk penanganan, pihak yang terlibat, maupun proses yang sedang atau telah ditempuh. Keterangan itu belum disertai uraian mengenai langkah resmi, sehingga masyarakat diharapkan tidak menarik kesimpulan sendiri terkait persoalan keluarga tersebut.
Ariana, yang diduga merupakan ibu Alena, disebut belum siap memberikan keterangan atau menjawab pertanyaan publik. Kondisi tersebut membuat informasi mengenai keluarga dan perkembangan persoalan yang disinggung masih terbatas pada pernyataan dari akun yang mengaku sebagai tante korban. Hingga ada keterangan langsung atau informasi resmi lain, publik sebaiknya menghormati ruang keluarga dan tidak menyebarkan dugaan yang belum terverifikasi.
Melalui pesan duka itu, keluarga juga meminta masyarakat untuk terus mendoakan Alena. Doa dan penghormatan disampaikan sebagai bentuk dukungan bagi keluarga yang sedang berduka, tanpa mendahului informasi resmi mengenai hal-hal lain yang berkaitan dengan kepergian bayi tersebut.
Baca juga: Pemotor Meninggal di Jalur Pantura Kendal Setelah Menabrak Pembatas Jalan | Sebelum meninggal, ia menitipkan Mayang kepada Dion







