KOTA DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Dinas PUPR Kota Depok akan memulai pekerjaan pelebaran Simpang Parung Bingung pada pekan depan. Pekerjaan ini menjadi langkah penanganan untuk membantu mengurai kemacetan parah yang berlangsung setiap hari di kawasan Sawangan. Rencana tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pergerakan kendaraan yang melintasi salah satu titik penting di wilayah tersebut.
Kemacetan di kawasan Sawangan kerap menjadi perhatian warga dan pengguna jalan. Kondisi yang berulang setiap hari itu bahkan membuat kawasan ini sering dijuluki “Sawangan Kubro” oleh warga serta netizen asal Depok. Melalui pelebaran simpang, Pemerintah Kota Depok menyiapkan penataan ruang jalan agar titik pertemuan arus kendaraan tersebut dapat ditangani dengan lebih baik.
Simpang Parung Bingung merupakan lokasi bertemunya arus kendaraan dari tiga ruas jalan, yaitu Jalan Raya Sawangan, Jalan Raya Muchtar, dan Jalan Meruyung Raya. Posisi tersebut menjadikan simpang ini sebagai bagian penting dalam pergerakan kendaraan di kawasan Sawangan. Karena itu, pekerjaan pelebaran diarahkan pada simpang yang menjadi pertemuan berbagai arus perjalanan tersebut.
Dimulainya pekerjaan pada pekan depan menandai tahap awal pelaksanaan rencana pelebaran Simpang Parung Bingung. Proyek ini ditujukan untuk membantu mengurai antrean kendaraan dan kemacetan yang selama ini berlangsung setiap hari di kawasan Sawangan. Dengan penanganan pada titik pertemuan tiga ruas jalan tersebut, pelebaran diharapkan dapat mendukung fungsi simpang sebagai penghubung Jalan Raya Sawangan, Jalan Raya Muchtar, dan Jalan Meruyung Raya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Yodi Joko, menjelaskan bahwa pekerjaan di kawasan Simpang Parung Bingung tidak hanya berupa pelebaran badan jalan yang sudah ada. Cakupan utama proyek tersebut meliputi pembukaan atau pembangunan jalan baru untuk meningkatkan kapasitas dan kelancaran arus kendaraan di kawasan Sawangan. Ruas tambahan ini diharapkan dapat mendukung pengaturan lalu lintas sekaligus mengurangi titik konflik kendaraan yang selama ini berkontribusi terhadap kemacetan.
Selain pembangunan jalan, proyek juga mencakup pembangunan dua jembatan. Masing-masing jembatan akan melintasi Kali Angsana dan Kali Pesanggrahan. Keberadaan kedua jembatan tersebut menjadi bagian penting dari konektivitas ruas baru, karena jalur yang dibangun perlu memiliki akses melintasi aliran sungai secara aman dan berkesinambungan. Pekerjaan jembatan juga akan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta kebutuhan teknis agar dapat mendukung fungsi jalan dalam jangka panjang.
Yodi menerangkan bahwa keterbatasan waktu pelaksanaan membuat pekerjaan akan diprioritaskan pada unsur yang paling mendasar. Fokus awal diarahkan pada fungsi utama jalan, pembangunan jembatan, serta penyediaan dan penataan drainase. Drainase diperlukan untuk mengendalikan aliran air hujan, mencegah genangan, dan menjaga kualitas konstruksi jalan. Dengan urutan prioritas tersebut, pekerjaan diharapkan dapat menghasilkan infrastruktur yang langsung berfungsi, meskipun pelaksanaannya dilakukan dalam rentang waktu yang relatif terbatas.
Rencana pelaksanaan proyek dijadwalkan mulai pada minggu kedua Oktober 2026 dan ditargetkan berlangsung hingga akhir Desember 2026. Selama periode tersebut, pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kesiapan lahan, kondisi teknis, serta kebutuhan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi. Pemerintah Kota Depok akan memusatkan sumber daya pada komponen utama agar pembangunan jalan, dua jembatan, dan drainase dapat berjalan efektif sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pekerjaan pelebaran Simpang Parung Bingung akan dilakukan melalui pembangunan jalur baru di sisi timur Jalan Raya Muchtar. Ruas tambahan ini dimulai dari kawasan Simpang Parung Bingung dan direncanakan memiliki panjang kurang lebih 424 meter. Penempatan jalur di sisi timur menjadi bagian penting dari penataan akses jalan, terutama karena kawasan tersebut merupakan salah satu titik pertemuan arus kendaraan dari sejumlah arah menuju Sawangan dan wilayah sekitarnya.
Jalur baru tersebut tidak sekadar menambah lebar badan jalan yang sudah ada, tetapi membentuk ruang lalu lintas tambahan pada koridor yang selama ini menanggung kepadatan kendaraan. Pelaksanaannya mencakup pekerjaan konstruksi jalan serta pembangunan jembatan yang terhubung dengan trase baru. Kehadiran jembatan diperlukan agar jalur dapat tersambung secara fungsional dan mendukung pergerakan kendaraan tanpa menambah hambatan pada titik-titik yang telah padat.
Untuk mendukung pelaksanaan proyek, proses pembebasan lahan bagi pekerjaan tersebut telah dilakukan. Dengan demikian, tahapan berikutnya dapat diarahkan pada persiapan dan pembangunan fisik di lapangan sesuai rancangan yang telah ditetapkan. Penataan jalur baru dan jembatan diharapkan meningkatkan kapasitas Jalan Raya Muchtar, sehingga lebih banyak kendaraan dapat terakomodasi dalam waktu yang sama. Peningkatan kapasitas ini juga diharapkan membantu memperlancar arus lalu lintas di sekitar Simpang Parung Bingung, mengurangi penumpukan kendaraan, serta memperbaiki konektivitas menuju kawasan Sawangan. Dampak kelancaran lalu lintas akan bergantung pada penyelesaian konstruksi, pengaturan kendaraan selama pekerjaan berlangsung, dan pemanfaatan jalur baru setelah proyek selesai.
Yodi Joko berharap pelaksanaan pelebaran Simpang Parung Bingung dapat berjalan lancar tanpa terlalu mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi. Selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan kemungkinan akan menghadapi perubahan pola pergerakan kendaraan, penyempitan lajur, maupun pengaturan lalu lintas pada waktu tertentu. Karena itu, koordinasi pelaksana proyek, petugas di lapangan, dan masyarakat menjadi hal penting agar setiap tahapan pekerjaan dapat dilaksanakan secara tertib.
Ia juga mengharapkan para pengendara tetap berhati-hati, mematuhi arahan petugas, serta menyesuaikan waktu perjalanan apabila diperlukan. Masyarakat yang melintas di kawasan tersebut diminta bersabar menghadapi kemungkinan perlambatan dan perubahan akses selama proses pembangunan berlangsung. Pengaturan yang baik diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk ketika volume lalu lintas cenderung meningkat.
Atas kemungkinan ketidaknyamanan yang muncul selama pekerjaan, Yodi Joko menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan dan warga di sekitar lokasi. Ia memahami bahwa kegiatan konstruksi dapat memengaruhi aktivitas harian masyarakat, termasuk perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, pusat layanan, maupun kawasan permukiman. Oleh sebab itu, pelaksanaan proyek diharapkan memperhatikan kondisi lapangan dan mengupayakan gangguan seminimal mungkin.
Yodi Joko menyampaikan terima kasih atas pengertian, kerja sama, dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Depok. Dukungan tersebut diharapkan tetap diberikan selama pekerjaan berlangsung, termasuk dengan mengikuti informasi resmi dan ketentuan lalu lintas yang diterapkan di kawasan proyek. Dengan komunikasi serta kepatuhan bersama, setiap tahapan pekerjaan diharapkan dapat berlangsung lebih teratur dan membantu menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar Simpang Parung Bingung.


