Daisy Fajarina Adukan Dugaan Premanisme di Tempat Usaha ke Bareskrim

oleh -123 Dilihat
oleh
Daisy Fajarina Adukan Dugaan Premanisme di Tempat Usaha ke Bareskrim

Jakarta | Daisy Fajarina mengadukan dugaan tindakan premanisme dan perbuatan tidak menyenangkan yang disebut terjadi di tempat usahanya kepada Bareskrim. Pengaduan tersebut disampaikan sebagai langkah untuk meminta perhatian aparat penegak hukum terhadap peristiwa yang menurut Daisy telah mengganggu dirinya dan kegiatan usahanya. Ia menyatakan bahwa insiden itu menimbulkan kerugian materiil, sekaligus membuat dirinya merasa dipermalukan.

Daisy datang ke Bareskrim di Jakarta pada Selasa, 13 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi pengacaranya, Erles Rareral. Kehadiran Daisy bersama kuasa hukumnya menjadi bagian dari penyampaian pengaduan atas dugaan peristiwa yang ia alami di tempat usaha. Melalui pengaduan itu, Daisy menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Dugaan premanisme dan perbuatan tidak menyenangkan itu menjadi perhatian Daisy karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kerugian materiil, tetapi juga menyentuh perasaan serta martabatnya. Ia merasa dipermalukan akibat insiden yang disebut berlangsung di lingkungan usahanya. Karena itu, Daisy memilih mendatangi Bareskrim di Jakarta dengan didampingi Erles Rareral untuk menyampaikan laporan atau pengaduan secara langsung. Kedatangannya menandai langkah awal Daisy dalam membawa persoalan tersebut ke ranah hukum, sekaligus menyampaikan harapannya agar aduannya mendapatkan perhatian dari aparat yang berwenang.

Daisy Fajarina mengungkapkan bahwa persoalan yang dihadapinya turut memengaruhi kondisi emosional dan kehidupan keluarganya. Saat berada di Bareskrim, ia menyampaikan bahwa pikirannya banyak tertuju pada keadaan anak pertamanya, Dewi. Kekhawatiran tersebut membuat Daisy merasa terbebani ketika harus menghadapi persoalan yang sedang ia laporkan.

Daisy mengatakan dirinya sempat tidak bisa tidur karena terus memikirkan Dewi. Pernyataan itu disampaikan ketika ia menjelaskan situasi keluarga yang ikut terdampak oleh masalah tersebut. Ia menyebut Dewi mengalami stres, sehingga kondisi anaknya menjadi salah satu hal yang paling mengusik pikirannya. Keterangan ini menggambarkan kekhawatiran Daisy sebagai seorang ibu, tanpa menjelaskan penyebab medis atau memberikan diagnosis terhadap keadaan Dewi.

Di tengah proses penyampaian laporan, Daisy tetap harus memikirkan kondisi rumah tangga dan anak-anaknya. Perhatian terhadap Dewi membuat tekanan yang dirasakan Daisy tidak hanya berkaitan dengan persoalan di tempat usaha, tetapi juga dengan dampaknya terhadap keluarga. Ia menyampaikan keadaan tersebut secara terbuka saat berada di Bareskrim, sebagai bagian dari ceritanya mengenai situasi yang sedang dihadapi.

Kesulitan tidur yang diakui Daisy menunjukkan bahwa perkara itu membuatnya merasa cemas dan terus memikirkan perkembangan keadaan keluarganya. Namun, keterangan tersebut dipaparkan sebagai pengalaman pribadi Daisy selama menghadapi situasi itu. Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan Dewi selain pernyataan bahwa anak tersebut disebut mengalami stres. Karena itu, informasi mengenai keadaan keluarga Daisy perlu dipahami sesuai konteks pernyataannya di Bareskrim, tanpa menarik kesimpulan tambahan mengenai kondisi medis maupun penyebab yang belum disampaikan.

Ketika ditanya mengenai respons Manohara terhadap pengaduan dugaan premanisme tersebut, Daisy Fajarina tidak memberikan penjelasan secara langsung. Ia mempersilakan agar pertanyaan mengenai sikap atau tanggapan Manohara disampaikan langsung kepada putrinya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Daisy memilih untuk tidak berbicara atas nama Manohara, terutama terkait pandangan pribadi maupun responsnya terhadap persoalan yang sedang diadukan kepada Bareskrim.

Daisy menegaskan bahwa Manohara sudah dewasa. Karena itu, menurut Daisy, putrinya memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan menjelaskan sikapnya sendiri apabila diperlukan. Daisy tidak menguraikan lebih jauh mengenai bagaimana Manohara menanggapi pengaduan tersebut. Ia juga tidak menyampaikan pernyataan langsung dari Manohara, sehingga respons putrinya terhadap perkara itu belum dapat dijelaskan berdasarkan keterangan Daisy.

Dalam kesempatan yang sama, Daisy menyampaikan gambaran mengenai hubungan anak-anaknya di dalam keluarga. Ia mengatakan bahwa anak-anaknya saling menyayangi dan memiliki kepedulian satu sama lain. Menurut Daisy, sikap protektif seorang anak terhadap keluarganya merupakan hal yang wajar. Kepedulian tersebut dipandang sebagai bagian dari hubungan keluarga, tanpa perlu dikaitkan dengan penilaian lebih jauh terhadap sikap atau tindakan salah satu anak dalam persoalan yang sedang berlangsung.

Daisy menempatkan hubungan antaranggota keluarganya sebagai hal yang bersifat personal. Ia menyampaikan hal tersebut tanpa menjelaskan lebih detail mengenai sikap Manohara dalam perkara ini. Dengan demikian, informasi yang disampaikan Daisy berfokus pada batas kewenangannya untuk berbicara atas nama putrinya serta kedekatan dan rasa saling menyayangi di anak-anaknya. Tanggapan langsung dari Manohara tetap menjadi hal yang perlu dikonfirmasi kepadanya secara terpisah.

Dalam penjelasannya, Daisy Fajarina tidak menyebut secara khusus kapan atau dalam bentuk apa komunikasi terakhirnya dengan Manohara berlangsung. Ia juga tidak merinci adanya percakapan langsung, pesan, maupun pertemuan tertentu yang menjadi komunikasi terakhir tersebut. Daisy memilih menjelaskan bahwa hubungan batin dan perhatiannya kepada putrinya tetap disampaikan melalui doa yang ia panjatkan setiap kali melaksanakan salat.

Daisy mengatakan bahwa dalam setiap doanya, ia memohon kebaikan bagi anak-anaknya. Doa tersebut menjadi bentuk perhatian yang terus ia berikan, termasuk ketika ia tidak menyampaikan keterangan mengenai komunikasi langsung dengan Manohara. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Daisy tetap menempatkan keselamatan dan masa depan anak-anaknya sebagai hal yang utama. Ia berharap Manohara senantiasa berada dalam keadaan selamat, di mana pun berada dan dalam situasi apa pun yang dihadapinya.

Selain keselamatan, Daisy juga berharap Manohara memperoleh perlindungan serta pengasihan. Ia mendoakan agar putrinya dijauhkan dari berbagai hal jahat, ancaman, dan pengaruh buruk. Harapan serupa juga ia sampaikan untuk anak-anaknya secara keseluruhan, dengan permohonan agar mereka selalu berada dalam kebaikan dan mendapat penjagaan. Daisy tidak mengaitkan doa tersebut dengan waktu komunikasi tertentu atau perkembangan lain, melainkan menyampaikannya sebagai doa yang terus ia lakukan dalam ibadah.

Dengan demikian, keterangan Daisy mengenai komunikasi terakhirnya dengan Manohara berfokus pada doa. Ia tidak menyebut waktu maupun bentuk komunikasi khusus, tetapi mengatakan selalu berkomunikasi melalui doa setiap kali salat. Dalam doa itu, Daisy memohon kebaikan, keselamatan, perlindungan, dan pengasihan bagi Manohara serta anak-anaknya, sekaligus berharap mereka dijauhkan dari segala hal yang jahat.

📚 Artikel Terkait: