Erick Thohir Soroti Kebutuhan Skuad Indonesia Menjelang Piala Asia 2027

oleh -126 Dilihat
oleh
Erick Thohir Soroti Kebutuhan Skuad Indonesia Menjelang Piala Asia 2027

Jakarta | Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai tim nasional Indonesia masih membutuhkan tambahan pemain untuk memperkuat komposisi skuad menjelang putaran final Piala Asia 2027. Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus evaluasi karena kedalaman tim dinilai masih perlu ditingkatkan agar Indonesia memiliki pilihan yang lebih memadai di sejumlah posisi. Erick menyampaikan pandangan itu kepada awak media di Jakarta pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Dalam penilaiannya, tambahan pemain diperlukan terutama untuk mengisi dan memperkuat posisi gelandang tengah, sayap, serta penyerang. Ketiga area tersebut menjadi perhatian dalam penyusunan skuad karena memiliki peran penting terhadap keseimbangan permainan, variasi serangan, dan kemampuan tim menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi. Evaluasi komposisi pemain dilakukan untuk memastikan setiap posisi memiliki pelapis yang cukup serta pilihan taktis yang lebih beragam.

Persiapan tersebut berkaitan langsung dengan agenda putaran final Piala Asia 2027 yang akan berlangsung pada Januari mendatang. Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar tiga bulan, PSSI perlu memanfaatkan masa yang ada untuk menilai kebutuhan tim secara cermat. Pernyataan Erick menunjukkan bahwa pembentukan skuad belum sepenuhnya selesai dan masih terbuka terhadap penambahan pemain yang sesuai kebutuhan. Fokus utama saat ini adalah memperkuat kedalaman tim melalui pilihan di lini tengah, area sayap, dan lini depan sebelum Indonesia tampil pada turnamen kontinental tersebut.

Erick Thohir menyoroti kebutuhan penguatan skuad Indonesia pada sejumlah posisi penting menjelang Piala Asia 2027. Perhatian tidak hanya tertuju pada kualitas pemain inti, tetapi juga pada ketersediaan opsi pengganti yang mampu menjaga tingkat permainan ketika tim menghadapi jadwal padat, lawan dengan karakter berbeda, atau situasi cedera dan akumulasi kartu.

Di sektor gelandang tengah, Erick menilai terdapat sekitar tiga pemain yang selama ini tampil cukup konsisten. Namun, jumlah tersebut belum dianggap memadai untuk memenuhi kebutuhan tim dalam jangka panjang. Karena itu, Indonesia masih memerlukan tambahan sekitar dua pemain di posisi tersebut. Kehadiran pemain baru diharapkan dapat meningkatkan persaingan secara sehat, memberikan alternatif taktik kepada pelatih, serta menjaga kestabilan lini tengah ketika salah satu pemain utama tidak dapat tampil.

Kebutuhan serupa juga terlihat pada sektor sayap dan lini penyerang. Tim nasional membutuhkan lebih banyak pilihan yang dapat menjalankan peran secara efektif, baik sebagai starter maupun pemain pengganti. Pemain sayap dituntut mampu memberikan lebar permainan, membantu transisi, dan menciptakan peluang, sedangkan penyerang perlu memiliki variasi dalam penyelesaian akhir serta kemampuan beradaptasi dengan pola permainan tim.

Inti penilaian Erick adalah bahwa proses penambahan pemain harus diarahkan untuk memperkuat kedalaman skuad, bukan sekadar menambah jumlah anggota tim. Setiap pemain yang dipertimbangkan perlu memiliki kualitas, konsistensi, dan kecocokan dengan kebutuhan teknis Indonesia. Dengan komposisi yang lebih merata di lini tengah, sayap, dan depan, tim diharapkan memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menghadapi berbagai pertandingan di Piala Asia 2027.

Evaluasi terhadap lini pertahanan menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan Indonesia menuju Piala Asia 2027. Tim pelatih yang dipimpin John Herdman perlu meninjau kembali kedalaman skuad di setiap posisi, terutama karena kebutuhan pertandingan di level Asia menuntut pilihan pemain yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga siap secara fisik dan mampu beradaptasi dengan berbagai pendekatan permainan. Dari sejumlah area yang diperiksa, posisi bek kanan terlihat sebagai salah satu titik yang masih memerlukan perhatian khusus.

Pilihan pemain di sektor tersebut terbilang terbatas akibat cedera yang menimpa beberapa kandidat. Situasi itu dapat memengaruhi persaingan internal sekaligus mengurangi fleksibilitas pelatih dalam menentukan strategi. Bek kanan tidak hanya dituntut kuat dalam bertahan, tetapi juga harus mampu membantu serangan, menjaga keseimbangan ketika full-back lain maju, serta menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda. Karena itu, pemulihan pemain yang cedera, pemantauan performa di klub, dan pencarian alternatif menjadi bagian penting dari agenda evaluasi Herdman.

Penilaian tersebut berbeda dengan pandangan Erick Thohir terhadap tiga sektor lain di lini pertahanan. Menurut Erick, pilihan penjaga gawang, bek tengah, dan bek kiri saat ini sudah cukup mumpuni untuk mendukung persiapan tim. Ketersediaan pemain pada area-area itu memberikan dasar yang lebih stabil bagi pelatih dalam menyusun komposisi dan menentukan pelapis. Meski demikian, status yang dinilai memadai tidak berarti evaluasi dapat dihentikan. Konsistensi penampilan, kebugaran, serta kemampuan membangun koordinasi tetap perlu dipantau secara berkala. Dengan demikian, perhatian dapat difokuskan pada bek kanan tanpa mengabaikan perkembangan di tiga posisi yang telah memiliki pilihan lebih menjanjikan.

Pemetaan kebutuhan skuad menjadi bagian penting dari persiapan Indonesia menuju Piala Asia 2027. Erick Thohir menilai evaluasi tidak dapat dilakukan hanya dengan melihat performa pemain saat ini, tetapi juga harus mempertimbangkan kedalaman tim ketika menghadapi lawan kuat. Jepang menjadi salah satu pembanding utama karena berpotensi menjadi rival Indonesia di fase grup. Perbandingan tersebut membantu PSSI mengidentifikasi posisi yang masih membutuhkan tambahan kualitas dan pilihan pemain.

Erick menyoroti banyaknya pemain Jepang yang berkarier di Eropa, termasuk di Liga Inggris. Kondisi itu memberikan keuntungan tersendiri karena Jepang memiliki lebih banyak alternatif ketika pemain utama mengalami cedera, penurunan performa, atau tidak dapat memenuhi panggilan tim nasional. Kedalaman tersebut membuat persaingan internal berjalan lebih ketat sekaligus menyediakan opsi taktis yang lebih beragam bagi pelatih.

Indonesia masih berupaya membangun keseimbangan pemain yang berkarier di luar negeri dan mereka yang tampil di liga domestik. Pemain abroad dapat membawa pengalaman dari kompetisi dengan intensitas tinggi, sedangkan pemain lokal tetap memiliki pemahaman terhadap karakter sepak bola nasional dan ritme kompetisi di dalam negeri. PSSI perlu memastikan proses seleksi berlangsung berdasarkan kebutuhan tim, konsistensi performa, kesiapan fisik, serta kemampuan pemain beradaptasi dengan strategi yang diterapkan.

Pemetaan yang dilakukan bersama Badan Tim Nasional dan John Herdman juga tidak hanya diarahkan untuk Piala Asia 2027. Program tersebut menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju kualifikasi Piala Dunia 2030, sehingga pengembangan pemain perlu dilakukan secara berkelanjutan. Indonesia dijadwalkan langsung tampil pada putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2030. Adapun pengundian putaran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2026. Dengan perencanaan yang lebih awal, PSSI memiliki waktu untuk memantau calon pemain, memperluas pilihan di setiap posisi, dan membentuk skuad yang lebih siap menghadapi agenda internasional berikutnya.

Baca juga: PSSI Petakan Kebutuhan Skuad Indonesia Jelang Piala Asia 2027 | PSSI Memetakan Kebutuhan Skuad Indonesia Menuju Piala Asia 2027 | Kebutuhan Data Center Meningkat, Pemerintah Soroti Energi, Air, dan Dampak bagi Warga