Pasokan Pertalite dan Pertamax di Bali Dijamin Aman hingga Dua Pekan

oleh -120 Dilihat
oleh
Pasokan Pertalite dan Pertamax di Bali Dijamin Aman hingga Dua Pekan

Kota Denpasar | Gubernur Bali Wayan Koster memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di wilayah Bali berada dalam kondisi aman. Stok yang tersedia dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat hingga dua pekan ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan untuk memberikan kepastian kepada warga, khususnya setelah muncul antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.

Antrean kendaraan terpantau terutama di sejumlah SPBU di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Situasi itu menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat mengenai kemungkinan terbatasnya pasokan atau terganggunya distribusi BBM. Pemerintah daerah kemudian berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi stok dan memastikan pelayanan kepada konsumen tetap berjalan.

Koster menyampaikan informasi tersebut seusai menghadiri pertemuan dengan Direktur Utama PT Pertamina di Denpasar pada Selasa, 13 Oktober. Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah mendapatkan penjelasan mengenai pasokan BBM yang tersedia serta langkah penguatan distribusi di Bali. Berdasarkan keterangan tersebut, stok Pertalite dan Pertamax dinyatakan aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua pekan.

Masuknya stok terbaru menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan Pertamina dalam memberikan jaminan kepada masyarakat. Ketersediaan pasokan tersebut diharapkan dapat mengurangi antrean dan mencegah munculnya kepanikan dalam pembelian BBM. Pemerintah bersama Pertamina juga perlu memastikan penyaluran berlangsung merata, terutama pada wilayah dengan mobilitas kendaraan yang tinggi seperti Denpasar dan Badung.

Dengan adanya kepastian pasokan, masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemantauan terhadap stok serta kondisi antrean di SPBU tetap dilakukan agar potensi gangguan distribusi dapat segera ditangani. Langkah koordinasi pemerintah daerah dan Pertamina menjadi penting untuk menjaga pemenuhan kebutuhan energi masyarakat Bali.

Pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Bali datang secara bertahap melalui kapal tanker yang bersandar di Depo Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran. Pengiriman berjenjang ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi ke berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama periode konsumsi normal. Kedatangan kapal di dua terminal tersebut menjadi bagian dari pengaturan logistik untuk memperkuat cadangan BBM di Pulau Dewata.

Pada hari tersebut, pasokan yang tiba mencakup 19,2 juta liter Pertalite. Volume ini diperkirakan mampu memenuhi konsumsi harian masyarakat Bali selama sekitar enam hingga tujuh hari. Selain itu, terdapat 3 juta liter Pertamax yang diproyeksikan mencukupi kebutuhan selama kurang lebih tiga hari. Penyaluran dari terminal menuju SPBU dilakukan secara bertahap agar ketersediaan produk tetap terjaga di setiap wilayah dan tidak terpusat hanya pada kawasan dengan tingkat permintaan tinggi.

Pengiriman berikutnya telah dijadwalkan pada 15, 16, dan 17 Oktober. Total muatan Pertalite yang akan tiba dalam rangkaian tersebut mencapai 25 juta liter. Berdasarkan perhitungan kebutuhan normal, jumlah itu diproyeksikan dapat memenuhi konsumsi masyarakat hingga sekitar sepuluh hari. Jadwal kedatangan yang tersusun secara berkala juga memungkinkan pengelola melakukan penyesuaian distribusi sesuai perkembangan permintaan di lapangan.

Untuk produk Pertamax, tambahan pasokan sebesar 13 juta liter dijadwalkan tiba pada 13 dan 17 Oktober. Volume tersebut diperkirakan mampu memenuhi konsumsi selama sekitar sepuluh hingga sebelas hari. Dengan adanya pengiriman lanjutan untuk Pertalite dan Pertamax, rangkaian pasokan tidak berhenti pada satu kedatangan, melainkan terus diperbarui sesuai kebutuhan. Gubernur Bali Koster menegaskan bahwa ketersediaan BBM di Bali dapat memenuhi, bahkan melebihi, kebutuhan normal. Penegasan itu didukung oleh volume pasokan yang telah tiba serta jadwal pengiriman berikutnya yang terukur.

Pemerintah Provinsi Bali memusatkan perhatian pada Denpasar dan Badung karena kedua wilayah tersebut menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus kawasan dengan mobilitas paling tinggi. Arus perjalanan harian, kegiatan perdagangan, pariwisata, perkantoran, serta kebutuhan transportasi publik dan pribadi membuat konsumsi energi di wilayah perkotaan cenderung lebih besar dibandingkan daerah lainnya. Karena itu, kelancaran distribusi Pertalite dan Pertamax di kedua kawasan tersebut dipandang penting untuk menjaga kegiatan masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan.

Wilayah prioritas ini mencakup 92 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Rinciannya, sebanyak 54 SPBU berada di Denpasar, sedangkan 38 SPBU lainnya berlokasi di Badung. Seluruh jaringan tersebut disiapkan untuk mendukung pelayanan kepada konsumen, terutama pada periode ketika permintaan meningkat dan pergerakan kendaraan berlangsung hingga malam hari. Ketersediaan layanan pada titik-titik strategis diharapkan dapat membantu mengurangi antrean serta memperluas akses masyarakat terhadap bahan bakar.

Pemerintah juga merencanakan pengoperasian seluruh SPBU di wilayah prioritas itu selama 24 jam. Pelaksanaannya dimulai pada malam hari dan dilakukan secara bertahap, bukan serentak. Penerapan bertahap diperlukan karena setiap SPBU harus menyiapkan tenaga kerja, pembagian jadwal, sistem keamanan, penerangan, serta kebutuhan operasional lainnya. Dengan persiapan tersebut, penambahan jam layanan dapat berlangsung secara terukur tanpa mengganggu keselamatan petugas maupun kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Selain memperpanjang waktu operasional, pola kedatangan pasokan sebelum stok sebelumnya benar-benar habis menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan ketersediaan BBM. Mekanisme ini memungkinkan pengisian kembali dilakukan lebih awal, sehingga cadangan di SPBU tetap terjaga ketika konsumsi meningkat. Koordinasi pengelola SPBU, penyedia, dan pemerintah diperlukan agar jadwal distribusi dapat menyesuaikan tingkat kebutuhan di Denpasar dan Badung. Pendekatan tersebut membantu mencegah kekosongan stok sekaligus menjaga pasokan Pertalite dan Pertamax tetap tersedia bagi masyarakat.

Untuk mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari depo menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), langkah teknis yang dilakukan mencakup penambahan armada pengangkut. Dalam kondisi normal, pengiriman dilayani sekitar 90 unit kendaraan tangki. Jumlah tersebut kini ditingkatkan menjadi 105 unit, atau bertambah 15 kendaraan. Penambahan armada memungkinkan rotasi pengiriman berlangsung lebih cepat sehingga waktu tunggu untuk pengisian ulang dapat ditekan. Setiap kendaraan dapat segera kembali ke depo setelah menyelesaikan pengiriman dan kemudian menjalankan perjalanan berikutnya sesuai kebutuhan di lapangan.

Pengaturan armada dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat konsumsi dan kondisi stok pada masing-masing SPBU. Dengan pola distribusi yang lebih responsif, pengiriman dapat diarahkan terlebih dahulu ke lokasi yang membutuhkan tambahan pasokan secara segera. Skema ini membantu mencegah terjadinya kekosongan sementara, terutama pada titik yang mengalami peningkatan permintaan. Koordinasi pengelola depo, operator angkutan, dan pihak SPBU juga diperkuat untuk memastikan jadwal keberangkatan, kapasitas muatan, serta penerimaan BBM berjalan sesuai rencana. Langkah tersebut membuat proses pengisian di setiap SPBU tetap berlangsung tanpa hambatan berarti.

Selain memperkuat kapasitas angkutan, Pemerintah Provinsi Bali berkoordinasi secara intensif dengan jajaran Polda Bali untuk menjaga kelancaran jalur distribusi darat. Pengawalan kepolisian diarahkan pada perjalanan kendaraan tangki di rute-rute utama, terutama ketika menghadapi kepadatan lalu lintas atau hambatan operasional lainnya. Dukungan ini diharapkan dapat mengurangi waktu kendaraan terjebak di jalan, mempersingkat waktu tempuh, dan memastikan pasokan tiba di SPBU dengan aman serta tepat waktu. Penambahan armada dan pengawalan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama Pemprov Bali dan Pertamina untuk memulihkan kelancaran distribusi BBM, menjaga ketersediaan Pertalite dan Pertamax, serta memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Bali.

Baca juga: Pasokan Pertalite dan Pertamax di Bali Dipastikan Aman, Distribusi SPBU Diperkuat