Sewa Ruang di Trump Tower hingga Perebutan Kursi Presiden FIFA

oleh -131 Dilihat
oleh
Sewa Ruang di Trump Tower hingga Perebutan Kursi Presiden FIFA

Jakarta | Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengalokasikan sekitar US juta, atau kurang lebih Rp66 miliar, untuk menyewa sebuah ruang di Trump Tower, New York, selama tujuh tahun. Pengungkapan ini berasal dari dokumen yang diperoleh dan ditelaah oleh surat kabar Prancis Le Monde serta The New York Times. Nilai kontrak tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan penggunaan properti milik kompleks bisnis dan hunian yang berada di pusat Manhattan.

Ruang yang disewa FIFA memiliki luas hampir 5.000 kaki persegi, setara dengan sekitar 465 meter persegi. Berdasarkan informasi dalam dokumen, area itu tidak ditujukan sebagai kantor operasional utama organisasi. FIFA menggunakan ruang tersebut untuk berbagai acara khusus, termasuk kegiatan yang berlangsung ketika organisasi mengadakan pertemuan, jamuan, atau agenda resmi di New York.

Kantor operasional harian FIFA tetap berada di Florida. Dengan demikian, ruang di Trump Tower berfungsi sebagai lokasi pendukung untuk kebutuhan acara, bukan sebagai pusat administrasi rutin federasi sepak bola dunia tersebut. Perbedaan fungsi ini penting untuk memahami alasan penyewaan ruang di New York, sekaligus membedakannya dari pengeluaran untuk fasilitas kerja tetap.

Dokumen yang menjadi dasar laporan tersebut menyoroti besarnya nilai kesepakatan dan jangka waktu sewa. Namun, informasi yang tersedia tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran. Le Monde dan The New York Times melaporkan kesepakatan itu sebagai hal yang mendapat sorotan, sementara rincian mengenai penggunaan ruang, nilai kontrak, dan lokasi operasional FIFA memberikan konteks terhadap pengeluaran tersebut. Penilaian lebih lanjut mengenai keputusan itu bergantung pada dokumen tambahan dan penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait.

Ruang yang disewa di Trump Tower digunakan dalam rangkaian agenda Presiden FIFA Gianni Infantino ketika berada di New York. Kunjungan tersebut berlangsung bertepatan dengan rangkaian sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mempertemukan para pemimpin negara, pejabat pemerintahan, dan perwakilan organisasi internasional. Penggunaan fasilitas itu menempatkan kantor atau ruang kerja sewaan sebagai bagian dari kebutuhan operasional FIFA selama agenda diplomatik dan kelembagaan berlangsung di kota tersebut.

Selama berada di New York, Infantino menghadiri sejumlah pertemuan dengan pemimpin dunia. Di tokoh yang ditemuinya adalah Presiden Kenya William Ruto dan Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay. Pertemuan tersebut berlangsung dalam konteks hubungan internasional, olahraga, serta pembahasan mengenai peran sepak bola dalam membangun kerja sama antarnegara. Kehadiran Infantino di sekitar agenda Majelis Umum PBB juga mencerminkan keterlibatan FIFA dalam forum global di luar kegiatan pertandingan dan administrasi sepak bola.

Setelah menyelesaikan agenda internasionalnya di New York, Infantino melanjutkan perjalanan ke kawasan Karibia. Dalam rangkaian kunjungan itu, ia menyaksikan pertandingan Concacaf Nations League di beberapa wilayah, yaitu Jamaika, Kepulauan Virgin Britania Raya, Antigua dan Barbuda, serta Saint Kitts dan Nevis. Perjalanan tersebut memberikan kesempatan untuk memantau langsung perkembangan sepak bola di kawasan Concacaf sekaligus bertemu dengan pemangku kepentingan lokal.

FIFA menyatakan bahwa perjanjian sewa ruang tersebut ditandatangani sesuai dengan proses internal standar organisasi. Penjelasan itu menegaskan bahwa penyewaan fasilitas di Trump Tower diproses melalui mekanisme administratif yang berlaku di FIFA, sejalan dengan kebutuhan kegiatan dan perjalanan resmi presidennya. Dengan demikian, penggunaan ruang tersebut dikaitkan dengan dukungan operasional selama rangkaian agenda Infantino di New York, bukan sebagai kegiatan yang berdiri terpisah dari tugas kelembagaan FIFA.

Penyewaan ruang di Trump Tower kembali menjadi sorotan karena dikaitkan dengan kedekatan Gianni Infantino, Presiden FIFA, dan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Ruang tersebut berada di Trump Tower, gedung yang dikenal sebagai salah satu properti utama yang terkait dengan nama dan jaringan bisnis Trump di New York. Informasi mengenai penyewaan itu menjadi bagian dari perhatian publik terhadap berbagai titik pertemuan pemimpin badan sepak bola dunia tersebut dan kepala pemerintahan Amerika Serikat. Meski demikian, fakta mengenai penggunaan ruang tidak dengan sendirinya menjelaskan tujuan, isi pembicaraan, atau pertimbangan di balik keputusan tersebut.

Sorotan terhadap hubungan keduanya juga memiliki latar sebelumnya. Pengundian Piala Dunia 2026 berlangsung di Kennedy Center, Washington, DC. Lembaga budaya itu dipimpin oleh Trump sejak 2025. Penyelenggaraan acara FIFA di tempat tersebut menempatkan Infantino dan Trump dalam forum resmi yang sama, sekaligus memperlihatkan adanya hubungan institusional agenda sepak bola internasional dan salah satu pusat kebudayaan terkemuka di Amerika Serikat.

Dalam acara pengundian itu, Infantino memberikan FIFA Peace Prize edisi perdana kepada Trump. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara yang berkaitan dengan Piala Dunia 2026, turnamen yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pemberian penghargaan itu menjadi salah satu momen yang paling banyak diperhatikan karena melibatkan Presiden FIFA dan presiden Amerika Serikat secara langsung.

Rangkaian fakta tersebut menjelaskan mengapa penyewaan ruang di Trump Tower kembali dikaitkan dengan kedekatan Infantino dan Trump. Meski begitu, hubungan yang tampak melalui lokasi pertemuan, penyelenggaraan acara, dan pemberian penghargaan perlu dipisahkan dari dugaan mengenai motif pribadi, kepentingan politik, atau alasan di balik keputusan FIFA. Tanpa keterangan resmi yang mengonfirmasi hal-hal tersebut, penilaian mengenai hubungan mereka sebaiknya tetap didasarkan pada peristiwa dan informasi yang telah tersedia.

Menjelang Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang, posisi Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA kembali menjadi perhatian. Presiden FIFA tersebut sebelumnya dinilai berada dalam posisi yang sangat kuat. Dukungan terhadap kepemimpinannya diperkirakan dapat bertahan setidaknya hingga final Piala Dunia 2026, terutama karena ia masih memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah organisasi dan agenda sepak bola internasional.

Namun, prospek tersebut sempat menghadapi pertanyaan setelah Infantino mengusulkan pembukaan investasi swasta dalam sejumlah kegiatan FIFA. Rencana itu memungkinkan investor memperoleh kendali atas sebagian aspek penyelenggaraan Piala Dunia dan turnamen FIFA lainnya. Gagasan tersebut memicu kekhawatiran mengenai pengaruh komersial terhadap pengambilan keputusan, sekaligus menimbulkan spekulasi apakah kontroversi itu dapat melemahkan peluangnya untuk melanjutkan masa kepemimpinan.

Infantino kemudian menarik kembali usulan investasi tersebut. Langkah itu membantu meredakan keraguan di sejumlah pihak dan memperkuat kembali dukungan terhadap pencalonannya. Dengan demikian, ia tetap dipandang sebagai kandidat terdepan ketika proses pemilihan mulai memasuki tahap penting. Kendati demikian, dukungan formal dari asosiasi anggota tetap menjadi unsur penentu sebelum setiap kandidat dapat mengikuti pemungutan suara.

Sejauh ini, mantan bek tim nasional Swiss, Ramon Vega, menjadi satu-satunya tokoh yang secara resmi menyatakan niat untuk menantang Infantino. Vega masih harus mengumpulkan dukungan dari sedikitnya lima asosiasi anggota FIFA hingga batas waktu 18 November agar pencalonannya dapat memenuhi persyaratan. FIFA saat ini memiliki 211 asosiasi anggota, sehingga proses tersebut membuka ruang bagi persaingan, meskipun jumlah kandidat resmi masih terbatas.

Infantino juga memperoleh sinyal dukungan penting dari Konfederasi Sepak Bola Afrika. Dalam pertemuan di Cape Verde pada pekan sebelumnya, presidennya menyatakan bahwa 54 asosiasi anggota konfederasi tersebut berencana mendukung pencalonan kembali Infantino. Komitmen itu dapat menjadi modal politik yang signifikan, mengingat jumlah suara dari Afrika berpotensi memainkan peran penting dalam menentukan hasil pemilihan presiden FIFA.

Baca juga: Presiden: Pemadaman Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting Jadi Perhatian | Aksi KNPRI di Depan DPR Desak Pemakzulan Wakil Presiden Gibran