Hamdan Tour Akhiri Kerja Sama dengan Ruben Onsu di Tengah Polemik Rekaman Video Call

oleh -109 Dilihat
oleh
Hamdan Tour Akhiri Kerja Sama dengan Ruben Onsu di Tengah Polemik Rekaman Video Call

Jakarta | Hamdan Tour mengumumkan bahwa Ruben Onsu tidak lagi berstatus sebagai brand ambassador perusahaan. Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Hamdan Tour, @hamdantour, pada 13 Oktober 2026. Pengumuman itu kemudian menjadi bagian dari pemberitaan pada 14 Oktober 2026, sehingga menarik perhatian publik dan pengguna media sosial. Pernyataan tersebut menandai berakhirnya kerja sama perusahaan perjalanan tersebut dan Ruben Onsu dalam kapasitasnya sebagai perwakilan merek.

Dalam unggahan yang disampaikan melalui kanal resminya, Hamdan Tour menyatakan perubahan status kerja sama tersebut secara terbuka. Keterangan perusahaan menjadi rujukan utama mengenai posisi Ruben Onsu terhadap merek Hamdan Tour saat ini. Dengan demikian, Ruben tidak lagi menjalankan peran sebagai figur yang merepresentasikan layanan, promosi, maupun komunikasi pemasaran perusahaan sebagaimana sebelumnya. Informasi yang tersedia berfokus pada pengakhiran status brand ambassador, tanpa memuat penjelasan lebih lanjut mengenai rincian proses atau latar belakang keputusan tersebut.

Pengumuman itu muncul ketika polemik rekaman video call yang memperlihatkan Ruben Onsu bersama seorang pria berinisial Y masih ramai dibahas di media sosial. Perbincangan tersebut membuat kabar mengenai perubahan kerja sama Hamdan Tour dan Ruben mendapat sorotan lebih luas. Meski muncul dalam waktu yang berdekatan, informasi publik yang disampaikan perusahaan tidak menyebut polemik rekaman video call itu sebagai alasan resmi berakhirnya kerja sama. Karena itu, kedua perkara tersebut perlu ditempatkan secara terpisah sampai terdapat keterangan resmi yang menghubungkannya.

Manajemen Hamdan Tour menjelaskan bahwa penghentian kerja sama dengan Ruben Onsu dilakukan melalui beberapa tahapan yang berbeda. Penjelasan ini penting agar waktu berakhirnya penggunaan materi promosi tidak tertukar dengan waktu penghapusan tautan akun perusahaan pada media sosial. Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, seluruh materi brosur yang menampilkan Ruben Onsu telah dihentikan sejak 31 Agustus 2026.

Penghentian materi promosi tersebut mencakup brosur perusahaan yang memuat foto, nama, atau penampilan Ruben Onsu sebagai bagian dari komunikasi pemasaran Hamdan Tour. Sejak tanggal tersebut, materi bersangkutan tidak lagi digunakan dalam kegiatan promosi perusahaan. Dengan demikian, 31 Agustus 2026 menjadi penanda berakhirnya penggunaan materi brosur yang menampilkan Ruben Onsu, bukan tanggal penghapusan tautan pada akun media sosial.

Adapun perubahan pada profil media sosial Ruben Onsu berlangsung kemudian. Tautan atau tag akun Hamdan Tour yang tercantum pada bio media sosial Ruben secara resmi dihapus pada 12 Oktober 2026. Peristiwa ini merupakan langkah terpisah setelah penghentian materi brosur pada akhir Agustus. Karena itu, urutan kronologinya adalah penghentian seluruh materi brosur pada 31 Agustus, kemudian penghapusan tautan atau tag akun Hamdan Tour pada 12 Oktober.

Manajemen Hamdan Tour menyampaikan rincian tersebut sebagai bagian dari pengumuman resmi perusahaan mengenai berakhirnya kerja sama. Keterangan itu membedakan bentuk tindakan yang dilakukan pada masing-masing tanggal: penghentian materi promosi berkaitan dengan brosur perusahaan, sedangkan penghapusan pada Oktober berkaitan dengan tampilan tautan akun di bio media sosial Ruben. Pemisahan informasi ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai proses administratif penghentian kerja sama tanpa mencampurkan kedua waktunya.

Manajemen Hamdan Tour menegaskan adanya batas yang jelas kehidupan pribadi Ruben Onsu dan identitas perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul polemik mengenai rekaman video call yang melibatkan nama Ruben. Menurut manajemen, Ruben merupakan individu dengan kehidupan, sikap, dan pandangan pribadinya sendiri. Hal-hal yang berkaitan dengan dirinya di luar kepentingan perusahaan tidak dapat secara otomatis dianggap sebagai representasi Hamdan Tour.

Penegasan ini juga berarti bahwa setiap pernyataan, tindakan, atau pandangan Ruben dalam ranah personal tidak mencerminkan nilai, kebijakan, maupun sikap resmi Hamdan Tour. Perusahaan menyampaikan pentingnya memisahkan persoalan personal dari tanggung jawab kelembagaan agar publik dapat memahami posisi masing-masing pihak secara proporsional. Dengan demikian, polemik yang berkembang tidak seharusnya mengaburkan identitas perusahaan maupun mengganggu pemahaman masyarakat terhadap layanan yang disediakan.

Dalam keterangannya, manajemen Hamdan Tour tetap menyatakan komitmen untuk menjalankan layanan ibadah umrah secara amanah, aman, dan sesuai syariat. Komitmen tersebut merupakan tanggung jawab perusahaan kepada para jemaah serta bagian dari standar pelayanan yang terus dijaga. Hamdan Tour menempatkan aspek kepercayaan, keselamatan, dan kepatuhan terhadap ketentuan syariat sebagai dasar dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah. Penjelasan mengenai komitmen layanan ini disampaikan sebagai sikap kelembagaan perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk mengaitkannya dengan penilaian terhadap Ruben secara pribadi. Manajemen berharap masyarakat dapat membedakan posisi perusahaan dari kehidupan personal individu yang pernah memiliki hubungan kerja sama dengan Hamdan Tour, sekaligus memperoleh informasi secara utuh dan tidak terburu-buru dalam menilai perkembangan polemik tersebut.

Perhatian publik terhadap pengumuman Hamdan Tour tidak terlepas dari polemik rekaman video call yang melibatkan Ruben Onsu. Rekaman tersebut memperlihatkan percakapan Ruben dengan seorang pria berinisial Y dan sebelumnya diunggah oleh Sarwendah melalui media sosial. Setelah beredar, materi itu menjadi pembahasan warganet dan memunculkan beragam komentar mengenai konteks percakapan serta pihak-pihak yang disebut berkaitan dengan rekaman tersebut.

Perbincangan itu kemudian meluas ke sejumlah akun bisnis dan merek yang diketahui pernah bekerja sama dengan Ruben Onsu. Beberapa warganet menyampaikan tanggapan pada kolom komentar akun-akun tersebut, sehingga isu personal ikut bersinggungan dengan ruang komunikasi yang berkaitan dengan kegiatan profesional. Aktivitas komentar di media sosial membuat perhatian terhadap kerja sama komersial dan hubungan dengan mitra kerja meningkat, meskipun setiap pihak memiliki kebijakan serta pertimbangan masing-masing dalam menyikapi isu yang berkembang.

Dalam keterangannya, Ruben juga menyoroti dampak serangan di media sosial. Menurut keluhannya, tekanan tersebut tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi turut berdampak pada orang-orang terdekat dan mitra kerja. Pernyataan itu menggambarkan luasnya konsekuensi yang dapat muncul ketika sebuah isu pribadi menyebar di ruang publik dan kemudian dikaitkan dengan berbagai aktivitas profesional. Di tengah situasi tersebut, Hamdan Tour mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Ruben Onsu, sementara rekaman video call dan respons warganet tetap menjadi bagian dari perhatian publik terhadap kabar tersebut.

Baca juga: Ruben Onsu Laporkan Dua Pria atas Dugaan Penyebaran Rekaman Video Call | Laporan Polisi Ruben Onsu atas Rekaman Video Call yang Beredar di Media Sosial | Dua Laporan Ruben Onsu ke Polda Metro Jaya Terkait Video Call yang Viral