Asap Karhutla Mengancam 279 Kabupaten/Kota, Katingan Catat ISPU Tertinggi

oleh -587 Dilihat
oleh
Asap Karhutla Mengancam 279 Kabupaten/Kota, Katingan Catat ISPU Tertinggi

Kota Diselimuti Asap Karhutla | BMKG memperkirakan asap kebakaran hutan dan lahan berpotensi memengaruhi 279 kabupaten/kota yang tersebar di 28 provinsi pada Kamis (15/10). Di sejumlah lokasi, kualitas udara dilaporkan mencapai tingkat berbahaya. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak kebakaran tidak hanya dirasakan di sekitar titik api, tetapi juga dapat menjangkau wilayah yang lebih luas ketika asap terbawa angin dan partikulat bertahan di atmosfer.

Pemantauan sebaran partikulat dilakukan menggunakan aerosol optical depth (AOD), yakni ukuran pelemahan cahaya matahari saat melewati aerosol di atmosfer. Aerosol dapat mencakup partikel halus dari asap kebakaran. Secara umum, nilai AOD yang lebih tinggi menandakan semakin banyak aerosol berada di sepanjang lintasan cahaya, sehingga dapat mengindikasikan potensi sebaran kabut asap yang lebih besar. Namun, angka tersebut merupakan indikator atmosfer dan perlu dibaca bersama informasi kualitas udara serta kondisi setempat.

Data yang dimuat pada pukul 07.51 WIB menunjukkan 279 wilayah memiliki nilai maksimum AOD harian di atas 0,5. Nilai maksimum harian menggambarkan tingkat tertinggi yang terpantau dalam rentang pengamatan hari itu, bukan berarti seluruh wilayah mengalami kondisi yang sama sepanjang waktu. Perubahan arah dan kecepatan angin, dinamika cuaca, serta aktivitas kebakaran dapat membuat konsentrasi asap berbeda antarlokasi dan berubah dari jam ke jam.

Angka tersebut menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami penurunan kualitas udara. Pemantauan berkala diperlukan untuk mengikuti perubahan kondisi dan menyampaikan informasi yang relevan kepada warga. Masyarakat dapat merujuk pada pembaruan resmi BMKG maupun instansi terkait sebelum merencanakan kegiatan di luar ruangan. Jika udara tampak berkabut atau menimbulkan gangguan, mengurangi paparan asap dan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruang merupakan langkah kewaspadaan yang patut dipertimbangkan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan.

Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang paling menonjol dalam pemantauan sebaran aerosol terkait kebakaran hutan dan lahan. Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya tercatat sebagai lokasi dengan nilai AOD tertinggi, dengan prediksi maksimum harian mencapai 10,17. Angka tersebut menunjukkan konsentrasi aerosol yang sangat tinggi di atmosfer dan menjadi sinyal penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap, terutama apabila kondisi kering dan sumber api masih bertahan.

AOD atau aerosol optical depth menggambarkan tingkat penghalangan cahaya oleh partikel di atmosfer pada suatu lintasan pengamatan. Nilai yang tinggi dapat berkaitan dengan banyaknya partikel seperti asap, meski tidak dengan sendirinya menjelaskan kualitas udara yang dihirup warga di setiap lokasi. Karena itu, informasi AOD perlu dibaca bersama pemantauan kualitas udara, arah angin, kondisi cuaca, serta laporan lapangan. Meski demikian, prediksi maksimum 10,17 di Katingan dan Palangka Raya menegaskan perlunya perhatian serius terhadap potensi paparan asap.

Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di sejumlah kabupaten lain di Kalimantan Tengah, yakni Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, dan Kapuas. Sebaran di beberapa wilayah dalam satu provinsi menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak terbatas pada satu titik. Pergerakan asap dapat berubah mengikuti angin, sehingga masyarakat di kawasan terdampak maupun daerah sekitarnya perlu mengikuti pembaruan resmi dan menyesuaikan kegiatan luar ruang apabila kualitas udara memburuk.

Di luar Kalimantan Tengah, pemantauan turut menyoroti Kabupaten Ketapang di Kalimantan Barat dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Sebaran lain mencakup Kaimana di Papua Barat, serta Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir di Sumatra Selatan. Daftar wilayah tersebut memperlihatkan luasnya cakupan potensi aerosol yang perlu diperhatikan di berbagai pulau. Pemantauan berkala menjadi penting agar perubahan kondisi dapat diketahui lebih cepat dan respons kesehatan maupun penanganan kebakaran dapat diarahkan secara tepat. Pemerintah daerah dan warga juga dapat menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan, tanpa mengabaikan panduan resmi mengenai kualitas udara dan keselamatan saat terjadi kabut asap.

Pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup pada pagi itu memperlihatkan bahwa kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra berada pada level berbahaya. Kondisi tersebut berkaitan dengan paparan asap kebakaran hutan dan lahan yang dapat menurunkan mutu udara serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Di wilayah yang dipantau, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, mencatat keadaan paling buruk. Nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di daerah tersebut mencapai 6.435, angka yang menunjukkan situasi sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian segera. Data ini menjadi peringatan bagi masyarakat maupun pemerintah untuk mengutamakan keselamatan selama kualitas udara belum membaik.

Kementerian menjelaskan bahwa paparan pada tingkat tersebut berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius pada populasi. Udara yang tercemar asap dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama apabila seseorang menghirupnya dalam waktu lama atau saat beraktivitas berat. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung atau paru-paru termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih ketat. Namun, kondisi berbahaya juga dapat memengaruhi warga yang sebelumnya sehat. Karena itu, angka ISPU tinggi tidak sepatutnya dianggap sebagai informasi semata. Pemantauan berkala dan respons cepat diperlukan agar masyarakat memperoleh arahan yang sesuai dengan perubahan kondisi di lapangan.

Untuk mengurangi paparan, masyarakat di wilayah terdampak diimbau menghindari aktivitas di luar ruangan selama udara masih berada pada tingkat berbahaya. Jika kegiatan luar rumah tidak dapat ditunda, durasi dan intensitasnya sebaiknya dibatasi, serta gunakan pelindung pernapasan yang sesuai. Kelompok sensitif dianjurkan tetap berada di dalam ruangan dan mengurangi aktivitas, termasuk kegiatan fisik yang meningkatkan kebutuhan bernapas. Tutup pintu dan jendela bila asap masuk ke rumah, dan ikuti pembaruan resmi mengenai kualitas udara serta arahan pemerintah setempat. Warga yang mengalami sesak napas, batuk berat, atau keluhan lain sebaiknya mencari bantuan medis. Penanganan cepat dan kehati-hatian bersama penting untuk menekan risiko kesehatan selama kabut asap berlangsung.

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar gangguan jarak pandang dan bau menyengat. Campuran polutan di dalamnya dapat mencakup partikel halus PM2,5 dan PM10, karbon monoksida, karbon dioksida, serta senyawa lain yang terbentuk ketika bahan organik terbakar tidak sempurna. Komposisi dan konsentrasi polutan dapat berubah mengikuti jenis bahan yang terbakar, intensitas kebakaran, dan kondisi cuaca. Karena itu, dampaknya terhadap kesehatan dan kualitas udara perlu dinilai berdasarkan tingkat pencemaran yang terukur, termasuk melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Partikel halus menjadi perhatian karena ukurannya memungkinkan partikel masuk ke saluran pernapasan saat udara tercemar dihirup. Paparan dapat memicu iritasi dan peradangan, serta mengganggu fungsi pernapasan. Risiko dapat meningkat ketika konsentrasi polutan tinggi atau paparan berlangsung lama; anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan perlu memberi perhatian khusus. Masyarakat sebaiknya mengikuti informasi kualitas udara dan anjuran otoritas setempat, terutama saat asap pekat menyelimuti permukiman. Membatasi paparan di luar ruangan dan menggunakan perlindungan yang sesuai dapat membantu mengurangi kontak dengan polutan, tetapi tidak menggantikan upaya menghentikan sumber kebakaran.

ISPU membagi kualitas udara ke dalam lima kategori: baik pada rentang 0–50, sedang pada 51–100, tidak sehat pada 101–200, sangat tidak sehat pada 201–300, dan berbahaya jika nilainya di atas 300. Panduan aktivitas disesuaikan dengan kategori dan kondisi setempat. Ketika ISPU mencapai tingkat berbahaya, semua orang diminta menghindari kegiatan di luar ruangan.

Baca juga: Asap Karhutla Ganggu Pernapasan Warga Palembang, PM2.5 Tercatat Berbahaya | Asap Karhutla Terdeteksi di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Waspadai Kualitas Udara | Asap Karhutla Tekan Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Indonesia