Suroso Isnandar Pimpin PLN, Pemulihan Listrik Batam dan Bintan Jadi Sorotan

oleh -380 Dilihat
oleh
Suroso Isnandar Pimpin PLN, Pemulihan Listrik Batam dan Bintan Jadi Sorotan

Batam | Suroso Isnandar diangkat menjadi direktur utama PT PLN (Persero), menggantikan Darmawan Prasodjo. Informasi mengenai pergantian pimpinan tersebut disampaikan oleh Komisaris Independen PLN, Andi Arief, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Keterangan itu menjadi dasar pemberitaan mengenai perubahan posisi direktur utama di perusahaan ketenagalistrikan milik negara tersebut. Dengan pengangkatan ini, Suroso disebut akan memimpin PLN setelah Darmawan Prasodjo, sementara informasi yang disampaikan Andi berfokus pada hasil perubahan susunan pimpinan perusahaan.

Menurut Andi Arief, keputusan pengangkatan Suroso ditetapkan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB. Rapat tersebut diselenggarakan melalui Zoom dan dihadiri seluruh direksi serta komisaris PLN. Turut hadir Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata. Dengan demikian, pergantian direktur utama itu disampaikan sebagai keputusan yang dibahas dalam forum pemegang saham luar biasa, bukan sekadar pengumuman perubahan jabatan tanpa rapat. Andi menyampaikan informasi tersebut pada hari yang sama dengan tanggal rapat yang disebutkan dalam keterangannya.

Keterangan yang tersedia mengidentifikasi siapa yang menggantikan siapa, pihak yang menyampaikan kabar, serta forum dan peserta rapat. Namun, tidak terdapat rincian mengenai alasan pergantian Darmawan Prasodjo ataupun tahapan pertimbangan yang mendahului keputusan tersebut. Karena itu, perubahan kepemimpinan ini dapat dijelaskan sebatas keputusan RUPSLB yang dikabarkan Andi Arief. Informasi tersebut juga tidak memuat uraian mengenai agenda lain dalam rapat, masa jabatan Suroso, atau rencana kerja setelah pengangkatannya. Batas informasi ini penting agar pemberitaan tetap berpegang pada keterangan yang tersedia, tanpa menambahkan dugaan mengenai latar belakang keputusan. Untuk saat ini, pokok kabar yang dapat dipastikan dari pernyataan Andi adalah Suroso Isnandar ditetapkan sebagai direktur utama PLN, menggantikan Darmawan Prasodjo, melalui RUPSLB yang berlangsung secara daring dan dihadiri jajaran direksi serta komisaris perusahaan, termasuk Tedi Bharata dari Badan Pengaturan BUMN.

Selain ditetapkan sebagai Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar untuk sementara masih merangkap jabatan sebelumnya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. Perangkapan tugas tersebut berlaku hingga perusahaan menetapkan pengganti definitif untuk posisi yang masih dijalankannya. Dengan demikian, Suroso memikul tanggung jawab pada dua bidang kepemimpinan sekaligus dalam masa transisi ini.

Pengaturan sementara itu menempatkan kesinambungan pengelolaan proyek dan pengembangan energi baru terbarukan sebagai salah satu perhatian dalam pergantian kepemimpinan. Sampai ada pejabat definitif, Suroso tetap bertanggung jawab atas fungsi yang melekat pada jabatan sebelumnya, di samping tugasnya memimpin perusahaan. Penunjukan pengganti nantinya akan memisahkan kembali kedua tanggung jawab tersebut, sehingga susunan kepemimpinan dapat berjalan sesuai pembagian jabatan yang ditetapkan.

Di tengah transisi, Andi Arief menyampaikan apresiasi atas pengabdian Darmawan selama memimpin PLN. Penghargaan itu terutama ditujukan pada kiprah Darmawan dalam menjalankan berbagai transformasi di perusahaan. Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas upaya perubahan yang telah berlangsung selama masa kepemimpinannya, sekaligus menandai pentingnya kesinambungan agenda perusahaan ketika terjadi pergantian direktur utama.

Andi juga menyampaikan keyakinan bahwa Suroso akan melanjutkan transformasi yang telah dijalankan. Harapan itu menempatkan kepemimpinan baru dalam konteks keberlanjutan: perubahan yang sudah dilakukan tetap menjadi landasan, sementara pimpinan berikutnya bertugas meneruskan arah tersebut. Keyakinan ini tidak menghapus tantangan masa transisi, termasuk kebutuhan mengelola dua jabatan secara bersamaan sampai pengganti definitif ditetapkan.

Dalam situasi tersebut, perhatian publik tidak hanya tertuju pada penunjukan Suroso sebagai direktur utama, tetapi juga pada cara PLN menjaga kesinambungan tugas dan agenda transformasinya. Rangkap jabatan bersifat sementara, sedangkan proses penetapan pengganti definitif akan menentukan pembagian tanggung jawab selanjutnya. Apresiasi terhadap pengabdian Darmawan dan kepercayaan kepada Suroso menggambarkan dua sisi pergantian kepemimpinan: menghargai kerja yang telah dilakukan sekaligus berharap agenda perubahan perusahaan dapat terus berlanjut.

Pada Rabu sore, sebelum resmi menggantikan Darmawan sebagai pemimpin PLN, Suroso Isnandar dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Presiden di Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah perhatian terhadap pemulihan pasokan listrik di Batam dan Bintan. Kehadiran Suroso di Istana menjadi kesempatan untuk menyampaikan perkembangan penanganan gangguan kelistrikan di kedua wilayah tersebut secara langsung kepada Presiden. Situasi Batam dan Bintan menjadi sorotan karena proses pemulihan pasokan tidak berjalan dengan status yang sama: Batam telah kembali pulih sepenuhnya, sementara pekerjaan di Bintan masih berlanjut.

Suroso hadir bersama Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, serta CEO Danantara, Rosan Roeslani. Pertemuan itu berlangsung sebelum Suroso secara resmi menggantikan Darmawan, sehingga ia menyampaikan informasi mengenai kondisi kelistrikan dalam masa peralihan kepemimpinan tersebut. Setelah pertemuan, Suroso menjelaskan bahwa pasokan listrik di Batam telah pulih 100 persen. Pernyataan itu menandai bahwa pemulihan di Batam sudah mencapai seluruh cakupan yang dimaksud, berbeda dengan kondisi di Bintan yang masih memerlukan penanganan lanjutan.

Untuk Bintan, Suroso menyatakan bahwa proses pemulihan masih berlangsung dan sebagian wilayah akan menyusul. Dengan demikian, kondisi di pulau tersebut belum dapat disebut pulih sepenuhnya. Perbaikan atau pemulihan pasokan dilakukan secara bertahap, sementara wilayah yang belum kembali menerima layanan normal masih menunggu perkembangan berikutnya. Keterangan setelah pertemuan di Istana ini memberikan gambaran yang terpisah dan jelas mengenai dua wilayah: pasokan Batam telah pulih sepenuhnya, sedangkan pemulihan Bintan masih berjalan. Perbedaan status tersebut penting dicatat agar informasi mengenai perkembangan kelistrikan tidak menyamakan capaian di Batam dengan kondisi yang masih berlangsung di Bintan. Suroso menyampaikan perkembangan itu dalam konteks penanganan gangguan dan transisi kepemimpinan di PLN, tanpa menyatakan bahwa seluruh pasokan di Bintan telah kembali normal.

Bahlil menjelaskan bahwa pemadaman listrik di Batam dan Bintan berkaitan dengan sejumlah persoalan teknis pada sistem kelistrikan setempat. Menurut keterangannya, jaringan terdampak gangguan yang memengaruhi penyaluran listrik. Penjelasan tersebut menempatkan masalah pada kondisi teknis jaringan, bukan pada satu penyebab tunggal yang telah dipastikan secara menyeluruh. Ia menyebut beberapa kemungkinan yang dapat berhubungan dengan gangguan itu, termasuk sambaran petir dan hewan yang diduga terkena jaringan. Dengan demikian, keterangan Bahlil menggambarkan faktor-faktor teknis yang disampaikan sebagai bagian dari penjelasan atas pemadaman, tanpa menyatakan bahwa seluruh rinciannya telah menjadi kesimpulan final.

Salah satu faktor yang disebut Bahlil ialah sambaran petir yang mengenai jaringan. Dalam sistem kelistrikan, gangguan pada jaringan dapat berdampak pada penyaluran tenaga, sehingga kondisi tersebut perlu diperhatikan ketika menjelaskan terjadinya pemadaman. Namun, berdasarkan keterangan yang disampaikan, petir disebut sebagai salah satu hal yang berkaitan dengan gangguan, bukan sebagai satu-satunya penyebab yang dipastikan. Bahlil juga menyebut kemungkinan adanya hewan, yakni kelelawar, yang terkena jaringan. Ungkapan mengenai kelelawar itu tetap merupakan kemungkinan dalam penjelasannya; informasi tersebut tidak perlu diubah menjadi kepastian bahwa kejadian itu telah terbukti sebagai penyebab utama pemadaman.

Keterangan itu menunjukkan bahwa persoalan yang dibahas berada pada jaringan kelistrikan lokal dan mencakup lebih dari satu kemungkinan gangguan teknis. Penjelasan Bahlil membantu memberi gambaran mengenai jenis masalah yang dapat memengaruhi pasokan, tetapi batas informasinya perlu dijaga: ia menyebut jaringan terdampak, sambaran petir, serta kemungkinan kelelawar terkena jaringan. Tanpa rincian tambahan yang dinyatakan dalam keterangannya, tidak tepat menyimpulkan faktor mana yang paling menentukan atau mengaitkan pemadaman dengan penyebab lain.

Baca juga: Mobil Listrik Kompak Pimpin Distribusi September 2026, BYD Atto 1 di Posisi Teratas | Uji Beban Data Center dan Risiko Gangguan Listrik: Fakta di Balik Isu Pemadaman Batam | Sorotan Sepak Bola Indonesia: Paes, Masa Depan Pemain Persib, dan Timnas