BRI Peduli Dukung Ruang Edukasi Keuangan Digital di Unair

oleh -123 Dilihat
oleh
BRI Peduli Dukung Ruang Edukasi Keuangan Digital di Unair

Jakarta | BRI melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan BRI Peduli mendukung kehadiran Gerai Cerdas PEKA di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Gerai ini menjadi ruang edukasi keuangan digital sekaligus ruang diskusi aman bagi konsumen Indonesia. Nama PEKA merupakan singkatan dari Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia: Peduli, Kenali, Adukan. Kehadirannya diharapkan membantu masyarakat memahami hak dan tanggung jawab sebagai konsumen, serta mengenali cara menyampaikan pengaduan ketika menghadapi persoalan dalam menggunakan produk atau layanan keuangan.

Peresmian Gerai Cerdas PEKA berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair pada Jumat, 2 Oktober. Acara tersebut dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S., SEVP Institutional Business BRI Suyitno, serta Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Unair Ardianto. Kehadiran para perwakilan lembaga tersebut menunjukkan keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung edukasi dan pelindungan konsumen di tengah perkembangan layanan keuangan digital. Universitas menjadi lokasi strategis untuk memperluas pemahaman, terutama di kalangan mahasiswa dan lingkungan akademik.

Gerai Cerdas PEKA merupakan inisiatif Bank Indonesia dalam Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (Geber PK). Inisiatif ini dikembangkan bersama Unair dan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), dengan dukungan BRI melalui BRI Peduli. Kolaborasi tersebut menyatukan peran otoritas, perguruan tinggi, asosiasi perbankan, dan industri dalam menyediakan ruang edukasi yang mudah dijangkau. Melalui konsep Peduli, Kenali, Adukan, konsumen didorong untuk lebih cermat terhadap informasi dan layanan keuangan, memahami risiko serta haknya, dan mengetahui saluran yang dapat digunakan untuk mengadukan masalah. Dukungan BRI turut memperkuat upaya bersama agar literasi dan pelindungan konsumen menjadi bagian penting dari pemanfaatan keuangan digital secara bertanggung jawab.

Dukungan BRI melalui BRI Peduli terhadap penyediaan ruang edukasi keuangan digital di Universitas Airlangga memiliki tujuan penting: memperkuat literasi sekaligus pelindungan konsumen. Di tengah perubahan layanan finansial yang semakin banyak diakses melalui perangkat digital, pemahaman yang memadai dibutuhkan agar masyarakat mampu mengenali manfaat serta risiko setiap layanan. Upaya ini diarahkan terutama kepada generasi muda, supaya mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami hak, kewajiban, dan langkah aman dalam bertransaksi. Literasi yang kuat dapat membantu mahasiswa menilai informasi, menjaga data pribadi, mempertimbangkan kebutuhan sebelum mengambil keputusan keuangan, serta mengetahui saluran yang tepat untuk meminta bantuan ketika menghadapi kendala atau dugaan penyalahgunaan layanan digital.

Gerai edukasi tersebut dirancang sebagai tempat yang dapat dimanfaatkan untuk belajar, berdiskusi, dan berkonsultasi mengenai berbagai aspek keuangan digital. Pengunjung dapat memperdalam pemahaman tentang penggunaan layanan, keamanan transaksi, perlindungan data, serta cara mengenali risiko yang mungkin muncul. Dengan adanya ruang yang mudah dijangkau di lingkungan kampus, pembahasan mengenai keuangan digital diharapkan berlangsung lebih terbuka dan dekat dengan keseharian penggunanya. Fasilitas ini tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa, tetapi juga dapat digunakan dosen, tenaga kependidikan, pengelola, dan organisasi kemahasiswaan. Keterlibatan berbagai unsur kampus membuka kesempatan untuk saling bertukar pengetahuan dan memperluas pemahaman tentang penggunaan layanan keuangan yang cakap, kritis, serta bertanggung jawab.

Alexander Dippo menyampaikan bahwa gerai ini bukan sekadar fasilitas baru, melainkan ruang belajar, diskusi, sekaligus perlindungan bagi generasi muda di tengah perkembangan ekosistem keuangan dan transaksi digital. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberadaan gerai memiliki peran lebih luas daripada menyediakan tempat fisik. Ruang ini dapat membantu warga kampus memahami perkembangan layanan, mengajukan pertanyaan, dan membicarakan pengalaman maupun tantangan yang mereka hadapi. Melalui kegiatan edukasi dan konsultasi, pengguna diharapkan semakin mampu membuat keputusan secara cermat serta mengenali langkah yang dapat ditempuh untuk menjaga diri saat bertransaksi. Dengan demikian, dukungan BRI turut mendorong terbentuknya lingkungan kampus yang lebih siap menghadapi perubahan keuangan digital, dengan pengetahuan yang memadai dan perhatian pada pelindungan konsumen.

Materi edukasi dalam program ini mencakup pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan, terutama yang tersedia secara digital. Mahasiswa diajak mengenali karakteristik layanan yang digunakan, termasuk cara kerja, manfaat, biaya, ketentuan, serta risiko yang mungkin menyertainya. Pemahaman tersebut penting sebelum seseorang memilih atau menggunakan layanan, sebab setiap produk memiliki fungsi dan konsekuensi yang berbeda. Dengan bekal informasi yang memadai, sivitas akademika diharapkan dapat menilai kesesuaian suatu layanan dengan kebutuhan dan kemampuannya, bukan hanya mengambil keputusan berdasarkan kemudahan akses atau promosi.

Aspek lain yang dibahas ialah keamanan data pribadi dan transaksi. Pengguna perlu berhati-hati dalam membagikan informasi, menjaga kerahasiaan kode akses, serta memeriksa keaslian saluran komunikasi sebelum melakukan tindakan keuangan. Sikap juga diperlukan ketika menerima tautan, permintaan data, atau penawaran yang tidak jelas. Edukasi ini turut menekankan pemahaman atas hak dan kewajiban konsumen. Konsumen berhak memperoleh informasi yang jelas dan perlakuan yang sesuai, sekaligus berkewajiban membaca ketentuan, menggunakan layanan secara bertanggung jawab, serta menjaga keamanan akun dan perangkat yang dipakai bertransaksi.

Pendekatan Peduli, Kenali, Adukan merangkum langkah yang dapat diterapkan saat berhadapan dengan layanan keuangan digital. Peduli berarti menyadari pentingnya perlindungan data dan keamanan transaksi. Kenali mendorong pengguna memahami karakteristik, syarat, serta risiko layanan sebelum menyetujuinya. Adukan mengingatkan konsumen untuk mengetahui jalur pengaduan yang tersedia apabila mengalami kendala atau menemukan masalah. Melalui pemahaman mekanisme tersebut, pengguna dapat menyampaikan keluhan dengan lebih terarah dan mencari penanganan yang sesuai. Program ini diharapkan membantu mahasiswa menjadi lebih cermat dalam mengambil keputusan keuangan. Mahasiswa juga diharapkan dapat membagikan pemahaman yang diperoleh kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitarnya, sehingga berpotensi menjadi agen literasi keuangan. Harapan ini menempatkan edukasi bukan hanya sebagai bekal pribadi, tetapi juga sebagai dorongan untuk menumbuhkan kebiasaan menggunakan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.

Ruang edukasi keuangan digital di Universitas Airlangga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan nasional, terutama Asta Cita ke-3 yang menekankan penguatan inklusi keuangan. Melalui ruang pembelajaran ini, mahasiswa dan sivitas akademika dapat memperluas pemahaman mengenai akses, manfaat, serta penggunaan layanan keuangan formal. Edukasi juga diarahkan pada pengembangan ekosistem pembayaran digital yang aman, sehingga pemanfaatan transaksi nontunai disertai kesadaran untuk menjaga data pribadi, mengenali risiko, dan memilih layanan secara cermat.

Kontribusi pada Asta Cita ke-3 turut tercermin dalam dukungan terhadap kewirausahaan mahasiswa. Pemahaman mengenai pembayaran digital dan pengelolaan keuangan dapat membantu mahasiswa menyiapkan kegiatan usaha, menerima pembayaran dengan lebih praktis, serta mengelola transaksi secara tertib. Inisiatif ini berhubungan pula dengan Asta Cita ke-6, yakni peningkatan kapasitas digital dan finansial. Kemampuan tersebut penting bagi mahasiswa maupun sivitas akademika agar dapat menggunakan teknologi dan produk keuangan dengan kritis, memahami konsekuensinya, dan mengambil keputusan yang sesuai kebutuhan.

Upaya tersebut juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Dari sisi pendidikan berkualitas, ruang edukasi memperluas kesempatan belajar tentang kecakapan finansial dan digital. Dari sisi pertumbuhan ekonomi inklusif, pengetahuan yang lebih baik dapat mendukung partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi serta membuka peluang bagi usaha mahasiswa. Penekanan pada keamanan transaksi, pemahaman hak, dan kewaspadaan terhadap risiko turut menguatkan pelindungan konsumen. Sementara itu, pelaksanaan program melibatkan kerja sama berbagai pihak, sejalan dengan tujuan membangun kemitraan lintas sektor.

Dippo menegaskan bahwa upaya membangun kecakapan tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Baca juga: Sorotan Berita: Pengasuhan Digital, Museum Keris, Teknologi, dan Dunia Seni | Gambaran Zodiak Sabtu, 17 Oktober 2026: Keuangan, Pekerjaan, dan Hubungan