Dody Muhammad Pasha Meninggal Saat Mengikuti ITB Ultra Marathon 2026

oleh -143 Dilihat
oleh
Dody Muhammad Pasha Meninggal Saat Mengikuti ITB Ultra Marathon 2026

Bandung | Dody Muhammad Pasha, mahasiswa sarjana Teknik Pertambangan di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (FTTM ITB), meninggal dunia saat mengikuti ITB Ultra Marathon 2026. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di sekitar Pesantren Al-Ittihad, Cianjur, Jawa Barat. Dody tengah berlari dalam ajang tersebut ketika kejadian berlangsung. Ia membawa bendera komunitas Tambang Berlari, kelompok yang diwakilinya dalam perlombaan. Informasi mengenai peristiwa ini menempatkan Cianjur sebagai lokasi kejadian, sementara waktu yang disebutkan adalah hari kedua pelaksanaan kegiatan. Hingga keterangan yang disampaikan, tidak ada rincian mengenai penyebab kematian yang dapat dipastikan dari informasi tersebut.

Dalam ITB Ultra Marathon 2026, Dody terdaftar mengikuti kategori relay 16. Kategori ini merupakan bagian dari rangkaian lomba yang diikuti pelari dari berbagai latar belakang. Saat berlari, ia membawa bendera Tambang Berlari, sehingga keikutsertaannya juga membawa identitas komunitas tersebut di jalur perlombaan. Kejadian berlangsung di sekitar Pesantren Al-Ittihad, Cianjur, bukan di kawasan kampus ITB. Rincian yang tersedia menyebut lokasi dan waktu kejadian, tetapi tidak menjelaskan secara terperinci bagaimana peristiwa itu terjadi maupun urutan tindakan setelahnya. Karena itu, kronologi dapat dipaparkan secara terbatas pada fakta bahwa Dody meninggal ketika mengikuti lomba pada Sabtu tersebut.

ITB Ultra Marathon 2026 diikuti oleh 5.216 pelari. Angka itu menggambarkan jumlah peserta dalam ajang secara keseluruhan dan tidak menunjukkan hubungan dengan kejadian yang menimpa Dody. Peristiwa di Cianjur menjadi bagian tersendiri dari kabar mengenai pelaksanaan lomba, dengan informasi utama berpusat pada identitas Dody, kategori relay 16, serta lokasi dan tanggal kejadian. Dody diketahui merupakan mahasiswa sarjana Teknik Pertambangan FTTM ITB dan berlari sambil membawa bendera komunitas Tambang Berlari. Keterangan tersebut memberikan konteks mengenai partisipasinya, tanpa menyimpulkan faktor penyebab atau detail lain yang belum dikonfirmasi. Dengan demikian, inti kronologi yang dapat dipastikan adalah bahwa ia meninggal dunia saat mengikuti ITB Ultra Marathon 2026 di Cianjur.

Kabar meninggalnya Dody Muhammad Pasha saat mengikuti ITB Ultra Marathon 2026 dikonfirmasi oleh Ketua Panitia, Aleks Suhanto, bersama Race Director, Ahmad Shalahuddin Zulfa. Keduanya menyampaikan bahwa Dody sempat mengalami keluhan kesehatan ketika mengikuti kegiatan tersebut. Informasi yang disampaikan panitia berfokus pada urutan pertolongan dan penanganan yang diterima, tanpa menyimpulkan kondisi awal maupun penyebab meninggalnya Dody.

Begitu keluhan itu diketahui, tim medis lapangan segera memberikan pertolongan pertama. Tim tersebut mencakup dokter yang berada di lokasi untuk membantu peserta yang membutuhkan penanganan. Respons awal dilakukan sebelum Dody dirujuk ke Rumah Sakit dr Hafiz Cianjur agar memperoleh penanganan lanjutan. Dengan demikian, penanganan berlangsung melalui dua tahap yang disebutkan dalam konfirmasi: bantuan medis di lapangan, lalu perawatan di rumah sakit.

Aleks menyatakan bahwa pihak rumah sakit telah melakukan berbagai tindakan medis terhadap Dody. Namun, setelah upaya penanganan tersebut, Dody dinyatakan meninggal dunia. Pernyataan ini menjadi bagian dari penjelasan resmi panitia mengenai kabar duka yang terjadi dalam rangkaian ITB Ultra Marathon 2026. Panitia tidak menyampaikan rincian medis lebih jauh dalam keterangan yang dirangkum di sini, sehingga tidak ada dasar untuk mengaitkan peristiwa tersebut dengan dugaan kondisi tertentu.

Konfirmasi dari Aleks dan Ahmad memberikan kejelasan mengenai langkah yang dilakukan setelah Dody mengalami keluhan: tenaga medis lapangan segera bertindak, kemudian ia dibawa ke rumah sakit untuk penanganan berikutnya. Kabar bahwa berbagai tindakan telah dilakukan oleh tim rumah sakit sekaligus menegaskan bahwa Dody memperoleh perawatan lanjutan sebelum dinyatakan meninggal. Informasi ini disampaikan secara terbatas pada hal-hal yang telah dikonfirmasi, dengan tetap menghormati keluarga dan pihak-pihak yang terdampak. Peristiwa tersebut menjadi kabar duka bagi panitia dan peserta, sementara rincian yang belum disampaikan secara resmi tidak sepatutnya ditambahkan atau diasumsikan.

Setelah kepastian medis mengenai kondisi Dody Muhammad Pasha diperoleh, perhatian segera diarahkan pada pendampingan keluarga dan pengaturan pemulangan jenazah. Pimpinan Institut Teknologi Bandung (ITB), panitia ITB Ultra Marathon 2026, serta perwakilan alumni hadir mendampingi keluarga di rumah sakit. Kehadiran mereka menjadi bagian dari dukungan institusi dan komunitas kampus kepada keluarga dalam menghadapi situasi duka, sekaligus membantu komunikasi serta koordinasi yang diperlukan pada tahap berikutnya.

Perwakilan ITB yang mendampingi keluarga di rumah sakit ialah Pelaksana Tugas Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Edwan Kardena, serta Direktur Kemahasiswaan ITB, Prof. Muhammad Insanu. Keduanya hadir bersama pengurus Ikatan Alumni Teknik Pertambangan ITB. Keterlibatan unsur pimpinan kampus dan alumni tersebut mencerminkan koordinasi lintas pihak setelah peristiwa terjadi. Pendampingan diberikan dengan tetap mengutamakan kebutuhan keluarga, termasuk dalam proses pengurusan dan persiapan perjalanan menuju rumah duka di Jambi.

Untuk mengawal pemulangan, Tambang Berlari, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB, dan panitia berkoordinasi dalam mengatur perjalanan jenazah dari Jawa Barat ke Jambi. Jenazah diberangkatkan dari Jawa Barat pada Minggu, 18 Oktober 2026, dan dijadwalkan tiba di Jambi pada malam hari. Setelah tiba, jenazah akan dibawa ke rumah duka. Pemakaman direncanakan berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2026, sesuai rencana yang disampaikan dalam koordinasi pemulangan tersebut.

ITB juga menugaskan Kasubdit Humas Imam Santoso bersama perwakilan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) untuk mendampingi keluarga hingga rangkaian pemakaman selesai. Penugasan itu memastikan keluarga tetap memperoleh pendampingan dari pihak kampus selama perjalanan dan prosesi berlangsung. Koordinasi ITB, panitia, organisasi mahasiswa, serta alumni menjadi perhatian penting agar pemulangan berjalan tertata dan kebutuhan keluarga dapat ditangani. Dukungan berlanjut sampai pemakaman di Jambi, sebagai wujud perhatian komunitas kampus kepada keluarga Dody dalam masa berduka.

Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Tatacipta Dirgantara, menyampaikan duka cita atas meninggalnya Dody Muhammad Pasha saat mengikuti ITB Ultra Marathon 2026. Ungkapan belasungkawa tersebut disampaikan di garis finis yang berlokasi di Kampus Ganesha ITB, Bandung, pada Minggu. Dalam kesempatan itu, Prof. Tatacipta memimpin doa bersama untuk almarhum. Doa berlangsung di tengah komunitas yang berkumpul di lokasi finis, termasuk keluarga besar ITB dan peserta kegiatan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari momen penghormatan bagi Dody, sekaligus kesempatan untuk mendoakan almarhum setelah kabar duka tersebut diterima.

Doa bersama yang dipimpin Rektor ITB menjadi bentuk penyampaian rasa duka institusi atas kepergian Dody. Di lingkungan kampus, kegiatan itu menandai kebersamaan dalam menghadapi kabar meninggalnya peserta marathon tersebut. Prof. Tatacipta memimpin doa di hadapan mereka yang hadir di garis finis, sementara ungkapan duka disampaikan bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. Penyampaian belasungkawa ini juga menyertai permohonan agar Dody memperoleh kebaikan di sisi Allah SWT. Tidak ada keterangan lain yang ditambahkan mengenai doa tersebut selain bahwa Rektor ITB memimpinnya di Kampus Ganesha pada Minggu.

Atas nama panitia, Aleks turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Dody. Ia memohon doa dari keluarga besar ITB, alumni, para peserta, serta masyarakat luas. Doa yang diminta adalah agar amal ibadah almarhum diterima dan Dody mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Permohonan tersebut disampaikan sebagai ungkapan duka panitia sekaligus ajakan kepada berbagai pihak untuk mendoakan almarhum. Aleks menyampaikan pesan itu atas nama penyelenggara, menyertai doa bersama yang dipimpin oleh Rektor ITB di garis finis.

Baca juga: Duka di Lintasan ITB Ultra Marathon 2026: Dody Muhammad Pasha Meninggal Dunia | Duka atas Empat Suporter PSS yang Meninggal dalam Perjalanan ke Surabaya | Kecelakaan Rombongan Suporter PSS di Tol Madiun, Empat Orang Meninggal