Jakarta | Andien Aisyah menyebut Sekolah Anak Percaya telah meluluskan banyak murid selama empat tahun terakhir. Kabar tersebut menunjukkan bahwa program pendidikan yang didampingi Andien telah mencapai tahap penting, yakni mengantarkan para siswa menyelesaikan masa belajar mereka. Sejumlah alumni tidak hanya menuntaskan pendidikan, tetapi juga mulai memasuki dunia kerja. Andien mengatakan sebagian dari mereka kini bekerja di bank dan perusahaan startup. Ia menyampaikan informasi itu saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Minggu (11/10/2026). Dalam keterangannya, Andien tidak merinci jumlah lulusan maupun menyebutkan nama tempat kerja para alumni tersebut.
Perkembangan para lulusan menjadi salah satu gambaran perjalanan Sekolah Anak Percaya dalam mendampingi siswa hingga setelah mereka menyelesaikan pendidikan. Kabar bahwa sebagian alumni telah bekerja memperlihatkan adanya kelanjutan dari proses belajar yang mereka jalani. Namun, informasi yang disampaikan Andien belum memuat rincian mengenai bidang pekerjaan, jabatan, atau perusahaan tempat para alumni berkarier. Karena itu, pencapaian tersebut dapat disampaikan secara umum tanpa mengaitkannya dengan angka atau nama institusi tertentu. Andien hanya mengungkapkan bahwa sejumlah lulusan kini bekerja di sektor perbankan dan startup, sementara banyak murid telah lulus sepanjang empat tahun terakhir.
Pernyataan itu menegaskan bahwa perhatian terhadap siswa Sekolah Anak Percaya tidak berhenti pada kelulusan. Andien mendampingi perjalanan mereka hingga mencapai tahap berikutnya, termasuk saat beberapa alumni mulai bekerja. Meski begitu, ia tidak menyebutkan jumlah pasti siswa yang telah lulus, jumlah alumni yang sudah bekerja, ataupun waktu mereka mulai bekerja. Keterangan yang tersedia juga tidak merinci apakah seluruh lulusan telah bekerja atau masih melanjutkan perjalanan masing-masing. Dengan demikian, kabar utama dari pertemuan di Grand Indonesia adalah bahwa sekolah tersebut telah meluluskan banyak murid dalam empat tahun terakhir dan sebagian alumninya kini bekerja di bank serta perusahaan startup.
Andien merasa senang karena dapat mengenalkan beragam jenis profesi kepada para murid Sekolah Anak Percaya. Bagi dirinya, kesempatan untuk memperlihatkan berbagai pilihan pekerjaan tersebut menjadi bagian yang berarti dalam pendampingannya. Para siswa memperoleh paparan tentang profesi yang beragam, sehingga mereka dapat mempertimbangkan pilihan kerja yang mungkin sebelumnya belum masuk dalam pemikiran mereka. Andien menyampaikan kegembiraannya atas kesempatan untuk membuka wawasan para murid mengenai kemungkinan profesi.
Pengenalan berbagai profesi memberi murid bahan pertimbangan yang lebih luas ketika memikirkan pekerjaan. Sebagian dari mereka mulai mempertimbangkan untuk melamar pekerjaan yang sebelumnya belum terpikirkan. Perubahan yang disebutkan Andien terletak pada munculnya pertimbangan baru tersebut setelah para siswa mendapat paparan mengenai pilihan profesi. Dengan demikian, pengenalan itu tidak hanya memperlihatkan bahwa terdapat beragam jenis pekerjaan, tetapi juga menghadirkan pilihan yang sebelumnya belum dipikirkan oleh sebagian murid.
Andien menilai pengalaman mengenalkan profesi kepada para siswa sebagai hal yang menyenangkan. Pernyataan itu menegaskan bahwa ia menghargai kesempatan untuk memperkenalkan pilihan kerja yang beragam, serta melihat bahwa sebagian murid mulai mempertimbangkan lamaran pekerjaan yang sebelumnya tidak terpikirkan. Setiap murid tentu memiliki pertimbangan masing-masing, sementara informasi yang disampaikan dalam konteks ini terbatas pada perubahan minat yang mulai dipikirkan oleh sebagian siswa. Tidak ada rincian mengenai profesi tertentu maupun pengalaman individual para murid yang disebutkan.
Inti dari pengalaman tersebut adalah adanya tambahan pilihan dalam pertimbangan kerja sebagian siswa setelah mereka diperkenalkan pada ragam profesi. Andien merasa senang dapat berperan dalam mengenalkan pilihan tersebut. Paparan itu memberi ruang bagi murid untuk mulai memikirkan pekerjaan yang sebelumnya belum mereka pertimbangkan, termasuk kemungkinan untuk melamar. Pernyataan ini menunjukkan arti pengenalan profesi bagi proses mempertimbangkan pilihan kerja, tanpa menyebutkan jenis pekerjaan, kisah murid tertentu, atau hasil lanjutan lainnya.
Menurut Andien, salah satu hal yang membedakan Sekolah Anak Percaya dari sejumlah kegiatan belajar di Kampung Pemulung adalah keberlanjutan pendampingannya. Ia melihat kegiatan pendidikan di lingkungan tersebut kerap hadir dalam bentuk sesi belajar sesekali atau program yang dibatasi periode tertentu, misalnya selama tiga bulan. Kegiatan seperti itu tetap dapat memberi manfaat, terutama dengan membuka akses belajar dan menghadirkan perhatian bagi anak-anak. Namun, durasi yang terbatas membuat pendampingan sering berhenti sebelum murid menyelesaikan pendidikan dasar maupun melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Dalam pengalamannya, program jangka pendek umumnya tidak selalu mengikuti perjalanan murid sampai lulus, memperoleh ijazah, dan memiliki kesempatan untuk bekerja. Padahal, bagi anak yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan, dukungan yang konsisten dapat membantu mereka bertahan ketika menemui kesulitan dalam belajar. Pendampingan berkelanjutan juga memungkinkan kebutuhan murid dikenali dari waktu ke waktu, bukan hanya selama kegiatan berlangsung. Karena itu, ukuran keberhasilan pendidikan tidak berhenti pada terselenggaranya kelas atau tersampaikannya materi, tetapi turut mencakup kelanjutan sekolah dan bekal yang dapat digunakan setelah murid menyelesaikan pendidikan.
Sekolah Anak Percaya menjalankan pendidikan dengan cakupan jenjang setara SD, SMP, hingga SMA. Dengan menyediakan jalur belajar lintas jenjang tersebut, sekolah berupaya mendampingi murid dalam perjalanan yang lebih panjang. Dukungan diberikan hingga mereka menuntaskan pendidikan menengah atas dan lulus SMA, bukan hanya selama satu program singkat. Kelulusan menjadi tahapan penting karena dapat membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja. Pendekatan ini menempatkan pendidikan sebagai proses yang memerlukan waktu, keteraturan, dan perhatian yang terus menerus. Bagi Andien, perbedaan tersebut tampak pada komitmen untuk berjalan bersama murid sampai mereka memiliki capaian pendidikan yang lebih lengkap serta kesempatan yang lebih luas untuk membangun masa depan.
Pendampingan yang dilakukan Andien bersama Sekolah Anak Percaya tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar dan dukungan agar murid dapat melanjutkan pendidikan. Dalam beberapa kasus, bantuan juga mencakup pengurusan administrasi kependudukan. Kebutuhan dokumen tersebut menjadi perhatian karena sejumlah anak belum memiliki kelengkapan identitas dasar, yang dapat dibutuhkan dalam berbagai keperluan sehari-hari maupun proses pendidikan.
Andien menyebut ada murid yang lahir tanpa tercatat dalam kartu keluarga. Ada pula yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk atau KTP. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi sebagian anak tidak berhenti pada akses terhadap sekolah. Mereka juga memerlukan pendampingan untuk mengurus dokumen resmi, termasuk memahami langkah yang perlu ditempuh dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Bagi Andien, membantu kebutuhan administrasi merupakan bagian dari pendampingan yang lebih luas. Keberadaan dokumen kependudukan dapat mempermudah anak dan keluarga saat mengakses layanan serta memenuhi persyaratan tertentu. Karena itu, perhatian terhadap urusan tersebut berjalan berdampingan dengan upaya mendukung proses belajar. Setiap kebutuhan murid dapat berbeda, sehingga bantuan disesuaikan dengan persoalan yang mereka hadapi.
Kegiatan berbagi Andien di Kampung Pemulung sendiri telah berlangsung sejak lama. Ia bercerita bahwa awal keterlibatannya bermula setelah diajak oleh sang ibu. Andien menyebut kemungkinan adanya kaitan dengan sampah di lingkungan tersebut, tetapi ia lebih banyak menekankan bahwa dirinya mulai datang karena ajakan ibunya. Sejak itu, kegiatan berbagi dan keterlibatan dalam mendampingi anak-anak terus menjadi bagian dari perhatiannya.
Baca juga: Dari Kembali Bersekolah hingga Merangkai Kode: Pengalaman Siswa Sekolah Rakyat Garut | Sekolah Rakyat di Mimika Membina 58 Siswa dari Berbagai Distrik | Pers dan Pemerintah Disorot dalam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026



































