Medan | Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara membagikan 2.200 masker kepada warga pada Kamis (15/10) di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara. Kegiatan ini dilakukan saat kabut asap menyelimuti Medan dan berpotensi mengganggu kenyamanan warga, khususnya mereka yang harus menjalani aktivitas di luar ruangan. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi risiko paparan asap, sekaligus menyediakan perlindungan dasar bagi masyarakat yang melintas atau beraktivitas di sekitar lokasi.
Pembagian masker di ruang publik itu menyasar warga dengan kebutuhan perlindungan langsung ketika berada di luar rumah. Dalam kondisi udara berasap, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah untuk membatasi paparan partikulat, meskipun tidak menghilangkan risiko sepenuhnya. Karena itu, bantuan ini relevan bagi warga Medan yang tetap perlu bekerja, bepergian, atau menunaikan keperluan sehari-hari di tengah kondisi tersebut. Jumlah 2.200 masker yang disalurkan menjadi bentuk dukungan praktis untuk membantu masyarakat menghadapi kabut asap.
Lokasi kegiatan di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara membuat pembagian berlangsung di area yang dapat dijangkau masyarakat. Warga yang menerima masker diharapkan dapat menggunakannya saat berada di luar ruangan, terutama ketika asap terasa mengganggu. Upaya ini juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi udara dan mengambil langkah perlindungan sesuai kebutuhan. Bagi warga yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara, membatasi waktu di luar ruangan jika memungkinkan tetap menjadi pertimbangan.
Penyaluran bantuan tersebut menunjukkan respons Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara terhadap kebutuhan warga selama kabut asap berdampak pada aktivitas harian. Pembagian masker tidak menggantikan upaya penanganan sumber asap maupun anjuran kesehatan, tetapi dapat membantu memberikan perlindungan awal bagi penerima. Dengan menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan secara langsung, kegiatan ini mendukung warga agar lebih siap menjalani kegiatan luar ruang. Perhatian terhadap kelompok rentan dan pemantauan kondisi udara tetap penting selama kabut asap berlangsung, sementara warga dapat menggunakan masker dengan tepat sebagai bagian dari langkah pencegahan paparan.Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fanda Chrismianto, menyampaikan bahwa penyaluran 2.200 masker kepada warga di Medan merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang menghadapi kabut asap. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan warga, terutama mereka yang tetap harus menjalankan kegiatan di luar rumah ketika kualitas udara terganggu. Menurut Fanda, perhatian terhadap kesehatan masyarakat perlu menjadi bagian dari respons bersama terhadap kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan risiko paparan.
Fanda menjelaskan, pembagian masker juga merupakan dukungan Pertamina terhadap langkah pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan warga. Upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dinilai penting, dan keterlibatan berbagai pihak dapat membantu memperluas dukungan di lapangan. Masker yang disalurkan diharapkan dapat digunakan oleh warga sebagai perlindungan saat beraktivitas di luar ruangan, sekaligus membantu mengurangi risiko terpapar kabut asap. Bantuan ini tidak menggantikan langkah pencegahan lainnya, tetapi menjadi bentuk dukungan praktis bagi masyarakat yang harus beraktivitas di tengah kondisi tersebut.
Ia berharap masker yang diberikan dapat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan, khususnya mereka yang tidak dapat menghindari kegiatan di luar rumah. Fanda juga menekankan perlunya kolaborasi perusahaan, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan agar dukungan dapat menjangkau masyarakat secara lebih tepat. Kerja sama tersebut memungkinkan kebutuhan warga dikenali dan bantuan disalurkan kepada kelompok yang memerlukannya. Dengan koordinasi yang baik, kepedulian dari berbagai pihak dapat mendukung upaya menjaga kesehatan masyarakat selama kabut asap berlangsung. Pertamina menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah daerah melalui penyaluran ini, sementara kolaborasi lintas pihak diharapkan terus berjalan sesuai kebutuhan warga. Harapan tersebut menempatkan bantuan masker sebagai bagian dari perhatian bersama, bukan upaya yang berdiri sendiri. Warga yang menerima masker tetap perlu memperhatikan arahan dan langkah pencegahan yang disampaikan oleh pihak berwenang, terutama ketika berada di luar ruangan. Dengan demikian, bantuan dapat mendukung perlindungan sehari-hari sekaligus melengkapi upaya menjaga kesehatan publik di Medan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pertamina dalam membantu warga yang terdampak kabut asap di Kota Medan. Bantuan berupa 2.200 masker dinilai sebagai bentuk kepedulian yang dapat mendukung upaya perlindungan masyarakat ketika kualitas udara terganggu. Dukungan tersebut juga menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah.
Tuahta menempatkan peran perusahaan dalam penyaluran bantuan ini sebagai bagian dari kolaborasi penanggulangan bencana yang telah terjalin di Sumatera Utara. Menurutnya, kerja sama lintas pihak diperlukan agar respons terhadap situasi darurat dapat berlangsung lebih terkoordinasi. Pemerintah melalui lembaga terkait memiliki tugas dalam penanganan bencana, sementara dukungan sektor usaha dapat melengkapi upaya tersebut, termasuk melalui bantuan yang sesuai dengan kebutuhan warga terdampak. Apresiasi itu sekaligus mencerminkan pentingnya menjaga kemitraan agar dapat berkontribusi dalam berbagai keadaan darurat.
Ia juga menyebut keterlibatan Pertamina dalam sejumlah penanganan bencana di wilayah Sumatera Utara sebagai contoh kesinambungan kolaborasi tersebut. Dukungan perusahaan pernah hadir dalam penanganan banjir bandang tahun 2025 di sejumlah wilayah provinsi itu. Selain itu, terdapat keterlibatan dalam respons terhadap erupsi Gunung Sinabung pada 2026 di Kabupaten Karo, serta dukungan untuk menghadapi dampak kabut asap di Kota Medan pada 2026. Beragam peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan penanganan dapat berbeda sesuai karakter bencana dan wilayah yang terdampak.
Dalam konteks kabut asap, pembagian masker menjadi salah satu bentuk bantuan langsung yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Apresiasi BPBD Sumut terhadap dukungan Pertamina menegaskan nilai kerja bersama dalam merespons dampak bencana, sekaligus pentingnya kolaborasi yang terbangun sebelum keadaan darurat terjadi. Dengan koordinasi pemerintah daerah, BPBD, perusahaan, dan unsur masyarakat, bantuan diharapkan dapat menjangkau warga yang membutuhkan secara tepat. Pengalaman menghadapi banjir bandang, erupsi, dan kabut asap menjadi bagian dari kerja sama penanggulangan bencana yang terus berlangsung di Sumatera Utara.Kegiatan pembagian 2.200 masker di tengah kabut asap Medan menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan warga saat kualitas udara terganggu. Upaya tersebut juga menunjukkan pentingnya kerja bersama berbagai pihak dalam merespons situasi yang berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat. Pembagian masker melibatkan Dharma Wanita Persatuan Sumatera Utara, yang turut mendukung penyaluran bantuan kepada warga.
Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua TP PKK Sumatera Utara Kahiyang Ayu, Wakil Ketua Titiek Sugiharti Surya, serta Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara M. Faisal Hasrimy. Kehadiran para pihak ini tercatat sebagai bagian dari kegiatan pembagian masker. Kolaborasi yang terjalin melalui kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mendukung langkah penanganan dampak kabut asap.
Peristiwa kabut asap mengingatkan bahwa kesiapsiagaan dan koordinasi diperlukan bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga dalam upaya perlindungan masyarakat. Dukungan yang disalurkan perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kebutuhan warga dan komunikasi antarpihak. Dengan demikian, respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara lebih terarah, sementara masyarakat memperoleh dukungan yang relevan.
Tuahta menyampaikan harapan agar kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat. Penguatan kolaborasi tersebut diharapkan mendukung kesiapsiagaan, penanganan bencana, serta perlindungan masyarakat di Sumatera Utara. Kerja sama yang berkelanjutan dapat menjadi landasan bagi berbagai pihak untuk saling mendukung dalam menghadapi keadaan darurat dan merespons kebutuhan warga.
Baca juga: Kabut Asap Karhutla Memburuk, Palembang Salurkan 15 Ribu Masker | Pekanbaru Buka Kembali Sekolah Tatap Muka dengan Protokol di Tengah Asap | Kebakaran TPA Lampung Tengah Bikin Asap Ganggu Pandangan di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar



































