Dua UMKM Binaan Peruri Jajaki Peluang Ekspor di Trade Expo Indonesia 2026

oleh -999 Dilihat
oleh
Dua UMKM Binaan Peruri Jajaki Peluang Ekspor di Trade Expo Indonesia 2026

Tangerang | Peruri memfasilitasi dua UMKM binaannya untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, pameran dagang yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor dan negara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan usaha lokal dalam menjajaki pasar ekspor. Melalui kehadiran di ajang internasional, para peserta dapat mengenalkan produk, memahami kebutuhan calon pembeli, serta memperoleh pengalaman berinteraksi dalam lingkungan perdagangan global. Fasilitasi tersebut juga memberi ruang bagi UMKM untuk melihat perkembangan pasar dan menilai kesesuaian produk mereka dengan peluang yang tersedia. Partisipasi ini bukan sekadar kesempatan memamerkan produk, tetapi juga sarana belajar mengenai cara membangun komunikasi bisnis lintas negara secara lebih terarah. Dengan dukungan tersebut, usaha binaan diharapkan semakin siap menghadapi proses penjajakan pasar yang memerlukan kesiapan produk, informasi, dan tindak lanjut yang konsisten.

TEI 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Pameran ini mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, yang menempatkan kegiatan pengadaan dan pencarian produk sebagai bagian penting dari pertemuan dagang. Dalam konteks tersebut, kehadiran UMKM binaan Peruri membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung, calon mitra, dan pelaku usaha yang mencari pemasok dari Indonesia. Interaksi selama pameran dapat membantu peserta memperoleh masukan mengenai kebutuhan pasar, standar yang diperhatikan pembeli, serta pendekatan komunikasi yang tepat. Informasi itu dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan usaha, termasuk dalam menata penawaran dan merencanakan pengembangan produk. Namun, keikutsertaan dalam pameran tidak dengan sendirinya berarti bahwa transaksi atau kontrak dagang telah tercapai.

Melalui fasilitasi ini, Peruri mendorong perluasan jejaring bisnis antarpelaku usaha sekaligus membuka ruang bagi kemungkinan kerja sama perdagangan internasional. Pertemuan dengan calon pembeli maupun mitra dapat menjadi awal untuk saling mengenal, menyampaikan kebutuhan, dan menilai kesesuaian produk serta kapasitas usaha. Setiap komunikasi yang terbangun masih perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan, pemenuhan persyaratan, dan kesepakatan para pihak. Karena itu, peluang yang muncul selama TEI 2026 sebaiknya dipahami sebagai kesempatan penjajakan, bukan kepastian kontrak atau transaksi. Bagi UMKM, pengalaman mengikuti pameran juga dapat mendukung pembelajaran praktis dalam mempresentasikan produk dan membangun hubungan profesional. Dengan mempertemukan pelaku usaha lokal dengan jejaring global, partisipasi ini diharapkan memberi bekal dan akses yang lebih luas bagi UMKM binaan untuk menjajaki ekspor secara bertahap, realistis, dan berkelanjutan.

Dua usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Peruri memperkenalkan produk unggulan mereka dalam Trade Expo Indonesia 2026 setelah lolos proses kurasi. Keduanya merupakan peserta inkubasi Peruri Digital Entrepreneur Academy, program yang mendukung pengembangan kapasitas pelaku usaha. Keikutsertaan dalam pameran ini menjadi kesempatan bagi D’Craft Indonesia dan Dakey House untuk menampilkan inovasi berbasis potensi lokal kepada calon pembeli mancanegara. Melalui ajang tersebut, kedua UMKM dapat memperkenalkan karakter produk sekaligus membuka ruang komunikasi dengan pelaku pasar internasional.

D’Craft Indonesia menghadirkan produk kriya premium ramah lingkungan yang menggunakan kayu sebagai bahan dasar. Perpaduan pemanfaatan material tersebut dan pendekatan yang mengedepankan nilai keberlanjutan menjadi bagian dari ciri produk yang diperkenalkan. Bagi usaha ini, pameran menyediakan wadah untuk menyampaikan nilai produk secara langsung kepada pengunjung dan calon pembeli dari luar negeri. Kehadiran D’Craft Indonesia juga menunjukkan bahwa bahan lokal dapat diolah menjadi produk kriya dengan nilai tambah melalui proses pengembangan usaha yang terarah.

Sementara itu, Dakey House mengembangkan pemanfaatan limbah kelapa sebagai media tanam berkualitas. Inovasi tersebut mengangkat peluang pengolahan sisa bahan menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai guna. Di Trade Expo Indonesia 2026, Dakey House memperkenalkan pendekatan tersebut kepada calon pembeli mancanegara, bersama dengan produk yang dihasilkan melalui pengembangan usahanya. Kedua peserta membawa gagasan berbeda, tetapi sama-sama menunjukkan bagaimana kreativitas dan pemanfaatan sumber daya lokal dapat menjadi dasar penciptaan produk bernilai tambah.

Peruri memandang partisipasi dua UMKM ini sebagai gambaran hasil pembinaan berkelanjutan melalui Peruri Digital Entrepreneur Academy. Proses pendampingan dan inkubasi diharapkan membantu pelaku usaha mengembangkan produk serta kesiapan untuk memperkenalkannya di hadapan calon pembeli. Lolos kurasi dan tampil dalam pameran menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan tersebut, bukan semata-mata tujuan akhir. Dengan hadirnya D’Craft Indonesia dan Dakey House, Peruri menegaskan dukungan terhadap pertumbuhan usaha lokal yang inovatif. Pengenalan produk kepada pasar mancanegara juga memberi ruang bagi komoditas lokal untuk memperoleh perhatian dan berkembang melalui penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan.

Pembukaan resmi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 pada 14 Oktober ditandai dengan peninjauan area pameran oleh sejumlah pejabat pemerintah bersama delegasi. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia hadir untuk melihat langsung beragam produk dan inovasi yang ditampilkan pelaku usaha nasional. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan pameran perdagangan yang mempertemukan produk Indonesia dengan peluang pasar global.

Selama peninjauan, para pejabat mengamati berbagai inovasi produk dalam negeri yang dikembangkan dengan orientasi ekspor. Ragam produk yang dipamerkan mencerminkan upaya pelaku usaha untuk meningkatkan nilai tambah, menjaga mutu, serta menyesuaikan penawaran dengan kebutuhan pembeli internasional. Kehadiran delegasi juga membuka ruang bagi peserta pameran untuk memperkenalkan produk, menjelaskan kapasitas produksi, dan menjajaki kemungkinan kerja sama dengan calon mitra dari berbagai negara.

Peninjauan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap penguatan perdagangan luar negeri dan perluasan akses pasar bagi produk nasional. Melalui pameran seperti TEI, pelaku usaha dapat memperoleh kesempatan untuk memperluas jejaring, membangun hubungan bisnis, serta mengenali persyaratan dan preferensi pasar tujuan. Dukungan ini penting bagi usaha yang tengah mengembangkan kesiapan ekspor, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah yang membutuhkan akses promosi dan kemitraan lebih luas.

Dalam konteks tersebut, pelaku usaha nasional memiliki peran penting sebagai penggerak ketahanan ekonomi. Kemampuan mereka menghasilkan produk bernilai tambah dan menjangkau konsumen internasional dapat mendukung kegiatan ekonomi sekaligus memperluas sumber pertumbuhan. Pameran perdagangan menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan upaya tersebut dengan dukungan pemerintah dan minat pasar. Bagi dua UMKM binaan Peruri yang menjajaki peluang ekspor di TEI 2026, suasana pembukaan dan kehadiran pejabat memberi konteks penting bagi langkah mereka mencari mitra serta memperkenalkan produk kepada calon pembeli. Peninjauan pemerintah menegaskan bahwa inovasi produk dalam negeri dan kesiapan pelaku usaha merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan perdagangan Indonesia di tingkat internasional.

Peruri berharap dua UMKM binaannya dapat memanfaatkan bekal pelatihan tata kelola usaha dan digitalisasi untuk memperluas jangkauan pasar, termasuk menjajaki peluang ekspor. Penguatan kemampuan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha menyiapkan proses bisnis yang lebih tertata, meningkatkan kesiapan menghadapi permintaan dari luar negeri, serta menyampaikan informasi produk secara lebih efektif kepada calon pembeli. Keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 menjadi salah satu ruang untuk menguji kesiapan itu dan mengenali kebutuhan pasar internasional secara langsung.

Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, menyampaikan bahwa partisipasi di TEI memberikan kesempatan bagi UMKM binaan untuk menjajaki kemitraan dan menyerap pemahaman mengenai standar mutu internasional. Menurutnya, interaksi dengan calon mitra dapat menjadi awal untuk memahami persyaratan produk, konsistensi kualitas, serta aspek lain yang diperlukan dalam perdagangan lintas negara.

Baca juga: Peta Peruntungan 12 Shio: Peluang Positif dan Sikap pada 19 Oktober 2026 | Peluang Karier di Fujifilm Indonesia: Tiga Posisi untuk Lulusan D3 dan S1 | Peluang Julian Oerip Membela Indonesia Masih Bergantung pada Aturan dan Proses Resmi