Alim Setiawan Siapkan Peralihan Kepemimpinan Rektor IPB dalam Sebulan

oleh -727 Dilihat
oleh
Alim Setiawan Siapkan Peralihan Kepemimpinan Rektor IPB dalam Sebulan

Jakarta | Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet tengah memproses pelepasan jabatannya sebagai Rektor IPB University setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai wakil menteri pertanian pada pekan sebelumnya. Seiring proses tersebut, perguruan tinggi itu mulai menyiapkan peralihan kepemimpinan kepada rektor baru. Transisi ditargetkan dapat diselesaikan paling lambat dalam waktu satu bulan.

Alim menyampaikan perkembangan tersebut saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026. Ia menjelaskan bahwa proses untuk mengakhiri rangkap tanggung jawab sedang berjalan, sekaligus memberi ruang bagi IPB University menata tahapan pergantian pimpinan. Penunjukan ke jajaran kabinet membuatnya perlu menyesuaikan kedudukan di kampus dengan tugas barunya di pemerintahan.

Peralihan ini menjadi langkah penting agar kegiatan akademik dan tata kelola universitas tetap berlangsung tanpa gangguan. Selama proses berlangsung, pihak kampus perlu memastikan mekanisme penetapan rektor pengganti berjalan sesuai ketentuan dan tanggung jawab kepemimpinan dapat dialihkan secara tertib. Target satu bulan memberi gambaran waktu yang disiapkan untuk menuntaskan rangkaian tersebut, meski detail tahapan dan nama calon pengganti belum disampaikan dalam keterangan itu.

Alim sebelumnya memimpin IPB University sebagai rektor. Kini, setelah menerima amanah sebagai wakil menteri pertanian, ia sedang mengurus pelepasan jabatan di lingkungan kampus. Perubahan peran tersebut menghubungkan dua bidang yang berbeda, yakni pengelolaan pendidikan tinggi dan pelaksanaan tugas pemerintahan di sektor pertanian. Karena itu, kelancaran transisi menjadi perhatian bagi institusi, terutama untuk menjaga kesinambungan kebijakan dan layanan kepada sivitas akademika.

Dengan proses yang ditargetkan rampung dalam sebulan, IPB University diharapkan segera memiliki kepastian mengenai kepemimpinan berikutnya. Keterangan Alim menegaskan bahwa pergantian tidak hanya menyangkut perubahan jabatan, tetapi juga penyiapan pengalihan tanggung jawab secara terencana. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada langkah internal universitas dan penyelesaian administrasi yang diperlukan. Untuk saat ini, Alim masih menjalankan proses pelepasan jabatan rektor sembari memulai tugasnya sebagai wakil menteri pertanian.

Alim Setiawan telah berkoordinasi dengan jajaran pimpinan kampus untuk membahas mekanisme pergantian rektor IPB. Pembicaraan tersebut menjadi bagian dari persiapan peralihan kepemimpinan yang ditargetkan berlangsung dalam sebulan. Koordinasi diperlukan agar pihak-pihak terkait memahami bahwa pergantian tidak hanya menyangkut penunjukan pemimpin baru, tetapi juga harus mengikuti tata kelola yang berlaku di lingkungan kampus. Dalam pembahasan itu, sejumlah organ IPB yang memiliki peran dalam proses pergantian turut menjadi perhatian, yakni Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik, dan Dewan Guru Besar.

Penetapan rektor pengganti mengikuti tata kelola pergantian rektor antarwaktu. Karena itu, prosesnya memerlukan mekanisme di senat, MWA, serta organ lainnya. Koordinasi Alim dengan jajaran pimpinan kampus membicarakan kerangka tersebut, termasuk keterlibatan organ-organ yang disebut dalam tata kelola IPB. Setiap organ memiliki tempat dalam proses yang perlu dijalankan sesuai ketentuan, sehingga peralihan kepemimpinan tidak dapat dipandang sebagai keputusan yang berdiri sendiri. Pembahasan mengenai mekanisme ini juga menegaskan bahwa persiapan pergantian melibatkan lebih dari satu pihak di lingkungan institusi.

Dalam masa persiapan yang relatif singkat, pembahasan bersama pimpinan kampus menjadi penting untuk menyamakan pemahaman mengenai jalur pergantian rektor antarwaktu. MWA, Senat Akademik, dan Dewan Guru Besar disebut sebagai bagian dari organ yang terkait, sementara mekanisme lebih lanjut tetap mengikuti tata kelola yang berlaku. Tidak ada rincian tahapan tambahan yang perlu diasumsikan di luar kebutuhan mekanisme pada senat, MWA, dan organ lainnya. Dengan koordinasi yang telah dilakukan, fokusnya adalah memastikan proses peralihan kepemimpinan berjalan melalui tata kelola institusi, bukan melalui langkah yang terpisah dari organ-organ tersebut. Persiapan ini menjadi konteks bagi target peralihan dalam sebulan.

Dalam menyiapkan peralihan kepemimpinan di Institut Pertanian Bogor (IPB), Alim Setiawan merujuk pada pengalaman pergantian rektor yang berlangsung sebelumnya. Ia mengingat bahwa Arif Satria, yang saat itu menjabat Rektor IPB, diangkat oleh Presiden Prabowo menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada November 2025. Setelah pengangkatan tersebut, Alim terpilih untuk menggantikan Arif sebagai rektor.

Pengalaman itu menjadi acuan bagi proses transisi yang kini disiapkan. Alim menggambarkan pergantian sebelumnya sebagai yurisprudensi, atau rujukan praktis, yang sedang diikuti dalam mengatur peralihan kepemimpinan kali ini. Dengan melihat proses terdahulu, ia menyebut adanya contoh yang dapat digunakan untuk memahami tahapan pergantian dan menyiapkan kelanjutan kepemimpinan institusi. Acuan tersebut disampaikan sebagai pengalaman yang relevan, bukan sebagai penetapan bahwa seluruh keadaan harus berlangsung sama.

Alim juga mengakui bahwa dinamika internal merupakan bagian dari proses yang perlu diperhatikan. Dalam konteks pergantian pimpinan, beragam pandangan dan aspirasi dapat muncul dari lingkungan kampus. Karena itu, ia menyatakan keinginan untuk mendengarkan masukan yang berkembang. Pernyataan tersebut menempatkan pengalaman sebelumnya sebagai rujukan, sembari tetap memberi ruang bagi aspirasi dan kondisi yang ada di dalam IPB saat ini.

Dengan demikian, persiapan transisi tidak hanya merujuk pada urutan peristiwa yang pernah terjadi, tetapi juga mencakup perhatian terhadap dinamika internal. Alim mengaitkan pengalamannya setelah terpilih menggantikan Arif dengan proses yang sedang dihadapi. Ia tidak menyatakan bahwa situasi terdahulu sepenuhnya identik dengan keadaan sekarang; yang disampaikan adalah bahwa pengalaman itu menjadi pegangan dalam menyiapkan pergantian. Pada saat yang sama, keinginan untuk mendengarkan aspirasi menunjukkan bahwa proses tersebut juga memperhatikan masukan dari pihak-pihak di lingkungan kampus. Rujukan pada peristiwa November 2025 itu menjadi bagian dari penjelasan Alim mengenai cara menempuh transisi kepemimpinan dalam sebulan, dengan tetap mencermati keadaan internal dan mendengar pandangan yang disampaikan.Waktu sekitar satu bulan yang disiapkan untuk peralihan kepemimpinan Rektor IPB berkaitan dengan kebutuhan administrasi di akhir masa jabatan Alim Setiawan. Sebelum tugasnya berakhir, ia perlu merampungkan memorandum akhir jabatan sebagai bagian dari dokumentasi dan pertanggungjawaban atas pekerjaan yang telah dijalankan. Penyusunan dokumen tersebut membutuhkan waktu, sehingga proses transisi tidak hanya menyangkut penetapan pemimpin berikutnya. Di sisi lain, pergantian rektor antarwaktu harus mengikuti mekanisme yang berlaku di lingkungan kampus. Karena itu, persiapan administrasi dan tahapan kelembagaan perlu berjalan dengan cermat agar pergantian dapat dilaksanakan sesuai prosedur.

Alim menyampaikan target agar proses peralihan itu dapat diselesaikan paling lama dalam satu bulan. Target tersebut, menurutnya, berkaitan dengan pengalaman pada tahun sebelumnya, ketika proses serupa dapat dituntaskan dalam rentang waktu tersebut. Pengalaman itu menjadi rujukan untuk memperkirakan durasi yang dibutuhkan, bukan berarti seluruh proses dapat dilewati tanpa mengikuti ketentuan kampus. Penyelesaian tetap bergantung pada pemenuhan tahapan yang berlaku serta kesiapan dokumen pendukung. Dalam masa transisi, penyusunan memorandum akhir jabatan dan pelaksanaan mekanisme pergantian rektor perlu diperhitungkan bersama agar administrasi kampus dapat tetap tertata. Alim tidak menyebutkan nama pihak yang akan menggantikannya, sehingga identitas rektor definitif belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan tersebut.

Agenda wisuda menjadi salah satu pertimbangan waktu yang disampaikan Alim. IPB menjadwalkan wisuda pada 28 Oktober, kemudian pada 11 dan 12 November. Rangkaian kegiatan itu berdekatan dengan masa transisi kepemimpinan, sehingga kepastian mengenai pejabat yang menjalankan tugas secara definitif memiliki arti administratif. Alim menyebut perlunya dokumen ijazah ditandatangani oleh rektor definitif. Dengan demikian, target penyelesaian peralihan dalam waktu paling lama satu bulan berkaitan pula dengan kebutuhan memastikan dokumen akademik untuk agenda wisuda dapat diproses dengan semestinya.

Baca juga: BREN, CUAN, dan DSSA Siapkan Buyback Saham hingga Rp2,5 Triliun | Satgas TMMD ke-130 Terus Genjot Persiapan Pembangunan, Siapkan Besi Ring Balok dan Bouwplank di Desa Kacepi | BRI Siapkan Pembiayaan bagi Usaha Sejak Tahap Perintisan