Jakarta | Brigjen Pol. Aries Syahbudin resmi menjabat sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri. Ia menggantikan Irjen Pol. Wibowo dalam pergantian jabatan yang berlangsung di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pelantikan Aries Syahbudin dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, pada Senin, 12 Oktober 2026.
Pengangkatan tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026. Surat telegram itu bertanggal 10 Oktober 2026 dan menjadi dasar administrasi bagi pergantian jabatan Kakorlantas Polri. Melalui pelantikan tersebut, Aries Syahbudin secara resmi menerima tanggung jawab sebagai pejabat baru yang memimpin Korps Lalu Lintas Polri, sementara jabatan sebelumnya yang diemban Irjen Pol. Wibowo berakhir.
Rangkaian pergantian jabatan kemudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan pada hari yang sama. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan NTMC Korlantas Polri, Jakarta. Serah terima jabatan menjadi bagian lanjutan dari proses pelantikan yang telah dilaksanakan di Mabes Polri, sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan tugas Aries Syahbudin sebagai Kakorlantas Polri.
Dengan demikian, peralihan kepemimpinan Korps Lalu Lintas Polri berlangsung melalui tahapan pelantikan oleh Kapolri dan serah terima jabatan. Kedua agenda tersebut dilaksanakan pada Senin, 12 Oktober 2026, dengan pelantikan bertempat di Mabes Polri dan serah terima jabatan di Lapangan NTMC Korlantas Polri. Aries Syahbudin kini tercatat sebagai Kakorlantas Polri yang menggantikan Irjen Pol. Wibowo.
Aries Syahbudin merupakan perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 yang membangun karier melalui beragam penugasan di bidang kepolisian, khususnya lalu lintas. Perjalanan panjang tersebut membentuk perpaduan pemahaman strategis dan kemampuan operasional. Ia tidak hanya dituntut memahami arah kebijakan, tetapi juga memastikan setiap keputusan dapat diterapkan secara efektif dalam situasi nyata yang dihadapi masyarakat dan personel di lapangan.
Pengalaman sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah dan Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan memperkaya perspektifnya mengenai karakter wilayah yang berbeda. Setiap daerah memiliki kondisi jalan, pola mobilitas, tingkat kepadatan, serta persoalan keselamatan lalu lintas yang tidak selalu sama. Penugasan di dua lingkungan tersebut memperluas pemahamannya terhadap kebutuhan masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dan tantangan yang dihadapi petugas ketika mengelola arus kendaraan maupun memberikan pelayanan publik.
Di lingkungan Korlantas Polri, Aries pernah menduduki sejumlah posisi penting, lain Kasubdit Audit dan Inspeksi Ditkamsel, Kepala Bagian Operasi, serta Penata Kebijakan Kapolri Utama Tingkat II Korlantas Polri. Rangkaian jabatan ini mempertemukan pengalaman lapangan dengan proses perencanaan, evaluasi, dan penyusunan kebijakan. Melalui tugas audit dan inspeksi, ia dapat menilai pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki. Sementara itu, pengalaman operasional dan kebijakan membantunya memahami hubungan perintah, sumber daya, serta kondisi pelaksanaan di daerah.
Bekal tersebut menjadi dasar untuk mengenali potensi risiko sejak awal, merancang langkah antisipasi, dan menyesuaikan strategi dengan karakter persoalan. Pengalaman lintas wilayah dan fungsi juga mendukung kemampuan Aries dalam memastikan kebijakan lalu lintas tidak berhenti pada tataran administratif, melainkan dapat diterjemahkan menjadi tindakan yang terukur, responsif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta kesiapan personel.
Pengalaman Aries Syahbudin sebagai Kepala Bagian Operasi menempatkannya dalam posisi strategis untuk menyiapkan dan mengawal berbagai operasi berskala besar. Tanggung jawab tersebut mencakup pengamanan Natal dan Tahun Baru, pengaturan arus mudik, serta pengelolaan arus balik Lebaran. Dalam setiap persiapan, ia berkontribusi memperkuat sistem kendali operasi, memastikan kesiapan jalur komunikasi, dan membantu mengarahkan personel agar bergerak berdasarkan pembagian tugas serta skenario yang telah ditetapkan.
Peran itu tidak berhenti pada penyusunan rencana di tingkat administratif. Aries turut menyelaraskan perencanaan dengan kebutuhan pelaksanaan di lapangan, termasuk menyesuaikan arahan ketika kondisi lalu lintas berubah. Koordinasi antarsatuan, kejelasan pelaporan, dan kecepatan penyampaian informasi menjadi bagian penting dari upaya menjaga respons operasional tetap terukur. Keterlibatannya dalam pengaturan langsung di lapangan juga memberi gambaran mengenai hubungan keputusan komando dan situasi faktual yang dihadapi petugas.
Dalam persiapan Operasi Ketupat 2025, perhatian diarahkan pada pemetaan titik rawan kecelakaan dan kepadatan, pengenalan jalur alternatif, serta kesiapan rekayasa lalu lintas. Pemantauan berbasis data dan teknologi dimanfaatkan untuk membaca perubahan volume kendaraan, sehingga langkah pengalihan, pembatasan, atau penguraian arus dapat disiapkan dan diterapkan lebih cepat. Pendekatan tersebut membantu menyatukan informasi dari berbagai wilayah dengan kebutuhan pengambilan keputusan di pusat kendali.
Berdasarkan evaluasi Korlantas, Operasi Ketupat 2025 mencatat penurunan angka kecelakaan sebesar 31 persen dan jumlah korban meninggal dunia sebesar 53 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi penyelenggaraan mudik tersebut sebagai yang terbaik sepanjang sejarah. Sebagai Kabag Ops, Aries menjadi bagian penting dalam pengawalan capaian bersama itu, bersama pimpinan, personel, dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Capaian tersebut mencerminkan kerja kolektif, bukan tanggung jawab satu pihak semata.
Keterlibatan Aries Syahbudin dalam persiapan menuju kebijakan zero ODOL menunjukkan perhatian pada penataan angkutan barang secara bertahap dan terukur. ODOL, atau kendaraan angkutan barang yang melebihi dimensi dan muatan, dipandang sebagai persoalan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sejak 2025, Aries memaparkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun pemahaman dan kepatuhan di pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan angkutan barang.
Pendekatan tersebut mencakup sosialisasi, peringatan, dan penegakan hukum yang diterapkan secara bertahap. Sosialisasi diperlukan agar pengemudi, pemilik kendaraan, serta pelaku usaha memahami tanggung jawab mereka dalam menjaga kesesuaian kendaraan dan muatan. Peringatan menjadi bagian dari proses pembinaan, sedangkan penegakan hukum ditempatkan sebagai unsur untuk memastikan aturan dijalankan secara konsisten. Dengan tahapan ini, penanganan kendaraan yang melampaui dimensi atau muatan diarahkan untuk membentuk kepatuhan, bukan semata-mata menghasilkan tindakan sesaat.
Dalam persiapan zero ODOL 2027, Aries juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh fungsi lalu lintas. Penanganan persoalan angkutan barang tidak dapat berjalan secara terpisah karena berkaitan dengan pengawasan, pengaturan, pembinaan, dan penegakan aturan. Karena itu, kerja sama lintas sektor perlu dibangun dan dipertahankan secara konsisten. Kesamaan langkah antarpihak akan membantu memastikan bahwa kebijakan dipahami dengan cara yang selaras serta diterapkan secara berkelanjutan.
Orientasi utama dari keterlibatan tersebut adalah membangun angkutan barang yang lebih tertib sekaligus melindungi keselamatan setiap pengguna jalan. Penataan kendaraan dan muatan diharapkan mendukung lalu lintas yang lebih aman, dengan tanggung jawab yang dibagi secara jelas pengemudi, pemilik kendaraan, pelaku usaha, dan unsur terkait lainnya.
Baca juga: Aries Syahbudin Pimpin Korlantas Polri, Berbekal Pengalaman Operasi dan Keselamatan Jalan | Tiga Nama Mirip di Radar Timnas Indonesia: Perbedaan Peran, Pengalaman, dan Status | Satyawan Pudyatmoko Dipilih Memimpin Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional







