Bank BSN Perluas Layanan Syariah Lewat Ekosistem Persikad dan Persiraja

oleh -70 Dilihat
oleh
Bank BSN Perluas Layanan Syariah Lewat Ekosistem Persikad dan Persiraja

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, PT Bank Syariah Nasional atau Bank BSN menjalin kerja sama dengan Persikad Depok dan Persiraja Banda Aceh sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi ekonomi dalam ekosistem sepak bola. Kolaborasi ini sekaligus diarahkan untuk memperluas jangkauan layanan keuangan syariah kepada masyarakat yang terhubung dengan klub dan komunitas sepak bola di berbagai daerah.

Kerja sama tersebut mencerminkan pandangan bahwa sepak bola tidak hanya berkaitan dengan pertandingan di lapangan. Di dalamnya terdapat jaringan ekonomi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari klub, pemain, ofisial, dan suporter hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta berbagai usaha yang tumbuh di sekitar klub. Ekosistem tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi ruang pengenalan solusi keuangan syariah yang relevan bagi kebutuhan masyarakat.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa sepak bola mencakup jaringan ekonomi yang luas dan terus berkembang. Menurutnya, keterlibatan Bank BSN bersama Persikad Depok dan Persiraja Banda Aceh merupakan langkah strategis untuk memperbesar kontribusi perseroan dalam ekosistem tersebut. “Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperbesar kontribusi Bank BSN sekaligus memperkenalkan solusi keuangan syariah kepada komunitas yang lebih luas,” ujar Alex.

Melalui kolaborasi dengan dua klub tersebut, Bank BSN menempatkan sepak bola sebagai salah satu jalur untuk menjangkau komunitas yang beragam. Pendekatan ini membuka peluang bagi layanan keuangan syariah untuk hadir lebih dekat dengan klub, suporter, pelaku UMKM, dan usaha lain yang berkembang di sekitar aktivitas sepak bola. Dengan demikian, kerja sama ini menjadi bagian dari langkah Bank BSN dalam memperluas akses sekaligus memperkuat peran layanan keuangan syariah di tengah ekosistem olahraga yang memiliki basis komunitas kuat.

Bank BSN memandang potensi ekonomi sepak bola tidak semata-mata berasal dari pertandingan yang berlangsung di lapangan. Di balik setiap klub terdapat komunitas penggemar, pemain, pengurus, mitra, serta pelaku usaha yang menjalankan berbagai aktivitas secara berkelanjutan. Interaksi tersebut menciptakan kebutuhan terhadap layanan keuangan, transaksi, dan dukungan usaha yang dapat dikembangkan secara lebih terintegrasi melalui ekosistem klub.

Melalui kerja sama dengan Persikad dan Persiraja, Bank BSN akan mengeksplorasi pemanfaatan layanan perbankan syariah untuk mendukung kebutuhan komunitas dan kegiatan usaha di sekitar sepak bola. Ruang kerja sama tersebut juga mencakup penguatan transaksi digital, pengembangan ekosistem pembayaran, serta pemberdayaan pelaku usaha dan UMKM. Dengan pendekatan ini, aktivitas ekonomi yang muncul dari operasional klub, kegiatan komunitas, maupun usaha pendukung dapat memperoleh akses terhadap solusi keuangan yang sesuai dan mudah digunakan.

Direktur Utama Bank BSN Alex menegaskan bahwa pihaknya ingin tumbuh bersama ekosistem sepak bola. Menurutnya, sepak bola tidak hanya berkaitan dengan olahraga dan kompetisi, tetapi juga dengan komunitas serta berbagai kegiatan ekonomi yang mengiringinya. Karena itu, kerja sama dengan klub diharapkan menjadi sarana untuk memperluas akses layanan sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat.

Pandangan tersebut sejalan dengan data Nielsen Fan Insights Indonesia pada November 2025 yang menyebut sepak bola sebagai olahraga paling populer di Indonesia. Basis penggemar yang luas itu dipandang sebagai salah satu potensi pengembangan layanan, terutama untuk memperkenalkan transaksi digital dan layanan perbankan syariah secara lebih dekat kepada komunitas. Namun, pemanfaatannya tetap perlu dilakukan secara bertahap dengan memahami kebutuhan masing-masing kelompok, termasuk pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan klub dan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada eksposur merek, tetapi juga pada pembentukan ekosistem pembayaran dan usaha yang dapat mendukung keberlanjutan aktivitas sepak bola.

Presiden Klub Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam, berharap kerja sama dengan Bank BSN tidak berhenti pada hubungan sponsorship semata. Menurutnya, kehadiran bank tersebut seharusnya mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Aceh. Harapan ini menempatkan kolaborasi Bank BSN dan Persiraja dalam konteks yang lebih luas, yakni sebagai bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi serta membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat daerah.

Nazaruddin juga menilai pengusaha dan masyarakat lokal merupakan pasar potensial bagi pengembangan layanan Bank BSN. Kebutuhan pembiayaan, transaksi, dan layanan perbankan dari pelaku usaha daerah dinilai dapat menjadi ruang bagi bank untuk memperluas jangkauan secara berkelanjutan. Potensi tersebut tidak hanya berada di Banda Aceh atau pusat-pusat ekonomi utama, tetapi juga mencakup kawasan barat Aceh, mulai dari Trumon hingga Meulaboh.

Meski demikian, manfaat ekonomi yang lebih luas tersebut masih merupakan harapan dan arah pengembangan yang disampaikan oleh Nazaruddin, bukan seluruhnya fakta yang telah terealisasi. Dampak nyata bagi masyarakat akan bergantung pada pelaksanaan kerja sama, perluasan layanan, serta kemampuan Bank BSN dalam menjangkau kebutuhan warga dan pengusaha lokal. Dengan demikian, kemitraan ini diharapkan dapat tumbuh dari dukungan terhadap Persiraja menjadi hubungan strategis yang memberi nilai tambah bagi perekonomian Aceh.

Hingga Agustus 2026, Bank BSN mencatat perkembangan kinerja yang memperlihatkan peningkatan kapasitas usaha di tengah perluasan layanan syariah. Total aset Bank BSN mencapai Rp81,5 triliun, tumbuh 20,75 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, penyaluran pembiayaan tercatat sebesar Rp63,2 triliun atau meningkat 26,12 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari gambaran kinerja bank dalam mengelola penyaluran dana kepada masyarakat dan berbagai segmen yang dilayaninya.

Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga Bank BSN mencapai Rp64 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 13,19 persen. Bank juga membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp721 miliar, meningkat 36,72 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Angka-angka tersebut menyajikan kondisi keuangan Bank BSN hingga Agustus 2026 dan menjadi konteks pendukung bagi pengembangan ekosistem layanan syariah, termasuk keterlibatan dalam ekosistem Persikad dan Persiraja. Data kinerja ini tidak dengan sendirinya menunjukkan hasil kerja sama tertentu yang belum dinyatakan.

Penguatan ekosistem juga berjalan bersamaan dengan perkembangan layanan digital Bale Syariah. Hingga Agustus 2026, Bale Syariah memiliki hampir 239 ribu pengguna aktif. Layanan tersebut mencatat lebih dari 3,29 juta frekuensi transaksi, dengan volume transaksi sekitar Rp6,57 triliun pada periode yang sama. Perkembangan jumlah pengguna, frekuensi, dan volume transaksi memberikan informasi mengenai penggunaan kanal digital Bank BSN, tanpa mengubah batasan informasi mengenai capaian kerja sama dengan pihak-pihak dalam ekosistem olahraga. Dengan demikian, kinerja keuangan dan pertumbuhan Bale Syariah menjadi data faktual mengenai skala operasional serta kesiapan layanan Bank BSN dalam mendukung perluasan akses perbankan syariah.