Kecelakaan Beruntun GWM Tank di Palmerah Tewaskan Pengendara Motor

oleh -58 Dilihat
oleh
Kecelakaan Beruntun GWM Tank di Palmerah Tewaskan Pengendara Motor

KABUPATEN TANGERANG, BANTEN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Kecelakaan beruntun yang melibatkan minibus GWM Tank bernomor polisi B 7 AXL terjadi di Jalan Kamboja Raya, Palmerah, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, sekitar pukul 22.30 WIB, di jalur yang mengarah ke selatan, tepatnya di dekat Klinik Utama Kamboja.

Insiden itu melibatkan seorang pengendara motor yang berada di lokasi kejadian saat rangkaian kecelakaan berlangsung. Pengendara tersebut dilaporkan meninggal dunia di tempat. Kabar ini menjadi bagian utama dari penanganan kecelakaan yang terjadi pada malam hari di ruas Jalan Kamboja Raya.

Lokasi kejadian berada di kawasan Palmerah yang dilalui kendaraan pada malam hari. Keterlibatan minibus GWM Tank dalam kecelakaan beruntun tersebut membuat peristiwa ini segera mendapat perhatian. Petugas kemudian melakukan penanganan di sekitar lokasi, sementara informasi mengenai korban dan situasi lalu lintas dihimpun untuk kepentingan penyelidikan.

Waktu kejadian yang berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB membuat kecelakaan terjadi ketika kondisi jalan sudah memasuki malam. Jalan Kamboja Raya arah selatan, khususnya area dekat Klinik Utama Kamboja, menjadi titik berlangsungnya insiden. Satu pengendara motor dipastikan tidak selamat dalam kecelakaan itu, sedangkan rangkaian peristiwa yang melibatkan kendaraan tersebut masih menjadi perhatian aparat.

Kronologi kecelakaan beruntun yang melibatkan kendaraan GWM Tank di Palmerah dijelaskan oleh Kasi Laka Subdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa. Berdasarkan keterangan tersebut, rangkaian peristiwa bermula ketika GWM Tank yang dikemudikan Frendry Susanto melaju dari arah utara menuju selatan.

Saat kendaraan berada di dekat sebuah warung, GWM Tank kemudian menabrak gerobak las milik Muhamad Widodo. Benturan itu menjadi awal dari rangkaian tabrakan yang melibatkan sejumlah benda dan kendaraan di sekitar lokasi kejadian. Setelah menghantam gerobak las, kendaraan tersebut terus bergerak dan menabrak gerobak lain serta sepeda motor yang sedang terparkir.

Gerobak dan sepeda motor yang terparkir itu diketahui milik Sopiyan. Tabrakan tersebut menyebabkan benturan berlanjut di area sekitar warung. Kendaraan yang semula bergerak dari arah utara itu kemudian menghantam sepeda motor Honda Vario bernomor polisi B 5073 BTF. Motor tersebut saat itu dikendarai oleh Nurmilah.

Dengan demikian, kecelakaan berlangsung secara beruntun, dimulai dari tabrakan GWM Tank dengan gerobak las, lalu berlanjut ke gerobak dan sepeda motor milik Sopiyan, sebelum akhirnya menabrak Honda Vario yang dikendarai Nurmilah. Polisi masih menggunakan keterangan para pihak serta pemeriksaan di lokasi untuk mendalami seluruh rangkaian kejadian dan faktor yang menyebabkan kendaraan tersebut menabrak beberapa objek secara berturut-turut.

Setelah menabrak kendaraan di titik awal kecelakaan, GWM Tank tersebut terus bergerak dan menghantam dua sepeda motor yang melaju searah di depannya. Kedua sepeda motor itu berada dalam jalur perjalanan kendaraan sebelum benturan terjadi. Peristiwa tersebut membuat situasi di ruas jalan menjadi semakin berbahaya karena kendaraan besar itu tidak langsung berhenti setelah mengalami tabrakan pertama. Benturan dengan dua sepeda motor kemudian menimbulkan dampak serius bagi para pengendara yang berada di sekitar lokasi.

Salah satu pengendara yang menjadi korban disebut berinisial MT, seorang pria berusia 59 tahun. Berdasarkan informasi mengenai kejadian tersebut, MT meninggal dunia di lokasi setelah sepeda motor yang dikendarainya tertabrak GWM Tank. Petugas kemudian melakukan penanganan terhadap korban dan mengamankan area kecelakaan. Hingga proses pemeriksaan berlangsung, kondisi pengendara sepeda motor lainnya serta rincian lengkap mengenai luka yang dialaminya masih menjadi bagian dari penyelidikan dan pendataan pihak berwenang.

Sesudah menghantam kedua sepeda motor, GWM Tank dilaporkan oleng ke arah kiri. Kendaraan itu lalu menabrak kendaraan lain yang sedang terparkir di sisi jalan. Benturan lanjutan tersebut membuat kendaraan yang terparkir terdorong hingga mengenai pagar pintu besi milik PT SPX. Rangkaian tabrakan itu menunjukkan bahwa kecelakaan berlangsung secara beruntun, mulai dari benturan awal, tabrakan dengan dua sepeda motor, hingga kerusakan pada kendaraan dan fasilitas di sekitar lokasi. Polisi masih mendalami urutan peristiwa, posisi setiap kendaraan, serta faktor yang menyebabkan GWM Tank terus melaju sebelum akhirnya berhenti.

Korban dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan GWM Tank di Palmerah mendapat penanganan sesuai kondisi masing-masing. Nurmilah dilaporkan mengalami memar pada kaki kanan. Setelah kejadian, Nurmilah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhakti Mulya. Informasi tersebut menjadi bagian dari penanganan terhadap korban yang masih membutuhkan perawatan medis setelah kecelakaan.

Sementara itu, korban lain yang disebut bernama Maria mengalami luka pada bagian kepala. Maria dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Setelah itu, jenazah Maria dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Evakuasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penanganan korban setelah kecelakaan, sementara informasi mengenai kondisi korban lainnya disampaikan berdasarkan keterangan yang tersedia.

Perbedaan kondisi korban menunjukkan bahwa kecelakaan tersebut menimbulkan dampak yang berbeda terhadap para pengendara yang terlibat. Nurmilah masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat memar pada kaki kanan, sedangkan Maria meninggal dunia di tempat setelah mengalami luka pada bagian kepala. Keterangan mengenai korban dan proses evakuasi menjadi bagian dari informasi yang masih dihimpun oleh pihak terkait.

Kompol Kharisma menyampaikan bahwa penyebab kecelakaan masih ditelusuri. Dugaan sementara mengenai faktor yang memicu peristiwa tersebut juga masih dalam proses penyelidikan. Dengan demikian, belum ada kesimpulan akhir mengenai penyebab kecelakaan beruntun itu. Pihak berwenang masih melakukan penelusuran untuk memperoleh keterangan dan memastikan rangkaian kejadian yang menyebabkan kecelakaan tersebut.