Medan | Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, menilai Bank Indonesia (BI) memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Menurutnya, peran BI tidak terbatas pada pengendalian inflasi dan pemeliharaan kestabilan nilai tukar rupiah, tetapi juga mencakup dukungan terhadap terciptanya iklim ekonomi yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat serta pelaku usaha.
Atika memandang stabilitas ekonomi sebagai fondasi penting bagi pembangunan daerah. Ketika harga kebutuhan tetap terkendali dan nilai tukar terjaga, pemerintah daerah memiliki ruang yang lebih baik untuk menjalankan program pembangunan, sementara masyarakat dapat merencanakan kebutuhan dan kegiatan ekonominya dengan lebih pasti. Kondisi tersebut juga membantu dunia usaha mempertahankan aktivitas produksi, memperluas investasi, serta membuka peluang kerja.
Dalam konteks Mandailing Natal, sinergi dengan BI dinilai dapat memperkuat berbagai upaya pengembangan ekonomi lokal. Dukungan tersebut dapat diarahkan pada penguatan sektor unggulan daerah, peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah, serta perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Karena itu, keberadaan dan kebijakan BI dipandang memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar menjaga indikator moneter. Peran tersebut turut membangun kepercayaan dan kepastian yang diperlukan agar perekonomian daerah tumbuh secara inklusif dan mampu menghadapi berbagai tantangan.
Kehadiran Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam acara pengukuhan tersebut menunjukkan kesiapan daerah untuk membangun kolaborasi dan memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia. Kehadiran itu tidak sekadar menjadi bentuk partisipasi dalam agenda kelembagaan, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk menyelaraskan langkah dalam menjaga kondisi ekonomi. Kerja sama dengan BI dipandang penting karena tantangan ekonomi daerah perlu dihadapi melalui pemahaman dan koordinasi yang sejalan pihak-pihak terkait.
Atika menilai keselarasan pemahaman pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah dapat menghasilkan kebijakan yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut pandangan tersebut, kesamaan perspektif diperlukan agar arah kebijakan yang disusun tidak berhenti pada tingkat perencanaan, melainkan dapat menjawab kondisi yang berkembang di daerah. Pemerintah daerah memiliki posisi penting dalam menyampaikan keadaan wilayahnya, sehingga masukan yang diberikan dapat membantu memperkuat pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.
Dalam konteks inflasi, daerah turut memiliki peran karena harga-harga yang menjadi catatan dan dasar pemantauan tercatat di wilayah daerah. Perubahan harga yang terjadi di tingkat daerah menjadi bagian dari gambaran kondisi ekonomi yang perlu diperhatikan. Karena itu, kesiapan pemerintah kabupaten untuk berkoordinasi dengan BI menjadi unsur penting dalam membangun pemahaman yang tepat mengenai perkembangan harga di Mandailing Natal.
Di sisi lain, kebijakan inflasi berada pada tingkat pemerintah pusat, dengan masukan penting dari Bank Indonesia. Posisi tersebut menegaskan perlunya hubungan yang selaras pemerintah pusat, BI, dan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, melalui kehadirannya dalam acara pengukuhan, memperlihatkan kesiapan untuk mengambil bagian dalam sinergi tersebut. Dengan komunikasi dan pemahaman yang searah, peran daerah dalam menyampaikan kondisi harga dapat terhubung dengan proses kebijakan yang lebih luas dan berorientasi pada dampak yang dirasakan masyarakat.
Komunikasi Atika dengan kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara yang baru dikukuhkan membuka pembahasan mengenai peluang kerja sama bagi Mandailing Natal. Pertemuan tersebut tidak hanya menyoroti peran BI dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, tetapi juga menjajaki sejumlah program yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Dalam pembicaraan itu, terdapat beberapa inisiatif BI yang berpeluang dibawa dan disesuaikan dengan kebutuhan Madina. Sasaran utamanya adalah pelajar serta pemuda yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas, memperluas akses pendidikan, dan mempersiapkan diri menghadapi tuntutan dunia kerja. Penjajakan ini menjadi penting karena penguatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Salah satu gagasan yang mengemuka ialah membuka akses bagi pelajar di Madina untuk memperoleh beasiswa yang difasilitasi Bank Indonesia. Dukungan tersebut berpotensi mencakup pendidikan formal, seperti pendidikan di sekolah maupun perguruan tinggi, serta pendidikan vokasi yang berorientasi pada keterampilan praktis. Dengan cakupan itu, peluang kerja sama tidak hanya ditujukan kepada mereka yang menempuh jalur akademik, tetapi juga kepada generasi muda yang ingin mengembangkan kompetensi teknis sesuai kebutuhan industri dan sektor ekonomi lokal.
Meski demikian, peluang beasiswa dan program pengembangan generasi muda tersebut masih berada pada tahap komunikasi serta penjajakan. Belum ada keterangan bahwa program itu telah resmi berjalan di Mandailing Natal. Karena itu, tindak lanjut berupa pembahasan teknis, pemetaan calon penerima, dan penyesuaian mekanisme tetap diperlukan. Jika dapat direalisasikan melalui koordinasi pemerintah daerah dan BI, program tersebut berpotensi memperluas kesempatan pendidikan sekaligus mendukung lahirnya sumber daya manusia Madina yang lebih siap, terampil, dan kompetitif.
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara sebelumnya atas komunikasi serta dukungan yang telah terjalin selama menjalankan tugas. Peran BI dinilai penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, memperkuat koordinasi antarlembaga, dan membuka ruang pembahasan mengenai berbagai peluang pengembangan ekonomi di Mandailing Natal. Hubungan yang terbangun selama ini menjadi bagian penting dalam mendorong perhatian terhadap kebutuhan serta potensi daerah.
Atika juga menyambut baik pergantian pimpinan tersebut dan mengucapkan selamat datang kepada kepala kantor perwakilan BI Sumatera Utara yang baru dikukuhkan. Sambutan itu disampaikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan agar kerja sama yang telah berjalan dapat diteruskan. Menurut Atika, perubahan kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika kelembagaan, sementara komunikasi dan koordinasi pemerintah daerah dengan BI tetap perlu dijaga secara berkelanjutan.
Atika menyampaikan bahwa dirinya telah berkenalan dan berkomunikasi langsung dengan pejabat baru tersebut. Pertemuan dan komunikasi awal itu menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kondisi, kebutuhan, serta peluang yang dimiliki Kabupaten Mandailing Natal. Melalui hubungan langsung tersebut, pemerintah daerah dapat terus menyampaikan informasi mengenai perkembangan ekonomi daerah dan membahas kemungkinan dukungan maupun program yang relevan.
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menegaskan sikap terbuka untuk melanjutkan komunikasi dengan pimpinan baru BI Sumatera Utara. Kesinambungan hubungan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam menjaga perekonomian daerah, sekaligus membuka peluang sinergi melalui program yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan masyarakat Madina. Komunikasi yang telah dimulai akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan BI untuk terus berkoordinasi dalam agenda-agenda berikutnya.







