Kota Manado | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga 8 November 2026. Imbauan ini disampaikan menyusul peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah. Hujan tersebut dapat turun dalam durasi yang berubah-ubah dan berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi cuaca dapat berkembang cepat, sehingga warga diminta memantau informasi resmi dan memperhatikan keadaan lingkungan masing-masing.
Karina Husna, Koordinator Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, menyampaikan imbauan tersebut di Manado pada Senin, 2 November 2026. Ia mengingatkan bahwa potensi hujan tidak hanya perlu diperhatikan berdasarkan intensitasnya, tetapi juga dampak yang mungkin muncul ketika curah hujan terakumulasi dari hari ke hari. Peningkatan akumulasi curah hujan harian dapat membuat kondisi di wilayah tertentu lebih rentan terhadap genangan, terutama apabila hujan berlangsung cukup lama atau terjadi berulang. Masyarakat sebaiknya tidak menganggap jeda hujan sebagai tanda bahwa risiko telah berakhir.
Warga diimbau berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, khususnya ketika hujan lebat, petir, atau angin kencang terjadi. Hindari berteduh di bawah pohon, baliho, dan bangunan yang kondisinya tidak kokoh, serta waspadai benda yang dapat terbawa angin. Pengendara perlu menyesuaikan kecepatan dan menjaga jarak pandang ketika jalan basah atau hujan membatasi jarak penglihatan. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan genangan maupun lereng juga dapat memantau perubahan situasi dan mengikuti arahan pemerintah setempat. BMKG meminta warga memeriksa prakiraan dan peringatan cuaca terbaru melalui kanal resmi, karena informasi dapat diperbarui mengikuti perkembangan atmosfer. Kesiapsiagaan sejak dini membantu mengurangi risiko dan mendukung keselamatan selama periode potensi cuaca ekstrem tersebut.Karina menjelaskan bahwa angin muson Asia mulai memasuki wilayah Indonesia dan membawa uap air dalam jumlah yang dapat mendukung pembentukan awan. Masuknya aliran udara lembap tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memantau dinamika atmosfer di Sulawesi Utara. Ketika pasokan uap air meningkat, kondisi udara di sejumlah wilayah dapat menjadi lebih mendukung bagi berlangsungnya proses konveksi, yakni gerakan udara yang membantu pertumbuhan awan hujan. Perubahan ini juga menjadi indikasi awal bahwa wilayah tersebut mulai memasuki periode musim hujan, meskipun kondisi cuaca dapat berbeda antarlokasi dan berubah dari waktu ke waktu.
Di sisi lain, Karina menyampaikan bahwa indeks Nino 3.4 tercatat bernilai 2,88. Indeks ini masih memberikan pengaruh terhadap berkurangnya curah hujan di Sulawesi Utara. Dengan demikian, terdapat beberapa faktor atmosfer yang bekerja bersamaan: muson Asia membawa uap air dan dapat meningkatkan aktivitas konvektif, sedangkan kondisi yang tercermin dari indeks Nino 3.4 masih berkaitan dengan kecenderungan curah hujan yang lebih rendah. Situasi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan hujan tidak hanya ditentukan oleh satu unsur, sehingga pemantauan kondisi atmosfer tetap diperlukan untuk memahami perubahan cuaca di berbagai bagian provinsi.
Selain faktor skala luas, labilitas lokal yang kuat juga mendukung pertumbuhan awan hujan. Labilitas menggambarkan keadaan atmosfer yang memungkinkan udara naik dan berkembang, sehingga awan dapat tumbuh lebih intensif ketika unsur pendukung lainnya tersedia. Awan hujan yang terbentuk dalam kondisi tersebut dapat disertai kilat atau petir. Karena itu, peningkatan aktivitas konvektif perlu dicermati bersamaan dengan perubahan pola angin dan kelembapan. Penjelasan ini menggambarkan kondisi atmosfer yang menjadi perhatian di Sulawesi Utara pada masa peralihan menuju musim hujan, tanpa mengesampingkan pengaruh indeks Nino 3.4 terhadap curah hujan. Informasi dari pemantauan meteorologi membantu menjelaskan mengapa potensi hujan dapat muncul di sejumlah wilayah, sementara besaran dan waktu terjadinya tetap bergantung pada perkembangan kondisi setempat.
Prakiraan BMKG untuk periode 2 hingga 5 November menunjukkan bahwa potensi cuaca ekstrem tidak merata di seluruh Sulawesi Utara. Warga perlu memperhatikan perbedaan wilayah yang masuk dalam daftar potensi cuaca ekstrem dan daerah yang diperkirakan mengalami kondisi lebih ringan. Informasi ini membantu masyarakat menyesuaikan kegiatan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan atau melakukan perjalanan.
Pada 2 November, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Minahasa Selatan. Warga di lima wilayah tersebut disarankan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Perhatikan perkembangan informasi resmi BMKG dan kondisi setempat, khususnya apabila cuaca berubah dengan cepat. Masyarakat juga dapat mempertimbangkan langkah antisipasi sebelum bepergian atau menjalankan kegiatan di ruang terbuka.
Untuk Selasa hingga Rabu, prakiraan cuaca berada pada tingkat yang berbeda. Kondisi diperkirakan berkisar dari cerah hingga hujan ringan. Prakiraan tersebut tidak sama dengan potensi cuaca ekstrem yang disebutkan untuk sejumlah wilayah pada 2 November. Karena itu, kondisi cerah hingga hujan ringan tidak perlu ditafsirkan sebagai peringatan cuaca ekstrem. Meski demikian, warga tetap sebaiknya memantau pembaruan prakiraan, sebab cuaca dapat berubah dan kondisi aktual di suatu lokasi bisa berbeda.
Pada Kamis, 5 November, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud. Masyarakat di wilayah ini perlu mencermati informasi BMKG, terutama sebelum melakukan perjalanan atau kegiatan yang bergantung pada kondisi cuaca. Perhatian terhadap pembaruan prakiraan juga penting bagi warga yang berada di sekitar wilayah tersebut, tanpa menganggap seluruh daerah Sulawesi Utara memiliki tingkat potensi yang sama.
Urutan prakiraan ini menegaskan bahwa wilayah yang berpotensi terdampak dapat berubah dari satu tanggal ke tanggal berikutnya. Pada 2 November, perhatian tertuju pada sejumlah kota dan kabupaten di daratan Sulawesi Utara, sedangkan pada 5 November potensi disebutkan untuk Kepulauan Talaud. Untuk Selasa dan Rabu, prakiraan tetap berupa cerah hingga hujan ringan. Mengikuti kanal informasi resmi BMKG merupakan cara tepat untuk memperoleh pembaruan dan menentukan langkah sesuai kondisi lokal.
BMKG memperkirakan sejumlah wilayah di Sulawesi Utara berpeluang mengalami cuaca ekstrem selama tiga hari, mulai Jumat, 6 November, hingga Minggu, 8 November. Potensi tersebut dapat mencakup hujan sedang hingga lebat, yang pada waktu tertentu berpeluang disertai kilat atau petir dan angin kencang. Warga di daerah yang masuk dalam prakiraan diimbau mencermati perkembangan informasi cuaca dan menyesuaikan kegiatan dengan kondisi setempat.
Pada Jumat, 6 November, wilayah yang berpeluang terdampak meliputi Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, dan Kota Kotamobagu. Potensi serupa juga tercatat di Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, serta Kepulauan Sangihe. Sebaran ini mencakup kawasan perkotaan, wilayah pesisir, dan daerah kabupaten, sehingga masyarakat di masing-masing lokasi perlu memperhatikan perubahan cuaca sepanjang hari.
Prakiraan untuk Sabtu, 7 November, mencakup Kota Manado, Tomohon, dan Kotamobagu. Di tingkat kabupaten, wilayah yang berpeluang mengalami hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang meliputi Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, dan Bolaang Mongondow Timur. Pada hari tersebut, terdapat pula potensi peningkatan akumulasi curah hujan harian. Kondisi ini perlu diperhatikan terutama saat merencanakan perjalanan atau kegiatan di luar ruangan.
Pada Minggu, 8 November, potensi cuaca serupa diprakirakan terjadi di Kota Tomohon serta Kabupaten Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, dan Bolaang Mongondow Selatan. Wilayah yang disebutkan dapat berbeda dari hari sebelumnya, sehingga warga sebaiknya tidak hanya mengacu pada prakiraan satu hari.
Baca juga: BMKG Waspadai Rob di 18 Kawasan Pesisir pada 2–17 November 2026 | Prakiraan Cuaca Jawa Barat 1 November 2026: Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan | Perbandingan Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri pada Awal November 2026
15 kunjungan


































