Jakarta | Dewan pakar DPD RI Awards 2026 menggelar rapat final di Ayana Midplaza Jakarta pada Senin, 26 Oktober 2026. Pertemuan tersebut menjadi tahap penentuan penerima penghargaan untuk empat kategori yang diperebutkan tahun ini. Setelah melalui rangkaian penilaian sebelumnya, dewan pakar membahas kandidat yang dinilai memenuhi kriteria dan memiliki rekam kontribusi sesuai bidang masing-masing. Rapat itu berlangsung sekitar empat jam, mencerminkan proses pembahasan yang menyeluruh sebelum keputusan akhir ditetapkan. Dalam forum ini, setiap kategori memperoleh perhatian tersendiri agar penilaian dapat dilakukan secara cermat, konsisten, dan berdasarkan pertimbangan yang relevan. Dewan pakar mengkaji hasil seleksi serta mendengarkan keterangan kandidat yang masuk tahap akhir.
Calon penerima yang berhasil masuk tiga besar pada masing-masing kategori mengikuti wawancara secara virtual. Sesi tersebut memberi kesempatan kepada dewan pakar untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai kiprah, capaian, dan dampak kerja para kandidat. Wawancara menjadi bagian dari pertimbangan dalam menilai kandidat, bukan pengumuman atas siapa yang telah terpilih. Seluruh kandidat pada tahap ini masih berada dalam proses penilaian, sementara para pakar mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan nama penerima. Karena itu, posisi sebagai salah satu dari tiga besar belum dengan sendirinya memastikan seseorang memperoleh penghargaan. Keputusan ditetapkan melalui pembahasan final yang melibatkan penilaian terhadap seluruh kandidat di tiap kategori.
Rapat di Ayana Midplaza Jakarta menandai selesainya proses penentuan di tingkat dewan pakar, tetapi hasilnya belum akan diumumkan pada hari tersebut. Nama penerima penghargaan baru disampaikan dalam malam penganugerahan DPD RI Awards 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 November 2026. Jarak waktu rapat final dan malam penganugerahan memberi ruang bagi penyelenggara untuk menyiapkan acara serta mengumumkan hasil secara resmi dalam forum tersebut. Dengan demikian, publik masih perlu menunggu hingga malam penganugerahan untuk mengetahui siapa yang terpilih pada empat kategori. Hingga pengumuman resmi disampaikan, identitas penerima tetap belum diumumkan, meskipun proses penilaian oleh dewan pakar telah mencapai tahap akhir.
Anggota Dewan Pakar DPD RI Awards 2026, Dede Yusuf Macan Effendi, menilai seluruh finalis memiliki kiprah yang kuat. Menurutnya, para kandidat memperlihatkan dedikasi dan inovasi dalam menjalankan kegiatan maupun program yang berdampak bagi masyarakat. Karena itu, proses menentukan penerima penghargaan bukan perkara sederhana. Setiap finalis membawa pengalaman, pendekatan, serta bentuk pengabdian yang patut diperhatikan secara saksama oleh dewan pakar.
Penetapan pemenang dilakukan melalui pendalaman terhadap masing-masing kandidat. Penilaian tidak dimaksudkan untuk menyatakan bahwa finalis yang tidak terpilih sebagai pemenang tidak layak menerima apresiasi. Sebaliknya, keputusan diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek dari kiprah dan kontribusi para kandidat. Perbedaan pilihan pada tahap akhir lebih mencerminkan proses seleksi yang harus menetapkan sejumlah penerima, bukan pengabaian terhadap usaha kandidat lainnya.
Dede Yusuf juga menyoroti perjuangan dan komitmen para finalis untuk memberi manfaat kepada masyarakat di daerah masing-masing. Upaya yang mereka lakukan menjadi salah satu pertimbangan penting, terutama ketika dampaknya dapat dirasakan secara nyata oleh warga. Selain melihat latar belakang dan konsistensi pengabdian, dewan pakar turut mencermati data yang disajikan oleh kandidat sebagai dasar untuk memahami capaian serta relevansi program mereka.
Data tersebut membantu memperjelas skala kegiatan, sasaran penerima manfaat, dan hasil yang telah dicapai. Namun, penilaian tidak berhenti pada angka semata. Dewan pakar juga perlu memahami konteks pelaksanaan, tantangan yang dihadapi, serta keberlanjutan upaya di lapangan. Dengan menggabungkan informasi terukur dan gambaran mengenai proses pengabdian, setiap kandidat dapat dinilai secara lebih utuh dan proporsional.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa tahap penentuan berangkat dari penghargaan terhadap kontribusi seluruh finalis. Ketatnya seleksi sekaligus mencerminkan kualitas kandidat yang bersaing. Bagi Dede Yusuf, dedikasi, inovasi, komitmen terhadap kebutuhan masyarakat daerah, dan data pendukung menjadi unsur yang membantu dewan pakar menyusun keputusan. Pilihan akhirnya bukan ukuran tunggal atas nilai pengabdian setiap orang, melainkan hasil pertimbangan atas kandidat-kandidat dengan rekam kiprah yang sama-sama kuat.
Menurut Dede Yusuf, pembahasan dalam proses penentuan DPD RI Awards 2026 berlangsung paling sulit pada dua kategori, yakni pendidikan nonformal dan teknologi kesehatan. Pada kedua bidang tersebut, para kandidat dinilai sama-sama bagus. Kondisi itu membuat pilihan tidak mudah bagi dewan pakar yang bertugas menetapkan penerima penghargaan. Dede menyampaikan bahwa diskusi untuk menentukan pilihan pada kategori-kategori tersebut berlangsung cukup sengit. Penilaiannya menggambarkan betapa ketatnya pertimbangan yang harus dilakukan sebelum keputusan diambil, terutama ketika kandidat yang dibahas dinilai memiliki kualitas yang sama-sama baik.
Dalam kategori pendidikan nonformal, kesulitan memilih muncul karena para kandidat dinilai sama-sama bagus dan kiprah mereka dapat berdampak kepada banyak orang. Dede Yusuf menempatkan hal tersebut sebagai bagian dari pembahasan yang paling menantang dalam proses penentuan. Dewan pakar perlu mendiskusikan pilihan sebelum menetapkan kandidat yang dianggap layak. Pembahasan kategori ini berlangsung bersama pertimbangan pada bidang teknologi kesehatan, yang juga disebut sebagai salah satu kategori dengan pilihan sulit. Dengan demikian, kedua bidang itu menjadi fokus diskusi yang cukup sengit di para pakar.
Hal serupa terjadi pada kategori teknologi kesehatan. Menurut Dede Yusuf, kandidat-kandidat di bidang ini juga sama-sama bagus, sementara kiprah mereka berpotensi memberi dampak kepada banyak orang. Karena itu, penentuan pilihan tidak dapat dilakukan secara mudah. Dewan pakar berdiskusi cukup sengit sebelum akhirnya menetapkan pilihannya, baik untuk kategori pendidikan nonformal maupun teknologi kesehatan. Dede tidak menyebutkan alasan tambahan di luar kualitas kandidat dan dampak kiprah mereka kepada banyak orang. Pernyataannya menegaskan bahwa persaingan pada kedua kategori tersebut menjadi bagian paling sulit dalam pembahasan menuju penentuan penerima DPD RI Awards 2026.
Empat kategori dalam DPD RI Awards 2026 kini memasuki tahap penentuan dengan masing-masing menyisakan tiga kandidat. Bidang yang diperebutkan mencakup inovator pendidikan nonformal atau pendidikan luar sekolah, inovator teknologi kesehatan, pelestari budaya daerah, serta penggerak desa mandiri pangan. Daftar finalis memperlihatkan beragam nama dan daerah asal, sementara penilaian akhir akan menentukan penerima penghargaan pada malam penganugerahan.
Pada kategori inovator pendidikan nonformal atau pendidikan luar sekolah, tiga kandidat yang masuk daftar akhir adalah Anitawati dari Maluku Utara, Endang Dzunuraini dari Jawa Timur, dan Muhammad Ridwan Alimuddin dari Sulawesi Barat. Ketiganya tercantum sebagai finalis dalam urutan tersebut. Kategori ini menyoroti bidang pendidikan di luar jalur formal, yang menjadi salah satu ruang pengabdian dan inovasi yang dinilai dalam ajang tahun ini.
Untuk kategori inovator teknologi kesehatan, kandidatnya ialah Asep Hidayat Mustopa dari Jawa Barat, Anang Ismail dari Jawa Tengah, dan Rivan Rinaldi dari Aceh. Ketiga nama itu bersaing dalam bidang yang menghubungkan pemanfaatan teknologi dengan layanan maupun kebutuhan kesehatan. Mereka menjadi bagian dari kelompok finalis yang akan melalui tahap penentuan sebelum pemenang diumumkan.
Kategori pelestari budaya daerah memuat Nur Arning Tengara Kasih dari DKI Jakarta, Megi Riomandala dari Bengkulu, serta Siti Nurmaini dari Sumatera Selatan. Sementara itu, pada kategori penggerak desa mandiri pangan, tiga kandidat yang tercatat adalah Alvian Wardhana dari Kalimantan Selatan, Egi Trialogi dari Jawa Barat, dan Taryaningsih dari Jawa Timur. Dengan demikian, empat bidang penghargaan menghadirkan total dua belas finalis yang berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia.
Daftar tersebut menempatkan setiap kandidat pada kategori.
Baca juga: Empat RUU yang Menjadi Sorotan DPR pada Masa Persidangan 2026–2027 | Kepmen Komdigi Nomor 127 Tahun 2026: Batas Empat Jam untuk Menangani Konten Tertentu



































