Harga Ayam Potong di Palembang Tembus Rp40.000 per Kilogram

oleh -441 Dilihat
oleh
Harga Ayam Potong di Palembang Tembus Rp40.000 per Kilogram

Kota Palembang | Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kota Palembang, Sumatera Selatan, meningkat dari kisaran Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Kenaikan tersebut membuat harga ayam kini berada pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Gani, pedagang di Pasar 7 Ulu, mengatakan perubahan harga itu terjadi dalam dua hari terakhir. Ia menyampaikan keterangan tersebut pada Minggu.

Perubahan dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram berarti pembeli perlu menyiapkan dana lebih besar untuk memperoleh jumlah ayam yang sama. Selisih harga mencapai Rp5.000 per kilogram. Bagi warga yang membeli ayam sebagai bahan pangan sehari-hari, kenaikan ini dapat menjadi pertimbangan saat menentukan jumlah belanja. Sementara itu, pedagang perlu menyesuaikan harga jual dengan perubahan yang berlangsung di pasar.

Keterangan Gani menunjukkan bahwa kenaikan telah dirasakan dalam waktu yang relatif singkat, yakni selama dua hari terakhir sebelum ia memberikan informasi. Harga ayam potong di Pasar 7 Ulu menjadi salah satu gambaran perubahan yang terjadi di sejumlah pasar tradisional Palembang. Namun, informasi tersebut tidak merinci harga di setiap pasar maupun besaran perbedaan antarlokasi. Karena itu, angka Rp40.000 per kilogram menggambarkan harga yang disebut dalam laporan, bukan kepastian bahwa seluruh pedagang di kota menjual ayam pada nilai yang sama.

Pergerakan harga bahan pangan biasanya menjadi perhatian konsumen karena dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga. Dalam situasi ini, selisih Rp5.000 per kilogram menjadi ukuran langsung dari perubahan yang disampaikan pedagang. Pembeli yang ingin mengetahui harga terkini dapat memeriksa langsung ke pasar yang dituju, sebab harga yang berlaku di satu tempat belum tentu mewakili seluruh kawasan. Informasi mengenai perkembangan selanjutnya juga diperlukan untuk mengetahui apakah kenaikan tersebut bertahan atau berubah. Untuk saat ini, inti peristiwa yang dilaporkan adalah naiknya harga daging ayam potong dari kisaran Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram di sejumlah pasar tradisional Palembang, dengan perubahan yang menurut Gani berlangsung dalam dua hari terakhir.

Gani mengatakan kenaikan harga ayam potong di Palembang tidak dipicu oleh kelangkaan pasokan. Menurut dia, ketersediaan ayam di pasar masih cukup lancar, bahkan stok yang masuk disebut berlimpah. Kondisi tersebut membuatnya menilai bahwa persoalan utama bukan kesulitan memperoleh barang, melainkan harga yang ditetapkan pada tingkat pemasok. Dengan pasokan yang tetap tersedia, pedagang masih dapat mendapatkan ayam untuk dijual kepada konsumen, tetapi harus mengeluarkan biaya lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Ia menjelaskan, sejumlah agen pemasok yang mendatangkan ayam dari Kabupaten Ogan Ilir mematok harga lebih tinggi. Perubahan harga dari agen itu kemudian berpengaruh langsung terhadap biaya belanja pedagang di pasar. Agar kegiatan usaha tidak menimbulkan kerugian, pedagang menyesuaikan harga jual kepada pembeli. Karena itu, kenaikan di tingkat konsumen disebut sebagai dampak dari harga pembelian yang meningkat, bukan akibat stok yang menipis atau distribusi yang terhenti.

Penyesuaian harga tersebut menjadi pilihan pedagang untuk menjaga agar selisih modal dan hasil penjualan tetap memadai. Jika harga jual tidak mengikuti kenaikan biaya dari agen, keuntungan dapat menyusut atau bahkan membuat pedagang merugi. Meski demikian, besaran harga yang diterapkan di pasar bisa berbeda, bergantung pada harga yang diterima masing-masing pedagang, biaya operasional, serta keputusan mereka dalam menetapkan margin. Situasi ini turut menjelaskan mengapa harga ayam potong dapat berubah tanpa adanya laporan bahwa pasokan sedang terganggu.

Gani juga menyampaikan dugaan mengenai kemungkinan penyebab agen menaikkan harga. Menurutnya, kenaikan harga pakan di tingkat peternakan mungkin mendorong biaya produksi bertambah, lalu berimbas pada harga yang dipatok oleh agen. Namun, penjelasan tersebut disampaikan sebagai kemungkinan, bukan kepastian mengenai alasan tunggal di balik kenaikan harga. Belum ada keterangan bahwa hubungan harga pakan dan tarif agen telah dipastikan secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa stok yang tersedia tetap lancar dan berlimpah, sementara pedagang menyesuaikan harga jual mengikuti biaya pasokan yang lebih tinggi. Dengan demikian, keterangan Gani menempatkan harga dari agen sebagai pemicu langsung yang dirasakan pedagang, sedangkan kenaikan pakan masih menjadi dugaan yang dapat menjelaskan perubahan biaya pada rantai pasokan.Kenaikan harga ayam potong hingga Rp40.000 per kilogram berdampak pada aktivitas jual beli di lapak Marni. Ia mengatakan jumlah pembeli kini lebih sepi dibandingkan biasanya, seiring daya beli yang turun drastis. Kondisi tersebut terlihat dari berkurangnya ayam yang terjual setiap hari. Menurut Marni, perubahan harga membuat pembeli tidak lagi membeli dalam jumlah seperti sebelumnya. Keterangan ini menggambarkan situasi yang ia hadapi sebagai pedagang setelah harga ayam berubah, terutama dalam dua hari terakhir. Marni membandingkan penjualan saat ini dengan jumlah yang biasanya dapat ia jual dalam sehari.

Sebelum penjualan menurun, Marni biasanya mampu menjual sekitar 40 hingga 50 kilogram ayam potong per hari. Angka tersebut menjadi gambaran penjualan harian yang lazim ia capai. Namun, selama dua hari terakhir, jumlah ayam yang terjual paling banyak hanya 20 kilogram. Dengan demikian, penjualan harian dalam periode tersebut berada jauh di bawah angka yang biasanya ia catat. Perbandingan itu menunjukkan penurunan yang nyata pada lapaknya, berdasarkan pengalaman dan catatan penjualan yang disampaikan Marni. Ia mengaitkan keadaan pembeli yang semakin sepi dengan melemahnya daya beli.

Bagi Marni, selisih penjualan biasa dan penjualan selama dua hari terakhir tampak jelas. Dari kisaran 40–50 kilogram per hari, penjualan kini paling banyak mencapai 20 kilogram. Ia menyampaikan bahwa pembeli sepi dan daya beli turun drastis, sementara jumlah ayam yang terserap di lapaknya ikut berkurang. Keterangan Marni berfokus pada kondisi penjualan yang ia alami dan perubahan jumlah pembeli. Angka tersebut merujuk pada penjualan di lapaknya, bukan keseluruhan pedagang atau pasar di Palembang. Dalam dua hari terakhir, batas tertinggi yang ia sebutkan tetap 20 kilogram ayam terjual per hari.

Elsa Noviani, Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Palembang, menjelaskan bahwa kenaikan harga ayam potong umumnya berkaitan dengan perubahan biaya produksi yang ditanggung peternak. Salah satu komponen yang berpengaruh ialah biaya pakan. Ketika stok pakan terbatas dan bahan baku pakan semakin mahal, pengeluaran peternak dapat meningkat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan biaya produksi dan kemudian memengaruhi harga ayam di tingkat pasar. Karena itu, pergerakan harga perlu dipantau bersama faktor-faktor yang memengaruhi pasokan serta biaya usaha peternakan.

Di sisi distribusi, Dinas Perdagangan Kota Palembang meningkatkan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok. Pengawasan dilakukan untuk memastikan harga barang yang dijual kepada masyarakat tetap berada dalam batas yang ditetapkan pemerintah, termasuk tidak melampaui harga eceran tertinggi yang berlaku. Langkah pemantauan ini juga membantu petugas mengamati perubahan harga dan ketersediaan barang di pasar. Melalui pemeriksaan langsung, dinas dapat memperoleh informasi mengenai kondisi perdagangan dan menindaklanjuti temuan yang memerlukan perhatian. Pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok serta memastikan kegiatan jual beli berlangsung sesuai ketentuan.

Pasar yang menjadi sasaran pengawasan meliputi Pasar KM 5, Lemabang, Soak Bato, 10 Ulu, dan 16 Ilir. Elsa mengimbau para pedagang agar menjual kebutuhan pokok sesuai ketetapan pemerintah dan tidak menetapkan harga di atas batas yang berlaku.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Pertamina pada 25 Oktober 2026: Harga dan Penyesuaiannya | Hujan Pertama Setelah Kemarau Panjang Menyapa Palembang, BMKG Imbau Warga Tetap | Operasi Gabungan di Argapura Sita 10 Kilogram Ganja dan Senjata