KB Bank Siapkan Obligasi Subordinasi Rp500 Miliar dengan Bunga hingga 9,30%

oleh -59 Dilihat
oleh
KB Bank Siapkan Obligasi Subordinasi Rp500 Miliar dengan Bunga hingga 9,30%

Jakarta | PT Bank KB Indonesia Tbk atau KB Bank (BBKP) menawarkan obligasi subordinasi senilai total Rp500 miliar melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank Tahap II Tahun 2026. Penerbitan ini menjadi bagian dari langkah perseroan dalam melanjutkan program penghimpunan dana melalui instrumen pasar modal.

Obligasi subordinasi tersebut diterbitkan dalam dua seri. Masing-masing seri memiliki ketentuan tingkat bunga yang berbeda, dengan tingkat bunga maksimal mencapai 9,30% per tahun. Rincian kupon itu menjadi salah satu informasi penting bagi investor dalam menilai karakteristik instrumen, terutama karena obligasi subordinasi memiliki struktur dan tingkat risiko yang berbeda dibandingkan obligasi senior.

Penerbitan tahap II ini merupakan bagian dari program PUB Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank dengan target penghimpunan dana sebesar Rp1 triliun. Melalui skema penerbitan berkelanjutan, perseroan dapat melakukan penawaran dalam beberapa tahap sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang ditetapkan dalam dokumen penawaran.

Sebelumnya, KB Bank telah menerbitkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank Tahap I Tahun 2025. Pada penerbitan tahap pertama tersebut, nilai pokok obligasi yang ditawarkan mencapai Rp248 miliar. Dengan tambahan penerbitan sebesar Rp500 miliar pada tahap II tahun 2026, total nilai pokok penerbitan yang telah diumumkan dalam rangkaian program tersebut menjadi Rp748 miliar, atau masih berada dalam target program PUB sebesar Rp1 triliun.

Penawaran ini menunjukkan bahwa KB Bank kembali memanfaatkan pasar modal untuk menerbitkan instrumen subordinasi. Investor perlu mencermati informasi resmi mengenai jadwal penawaran, pembagian seri, tingkat bunga, peringkat, serta ketentuan lain yang tercantum dalam prospektus sebelum mengambil keputusan investasi.

KB Bank menyiapkan obligasi subordinasi dengan total nilai penerbitan Rp500 miliar yang terbagi ke dalam dua seri. Pembagian ini memberikan perbedaan yang jelas dari sisi nilai emisi, tingkat bunga, dan jangka waktu. Meskipun pembayaran bunga untuk kedua seri dilakukan dengan jadwal yang sama, masing-masing memiliki tanggal jatuh tempo pokok yang berbeda sesuai tenor yang ditetapkan.

Seri A memiliki nilai penerbitan sebesar Rp425 miliar. Seri ini menawarkan bunga tetap sebesar 8,95% per tahun dengan tenor lima tahun. Dengan demikian, pokok obligasi Seri A akan dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo, yaitu 16 Januari 2031. Nilai emisi yang lebih besar membuat Seri A menjadi bagian utama dari keseluruhan penerbitan obligasi subordinasi tersebut, tetapi tingkat bunganya lebih rendah dibandingkan Seri B.

Seri B memiliki nilai penerbitan Rp75 miliar, dengan bunga sebesar 9,30% per tahun. Tingkat bunga ini lebih tinggi daripada kupon Seri A, sebagai imbal hasil atas tenor yang lebih panjang. Seri B memiliki tenor tujuh tahun dan pokoknya akan dibayarkan sekaligus pada 16 Januari 2033. Perbedaan tanggal pelunasan tersebut mencerminkan selisih dua tahun tenor Seri A dan Seri B.

Pembayaran bunga untuk kedua seri dilakukan setiap tiga bulan, sehingga pemegang obligasi menerima kupon secara berkala selama obligasi masih beredar. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 16 Januari 2027. Setelah itu, pembayaran berikutnya dilakukan setiap tiga bulan sesuai jadwal yang ditetapkan dalam dokumen penerbitan. Dengan skema tersebut, investor perlu membedakan jadwal pembayaran bunga dan pembayaran pokok. Bunga dibayarkan secara berkala, sedangkan pokok Seri A dilunasi pada 16 Januari 2031 dan pokok Seri B pada 16 Januari 2033.

Rangkaian penerbitan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I KB Bank Tahap I Tahun 2026 telah disusun melalui sejumlah tahapan yang berlangsung pada Oktober 2026. Jadwal tersebut mencakup masa penawaran umum, penjatahan, pengembalian dana pemesanan, distribusi obligasi, hingga rencana pencatatan di Bursa Efek Indonesia. Setiap tahap menjadi bagian penting dalam memastikan proses penerbitan berjalan sesuai ketentuan pasar modal dan memberikan kejelasan kepada calon investor.

Penawaran umum obligasi dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 12-13 Oktober 2026. Pada periode tersebut, investor dapat menyampaikan pemesanan sesuai mekanisme dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam dokumen penawaran. Setelah masa penawaran berakhir, emiten akan melakukan proses penjatahan pada 14 Oktober 2026. Tahap ini menentukan alokasi obligasi yang diperoleh masing-masing investor berdasarkan hasil pemesanan dan ketentuan yang berlaku.

Berikutnya, pengembalian uang pemesanan bagi investor yang tidak memperoleh seluruh atau sebagian alokasi dijadwalkan pada 16 Oktober 2026. Pada tanggal yang sama, distribusi obligasi kepada investor juga direncanakan berlangsung. Distribusi tersebut menandai penyelesaian proses penyerahan instrumen kepada pihak yang mendapatkan penjatahan, setelah seluruh tahapan administrasi dan pembayaran dipenuhi.

Obligasi subordinasi KB Bank direncanakan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 19 Oktober 2026. Penggunaan istilah “direncanakan” menunjukkan bahwa tanggal tersebut merupakan jadwal yang telah ditetapkan, namun pelaksanaannya tetap mengikuti pemenuhan seluruh persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Dengan pencatatan ini, obligasi diharapkan dapat diperdagangkan melalui infrastruktur pasar modal sesuai regulasi.

Dari sisi pemeringkatan, KB Bank memperoleh peringkat AA(idn), atau double A, dari PT Fitch Ratings Indonesia. Peringkat tersebut dikonfirmasi kembali pada 23 September 2026. Peringkat AA(idn) mencerminkan penilaian lembaga pemeringkat terhadap kemampuan emiten dalam memenuhi kewajiban keuangannya, sekaligus menjadi salah satu informasi yang dapat dipertimbangkan investor sebelum mengikuti penawaran umum.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026 yang tercantum dalam keterbukaan informasi, KB Bank mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp19,02 miliar. Angka tersebut menjadi bagian dari catatan kinerja keuangan perseroan hingga pertengahan 2026 dan disajikan bersama informasi mengenai posisi aset, liabilitas, serta ekuitas.

Dalam perbandingan dengan kinerja tahunan sebelumnya, KB Bank membukukan rugi sebesar Rp6,33 triliun pada 2024. Pada 2025, perseroan mencatat laba sebesar Rp66,59 miliar. Sementara itu, berdasarkan laporan per 30 Juni 2026, laba tahun berjalan yang tercatat mencapai Rp19,02 miliar. Perbandingan tersebut menggambarkan angka kinerja yang tercantum dalam laporan pada masing-masing periode.

Dari sisi neraca, total aset KB Bank per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp93,01 triliun. Nilai tersebut dibandingkan dengan total aset pada posisi akhir Desember 2025 yang mencapai Rp89,79 triliun. Dengan demikian, laporan per 30 Juni 2026 menyajikan posisi aset yang lebih tinggi dibandingkan angka yang tercatat pada akhir tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp84,75 triliun. Adapun total ekuitas mencapai Rp8,26 triliun. Data tersebut mencakup posisi keuangan KB Bank per 30 Juni 2026 sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi, bersama dengan pencatatan laba tahun berjalan sebesar Rp19,02 miliar serta angka kinerja pada 2024 dan 2025.

Baca juga: Astra Siapkan Tender Sukarela Saham Astra Otoparts, Free Float Tetap 15% | Gangguan Listrik Meluas di Kepulauan Riau, Bahlil Siapkan Koordinasi dengan PLN | Kemenkes Siapkan Rentang Tarif Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Haji dan Perketat Validasi Data