Jakarta | Kekayaan taipan batu bara Low Tuck Kwong merosot tajam setelah penjualan saham Bayan Resources. Berdasarkan data indeks miliarder Bloomberg, nilai kekayaannya berkurang sebesar 5,78 miliar dolar AS. Jika dikonversikan menggunakan kurs Rp17.922 per dolar AS, penurunan tersebut setara dengan sekitar Rp103,58 triliun. Nilai ini menggambarkan perubahan besar dalam kekayaan bersihnya dalam waktu yang sangat singkat.
Pengurangan tersebut setara dengan 33,9 persen dari total kekayaan Low Tuck Kwong. Dengan demikian, transaksi saham Bayan Resources tidak hanya berdampak pada kepemilikan investasinya, tetapi juga secara langsung memengaruhi posisi kekayaannya dalam pemeringkatan miliarder global. Besarnya nilai yang menyusut menjadi perhatian karena Low Tuck Kwong merupakan salah satu tokoh utama dalam industri batu bara dan pemegang saham penting di perusahaan tersebut.
Bloomberg mencatat bahwa penurunan senilai 5,78 miliar dolar AS itu merupakan penyusutan kekayaan terbesar dalam satu hari sepanjang catatan indeks miliarder. Peristiwa tersebut juga menjadi penurunan paling tajam di para miliarder dunia yang dipantau pada Senin, 12 Oktober 2026. Data ini menunjukkan bahwa perubahan nilai kepemilikan saham dalam jumlah besar dapat menghasilkan pergeseran drastis pada kekayaan para taipan, terutama ketika terjadi transaksi atau penyesuaian yang melibatkan perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar.
Penurunan besar nilai kekayaan tidak menggeser Low Tuck Kwong dari posisi puncak daftar orang terkaya di Indonesia. Setelah mengalami penyusutan sekitar Rp103 triliun, kekayaan taipan tersebut diperkirakan tersisa 11,3 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp202,51 triliun. Angka ini mencerminkan perubahan signifikan dibandingkan nilai kekayaannya pada awal tahun, terutama setelah adanya penjualan saham Bayan Resources.
Dengan jumlah tersebut, kekayaan Low telah berkurang lebih dari separuh sejak awal tahun. Penyusutan ini menunjukkan besarnya dampak perubahan nilai kepemilikan saham terhadap total kekayaan individu yang sebagian besar asetnya berkaitan dengan perusahaan publik. Nilai kekayaan yang tercatat dapat bergerak mengikuti harga saham dan transaksi kepemilikan, sehingga peringkat maupun jumlah kekayaan dapat mengalami perubahan dalam waktu relatif singkat.
Meski kehilangan lebih dari separuh kekayaannya, Low Tuck Kwong masih tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia. Posisi tersebut menegaskan bahwa nilai aset yang tersisa tetap sangat besar dibandingkan kekayaan individu lain di dalam negeri. Low dikenal sebagai taipan Indonesia yang lahir di Singapura. Dalam kondisi kekayaan yang telah menyusut tajam, ia tetap berada di posisi teratas, dengan estimasi harta sebesar 11,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp202,51 triliun. Perubahan ini terutama menggambarkan penurunan nilai kekayaan, bukan hilangnya statusnya sebagai orang terkaya di Indonesia.
Penurunan kekayaan Low Tuck Kwong terutama dipicu oleh keputusan menjual sebagian kepemilikan sahamnya di PT Bayan Resources Tbk. Bersama putrinya, Low melepas saham perusahaan tambang batu bara tersebut kepada Jhonlin Baratama. Transaksi itu bukan sekadar perubahan portofolio, melainkan pengalihan sebagian aset bernilai sangat besar, sehingga nilai kekayaan yang masih tercatat atas nama keluarga ikut berkurang.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Bayan Resources kepada Bursa Efek Indonesia, transaksi penjualan tersebut telah diselesaikan pada 7 Oktober 2026. Saham yang dialihkan setara dengan 30,25 persen dari seluruh saham perusahaan. Dengan demikian, angka 30,25 persen menunjukkan porsi saham Bayan yang dijual kepada Jhonlin Baratama, bukan persentase penurunan harga saham atau persentase kekayaan Low yang hilang akibat fluktuasi pasar.
Pembedaan ini penting karena penjualan saham dan sisa kepemilikan keluarga merupakan dua hal yang berbeda. Setelah transaksi, saham yang tidak termasuk dalam paket penjualan tetap berada pada pemegang saham lain, termasuk bagian yang masih dimiliki Low dan putrinya. Oleh sebab itu, sisa kepemilikan keluarga tidak dapat langsung disebut 69,75 persen. Angka 69,75 persen hanya menggambarkan seluruh saham Bayan Resources yang tidak dijual dalam transaksi tersebut, tanpa menunjukkan siapa saja pemiliknya.
Sisa kepemilikan keluarga harus dihitung berdasarkan jumlah saham yang sebelumnya dikuasai Low dan putrinya, kemudian dikurangi saham yang dialihkan kepada Jhonlin Baratama. Artinya, keluarga Low masih memiliki kepentingan di Bayan Resources setelah transaksi, tetapi porsinya lebih kecil dibandingkan sebelum 7 Oktober 2026. Berkurangnya kepemilikan itu secara langsung menekan nilai aset saham yang menjadi dasar penghitungan kekayaannya. Nilai penurunan tersebut kemudian tercermin dalam estimasi kekayaan Low Tuck Kwong yang menyusut hingga sekitar Rp103 triliun.
Perhitungan kekayaan dalam indeks Bloomberg tidak hanya didasarkan pada nilai saham yang telah dijual. Bloomberg juga memperhitungkan sisa kepemilikan keluarga Low Tuck Kwong di Bayan Resources, termasuk saham yang dimiliki oleh Low dan putrinya. Secara keseluruhan, kepemilikan tersebut disebut masih mencapai sekitar 32 persen dari saham perusahaan tambang batu bara itu. Nilai saham yang tersisa kemudian dihitung berdasarkan harga pasar dan menjadi salah satu komponen utama dalam estimasi kekayaan bersih keluarga tersebut.
Selain kepemilikan di Bayan Resources, penghitungan Bloomberg mencakup aset bisnis lain dan kas yang diketahui dimiliki oleh Low. Dengan demikian, angka kekayaan yang tercantum dalam indeks merupakan gabungan nilai saham, aset perusahaan, serta likuiditas atau kas, setelah memperhitungkan perubahan harga pasar dan transaksi yang telah dilakukan. Penjualan sebagian saham Bayan Resources mengurangi porsi aset yang secara langsung tercermin dalam kepemilikan saham, tetapi tidak menghapus seluruh eksposur Low terhadap perusahaan tersebut.
Bloomberg mengatribusikan kepemilikan saham keluarga itu kepada Low Tuck Kwong karena ia merupakan pendiri Bayan Resources. Atribusi tersebut digunakan untuk menyajikan perkiraan kekayaan individu secara lebih menyeluruh, meskipun sebagian saham tercatat atas nama anggota keluarga, termasuk putrinya. Pendekatan ini menempatkan nilai kepemilikan keluarga yang berkaitan dengan perusahaan dalam perhitungan kekayaan Low, sesuai metodologi indeks yang mempertimbangkan hubungan kepemilikan dan sumber utama aset.
Dengan dasar perhitungan tersebut, penjualan saham Bayan Resources berkaitan langsung dengan perubahan nilai kekayaan yang dilaporkan Bloomberg. Setelah nilai kepemilikannya menyusut, posisi Low dalam daftar orang terkaya Indonesia turut berubah, meskipun ia tetap termasuk dalam jajaran utama berkat sisa saham, aset bisnis, dan kas yang masih diperhitungkan.
Baca juga: Jhonlin Baratama Kuasai 30,25% Saham Bayan lewat Transaksi Rp2.588 per Lembar | Dana Bergulir Rp1,6 Triliun Telah Disalurkan kepada Sekitar 150 Koperasi di Indonesia | Penerimaan Negara dari Layanan Imigrasi Menembus Rp8,68 Triliun pada Oktober 2026







